Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 409 (Persiapkan diri)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 352


(Persiapkan diri)


...•...


...•...


Keesokan harinya, Velove sudah menyetujui kemauan Arsen serta papanya untuk mempercepat pernikahan mereka. Biarpun begitu, Velove masih tetap merasa ragu karena ia belum yakin bisa menjadi istri yang baik bagi Arsen nantinya.


Velove pun datang menemui Arsen di kamarnya, ya wanita itu berdiri tepat di depan pintu kamar dan merasa bingung haruskah ia mengetuknya atau tidak, akibatnya ia cukup lama berdiri disana karena memikirkan itu.


"Duh aku ketuk gak ya?"


Tiba-tiba saja Tania muncul dan tak sengaja melihat Velove sedang berdiri di depan kamar kakaknya, ia yang bingung memilih maju mendekati Velove untuk bertanya langsung padanya.


"Ve!" tegur Tania sembari melangkah ke dekatnya.


"Eh Tania?" ujar Velove terkejut.


"Lu ngapain disini?" tanya Tania bingung.


"Eee ini aku mau ketemu kak arsen, bahas soal rencana pernikahan kita yang dipercepat. Soalnya kemarin kak Arsen tanyain begitu ke aku," jelas Velove.


"Ohh, terus jawaban lu apa?" tanya Tania penasaran.


"Aku sih setuju-setuju aja sama kemauan kak Arsen, kan dia calon suami aku juga. Jadi, ya aku harus ngikut apa kita dia!" jawab Velove.


"Nah bener tuh! Berarti fix dong lu bakal jadi kakak ipar gue dalam beberapa hari lagi?" ujar Tania.


"Ya insyaallah, yaudah aku mau temuin kakak kamu dulu ya? Aku harus kasih tau ke dia supaya nikahan kita nanti bisa segera dipersiapkan, kamu juga kan udah mau nikah tuh sama Revan!" ucap Velove.


"Haha, gue mah masih lama Ve! Kan lu duluan sama kak Arsen yang nikah, lagian soal pernikahan mah udah diurus kok sama Revan semuanya. gue tinggal terima beres aja, tapi ya ikut ngebantu sedikit sih!" ujar Tania sambil nyengir.


"Bagus tuh! Jadi, kamu gak capek!" ucap Velove.


"Hahaha iya bener!" ujar Tania tertawa.


Tak lama kemudian, pintu kamar Arsen tiba-tiba terbuka dari dalam dan sosok pria itu muncul karena mendengar suara berisik dari arah luar.

__ADS_1


Ceklek...


Sontak Tania dan Velove menoleh ke arah yang sama saat pintu tersebut terbuka.


"Kak Arsen?" ucap mereka bersamaan.


"Hey, ini ngapain dua cewek cantik pada berdiri dua-duaan disini? Pantes aja daritadi kakak dengar suara berisik dari luar, lagi pada ngobrolin apa sih cantik?" ujar Arsen tersenyum sambil mencubit pipi kedua wanita itu.


"Ish sakit kak!" rintih Tania.


"Hahaha, yaudah jawab lagi pada ngapain?!" tegas Arsen.


"Ini loh kak, Velove mau ngomong!" jawab Tania.


"Ohh, ngomong apa sayang?" tanya Arsen pada calon istrinya itu sambil menatap ke arahnya.


"Eee kita bicaranya berdua aja gimana?" ujar Velove.


Tania pun sadar kalau kehadirannya disana itu mengganggu mereka, akhirnya Tania memilih untuk pergi dan membiarkan sepasang kekasih itu berbicara berdua disana.


"Yaudah deh, aku pergi dulu ya? Selamat bicara berduaan!" ujar Tania nyengir.


"Yeh iseng banget kamu!" cibir Arsen sambil menggeplak kepala belakang sang adik.


"Ih sakit tau!"


Tania melangkah pergi menuruni tangga menuju ruang tamu, sedangkan Arsen beralih menatap wajah Velove dan mendekatinya.


"Umm disini aja kak, soalnya kalau di dalam kan gak enak. Masa kita belum mahram tapi udah berduaan di kamar aja? Lagian waktu itu kak Arsen kan udah masuk ke kamar aku, masih untung gak ketahuan papa!" ucap Velove.


"Yaudah, kita duduk disitu yuk!" ucap Arsen.


Arsen mengarahkan telunjuknya ke tempat duduk yang ada di depannya, lalu mereka berjalan menuju kesana untuk lanjut berbicara. Arsen menggandeng tangan calon istrinya sambil tersenyum.


"Kamu tuh makin cantik aja sih sayang!" ucap Arsen tersenyum sambil membelai rambut Velove.


Wanita itu hanya senyum-senyum tersipu.




Sementara itu, Tania sudah sampai di bawah dan menemui papanya yang sedang bermain bersama Rania di sofa depan sana. Tania sedikit terkejut lantaran ada Revan juga disana, padahal pria itu belum bilang padanya kalau ia ingin datang kesana.


Tania pun bergerak menghampiri mereka disana karena ia juga ingin bermain bersama Rania sang adik yang menggemaskan itu, namun tentunya ia juga akan berbicara dengan Revan selaku calon suaminya untuk membahas pernikahan mereka.


"Ehem ehem, ini lagi pada ngapain sih? Terus kok itu ada satu cowok ikut-ikutan disini?" tegur Tania.

__ADS_1


Sontak ketiga orang itu menoleh ke asal suara, mereka kompak tersenyum saat melihat wajah Tania yang cantik berdiri di dekat sana. Terlebih Revan yang sedari tadi memang menunggu Tania.


"Eh Tania, kebetulan kamu turun! Jadi, papa gak perlu repot-repot panggil kamu ke atas! Ini ada Revan yang pengen ketemu sama kamu, ayo sini duduk kita ngobrol bareng-bareng!" ujar William.


"Iya kak, ayo main juga sama aku!" sahut Rania.


"Eee duduknya di samping aku aja sini sayang!" ucap Revan tersenyum.


"Dih gak mau!" ujar Tania.


"Yah kenapa?" tanya Revan kecewa.


"Ahaha, bercanda kok!" ucap Tania tersenyum lalu duduk di samping kekasihnya.


"Kak, lihat deh aku dibeliin mainan baru sama kak Revan!" ujar Rania menunjukkan mainan miliknya yang baru dibelikan oleh Revan kepada Tania.


"Wah bagus banget! Itu serius kamu yang beliin Van?" tanya Tania.


"Ya iya dong, tadi aku kan mampir dulu ke toko mainan buat kasih hadiah ke Rania. Kan sebentar lagi juga Rania bakal jadi adik aku, apalagi setelah aku nikah sama kamu sayang!" ucap Revan.


"Ish, apa sih kamu?" ujar Tania tersipu.


"Hahaha, oh ya kalian gapapa kan harus nunda pernikahan selama beberapa Minggu? Karena Tania itu kan adiknya Arsen, jadi dia memang harus mengalah dan gak boleh mendahului kakaknya!" ujar William tertawa kecil.


"Eee iya om, saya sih setuju-setuju saja! Yang penting kita tetap menikah om!" ujar Revan terkekeh.


"Sama pah, aku juga malah seneng kalau pernikahan aku sama Revan diundur. Jadinya aku masih bisa nyiapin diri sebelum nikah!" ucap Tania.


"Mau nyiapin apa lagi sih sayang?" tanya Revan.


"Ya nyiapin segalanya lah, aku kan pengen jadi istri yang baik buat kamu! Makanya aku harus siapin sebelum kita nikah nanti, supaya aku gak ngecewain kamu Revan!" jawab Tania.


"Hahaha, mantap banget kamu Tania! Ini nih yang aku suka dari kamu!" ucap Revan.


Revan langsung memeluk kekasihnya dan mengusap wajah serta rambut sang kekasih di hadapan William serta Rania tanpa rasa malu.


"Ish Van, lepasin ah!" ujar Tania berontak.


"Kenapa sih sayang?" tanya Revan kecewa.


"Malu lah ada papa sama Rania!" ujar Tania.


"Gapapa, kamu mesra-mesraan aja gausah perduliin papa sama Rania!" ujar William.


"Tuh!" ucap Revan tersenyum.


Tania geleng-geleng kepala melihat kelakuan calon suaminya itu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2