
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 359
(Kondangan)
...•...
...•...
Meski berhari-hari telah berlalu, namun Reno dan Lyota tak kunjung balik ke rumahnya karena masih betah berada di Bali. Mereka bahkan terus-menerus berkeliling kota indah tersebut dan menikmati berbagai tempat wisata yang ada disana.
Suasana yang nyaman dan juga tenang membuat sepasang pengantin itu makin betah disana, apalagi tujuan mereka juga belum terwujud yakni memberi cucu untuk masing-masing orang tua mereka sesuai permintaan darinya saat pamitan kemarin.
Kini Reno mengajak Lyota makan di sebuah tempat yang cukup terkenal juga disana.
"Mas, kayaknya di Bali aku jadi banyak makan deh. Abisnya kamu ngajakin aku makan mulu, bisa gendut tau badan aku mas! Lazimnya kan makan tiga kali sehari, tapi kita bisa lima kali!" ucap Lyota.
"Hahaha gapapa sayang, biar kamu sehat tau! Siapa tahu dengan begitu, kamu juga bisa lebih cepat dapat momongan kan?" ucap Reno tersenyum.
"Mas, emangnya ngaruh ya?" tanya Lyota.
"Kurang tahu sih, kan kita usaha aja dulu! Masalah hasil mah belakangan, kamu sekarang yang penting hidup sehat aja dulu! Makan banyak, supaya energi kamu pas di ranjang bisa lebih kuat!" ujar Reno.
"Ish, ujung-ujungnya masalah ranjang lagi! Kamu tuh gak pernah bosan apa mas?" ucap Lyota.
"Hahaha yakali aku bosen soal begituan sayang? Gak akan dong, apalagi istriku ini wanita cantik yang seksi dan bohay!" ujar Reno terkekeh.
"Ya ampun mas mas!" ujar Lyota heran.
Pria itu terus tertawa sambil berjalan, sampai membuat orang-orang yang mereka jumpai ikut terheran-heran lantaran jarang ada orang yang berjalan sambil tertawa seperti Reno itu.
"Mas, udah ih jangan ketawa terus! Kamu gak lihat apa tuh kita diperhatiin terus?!" tegur Lyota.
"Ah biarin aja sayang! Mungkin mereka iri sama kemesraan kita, secara kita bisa jalan berduaan sambil ketawa-ketawa kayak gini! Udah lah jangan dipikirin orang lain mah, kita jalani aja hidup kita sayang!" ucap Reno dengan santai.
__ADS_1
"Iya mas, tapi kan—"
"Sssttt! Kamu itu harus nurut sama suami! Kalau suami bilang begini, ya kamu harus begini juga jangan begitu!" potong Reno.
"Iya mas," ucap Lyota sambil menghela nafas.
"Nah gitu dong!" ucap Reno.
Reno tersenyum kemudian mencolek hidung Lyota dengan telunjuknya, lalu merangkul wanita itu dan berjalan memasuki area restoran masih sambil tertawa-tawa tidak jelas.
Reno mengajak istrinya duduk di kursi yang kosong, ia menarik kursi tersebut lalu membantu Lyota duduk disana dengan perlahan tanpa menghilangkan senyum di wajahnya, hal itu membuat Lyota merasa diistimewakan oleh suaminya tersebut.
"Nah sayang, kamu langsung pilih aja mau makan apa hari ini?!" ucap Reno tersenyum.
"Mas, kamu kenapa senyum terus sih? Aku tau senyum kamu manis, tapi ya jangan diumbar terus juga kali!" ucap Lyota heran.
"Kenapa? Kamu cemburu ya?" goda Reno.
"Apaan sih? Ngapain banget cemburu?" elak Lyota.
"Hahaha cie cie cemburu..." ledek Reno.
...•••...
Disisi lain, Revan sedang menikmati hidangan di pesta pernikahan Arsen dan Velove bersama Tania sang kekasih. Ya kini mereka memang sudah kembali baikan dan tidak lagi kejar-kejaran seperti di luar tadi, dengan alasan matahari semakin terik.
Keduanya duduk berhadapan sambil sesekali Revan juga menyuapi gadisnya itu, pandangan Tania terus menyorot ke arah panggung yang berisi hiburan musik penyanyi lumayan berkelas.
"Sayang, kamu suka sama musiknya?" tanya Revan.
"Iya Van, enak banget tau suara mereka! Kalau kita nanti undang mereka juga buat nyanyi di nikahan kita kayaknya seru deh!" ucap Tania.
"Umm kenapa harus mereka? Kan ada yang lebih terkenal lagi dari mereka, supaya pernikahan kita itu bisa lebih bagus juga dari nikahan kak Arsen sama Velove!" ucap Revan memberi usul.
"Duh, tapi kan mahal tau sayang! Mending yang realistis aja deh!" ucap Tania.
"Hahaha gapapa lah cantik, yang mahal kan pasti berkualitas! Lebih baik mahal tapi bagus, daripada murah gak ada kualitas nya! Masalah biaya mah kamu gak perlu repot, kan udah aku urus semuanya sayangku!" ucap Revan.
"Iya deh, aku ngikut kamu aja!" ucap Tania.
Revan tersenyum lalu mengusap puncak kepala Tania dengan lembut, mereka kembali fokus makan dan menikmati alunan musik yang indah itu.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Rania justru muncul mengganggu momen romantis antara Revan dan Tania disana. Gadis kecil itu langsung duduk di pangkuan Tania dan hendak makan bersama mereka.
"Kak, aku mau ikut makan bareng kak Tania sama kak Revan aja deh, boleh kan?" ucap Rania.
"Eh Rania sayang, ya boleh dong! Yaudah sini biar kakak suapin kamu ya sayang! Rania mau makan apa nih, satu piring sama kakak atau ambil lagi nih sendiri?" ucap Tania.
"Eee satu piring aja kak," jawab Rania.
"Oh gitu, yaudah deh kakak suapin ya?" ucap Tania.
Tania mulai menyuapi gadis kecil itu dengan perlahan layaknya ibu dan anak, Rania juga lebih merasa nyaman saat disuapi oleh Tania dibanding ketika bersama Eva tadi.
Sementara Revan justru merasa jengkel dengan hadirnya Rania disana, ya karena ia jadi gagal menikmati momen berdua dengan Tania setelah Rania datang mengganggu mereka.
"Haduh, ada-ada aja nih si Rania! Baru aja saya mau mesra-mesraan sama Tania, eh udah ada pengganggu! Mama papa kemana sih?" batin Revan.
Tania tahu betul kalau Revan sedang kecewa saat ini, namun ia justru merasa senang dan tersenyum tipis ke arah Revan bermaksud meledek pria itu.
•
•
Sementara itu, Rianti dan Lionel rupanya juga datang di acara pernikahan Arsen kali ini. Bahkan mereka turut membawa serta Athar ke acara tersebut, namun tentunya Christy tetap ditinggal di rumah karena repot jika harus membawanya.
Rianti dan Lionel pun mulai naik ke atas pelaminan dan bersalaman pada orang-orang disana, mulai dari William lalu tepat di depan Arsen serta Velove yang memang masih terus ada disana.
Biarpun Rianti tak terlalu mengenal keduanya, namun ia tetap sungkan untuk tidak hadir karena Tania sendiri yang mengundangnya, itulah sebabnya ia mengajak suaminya datang kesana mengucapkan selamat pada Arsen dan Velove.
"Arsen, Velove, selamat ya buat kalian! Semoga hubungan kalian langgeng, terus kalian juga bisa cepat punya momongan!" ucap Rianti.
"Iya, selamat juga ya dari saya! Maaf nih kita gak bisa bawain kado atau apa!" sahut Lionel.
"Ah gapapa, kalian sudah mau hadir dan ucapin selamat buat kita aja udah bagus kok! Terimakasih ya Rianti dan Lionel, silahkan dinikmati hidangan yang sudah kami sediakan!" ucap Arsen.
"Iya..."
Setelahnya, Rianti dan Lionel kembali turun dari pelaminan untuk menyantap hidangan yang ada disana bersama-sama.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1