
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 328
(Nikahin aku)
...•...
...•...
Sesudah berbicara dengan Tania, Velove kini masuk ke dalam rumah dengan perasaan bimbang dan tak tahu harus bagaimana dalam mengambil keputusan ke depannya tanpa menyakiti hati salah satu pria yang menyukainya itu. Velove tak menyangka jika ia akan berada dalam momen sulit seperti ini, padahal dulu ia sulit sekali mendapat seorang lelaki.
Disaat ia tengah berjalan dalam keadaan bingung, tiba-tiba saja Arsen muncul dan langsung menarik dua lengannya itu. Arsen membawa Velove dengan paksa dan mendorong tubuh gadis itu hingga mentok ke tembok, ia mengungkung Velove disana sembari mencengkeram dua telapak tangan Velove dan menaruhnya di atas kepala dengan kasar.
"Kak Arsen? Ada apa kak?" tanya Velove bingung plus cemas melihat tatapan Arsen seperti itu.
Arsen hanya diam memandangi wajah Velove tanpa berbicara apapun, hal itu membuat Velove makin tak mengerti dan bingung apa sebenarnya yang hendak dilakukan Arsen padanya. Apalagi pria itu terus saja mencengkeram dua tangannya dan tak melepaskan pandangan dari wajahnya, tentu sebagai seorang wanita Velove merasa ketakutan saat ini.
Cupp!
Tiba-tiba saja Arsen melayangkan kecupan manis dan singkat di bibir Velove, itu membuat Velove terbelalak lebar tak percaya dengan apa yang barusan ia dapatkan.
Cupp!
Arsen kembali melakukan hal yang sama berulang kali sampai akhirnya kembali terdiam menatap wajah cantik Velove, ya Arsen juga menurunkan satu tangannya untuk membelai wajah Velove.
"Kak Arsen, sebenarnya kak Arsen kenapa?" tanya Velove gugup.
"Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu! Jangan menikah dengan orang lain selain aku, Velove!" ucap Arsen dingin.
__ADS_1
"Hah??" Velove terkejut mendengar itu.
"Iya Ve, aku sayang banget sama kamu! Kalau kamu masih mau menikah dengan orang lain, aku gak akan pernah lepasin kamu sayang! Cuma aku yang boleh milikin kamu, gak ada yang lain!" tegas Arsen.
"Ta-tapi kak, aku—"
Cupp!
Arsen membungkam mulut Velove dengan ciuman ganas yang bergairah, gadis itu coba berontak tapi gagal karena tenaganya kalah kuat. Arsen memperdalam ciuman dan memaksa Velove membuka mulutnya, kini lidahnya berhasil menerobos masuk ke dalam rongga mulut Velove dan menari-nari di dalam sana.
Aksi ciuman itu semakin memanas, Arsen di luar kendali mulai meremass bagian dada Velove dengan satu tangan miliknya. Ia kini melepas cengkraman terhadap telapak tangan Velove, dan beralih mencengkeram rahang gadis itu tanpa melepas pagutannya.
"Mmppphhh..." Velove terus berusaha melepaskan diri dari ciuman tersebut, karena ia tahu hal itu sangat berdosa jika terus dilakukan.
Namun, Arsen seakan tak perduli dan justru semakin menghimpit tubuh Velove sehingga gadis itu tak dapat bergerak banyak. Velove juga berusaha mendorong tubuh Arsen dengan dua tangannya, tetapi lagi-lagi gagal.
Arsen yang sudah sangat bergairah, mencoba untuk melepas pakaian yang dikenakan Velove secara paksa. Ia hampir berhasil melakukan itu dan tinggal sedikit lagi saja baju Velove terlepas, namun tiba-tiba William muncul dari arah belakang dan berteriak menegur kelakuan putranya itu.
"Arsen!" teriak William penuh kekesalan.
"Papa?" ucap Arsen ketakutan.
Sementara Velove merasa lega karena akhirnya ia dapat bernafas setelah tadi sempat kesulitan akibat ciuman dari Arsen, namun ia sedikit khawatir melihat William amat sangat marah.
"Kamu ini apa-apaan Arsen? Kamu mau memperkosa anak gadis orang?" tanya William geram.
"Pah, papa jangan salah paham dulu! Aku itu cuma—"
"Cuma apa? Cuma pengen nikmatin tubuh Velove, iya? Dengar Arsen, papa gak pernah ajarin kamu untuk berbuat hal sekeji itu! Harusnya kamu tahu Arsen, jangan bikin malu papa!" potong William.
•
•
Sementara itu, Tania tak sengaja mendengar suara teriakan papanya yang cukup keras. Ya ia pun penasaran karena tak biasanya sang papa sampai berteriak sekeras itu, apalagi sekarang sudah puasa dimana kita harus menahan emosi. Akhirnya Tania memilih untuk mencari tahu apa yang terjadi dan menitipkan Rania pada suster pengasuhnya.
__ADS_1
Tania pun sampai di asal suara, terlihat ada William yang tengah marah-marah pada Arsen serta Velove yang berdiri berdekatan itu. Tania masih bingung tak tahu apa yang terjadi, ia mendekat ke arah papanya untuk bertanya langsung. Sang papa menjelaskan kemudian Tania syok tak percaya dengan apa yang diceritakan oleh papanya barusan itu.
"Apa? Kak Arsen mau perkosa Velove, pah? Kok bisa sih? Benar begitu kak Arsen?" ujar Tania kaget.
"Ya iyalah sayang, papa lihat sendiri kok!" ucap William dengan tegas dan penuh keyakinan.
"Enggak pah, papa salah paham!" elak Arsen.
"Duh, ini mana yang benar sih? Yaudah gini aja deh, aku mau tanya langsung sama Velove. Ve, apa benar kak Arsen tadi coba perkosa kamu? Udah jawab aja yang jujur Ve, jangan takut!" tanya Tania.
Velove menundukkan kepala merasa bingung harus menjawab apa, ia sendiri juga tak tahu apa niat Arsen tadi mencium bibirnya secara tiba-tiba.
"Eee aku juga gak tahu, Tania. Tadi itu aku lagi jalan setelah ngobrol sama kamu, terus tiba-tiba kak Arsen cegat aku dan cium aku disini. Abis itu papa kamu datang dan tegur kak Arsen, jadi aku juga gak tahu apa maksud kak Arsen sebenarnya tiba-tiba cium aku kayak gitu?!" jawab Velove.
"Tuh kan, Velove sendiri aja gak tahu. Aku ini bukan mau perkosa dia, pah. Aku gak sekeji itu kali, aku adalah pria yang menghormati wanita! Mana mungkin aku melakukan itu, pah?" ujar Arsen.
"Yaudah, jelasin dong maksud kamu apa tiba-tiba cium Velove kayak gitu tadi?! Emang kamu gak ingat ini bulan puasa?" ujar William masih emosi.
"Sabar pah, jangan emosi!" ucap Tania.
"Abisnya kakak kamu ini loh sayang, sukanya bikin malu papa aja!" ujar William.
"Iya pah, tapi papa sabar dulu!" ucap Tania.
William pun berhasil ditenangkan oleh pelukan dari Tania, memang itu adalah senjata ampuh yang bisa meredakan emosi William.
Sementara Arsen melirik sekilas ke arah Velove dengan tatapan tajam, pandangannya tertuju pada bibir Velove yang masih basah akibat aksinya tadi sebelum sang papa datang.
"Pah, oke aku bakal jelasin sama papa! Aku ini cinta sama Velove, pah! Aku mau dia jadi istriku, papa siap kan nikahin aku dengan Velove?" ucap Arsen.
"Hah??"
Semua orang disana kompak terkejut, termasuk Velove sendiri. Padahal Velove masih belum berkata ya pada Arsen, namun lagi-lagi pria itu malah sudah ingin menikahi dirinya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...