
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 50
(Tak pulang-pulang)
...•...
...•...
Tania tersadar dari pingsannya, ia membuka matanya secara perlahan dan terlihat masih keleyengan akibat obat bius yang dihirupnya waktu itu.
Tania bangkit menyandarkan tubuhnya sambil terus memegangi kepalanya yang pusing, ia melihat ke sekeliling dan ruangan disana cukup luas serta tak terlihat seperti tempat penculikan.
Bahkan ranjang yang ditidurinya saat ini dihiasi dengan bunga-bunga berwarna merah membuatnya berpikir keras dimana ia berada saat ini padahal seingatnya ia dibawa oleh mafia kejam tersebut.
"Gue dimana ini? Apa gue di rumahnya mafia itu? Tapi masa sih dia kurung gue di tempat sebagus ini? Awhh, pusing banget...." gumam Tania kebingungan.
Ceklek... tak lama kemudian, pintu terbuka dari luar membuat Tania kaget lalu reflek menoleh ke arah pintu yang terbuka itu.
Seorang pria berjas putih melangkah masuk dengan tongkat di tangannya untuk membantu ia berjalan lebih cepat, pria itu tak lain adalah si mafia yang telah membawa Tania kesana.
"Baguslah kamu sudah sadar..." ujarnya seraya berjalan mendekati Tania setelah ia menutup dan mengunci pintu kamar itu.
Tania tampak ketakutan dan berusaha menjauh dari si mafia, namun kondisi kepalanya yang sangat pusing membuat ia tidak bisa bergerak lebih jauh dari yang diinginkannya.
"Mau apa kamu? Tolong bebaskan adik saya, dia itu masih kecil dan gak tau apa-apa!" ujar Tania yang masih memikirkan nasib Rania disaat nasibnya sendiri berada di ujung tanduk.
__ADS_1
"Tidak perlu kamu mencemaskan Rania, dia akan baik-baik saja bersamaku di rumah! Oh ya kalau kamu sudah sembuh nanti, saya antar kamu pulang ke rumah ya...." ucap Cakra yang mendadak ramah dan bersikap sopan pada Tania.
Tentu saja Tania heran dengan sikap mafia tersebut yang berubah, ia takut kalau ini adalah rencananya untuk mengelabui dirinya.
"Saya gak mau pulang sebelum saya bisa selamatkan Rania! Cepat kamu bebaskan Rania atau saya akan melaporkan tindakan kamu ini ke polisi dan kamu bisa di penjara!" ujar Tania dengan nada keras meminta Cakra untuk melepaskan adiknya yakni Rania.
"Saya hanya bisa membebaskan kamu, pergilah yang jauh dari kehidupan saya maka adik kamu itu akan baik-baik saja dan saya tidak akan menyakitinya sedikitpun!" ujar Cakra.
"Gue gak percaya sama lu! Gue baru mau pergi dari sini setelah lu bebasin Rania dan kembalikan dia ke bang Jordi, lu jangan macem-macem ya sama gue!" ujar Tania.
Melihat kemarahan Tania, tampak ketakutan di wajah Cakra teringat pada obrolannya tadi bersama William Abraham melalui telepon.
"Baiklah, saya akan bebaskan Rania dan kembalikan dia kepada Jordi! Tapi asal kamu tau Tania, saya menculik Rania itu juga untuk kebaikan dia sendiri! Saya tidak tega melihat gadis sekecil itu dimanfaatkan oleh Jordi untuk mencari uang, sementara dia sendiri malah berleha-leha menunggu setoran!" ujar Cakra.
"Dengar ya, gue bisa jamin kebahagiaan Rania dan juga masa depan dia! Lagian emangnya lu siapanya Rania ha? Kenal aja enggak ngapain lu ikut campur urusan dia??" ujar Tania.
"Saya emang gak kenal sama Rania, tapi saya tau sikap Jordi itu seperti apa! Dia merupakan teman seperjuangan saya dulu ketika muda, kami sama sama datang ke Bandung untuk jadi copet sejati dan meramaikan khasanah percopetan di kota itu... tapi, seiring berjalannya waktu saya mulai bosan terus-menerus mencopet dompet orang! Maka dari itu saya berhenti dan coba berkecimpung di dunia gelap lainnya, jadilah saya sekarang seorang mafia besar yang ditakuti di negara ini!" ujar Cakra.
"Kalau lu temen bang Jordi, kenapa lu pengen hancurin dia dengan culik Rania? Harusnya sebagai temen lu bantu dia supaya bisa keluar dari dunia copet itu, bukannya malah bikin dia semakin susah!" ujar Tania kesal.
Cakra bangkit dari duduknya lalu pergi keluar meninggalkan Tania sendiri disana, tampak gadis itu masih meringis memegangi kepalanya sambil berpikir mengapa sikap mafia itu bisa berubah 180 derajat.
...•••...
Disisi lain, Lionel masih belum bisa pulang dikarenakan ia merasa menyesal telah mengambil kesucian milik Shani secara paksa padahal dirinya sudah beristri.
Lionel tampak kesal kepada dirinya sendiri walau itu bukan sepenuhnya kesalahan ia, Shani sendiri yang terus-terusan menggodanya hingga membuat dirinya dikuasai emosi dan malah memperkosa wanita itu.
"Aaarrgghh..." teriak Lionel sambil mengacak-acak seluruh barang di atas mejanya sampai berhamburan ke lantai.
Lionel bahkan menjambak rambutnya sendiri saking kesalnya pada dirinya itu, ia menangis dan menjerit membayangkan wajah istrinya yang begitu tulus menyayanginya tapi ia malah berkhianat dari istrinya itu.
Hari sudah sangat larut, bahkan di kantornya juga tidak ada satupun karyawan yang masih tersisa karena mereka telah pulang sejak sore tadi.
__ADS_1
Namun, Lionel masih tetap berada di ruangannya mengamuk dan melempar barang-barangnya tanpa rasa ampun.
"Dasar bodoh! Lu bodoh Lio, lu bodoh!!!" teriak Lionel sembari memukul-mukul mejanya.
Akhirnya ia terduduk di kursinya sambil menutupi wajahnya dan menangis tersedu-sedu mengingat kejadian memalukan yang ia lakukan tadi siang pada Shani.
"Lu payah Lionel, lu udah khianati cinta tulus Rianti cuma karena wanita penggoda itu! Bisa-bisanya lu malah terpancing buat perkosa dia, padahal itu kan yang dia pengenin! Sekarang gue udah terlanjur lakuin itu, pasti gak lama lagi dia bakal nuntut tanggung jawab dari gue! Apalagi sekarang perusahaan gue udah resmi menjalin kerjasama dengan perusahaan papanya, pasti dia bakal sering datang kesini! Mampus lah lu Lio...." gumam Lionel.
Pria itu membayangkan momen-momen saat bersama sang istri, dari mulai permainan ranjang yang panas sampai saat mereka jalan bersama dengan kedua anaknya.
•
•
Sementara itu, Rianti juga tampak was-was memikirkan suaminya yang tak kunjung pulang padahal hari sudah cukup malam.
Rianti juga sudah coba menghubungi nomor sang suami, namun tidak aktif lantaran pria itu memang sengaja mematikan ponselnya.
"Duh apa yang terjadi ya sama mas Lio? Kenapa sampai jam segini dia belum pulang juga? Padahal aku udah siapin makan malam buat dia dan anak-anak, kasihan mereka mas kelihatannya mereka gak nafsuu makan gara-gara gak ada kamu..." gumam Rianti.
Sebagai istri yang baik dan perhatian, tentu saja Rianti sangat mencemaskan kondisi suaminya saat ini yang tak pulang-pulang.
Namun, sebagai manusia biasa Rianti juga punya pikiran yang negatif tentang suaminya seperti sedang selingkuh atau yang lain-lain.
"Kamu dimana sih mas? Aku takut loh kalau kamu kenapa-napa mas... cepat pulang dong mas Lio, disini aku menunggu kamu!" gumam Rianti yang sangat khawatir pada suaminya.
Sesekali Rianti melirik ke arah putranya yakni Athar yang setia menemani dirinya menunggu kedatangan sang ayah sampai tertidur, Rianti tersenyum tipis kemudian mengusap-usap kepala Athar lembut.
"Tidur yang nyenyak ya sayang! Mama bangga sama kamu, rasa sayang kamu ke mas Lio cukup besar padahal dia bukan papa kandung kamu ya walau kamu memang belum tau soal itu Athar...." gumam Rianti.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1
...Kasihan Rianti😢...