Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 108 (Dinodai)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 52


(Menodai wanita)


...•...


...•...


Joshua menggendong tubuh wanita yang ia temui di tempat tadi dan membawanya ke dalam rumahnya, ia membawa wanita tersebut ke dalam kamar kosong yang sebelumnya ditempati oleh Rianti ketika mereka masih tinggal bersama disana.


Tanpa ragu Joshua merebahkan tubuh wanita mabuk tersebut di atas ranjang, ia juga melepaskan alas kaki yang dikenakan wanita tersebut dan membenarkan posisi tidurnya agar wanita itu bisa nyaman.


Setelahnya, Joshua hendak pergi keluar meninggalkan wanita itu disana... akan tetapi tiba-tiba wanita itu malah bersuara melenguh membuat Joshua menghentikan langkahnya.


"Eenngghh..." lenguh wanita itu sambil memiringkan kepalanya ke kanan.


Sontak Joshua menoleh kembali ke arah gadis itu untuk memastikan apakah dia sadar atau tidak, rupanya gadis itu memang masih memejamkan mata dan tak lagi terdengar suara atau apapun itu darinya.


Namun, ketika Joshua hendak pergi tiba-tiba saja wanita itu bersuara lagi membuat Joshua lagi-lagi berhenti melangkah dan mengecek kondisi wanita tersebut.


"Eenngghh, eenngghh..."


Joshua yang tak tahan mendekati wanita itu karena suaranya membuat miliknya menegang seakan hendak menerobos masuk ke milik wanita yang tengah mabuk tersebut.

__ADS_1


"Persetan dengan cinta, gue harus pake tubuh dia karena gue gak tahan lagi!" gumam Joshua yang sudah sangat bergairah.


Memang tubuh seksi gadis itu terpampang jelas ditambah dia hanya memakai pakaian minim yang membuat Joshua tambah bergairah dan ingin sekali menjebol miliknya.


Tanpa basa-basi Joshua membuka pakaian yang dikenakan gadis itu hingga tak bersisa, ia langsung melumatt bibir gadis itu dengan ganas dan tangannya juga meremass payudaraa milik gadis itu dengan lihai.


Jarinya memutar, memelintir putingg gadis itu hingga membuatnya sedikit melenguh walau matanya masih terpejam tak menyadari apa yang sedang dilakukan Joshua padanya.


Ciuman pria itu beralih ke jenjang leher gadis tersebut dan mencumbui serta menjilat nya sampai ke dada, kini ia sampai di gunung kembar milik gadis itu dan tanpa basa-basi langsung saja meraup nya dengan rakus serta meremass yang satunya.


"Eenngghh..."


Desahann dari mulut gadis itu membuat Joshua tambah bergairah untuk meraup gunung kembar wanita tersebut, kini tangannya juga telah menelusup ke dalam goa gadis itu dan jarinya bermain-main disana.


Setelah puas dengan gunung kembar dan jarinya juga telah berhasil membuat milik gadis itu basah, Joshua pun mengarahkan mulutnya ke goa gadis itu dan mulai menjilatinya tanpa rasa jijik justru kenikmatan.


"Eenngghh, mmpphhh..."


Lagi-lagi lenguhan kenikmatan keluar dari mulut gadis itu, walau ia masih memejamkan mata tapi dapat merasakan apa yang tubuhnya rasakan itu.


Joshua bangkit melepas seluruh pakaiannya dengan cepat, ia kembali ke atas ranjang dan bersiap memasukkan miliknya yang sudah sangat menegang itu ke dalam goa.


Jlebb... dengan satu hentakan Joshua berhasil memasukkan miliknya ke dalam sana, ia sangat khawatir saat mengetahui ternyata gadisnya masih perawan dan tampak darah keluar dari sana.


Namun, rasa nikmat serta gairah yang memuncak membuat Joshua tak perduli dan memilih lanjut menggenjot tubuh gadis itu sampai akhirnya ia mencapai puncaknya.


Joshua menyemprotkan cairannya ke wajah gadis itu karena tak mau membuatnya hamil, ia yang kelelahan langsung ambruk di sebelah gadis itu dan menatapnya lalu mengelus wajah gadis yang telah ia nodai itu.


"Begini rasanya menodai seorang wanita, sungguh nikmat dan bikin ketagihan! Seharusnya dari dulu aja gue lakuin ini ke semua cewek yang gue temuin, pasti gue bisa jadi laki-laki beruntung di dunia..." gumam Joshua tersenyum lalu mengecup bibir gadis itu kembali serta melumatt nya.


Dikarenakan ia sangat lelah, Joshua memilih tidur disana karena malas harus keluar kamar bahkan untuk memakai pakaiannya kembali saja ia merasa malas.

__ADS_1


...•••...


Hari sudah pagi, Tania diminta keluar kamar oleh Cakra untuk sarapan bersama... gadis itu masih sangat keheranan mengapa sikap mafia yang sebelumnya kejam berubah drastis seperti sekarang dan lebih perhatian.


"Oh ya Tania, saya sudah belikan kamu pakaian ganti supaya kamu bisa ganti baju lain! Kamu gak layak loh pake baju yang sekarang ini, masa udah sobek-sobek begitu masih dipake aja?" ujar Cakra sambil memotong daging di piringnya.


Tania hanya manggut-manggut tanpa bersuara, ia masih memikirkan cara untuk menyelamatkan adiknya dari tangan mafia itu.


Oleh karenanya, ia tidak mau diminta pergi dari rumah itu sebelum ia bisa bertemu dengan adiknya yang sangat ia sayangi itu.


"Kenapa diam Tania? Ayo dimakan, tenang aja semua makanan disini enak-enak kok! Kalau kamu gak suka sama menunya, tinggal bilang aja nanti biar saya suruh chef nya masakin lagi masakan yang kamu suka!" ucap Cakra.


"Eee gausah, gue suka ini kok!" ucap Tania tersenyum tipis lalu mulai memakan makanan yang ada di meja dengan perlahan.


Mafia itu seperti mengetahui jika wanita di depannya masih menaruh curiga padanya, maka ia pun coba bersikap biasa saja dan tidak terlalu baik atau perhatian padanya.


"Kalau bukan karena kamu anak dari William Abraham, pasti saya sudah buang kamu ke jurang Tania!" gumam Cakra menatap wajah Tania, namun ketika Tania meliriknya ia langsung berpura-pura sedang makan.


Tania semakin yakin jika mafia tersebut tidak benar-benar tulus baik padanya, ia pun mencoba bicara kembali pada Cakra untuk membebaskan adiknya.


"Heh, bebasin adik gue dong!" ucap Tania singkat menatap wajah Cakra.


Sontak Cakra yang sedang memotong daging menoleh ke arah Tania, wajahnya berubah jadi geram karena gadis itu lagi-lagi membahas Rania di hadapannya.


"Saya tidak bisa melakukan itu Tania, mungkin saya bisa melepaskan kamu dari sini dan membiarkan kamu pergi... tetapi, saya tidak bisa melepaskan Rania dari tempat saya! Karena Rania itu salah satu aset berharga yang bisa saya gunakan nantinya, sebaiknya kamu tidak usah berharap lebih untuk bisa membebaskan adik kamu itu Tania!" ucap Cakra kemudian lanjut makan.


Tania pun juga kembali memakan makanannya dan tak lagi menanyakan tentang Rania kepada mafia tersebut, ia tidak bisa mengharapkan kelembutan mafia itu untuk membebaskan adiknya dan memilih memikirkan caranya sendiri.


"Setelah gue bebas dari sini, gue akan langsung minta pak Riko buat kerahin seluruh pasukannya untuk bebasin Rania! Bahkan kalo perlu, gue juga bakal minta bantuan papa buat habisin mafia kejam ini...." gumam Tania sambil mengunyah makanan di mulutnya.


Suasana di meja makan itu kembali sunyi karena tak ada lagi yang berbicara, mereka sibuk menghabiskan makanan masing-masing.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2