Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 104 (Dijebol)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 48


(Dijebol)


...•...


...•...


Lionel masih bersama Shani di ruangannya, tampak gadis itu terus memandangi wajah pria di hadapannya sambil menopang dagunya dengan satu tangan miliknya.


Sementara Lionel tampak risih terus dipandang seperti itu, ia berharap urusan ini akan cepat selesai sehingga ia bisa lepas dari Shani.


"Shani, tolong jangan pandang saya begitu! Oh ya dimana papa kamu sekarang? Kenapa sampai saat ini dia belum datang juga?" ujar Lionel menegur Shani.


"Gak tau deh sayang, mungkin papa sengaja terlambat datang supaya kita bisa berduaan lebih lama.... ayolah sayang kamu gak perlu malu-malu begitu sama aku, kita kan udah lumayan lama kenal!" ucap Shani menggoda Lionel dengan mengedipkan matanya.


"Coba kamu telpon papa kamu, tanya ke dia sekarang sudah sampai mana! Aku gak bisa nunggu terlalu lama lagi Shani, kita buat janji bertemu jam 7 pagi tapi sampai sekarang papa kamu belum datang juga..." ujar Lionel kesal.


"Sabar dong sayang, mungkin papa lagi di jalan! Yuk kita nikmati waktu berdua dulu, jarang jarang loh sayang kita bisa bersua seperti ini!" ucap Shani bangkit dari duduknya lalu mendekati Lionel.


Wanita itu kemudian duduk di pangkuan Lionel tanpa rasa ragu lalu melingkarkan tangannya ke leher pria tersebut.


Cupp... Shani memberi kecupan lembut di wajah Lionel sebelah kiri kemudian mengusap-usap rambut pria tersebut.

__ADS_1


"Kamu makin ganteng aja sayang! Aku gak akan pernah lepasin kamu lagi, kita bersama sampai selamanya sayang...." ucap Shani mendesir di telinga Lionel.


Entah mengapa Lionel hanya diam saat diperlakukan seperti itu oleh Shani, wanita itu pun semakin liar mengelus dada bidang milik Lionel kemudian mengusap-usap wajahnya dengan lembut.


"Aku tau kamu juga pengen ini kan sayang? Aku bisa puasin kamu dua kali lipat dari yang dilakukan istri kamu, jadi ayo kita coba main satu ronde dan kamu bisa rasakan kepuasan yang aku berikan ke kamu...." ucap Shani.


"Tidak Shani, tolong kamu berhenti lakukan ini! Ayo menjauh dari saya, sekarang saya sudah beristri dan tidak sepantasnya kamu menggoda saya seperti ini Shani!" ucap Lionel mulai berontak, ia mencengkeram lengan Shani yang tengah mengelus dadanya.


"Awh, sakit sayang... jangan begini dong sama aku kan aku cuma mau muasin kamu!" ucap Shani masih saja berusaha menggoda Lionel.


Pria itu sudah semakin geram dengan tindakan Shani, ia pun bangkit mendorong tubuh Shani ke arah meja serta memutar tangan gadis itu ke belakang dan menahannya.


"Sudah cukup Shani, kamu gak bisa lagi menggoda saya! Ini sudah keterlaluan, memangnya kamu pikir saya ini lelaki macam apa ha?" ujar Lionel emosi sambil terus menekan tubuh Shani ke atas meja dengan tangannya.


"Awh awhh, sakit sayang!" rintih Shani.


"Sakit? Kenapa kamu baru sadar sekarang kalo kamu itu sakit Shani? Apa harus aku lakukan ini setiap hari ke kamu supaya kamu bisa sadar, aku ini sudah punya istri dan sebaiknya kamu jangan menggoda aku seperti itu lagi!" ujar Lionel sudah sangat emosi pada gadis itu.


"Aku gak peduli sayang, pokoknya aku bakal terus deketin kamu sampai kamu juga sadar kalau aku lebih pantas untuk kamu dibanding istri kamu yang gak jelas itu!" ujar Shani.


Pria itu menarik rok mini yang menutupi bagian vital Shani, lalu juga melepas paksa dalaman yang dikenakan wanita itu.


"Awh, sayang? Kamu mau lakuin ini sama aku? Iya benar sayang silahkan aja kamu nikmati tubuh aku, biar kamu tau kalau aku lebih bisa memuaskan kamu sayang!" ujar Shani merasa puas karena Lionel membuka roknya.


lelaki itu meremass ****** Shani kemudian menurunkan resleting celananya, ia langsung memasukkan miliknya secara paksa ke dalam milik gadis itu.


"Awh, aaahhhh..." rintih Shani saat Lionel menghentakkan miliknya ke dalam goanya.


"Yes baby, kamu yang pertama jebol gawang aku! Awhh..." sambungnya.


Lionel tak percaya kalau ternyata Shani masih perawan, ia sedikit menyesal telah melakukan itu pada Shani dan terlihat darah perawan milik gadis itu juga keluar dari dalam sana.

__ADS_1


Namun, ia tak perduli karena sudah kesetanan dan terus saja memasukkan miliknya menembus dinding goa Shani.


Ia mempercepat gerakannya membuat Shani tidak tahan untuk mendesahh, ia lalu memasukkan jarinya ke mulut Shani agar gadis itu tak mengeluarkan suara.


Lionel melakukan itu atas dasar emosi, oleh karenanya ia tampak tak menikmati permainan itu dan lebih ingin membuat Shani menjerit kesakitan.


Sesekali ia juga menampar pinggul Shani dengan keras sampai memerah, gadis itu juga melenguh panjang saat Lionel melakukannya.


Akhirnya Lionel mencapai puncak kenikmatannya, ia melepaskan semua cairan itu di dalam milik Shani tanpa rasa ragu dan langsung melepaskan miliknya dari dalam sana.


Lionel membenarkan kembali celananya lalu meninggalkan Shani sendirian disana masih dalam posisi yang sama, tampak wanita itu tersenyum penuh kemenangan.


"Lihat aja Lionel, mungkin sekarang kamu pake tubuh aku bukan atas dasar kepuasan! Tapi setelah ini kamu pasti akan terus cari-cari aku Lionel sayang...." gumamnya.


...•••...


Disisi lain, Rizky membawa Velove ke tempat persembunyian baru.... ia mengikat seluruh tubuh gadis itu dan juga menyumpal mulut Velove dengan kain.


"Diam saja kamu disini sampai saya bisa mendapatkan kembali Tania dan juga adiknya, saya tidak akan menyakiti kamu kalau kamu tetap diam disini dan tidak melakukan apa-apa!" ucap Rizky mengelus wajah Velove yang masih pingsan.


Rizky pun pergi dari sana meninggalkan Velove, tak lupa juga ia mengunci pintu dari luar dan lalu pergi mencari bantuan.


Tak lama kemudian, Velove tersadar dari pingsannya dan sangat kaget saat ia menyadari kalau dirinya kembali terikat di sebuah tempat dalam kondisi terduduk.


"Dimana ini? Kenapa gue bisa ada disini? Siapa yang tadi mukul gue dari belakang? Ah pasti cowok nyebelin itu, sial dia benar-benar licik! Berani-beraninya dia mempermainkan gue, awas aja lu ya gue bakal balas semua perbuatan lu yang udah bikin gue kayak gini!" gumam Velove sambil berusaha berontak tapi gagal karena semua tubuhnya terikat tanpa terkecuali oleh tali cukup kuat.


Akhirnya Velove hanya bisa pasrah ditambah kondisi leher bagian belakangnya terasa sakit akibat pukulan dari Rizky tadi, ia menitikkan air mata lalu berharap agar bisa keluar dari sana.


"Papa, cepat datang dong pah! Tolong aku pa, aku gak mau lama-lama ada disini!" gumam Velove ketakutan sambil melihat ke sekeliling ruangan itu yang sangat kotor.


Bahkan ia melihat banyak tikus besar berlarian kesana kemari serta kecoak yang berjumlah banyak, tak hanya lari kecoak itu bahkan terbang dari tembok satu ke tembok lainnya membuat Velove deg-degan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2