
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 226
(Jemput ibu kamu)
...•...
...•...
Sesudah selesai makan bersama, Tania masih diajak berkeliling oleh Eva selaku calon mama mertuanya itu untuk mengenalkan Tania pada seisi rumahnya. Yang mana nantinya, Tania pasti juga akan tinggal disana setelah menikah dengan Revan tentunya jika mereka tidak memilih untuk tinggal dan membangun rumah sendiri untuk rumah tangga mereka.
Eva tampak terus memegang pundak Tania sembari berjalan mengelilingi rumahnya dan mengajak calon menantunya itu berbincang, Eva berusaha membuat Tania tidak canggung lagi dan mau berbicara lepas ketika bersamanya. Biar bagaimanapun juga, sebentar lagi kan mereka akan menjadi keluarga karena Revan dan Tania bakal menikah.
Namun, ya itu dia Tania masih saja malu-malu dan tak banyak bicara ketika tidak diajak bicara oleh Eva. Padahal Eva sudah berusaha membuat Tania mau bersikap lepas dan biasa saja ketika dengannya, tapi Tania masih belum bisa menghilangkan rasa canggung di dalam hatinya karena ia merasa takut akan membuat Eva ilfil nantinya.
"Tania sayang, kamu ini kenapa cuma diam aja daritadi? Mama kan udah ajak kamu bicara, harusnya kamu juga bicara dong sama mama!" ujar Eva.
Tania terdiam dan agak menunduk, ia khawatir Eva akan marah dan kesal padanya karena sikapnya saat ini yang terlalu pendiam. Tania pun mencoba untuk tarik nafas dalam-dalam, lalu menghembusnya perlahan agar tidak ada rasa canggung lagi di dalam hatinya ketika berbicara dengan Eva disana.
"Iya mah, maaf ya!" ucap Tania merasa bersalah.
"Iya gapapa. Udah gausah malu lagi, ya? Mama ini kan gak gigit loh, justru mama senang kalau kamu mau ngobrol banyak sama mama!" ucap Eva tersenyum sembari mencubit pipi Tania.
__ADS_1
"Eee aku cuma takut aja bikin mama ilfeel, aku juga gak tau mau bicara apa sama mama." ucap Tania.
"Oalah, mana mungkin mama ilfeel sama kamu sayang? Kamu ini cantik, manis, imut, pokoknya banyak kelebihannya deh!" ujar Eva.
"Eee..." Tania masih saja merasa canggung.
"Yaudah gini aja, gimana kalo kita sekarang duduk disana dan mama bakal ceritain ke kamu soal masa kecilnya Revan? Kamu kira-kira tertarik gak, atau kalau enggak kita bahas yang lain aja sesuai selera kamu? Kamu sukanya apa, sayang?" tanya Eva.
"Umm, cerita masa kecil Revan aja deh, mah. Aku penasaran pengen tau, dulunya Revan itu kayak gimana?" ucap Tania.
"Boleh, kalo gitu sekarang kita kesana yuk! Siapa tau kalau kita duduk, kamu gak ngerasa canggung lagi ngomong sama mama." ucap Eva.
"Iya mah..." Tania manggut-manggut sambil tersenyum menyetujui perkataan Eva.
Mereka pun melangkah secara bersamaan menuju ke tempat duduk yang ada di depan sana, perlahan Eva dan Tania duduk disana berdampingan tanpa melepaskan rangkulannya. Eva pun kembali menatap gadis di sampingnya itu sambil tersenyum, hal itu membuat Tania agak sedikit malu dan menunduk.
"Hey, Tania!" tegur Eva sembari menarik dagu Tania agar tidak terus-terusan menunduk.
"Eee i-i-iya, mah. Ma-maaf!" ucap Tania masih saja gugup dan sulit berbicara dengan Eva.
Eva hanya mendengus pelan sembari geleng-geleng kepala melihat tingkah Tania yang sulit untuk diminta tenang dan tak usah gugup, ya Tania justru kembali menunduk padahal sudah dibilangin sama Eva kalau ia ingin melihat wajah Tania secara jelas dan memintanya tetap menegakkan kepalanya.
Namun, sikap Tania yang pemalu memang membuatnya sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain. Terlebih lagi Eva merupakan mama dari tunangannya yakni Revan, yang sebentar lagi akan menjadi mama mertuanya. Pastinya tekanan di dalam hati Tania sangat besar sehingga ia berusaha untuk bersikap sewajarnya.
...•••...
Disisi lain, Reno sampai tepat di depan pagar rumah Lyota untuk mengantar gadis tersebut pulang ke rumahnya. Ya sebenarnya mereka hanya singgah sejenak untuk membawa Julia alias ibu dari Lyota itu untuk pergi ke rumah sakit melakukan cek kesehatan sesuai jadwal yang sudah diberikan dokter kepada Lyota.
Lyota pun menatap sekilas wajah Reno yang tampan itu dari samping dan tak lama senyuman terukir di wajahnya saat Reno meliriknya kembali, entah mengapa sekarang perasannya pada Reno memang tak karuan dan ia sangat yakin kalau inilah yang dinamakan jatuh cinta, itu juga yang jadi penyebab mengapa Lyota ingin berusaha meyakinkan Anggi bahwa ia pantas menjadi istri bagi Reno.
__ADS_1
"Sayang, kita turun yuk! Kita bawa ibu kamu sama-sama ke rumah sakit buat cek! Nanti, baru abis itu kita langsung jemput Tania di sekolahnya!" ucap Reno sembari mengusap wajah Lyota.
"Iya Ren, yaudah yuk!" ucap Lyota.
Reno tersenyum sekilas sambil menggenggam tangan mulus Lyota dan mengelusnya sebelum ia bersama gadis itu turun dari mobil, ya Reno juga mendekat ke arah Lyota lalu mendaratkan kecupan singkat pada bibir mungil gadis tersebut dan pergi begitu saja meninggalkannya di dalam mobil.
Lyota yang terkejut hanya bisa menganga tipis sembari memegangi bibirnya, ia terkejut dengan kelakuan Reno barusan. Ya walau ini bukan kali pertamanya Reno melakukan itu padanya, karena sudah berulang kali Reno mengecup bibirnya bahkan sampai memakannya dengan rakus.
"Hey! Ayo turun!"
Tiba-tiba Reno sudah muncul di dekat Lyota dan mengajaknya turun dari mobil, ya rupanya Reno sengaja turun lebih dulu untuk dapat membuka pintu bagi Lyota gadisnya itu. Lyota pun tampak menenangkan diri dan tersenyum ke arah Reno yang berada di sampingnya itu, lalu ia pun turun sembari bergandengan tangan dengan lelaki tersebut.
"Kamu kenapa sih? Kok bengong aja begitu tadi?" tanya Reno terheran-heran.
"Eee enggak kok, aku cuma kaget aja pas kamu cium aku begitu tadi." jawab Lyota gugup.
"Oalah, mau lagi gak?" goda Reno.
"Hah? Enggak enggak, jangan! Di dalam rumah tuh ada kakakku, nanti kalau dia ngeliat lagi kayak waktu itu gimana? Rasa malu aku aja masih belum hilang loh, apalagi dia juga terus ledekin aku!" ujar Lyota.
"Hahaha, tapi kamu suka kan sama ciuman bibir ala Reno yang tampan ini? Buktinya kamu gak ngelawan dan pasrah aja menikmati, malah kamu buka mulut kamu dan balas ciuman aku!" ucap Reno.
"Haish, udah lah gausah dibahas! Kamu mah bikin aku makin tambah malu aja!" ujar Lyota.
"Hahaha, abis kamu lucu!" ujar Reno tertawa.
"Udah ah! Aku mau masuk dulu!" ucap Lyota.
Lyota pun melepas tangannya dari genggaman Reno dan masuk begitu saja ke dalam rumahnya untuk menemui Julia, sangking kesalnya ia sampai tak menggubris panggilan dari Reva alias kakaknya yang baru hendak pergi ke kampus disana.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...