Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 175 (Petunjuk lain)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 119


(Petunjuk lain)


...•...


...•...


Jordi kembali dari dapur membawakan secangkir teh hangat serta kue basah yang ia beli sebelumnya dari tukang becak eh maksudnya penjual kue keliling yang kebetulan lewat depan rumahnya, ia pun meletakkan semua itu di atas meja sembari mempersilahkan Tania untuk menyantapnya.


"Ayo diminum sama dimakan, Tania!" ucap Jordi sambil mencomot satu kue dan duduk di dekat Tania.


"Iya bang, makasih!" ucap Tania tersenyum.


Memang sikap Tania saat ini sungguh berbeda 180 derajat dari ketika dulu dia dirawat oleh Jordi, sekarang Tania jadi lebih sopan dan ramah kepada orang yang lebih tua darinya serta tidak lagi bersikap seenaknya seperti saat kecil dulu.


Ya tetapi kemampuan bela diri gadis itu tak berkurang sedikitpun, walau kadang ia masih kagok karena sekarang jarang beraksi dan lebih banyak diam menyaksikan para pengawalnya berkelahi.


"Jadi, apa yang mau lu bicarain sama gue?" tanya Jordi penasaran sambil menggigit kue di tangannya.


Tania yang baru hendak meminum tehnya pun tidak jadi dan mengurungkan niatnya itu, ia lebih memilih untuk membahas tentang ibu kandung Rania dan menunda sejenak minum tehnya. Bahkan Tania sampai meletakkan kembali gelas berisi teh itu di atas meja hingga membuat Jordi merasa bersalah.


"Eh eh, udah minum aja dulu! Nanti abis minum baru lanjut lagi kita ngobrolnya, lu ceritain dah tuh maksud dan tujuan lu datang kesini!" ucap Jordi.


"Gapapa bang, aku belum haus kok! Minumnya nanti aja abis bicara, soalnya ini lumayan penting!" ucap Tania tersenyum manis.

__ADS_1


"Oh oke, yaudah apa sih yang lumayan penting itu?" tanya Jordi penasaran sambil sedikit membungkuk.


Tania menelan saliva dengan kasar dan menoleh ke arah Jordi yang berada di sampingnya, mendadak ia malah tampak gugup saat akan berbicara menanyakan siapa ibu kandung Rania kepada Jordi.


"Umm... ini soal ibu kandung Rania, bang! Kira-kira bang Jordi tahu gak siapa ibu kandung Rania?" ucap Tania sambil sesekali memejamkan mata karena takut.


"Ohh, hahaha kenapa pake tutup mata segala? Santai aja kali ngomong sama gue mah, kayak ngomong di kantor polisi aja lu!" ujar Jordi tertawa kecil.


"Hehe maaf bang, abisnya aku gugup!" ucap Tania.


"Ya ya gapapa, tapi sorry nih Tania kalo soal ibu kandung Rania gue juga gak punya informasi apa-apa! Kan lu tahu sendiri gue temuin dia di sungai Cisadane, waktu itu dia nyangkut di pinggir gara-gara ada sampah disana!" ucap Jordi santai.


"Eee... bang Jordi gak temuin apa gitu yang bisa aku pake buat cari siapa ibu kandung Rania?" tanya Tania penasaran.


"Ada sih, itu loh anting sama kalung gitu! Tapi, kalo gak salah disimpen sendiri sama Rania sebagai kenang-kenangan katanya!" jawab Jordi.


"Itu aja, bang? Gak ada lagi petunjuk lainnya yang lebih spesifik?" tanya Tania lagi.


"Umm... aku mau cari siapa ibu kandungnya Rania, soalnya dia tuh sedih banget karena gak bisa ketemu sama ibu kandungnya!" ucap Tania menjelaskan sembari menangis terisak.


"Kasihan juga ya dia, andai gue bisa temuin dimana ibu kandungnya berada pasti dia bakal seneng banget!" ucap Jordi ikut merasa sedih.


Tania pun terdiam menunduk menyeka air matanya, ia sedikit menyesal karena rupanya Jordi tidak memiliki petunjuk lain yang bisa ia gunakan untuk menemukan siapa ibu kandung Rania.


...•••...


Disisi lain, Joshua tengah meratapi nasibnya di rumah tepatnya sofa ruang tamunya karena ia harus gagal menikah dengan Olivia padahal semuanya sudah dipersiapkan secara matang dan mereka hanya tinggal menikah satu Minggu ini.


Tapi apa daya, pertemuan Olivia dengan Felicia beberapa saat lalu membuat semuanya terpaksa batal dan ia gagal menjadi suami bagi Olivia sang wanita tercintanya yang juga sudah ia renggut kesuciannya.


"Aaarrgghh...!!! Kenapa semuanya malah jadi kayak gini? Semua berantakan gara-gara cewek sialan itu, harusnya sekarang gue udah bahagia sama Olivia bukan jadi stress kayak gini!" teriak Joshua.


Joshua tampak depresi menarik-narik rambutnya sendiri sembari mengusap wajahnya kasar, ia teriak-teriak meluapkan emosi serta kekesalannya pada Felicia yang sudah membeberkan semua perbuatannya kepada wanita itu.

__ADS_1


Apalagi saat ini Felicia sudah bersama keluarganya setelah bebas dari rumah itu, tentunya nasib Joshua akan semakin dalam bahaya dan terancam masuk ke penjara lalu mendekam di dalam sel yang menyeramkan bagi para penjahat sepertinya.


"Jos..."


Tak disangka tak diduga, Olivia calon istrinya ternyata datang kesana menemui Joshua yang tengah depresi karena gagal nikah. Gadis itu datang sendirian dengan raut wajah tenang seperti tidak sedang terjadi apa-apa pada hubungan mereka, tentu Joshua terheran-heran mengapa Olivia masih mau datang kesana setelah gadis itu membatalkan acara pernikahan mereka.


"Olivia? Ka-kamu...." ujar Joshua gugup sembari bangkit dari duduknya karena masih tak percaya.


"Gak perlu basa-basi lagi, aku datang kesini mau kasih tau sama kamu kalau kedua orang tua aku udah jodohin aku sama lelaki lain yang jelas lebih baik dibanding kamu! Selain itu, aku juga mau balikin semua barang yang pernah kamu kasih ke aku termasuk uangnya juga..." ucap Olivia tanpa ekspresi.


Gadis itu menyerahkan barang-barang pemberian Joshua beserta sejumlah uang untuk mengganti biaya yang telah Joshua keluarkan selama mereka menjalin hubungan sebagai kekasih, Olivia tak ingin ia masih menyimpan dan mengingat semua kenangan tentang Joshua karena ia sungguh berharap dapat melupakan pria tersebut.


"Untuk apa?" tanya Joshua tak mengerti.


"Aku gak mau masih menyimpan barang yang berkaitan dengan kamu, karena aku akan memulai hidup baru dan membuka lembaran baru sekaligus melupakan semua masa lalu aku!" jawab Olivia.


Semua barang serta uang tunai itu diletakkan di atas meja depan Joshua, Olivia benar-benar kecewa pada pria di hadapannya lantaran ia sudah sangat mencintai Joshua tetapi pria itu malah berkhianat darinya dan menyimpan wanita lain di dalam rumahnya untuk dijadikan pemuas.


"Aku udah maafin kamu atas insiden malam itu, ya walau aku gak bisa dapetin lagi kesucian aku yang udah kamu renggut!" ucap Olivia.


"Maaf, Oliv!"


Hanya kata maaf yang saat ini bisa keluar dari mulut Joshua, ia sungguh menyesali semua perbuatannya serta mengutuk dirinya sendiri karena telah berubah menjadi sosok lelaki liar yang terjerat hawa nafsuu.


TOK TOK TOK...


Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk dari luar dan sepertinya cukup ramai orang disana, Joshua serta Olivia pun reflek menoleh ke arah pintu karena penasaran siapa kiranya yang datang.


"Saudara Joshua, kami dari kepolisian mendapat perintah untuk membawa anda ke kantor!"


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2