
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 134
(Sebelum terlambat)
...•...
...•...
Di pagi hari yang cerah dan sedikit berawan ini, Tania seperti biasa mengantarkan adiknya yakni Rania ke sekolah karena kebetulan ini hari Kamis dan Rania masih harus sekolah sampai besok barulah hari Sabtu Rania akan libur dan tidak sekolah.
Ya kali ini Tania memang masih bisa mengantar Rania secara langsung ke sekolahnya, namun entah berapa hari lagi pasti ia akan sulit melakukan itu karena Rania sudah dibawa oleh keluarga kandungnya yakni Cakra si mafia.
"Sayang, yuk turun yuk!!" ucap Tania sembari mengusap kepala adiknya dan tersenyum.
"Iya, kak!"
Baru saja Rania hendak membuka pintu mobilnya, namun ia dikejutkan saat melihat Cakra yang dianggap kakeknya sudah berdiri lebih dulu di depan gerbang sekolah bersama seorang perempuan yang tak lain adalah Velove alias mama kandung Rania.
"Kakek, mama...!!" teriak Rania tampak sumringah.
"Hah??" ujar Tania terheran-heran.
"Itu ada kakek sama mama, kak! Aku mau langsung turun dan ketemu sama mereka, aku seneng banget akhirnya bisa ketemu langsung sama mama!" ujar Rania sangat gembira dan terlihat tergesa-gesa.
"Eh eh, pelan-pelan sayang!" ucap Tania.
Rania tak menggubris perkataan kakaknya, ia turun dari mobil dengan cepat lalu berlari menghampiri mama dan juga kakeknya di depan gerbang sambil berteriak karena sangking bahagianya.
"Kakek, mama....!!"
Cakra & Velove yang tengah melamun langsung dikejutkan dengan suara teriakan Rania, ya mereka pun tampak sumringah begitu melihat kehadiran sang putri yang cantik nan imut itu disana.
"Rania! Pah, itu Rania!" ujar Velove gembira.
__ADS_1
"Iya sayang, dia anak kamu...!!" ucap Cakra.
"Mamaaa...." teriak Rania.
Huggg...
Rania langsung memeluk pinggang mamanya begitu sampai di dekat Velove, ya ia sangat senang bisa memeluk sang mama yang selama ini sangat ia rindukan dan nantikan kehadirannya.
Tak hanya Rania, tentu Velove juga ikut merasakan kesedihan yang dialami Rania karena ia juga sedari dulu selalu mencari keberadaan putrinya walau sang papa tidak menginginkan kehadiran gadis itu.
"Mama, aku seneng banget bisa ketemu mama!" ucap Rania sambil terisak di pelukan Velove.
"Iya sayang, mama juga seneng banget! Akhirnya mama dipertemukan lagi sama anak mama yang lucu dan imut ini, udah sejak lama loh mama menantikan momen ini sayang! Momen dimana mama bisa peluk kamu kayak gini, karena mama belum pernah memeluk putri mama sendiri!" ucap Velove sembari mengusap punggung Rania.
Mereka kembali mengeratkan pelukan dalam-dalam sembari menangis melepas kesedihan dan kerinduan yang selama ini ditahan, terlebih Rania yang belum pernah sama sekali merasakan kasih sayang seorang ibu dan tak bisa meminum asi dari ibunya walau hanya setetes.
Tania yang menyaksikan momen itu ikut merasa terharu dan tersentuh hatinya, bagaimana tidak? Tania juga mengalami nasib yang sama dengan Rania di hidupnya, hanya bedanya Rania sedikit lebih beruntung dari Tania karena masih bisa bertemu dengan ibunya walau harus menunggu 8 tahun lamanya.
Perlahan Tania bergerak maju menghampiri Rania yang masih berpelukan dengan mamanya, Tania juga masih tak menyangka kalau ternyata ibu kandung dari adiknya adalah Velove seorang wanita yang sebelumnya pernah ia jadikan bahan tukar untuk menyelamatkan Rania dari penculikan Cakra.
"Tania...!!"
Tiba-tiba suara seorang perempuan memanggil namanya dari arah belakang, sontak Tania berhenti lalu menoleh ke belakang untuk memastikan siapakah yang memanggilnya.
"Tania, mereka itu siapanya Rania? Kok kelihatannya Rania akrab sekali dengan mereka?" tanya Lidya.
"Eee.... mereka keluarga kandungnya Rania, Bu!" jawab Tania dengan gugup.
"Apa? Ja-jadi...."
"Iya Bu, Rania emang bukan adik kandung aku! Dia sekarang baru menemukan keluarga kandungnya, dan itulah mereka...."
Lidya tampak sangat syok dan terkejut mendengar penjelasan dari Tania, selama ini yang ia tahu Rania adalah adik kandung temannya yakni Tania karena Tania memang tak pernah menceritakan apa-apa tentang asal-usul atau identitas Rania padanya.
...•••...
Disisi lain tepatnya di samping sekolah dasar tempat Rania berada, kini Reno juga baru sampai mengantarkan putrinya yakni Tania kecil ke sekolah kanak-kanak yang memang tepat berada di samping sekolahnya Rania.
Ya Reno hanya sendiri mengantar putrinya karena baik Darma maupun Anggi tengah ada kesibukan, namun itu tak menjadi masalah bagi Reno dan justru malah ia senang karena bisa berduaan dengan putrinya lebih leluasa dibanding ketika ada mama atau papanya yang ikut mengantar.
"Tania sayang, kamu sekolah yang rajin ya! Kalau guru kamu ngomong didenger, terus juga jangan nakal-nakal sama temen kamu!" ucap Reno mengingatkan putrinya sembari berlutut menyamai tinggi Tania kecil dan memegang dua pundaknya.
__ADS_1
"Siap, papaku yang ganteng!" ucap Tania kecil.
"Hahaha, aduh papa jadi meleleh nih dibilang ganteng sama putri papa yang cantik jelita ini!" ujar Reno tersenyum renyah di hadapan putrinya.
Cup.. Cup.. Cup...
Tiga kecupan mendarat di wajah Tania kecil karena papanya itu tampak gemas sekali dengan ekspresi ketawa sang putri yang menggemaskan, ya apalagi lesung pipi milik Tania kecil menambah kemiripannya dengan Rosa alias mendiang istrinya.
"Yaudah kamu masuk gih, sayang! Udah mau bel loh, nanti kamu telat kalo gak masuk!" ujar Reno.
"Iya, pah! Papa hati-hati ya pulangnya, jangan ngebut nanti jatoh!" ucap Tania mengingatkan papanya.
"Iya sayang, papa bakal hati-hati kok demi Tania!" ucap Reno sembari mencolek gemas hidung Tania kecil serta mencium kembali pipi gadis itu.
Reno pun bangkit dan berdiri seperti semula, sedangkan Tania mencium punggung tangannya sebagai seorang anak yang berbakti dam menghormati orangtuanya itu.
"Aku masuk dulu ya, pah? Dadah...." ucap Tania kecil pamit sembari melambaikan tangan.
"Iya sayang, dadah cantik...!! Semangat ya belajarnya, jangan males-malesan!" ucap Reno tersenyum.
Tania kecil langsung berlari pelan memasuki sekolahan tersebut meninggalkan papanya, sedangkan Reno tampak menatap sedih ke arah punggung putrinya yang makin lama makin menghilang dari pandangannya.
"Masss..."
Reno terkejut bukan main saat suara itu muncul dan dilihatnya sosok Rosa tengah berdiri di sampingnya mengenakan baju serba putih, sontak Reno langsung mengucek-ngucek matanya untuk memastikan ini semua tapi ternyata Rosa memang benar ada disana.
"Mas, putri kita lucu ya? Dia gemesin banget, aku jadi keinget waktu kecil dulu..." ucap Rosa.
"Iya kamu benar, dia memang mirip sekali dengan kamu! Aku gak bisa bayangin kalau kamu masih ada, pasti bakal seru banget!" ucap Reno menahan sedih.
"Kamu gak perlu sedih, mas! Kan ada Tania dewasa yang bisa menggantikan peran aku di tubuh kamu, aku yakin dia wanita yang cocok untuk menjadi istri buat kamu sekaligus ibu juga buat Tania kecil putri kita itu!" ucap Rosa sambil tersenyum.
"Entahlah, Ros! Aku belum kepikiran soal itu, karena yang aku lihat Tania juga gak cinta sama aku!" ucap Reno dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu salah, mas! Cobalah kamu dekati dia lagi, sebelum semuanya terlambat...!!" ucap Rosa.
"Apa maksud kamu bicara begitu, Rosa? Kenapa harus terlambat...??" tanya Reno tak mengerti.
"Temui dia sekarang, mas!" ucap Rosa.
Reno sempat menunduk coba berpikir sejenak mengenai perkataan Rosa barusan, akan tetapi saat ia mendongak kembali mendiang istrinya itu ternyata sudah tidak ada disana sehingga Reno pun tampak semakin bersedih mengingat Rosa.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...