Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 302 (Nunggu jemputan)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 245


(Nunggu jemputan)


...•...


...•...


Rania dan Athar kini tengah berdiri di depan pagar sekolah mereka menunggu datangnya jemputan dari masing-masing orang tua mereka, ya keduanya terus saja bergandengan tangan sembari menoleh ke kanan dan ke kiri secara bergantian untuk mengecek apakah mobil jemputan mereka sudah datang atau belum untuk menjemput mereka di siang hari ini.


Sudah hampir sekitar lima menit dari waktu bel pulang sekolah tadi, namun belum juga ada kabar dari orang tua mereka dan belum ada tanda-tanda kalau mobil jemputan itu akan datang. Padahal teman-teman mereka juga sudah pada pulang dengan orang tua mereka, ya tentu saja Rania merasa jengkel karena ia capek menunggu disana.


"Athar, ini mama kita pada kemana ya? Masa sampe sekarang belum dateng juga buat jemput kita? Apa mereka lupa kalau sekarang ini udah waktunya buat kita pulang sekolah?" tanya Rania pada Athar.


"Aku juga gak tau Rania, mungkin aja mama aku sama mama kamu itu lagi sibuk! Kalau mama aku sibuk ngurus dedek Christy, nah kalo mama kamu sibuk ngurus rumah atau apapun itu! Kita tunggu aja dulu sebentar lagi, siapa tau mereka bisa dateng dan jemput kita disini! Gak mungkin mama kita pada lupa sama kita, Rania!" ucap Athar.


"Iya sih, yaudah deh kita tunggu di halte aja yuk! Aku capek kalau harus nunggu disini terus, capek tau pegel kaki aku!" ucap Rania mengajak Athar pergi ke halte karena ia sangat letih.


"Boleh, aku juga capek nih!" ucap Athar.


Disaat mereka hendak berjalan menuju halte untuk duduk menunggu kedatangan jemputan, tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti disana dan seorang wanita yang tak lain ialah Rianti memanggil nama Athar serta Rania dari sana sembari menggendong bayi yang tentunya adalah Christy alias putri pertama Rianti dan juga suaminya yakni Lionel.


"Athar, Rania...!!" panggil Rianti dengan suara sedikit keras agar anak-anak itu mendengarnya.

__ADS_1


Sontak Athar dan Rania pun menghentikan langkah mereka disana, ya keduanya langsung menoleh dan tersenyum senang begitu melihat sosok Rianti yang sudah datang disana bersama Christy. Mereka pun berbalik arah dan menghampiri Rianti disana lalu mencium tangan wanita itu, Athar sangat senang karena mamanya menjemputnya sembari membawa Christy dengan gendongannya.


"Mama, dedek Christy...!!" teriak Athar sangat sumringah dan penuh semangat, ia juga langsung mencubit pipi adiknya yang cantik itu dan mengenalkannya pada Rania.


"Nah Rania, ini adik aku namanya Christy!" ucap Athar mengenalkan Rania pada Christy.


"Hai Christy! Cantik banget ya adik kamu Athar, mirip kayak mamanya, tante Rianti!" ucap Rania mendekat ke arah Christy.


"Makasih kakak Rania!" ucap Rianti.


"Oh ya, Athar kamu nanti ikut mama dulu ya belanja ke supermarket buat keperluan bulanan? Sekalian juga kamu boleh beli apapun yang kamu mau, begitu tadi pesan papa ke mama!" ucap Rianti.


"Serius mah? Yeay asik bisa jajan!!" ujar Athar sangat bersemangat dan senang sekali.


Rianti pun mengusap-usap puncak kepala putranya dengan lembut sambil tersenyum, ia juga meminta pada Athar untuk segera masuk ke mobil dan pergi dari sana karena sangat panas di luar. Ya Rianti tidak mau Christy putrinya itu terlalu lama terkena pancaran sinar matahari, apalagi kulit bayi itu masih putih dan ia tak mau nantinya jadi hangus.


"Athar, yaudah masuk yuk!" ucap Rianti mengajak putranya masuk ke dalam.


"Yah nanti dulu, mah! Aku harus temenin Rania dulu sampai mamanya dateng jemput, kan kasihan kalo Rania nunggu disini sendirian!" ucap Athar.


"Eee emang mama kamu kemana Rania? Atau kakak kamu juga belum datang kesini buat jemput kamu?" tanya Rianti penasaran.


"Belum tante," jawab Rania sambil menggeleng.


"Ohh, yaudah tante temenin ya nunggu sampe mama atau kakak kamu datang jemput? Kita duduk di halte aja yuk sayang, supaya gak kepanasan dan enggak pegel juga kakinya!" ucap Rianti.


"Iya mah/tante." ucap Athar dan Rania bersamaan.


Lalu, mereka pun melangkahkan kaki menuju ke halte secara bersamaan. Rianti menggandeng Athar dan membiarkan Rania jalan sendirian, bukan apa-apa tapi Rianti juga harus menggendong putrinya yang baru berusia enam jalan tujuh bulan itu, sehingga Rianti tidak bisa jika harus menggandeng tangan Athar dan Rania sekaligus.


Saat mereka tengah duduk di halte sambil bermain bersama Christy, tak lama muncullah sebuah mobil yang berhenti di depan mobil Rianti dan seorang wanita cantik modis juga turun dari sana. Ya wanita itu ialah Velove alias mama dari Rania yang akan menjemput Rania disana, Velove tampak tersenyum ketika melihat putrinya ada di halte.

__ADS_1


"Mama...!!" teriak Rania sangat gembira begitu melihat mamanya muncul disana.


Rania pun langsung berlari menghampiri sang mama sambil tersenyum renyah, ia memeluk mamanya itu dengan erat dan dibalas juga dengan ciuman dari Velove ke area wajah Rania.


"Akhirnya mama datang juga!" ucap Rania.


"Iya dong sayang, mama pasti datang kok! Kan mama mau jemput anak mama tersayang ini, maaf ya mama tadi terlambat jemput kamunya! Soalnya mama harus nunggu kak Tania dulu, eh ternyata kak Tania nya gak bisa jemput kamu!" ucap Velove.


"Loh emang kak Tania kemana, mah?" tanya Rania penasaran.


"Kak Tania itu lagi di rumah kak Revan, mereka lagi membahas pernikahan mereka. Sebentar lagi Rania bakal punya keluarga baru deh!" jawab Velove.


"Yeay asik! Apa kak Revan juga bakal tinggal di rumah sama kita, mah?" ucap Rania.


"Umm, kalau itu sih mama gak tau sayang. Tapi, mungkin aja sih iya dan bisa jadi kak Revan juga bakal tinggal bareng sama kita dan kak Tania di rumah!" ucap Velove.


"Yeay! Semoga aja deh kak Revan tinggal di rumah kak Tania, jadi aku bisa main sama kak Revan terus deh! Kan kak Revan itu orangnya lucu sama asyik mah, aku suka main sama kak Revan!" ujar Rania sambil tersenyum renyah.


"Ahaha, iya sayang!" ucap Velove sembari mencubit pipi gemas Rania.


Rianti beserta putra-putrinya pun juga menghampiri Rania dan Velove disana, mereka ingin berpamitan kepada Rania serta Velove karena harus segera pergi ke supermarket. Lagipun, kini Rania juga sudah dijemput oleh Velove dan Rianti tak perlu lagi ada disana menemani gadis kecil tersebut.


"Rania, Velove, kita pamit pulang dulu ya?" ucap Rianti.


"Eh tante Rianti, iya tante hati-hati ya!" ucap Rania.


"Terimakasih ya Rianti, kamu tadi udah temenin Rania selama aku belum datang!" ucap Velove.


"Sama-sama," ucap Rianti tersenyum.


Setelahnya, mereka semua pun masuk ke dalam mobil dan pergi dari sekolah tersebut.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2