
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 239
(Kebahagiaan Rania)
...•...
...•...
Keesokan harinya, Tania dan Velove mengantar Rania pergi ke sekolah di pagi yang berawan nan dingin ini disertai angin sepoi-sepoi yang membuat ketiganya itu bertambah dingin. Ya Rania bahkan sampai dipakaikan jaket oleh Tania untuk mencegah gadis kecil itu dari masuk angin, karena memang suasana sekarang ini begitu dingin dibanding biasanya dan bisa mengakibatkan Rania sakit nanti.
Ketiganya pun masuk ke mobil dan duduk berdampingan di kursi belakang dengan Rania berada di tengah-tengah antara Tania serta Velove, ya ini adalah kali kedua Tania dan Velove mengantar Rania ke sekolah bersama-sama. Padahal sebelumnya mereka sering tidak akur karena merebutkan Rania, namun diluar dugaan saat ini mereka bisa berbaikan dan berdamai.
"Mah, kak. Aku seneng banget deh bisa diantar sama mama sama kakak lagi, walau aku juga kangen sih dianterin ke sekolah bareng kak Revan." ucap Rania.
"Ahaha, sabar ya sayang! Sekarang Rania bareng sama mama dulu, besok-besok lagi baru deh Rania bisa dianterin sama kak Revan ke sekolahnya!" ucap Velove sembari mencubit pipi putrinya itu.
"Iya mama, aku juga gak masalah kok. Justru aku senang banget mama bisa anterin aku ke sekolah lagi kayak gini, apalagi bareng sama kak Tania juga!" ucap Rania tersenyum ceria.
"Iya sayang, nah kalau Rania udah senang berarti nanti ujiannya di sekolah harus bisa lancar dong!" ucap Tania.
__ADS_1
"Pasti dong kak, aku kan udah belajar semalam! Aku pasti gak bakal ngecewain kakak sama mama, nanti aku mau dapat nilai yang bagus supaya aku juga bisa naik kelas dan gak tetap tinggal di kelas yang sekarang." ucap Rania.
"Ahaha, pinter ih Rania sayang!" ujar Velove.
"Iya dong, kan aku anaknya mama Velove. Berkat kak Tania juga sekarang aku jadi bisa sekolah, makasih ya mama sama kakak ku yang paling aku sayangi!" ucap Rania memeluk keduanya disana.
"Sama-sama, sayang. Kakak juga sayang banget kok sama Rania, apapun bakal kakak lakuin demi buat Rania jadi anak yang pintar!" ucap Tania.
"Iya benar, mama juga sayang banget sama Rania! Sekarang Rania gak perlu sedih lagi dan mikirin mama, yang harus Rania fokusin itu ujian di sekolah nanti ya sayang!" ucap Velove.
"Iya mama, nanti mama tinggal tunggu aja dan lihat hasilnya dari ujian aku." ucap Rania tersenyum.
"Pasti, mama tunggu ya hasilnya! Mama doain semoga ujian kamu lancar dan hasilnya memuaskan nanti, terus kamu juga bisa naik kelas dengan nilai yang terbaik ya sayang!" ucap Velove tersenyum sembari mengusap puncak kepala putrinya.
"Aamiin, makasih mama!" ucap Rania.
"Iya kak," ucap Rania tersenyum.
Ketiganya kembali berpelukan disana dengan Tania dan Velove juga mengecup kening serta mencubit pipi Rania yang menggemaskan itu, Rania juga tampak tersenyum renyah diperlukan dengan lembut oleh kedua wanita yang ia sayangi disana. Terlebih momen seperti ini jarang sekali ia rasakan sebelumnya, ya mungkin setelahnya akan menjadi lebih sering karena mamanya sudah tinggal di rumah Tania sehingga mereka bisa terus bersama.
❤️
Sesampainya di sekolah Rania, ketiga orang itu langsung turun dari mobil dan mengantarkan Rania sampai ke depan gerbang sekolah untuk memastikan bahwa Rania baik-baik saja. Mereka berhenti sejenak disana dengan Tania dan Velove yang membungkuk mengusap wajah Rania, gadis kecil itu tampak bahagia dan tersenyum renyah sembari menatap wajah Tania serta Velove secara bergantian dengan sedikit mendongak.
Barulah setelahnya, kedua wanita itu melepaskan Rania dan membiarkan Rania untuk masuk ke dalam sekolah bersama teman-temannya yang juga baru pada datang ke sekolah tersebut. Rania juga berpamitan pada kakak serta mamanya itu disana dan mencium tangan mereka bergantian, gadis kecil itu masih terus tersenyum renyah lalu melambaikan tangan ke arah dua wanita tersayangnya itu dan memberi kiss bye pada mereka.
"Dadah mama, dadah kak Tania!" ucap Rania.
__ADS_1
"Iya, dadah sayang!" ucap Tania dan Velove bersamaan sembari tersenyum.
Rania pun langsung berjalan masuk ke dalam gerbang bergandengan tangan dengan para teman-temannya yang juga baru datang, ia terlihat lebih bahagia dibanding sebelumnya. Ya tentu karena saat ini ia bisa tinggal bersama kakak serta mamanya sekaligus dan diantar oleh keduanya itu setiap pagi, membuat ia semakin bertambah bahagia dan semangat untuk menjalani ujian hari ini.
Sementara Velove serta Tania juga masih tetap disana tersenyum memandangi Rania, mereka ikut senang lantaran Rania itu lebih sering tersenyum renyah mulai saat ini.
"Tania, makasih banyak ya! Berkat kamu bolehin aku tinggal di rumah kamu, sekarang aku jadi bisa sering anterin Rania ke sekolah. Aku berhutang budi banget sama kamu Tania, sekarang kamu bilang aja mau apa biar aku turutin buat kamu?!" ucap Velove.
"Tenang aja! Gue gak mau apa-apa kok, lagian gue bolehin lu tinggal disana juga karena Rania dan demi kebaikan Rania. Buat apa kan gue minta sesuatu dari lu? Karena yang gue mau itu cuma kebahagiaan Rania, dan itu bisa didapat dengan lu tinggal di rumah gue. Terbukti kan Rania sekarang jadi lebih bahagia dan jarang sedih-sedih lagi, cuma dia pasti masih kepikiran tentang siapa ayah kandungnya." ucap Tania.
"Iya juga ya, aku harus jawab apa kalau sampai Rania nanti tanyain siapa itu ayahnya? Sedangkan aku juga gak tahu siapa yang udah perkosa aku dulu, pasti Rania bakal sedih banget kalau tau kenyataan yang sebenarnya nanti." ucap Velove.
"Lu yang sabar aja! Mending lu buruan deh nikah sama Rizky, dengan begitu kan Rania bisa tau kalau papanya itu ya Rizky." saran Tania.
"Hah? Kamu apaan sih? Aku itu gak cinta sama Rizky, lagian dia juga belum tentu mau sama aku. Dia kan deketin aku cuma buat jagain aku supaya gak deket-deket sama Rania, karena dia takut aku bikin Rania sedih atau culik Rania seperti dulu." ucap Velove menjelaskan.
"Ohh, ya siapa tahu dia emang suka sama lu kan? Kenapa gak dicoba aja dulu?" tanya Tania.
"Haish, udah lah Tania! Jangan bahas lagi soal itu ya! Sekarang mending kita balik, kamu mau langsung pulang kan?" ucap Velove.
"Iya..." ucap Tania.
Disaat mereka hendak kembali ke mobil untuk pulang ke rumah, tiba-tiba saja ada suara seorang wanita yang memanggil nama Tania dari arah belakang membuat mereka berdua berhenti.
"Tania!"
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...