
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 264
...•...
...•...
Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya William kembali ke ruang tamu menemui putrinya bersama seorang pria di sampingnya yang tak lain adalah kejutan untuk Tania. Ya mereka berhenti tepat di depan Tania yang matanya masih tertutup dan tangannya juga digenggam Revan, William tampak tersenyum lalu mempersilahkan pria di sampingnya itu untuk berbicara dan menghampiri Tania disana.
William juga meminta pada Revan untuk melepas dua tangan Tania itu dan ikut bersamanya, ya William ingin melihat bagaimana reaksi Tania nantinya setelah melihat pria tersebut. Revan pun bangkit dari duduknya lalu menghampiri William dan berdiri disana bersamanya, Revan masih penasaran siapa sebenarnya pria tersebut karena ia memang belum pernah melihatnya sebelum ini.
"Van, kamu kemana? Kok kamu lepasin tangan aku sih? Emang aku udah boleh buka kain penutupnya sekarang?" tanya Tania kebingungan.
"Tania!" ucap seorang pria yang menjadi kejutan untuk Tania itu sambil tersenyum.
Sontak Tania terkejut mendengar suara pria tersebut dari jarak yang lumayan dekat, ya jujur Tania cukup bingung karena suara itu sangat berbeda dan bukan suara milik Revan. Namun, entah mengapa Tania yakin sekali kalau ia pernah mendengar suara itu sebelumnya walau ia lupa alias tidak ingat dimana dan kapan ia mendengar suara tersebut.
"Eee ini siapa ya? Van, kamu kemana sih? Kok aku malah ditinggal sendiri disini, apa aku udah boleh buka penutup matanya sekarang?" tanya Tania sembari merabaa-rabaa matanya.
"Iya sayang, kamu boleh kok buka penutup mata itu sekarang! Supaya kamu bisa lihat sendiri, siapa yang lagi ada di depan kamu sekarang?!" ucap William.
"Papa...??" ucap Tania terkejut.
__ADS_1
"Tania, kamu buka sekarang ya! Sini deh biar saya bantu kamu buat buka penutup itu!" ujar pria itu.
"Eee..."
Tania masih tampak kebingungan tak tahu siapa yang ada di depannya saat ini, ia membiarkan saja pria itu membukakan kain penutup mata dari matanya. Perlahan Tania mulai membuka matanya setelah terlepas dari kain penutup tersebut, ya Tania langsung syok berat saat melihat wajah pria yang ada di hadapannya saat ini.
"Kak Arsen?" ucap Tania dengan mulut menganga lebar dan reflek ia tutupi mengenakan tangan.
"Iya Tania, ini saya. Apa kabar kamu?" ucap pria yang ternyata adalah Arsen alias kakak kandung Tania sambil tersenyum.
Tania tak bisa menahan rasa senang dan sedihnya saat ini begitu melihat sosok Arsen, ia sangat rindu pada kakak kandungnya karena sudah sekian lama mereka tak bertemu. Tania pun langsung memeluk tubuh kakaknya itu dengan erat dan menangis senang disana, begitupun Arsen yang juga sangat merindukan adiknya itu.
Sementara Revan masih penasaran dan heran siapa sebenarnya pria tersebut, ia coba mengingat-ingat karena setahunya Tania pernah mengatakan tentang seorang laki-laki bernama Arsen. Ya akhirnya William mendekati Revan dan memberitahu pada pria itu kalau Arsen adalah kakak Tania, karena ia tak mau ada salah paham atau apalah itu.
"Revan, kamu tenang ya! Arsen ini kakak kandungnya Tania yang sudah lama tak saling bertemu, jadi kamu jangan cemburu ngeliat mereka pelukan sambil nangis-nangis begitu!" ucap William.
"Ahaha, syukurlah kalau Tania sudah pernah cerita ke kamu!" ucap William sedikit tertawa.
Setelah puas berpelukan sebagai pelepas rindu, kini Arsen melepas pelukannya dan memegang wajah sang adik dengan dua tangannya. Arsen juga menyeka tiap air mata yang ada di wajah Tania dengan telapak tangannya, ia lalu tersenyum memandang wajah yang sudah cukup lama tak dapat ia lihat karena ia harus mendekam di penjara.
"Tania sayang, udahan ya nangisnya! Sekarang kan saya udah ada di depan mata kamu, kok kamu malah terus nangis kayak gini sih? Emang kamu gak senang ketemu sama saya?" ucap Arsen.
"Kak, bukan begitu! Aku nangis karena aku senang banget bisa ketemu kakak lagi, aku kangen banget loh sama kak Arsen!" ucap Tania manja.
"Iya iya," ucap Arsen tersenyum.
Tania yang sangat rindu itu, kembali memeluk tubuh kakaknya dengan erat di hadapan papa serta calon suaminya itu sambil tersenyum manis dan menaruh wajahnya pada dada bidang sang kakak. Arsen sendiri menautkan dagunya pada puncak kepala Tania sembari mengusap punggung adiknya itu dan sesekali menoleh ke belakang menatap papanya.
"Gimana Tania? Kamu suka apa enggak nih sama kejutan yang papa siapin buat kamu?" tanya William.
__ADS_1
"Umm, suka banget papa! Makasih ya, papa udah mau ngikutin kemauan aku! Emang papa paling terbaik deh, aku jadi makin sayang sama papa! Oh ya, tapi kok papa bisa bawa kak Arsen kesini secepat ini?" ucap Tania tanpa melepas pelukannya.
"Sama-sama sayang, jadi sebenarnya papa udah dari jauh-jauh hari minta Arsen buat datang kesini dan ketemu sama kamu! Maka dari itu, sekarang Arsen bisa hadir disini sayang!" jelas William.
"Iya Tania, kebetulan saya juga rindu sekali dengan kamu! Makanya begitu dapat kabar dari papa, saya langsung senang banget!" ucap Arsen.
"Kak, kalo gitu kak Arsen harus ketemu sama adik aku Rania nanti! Dia tuh lucu banget tau kak, aku yakin kak Arsen bisa cepat akrab dan dekat sama Rania!" ucap Tania mengangkat kepalanya lalu menatap wajah Arsen sambil tersenyum.
"Rania? Siapa Rania?" tanya Arsen bingung.
"Dia adik aku, kak. Anak angkatnya bang Jordi, kak Arsen masih ingat dong siapa itu bang Jordi?" ucap Tania menjawab sambil tersenyum.
"Oh iya iya, saya ingat kok! Jadi, kamu juga ajak dia buat tinggal disini?" ucap Arsen.
"Iya kak, aku juga ajak mamanya Rania buat ikut tinggal disini sama kita. Oh ya, kak Arsen kenalan dulu dong sama tunangan sekaligus calon suami aku itu! Namanya Revan, dia tuh anak temannya papa yang dijodohin sama aku!" ucap Tania.
Sontak Arsen langsung menoleh ke arah Revan.
"Ohh, jadi anda ini tunangan adik saya? Pantas saja daritadi saya bingung ngeliat anda ada disini, saya pikir cuma orang biasa!" ucap Arsen.
"Ahaha, iya saya Revan tunangan Tania. Salam kenal kak Arsen!" ucap Revan mengenalkan diri.
"Iya, salam kenal juga! Saya Arsen kakaknya Tania, semoga hubungan kamu sama Tania lancar dan langgeng terus ya!" ucap Arsen bersalaman dengan Revan sambil tersenyum renyah.
"Aamiin!" ucap semua orang disana.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1