Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 193 (Reunian)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 137


(Reunian)


...•...


...•...


Rianti yang kebelet buang air terpaksa meminta izin pada suaminya untuk pergi ke kamar mandi dulu, ya mereka kini tengah berada di sebuah pusat perbelanjaan besar yang ada di kota itu untuk sekedar mencari hiburan saja setelah lelah berkeliling mencari rumah yang cocok untuk mereka.


"Mas, aku ke toilet dulu ya? Jagain anak-anak yang bener jangan lalai!" ujar Rianti.


"Iya sayang, kalo gitu aku sama anak-anak masuk duluan ya ke tempat bermain? Nanti kamu nyusul aja kesana kalo udah selesai!" ucap Lionel.


"Iya mas...." ucap Rianti.


Rianti pun bergegas menuju toilet terdekat yang ada disana sembari celingak-celinguk mencari tanda toilet, sedangkan Lionel mengajak Athar & Christy untuk masuk ke tempat bermain yang memang sudah mereka rencanakan sebelumnya.


Setelah pusing berkeliling mencari toilet, akhirnya Rianti berhasil menemukannya walau agak jauh sedikit dari tempat sebelumnya saat ia bersama sang suami dan anak-anaknya. Ya tanpa menunggu lama, Rianti pun masuk ke toilet tersebut karena sudah tidak tahan lagi ingin buang air.


"Huh lega..." ucap Rianti setelah menyelesaikan hajatnya.


Rianti pun langsung keluar dari sana dan kini membasuh tangan serta mukanya dengan air di wastafel, ia tersenyum memandang wajahnya yang terpampang pada cermin disana karena merasa senang suaminya sudah berhasil lepas dari gangguan Shani si pelakor.


"Semoga dengan pindahnya keluargaku ke Bogor, aku sama mereka bisa bahagia terus selamanya!" batin Rianti.


Setelah dirasa cukup, Rianti pun keluar dari kamar mandi untuk segera kembali ke keluarganya yakni sang suami dan juga anak-anaknya yang sudah menunggu di tempat bermain mungkin saja tak sabar lagi untuk mulai bermain disana.

__ADS_1


Akan tetapi, saat di luar Rianti malah tak sengaja berpapasan dengan lima orang pria bertubuh besar dengan tatto terpajang di sekujur tubuh mereka dan kalung besar melingkar pada leher mereka.


"Wah, lihat siapa yang kita temuin ini...!!" ujar salah seorang dari mereka saat melihat Rianti.


Rianti yang tak mengenal siapa mereka hanya bisa diam menatap penuh heran, ia bahkan mungkin baru kali ini bertemu dengan mereka tetapi kelima pria itu berkata seolah-olah mereka sudah pernah saling bertemu sebelumnya dan tentu membuat Rianti semakin bingung penasaran.


"Ka-kalian siapa...??" tanya Rianti heran.


"Hahaha, masa lu lupa sih sama kita? Kan kita waktu itu pernah main bareng, waktu itu lu puas banget kan sama permainan kita berlima??" ujarnya.


Sontak saat mendengar ucapan dan melihat jenis kalung yang dikenakan pria-pria itu, Rianti pun teringat pada momen dahulu saat ia masih menjadi seorang penipu para pria hidung belang dan tentunya ia baru ingat betul kalau kelima pria itu adalah orang-orang yang pernah memperkosanya.


Ya Rianti saat itu dijebak dan akhirnya dipaksa melayani kelima pria tersebut di sebuah hotel, tentu saja Rianti tak bisa melupakan momen gelap itu yang terjadi dalam hidupnya bahkan pernah sampai membuat mentalnya down.


"Gimana, udah inget kan?" tanya pria itu.


"Hahaha, gak nyangka kita bakal ketemu lagi disini! Kita ulang lagi yuk, itung-itung reuni!" sahut temannya.


"Gak, jangan deketin gue! Sekarang gue bukan wanita seperti itu lagi, mending kalian cari cewek lain aja yang mau diajak begituan!" ujar Rianti.


Tentu saja Rianti sangat panik khawatir kalau mereka berlima akan melakukan hal yang tidak-tidak padanya, apalagi kejadian kelam beberapa tahun lalu itu cukup membuatnya cemas dan tentunya ia tak mau jika itu akan terulang kembali padanya.


Beruntunglah baginya, karena ada ramai orang disana sehingga mereka berlima tidak berani berbuat macam-macam pada Rianti disana dan Rianti pun memanfaatkan momen itu untuk kabur menemui suaminya di pusat bermain.


Ya walau begitu, mereka berlima tetap terus mengikuti Rianti dari belakang karena mereka nampaknya ingin sekali mengulang kejadian beberapa tahun silam pada Rianti.




Sementara itu, Lionel yang tengah menjaga anak-anaknya di tempat bermain itu nampak bingung karena Rianti tak kunjung kembali dari toilet sedangkan Athar sudah tidak sabar ingin bermain games di tempat tersebut.


Akhirnya Lionel pun memutuskan untuk membeli kartu bermain lebih dulu sembari menunggu istrinya kembali dari toilet, ia meminta pada Athar untuk menjaga Christy yang sedang duduk santai di stroller miliknya sembari meminum sebotol susu.


"Athar, kamu tunggu disini ya sama dedek Christy! Papa mau beli kartunya dulu biar kita bisa main, inget Athar jangan kemana-mana! Terus adiknya dijagain dan tunggu sampe papa balik, oke?" ucap Lionel.

__ADS_1


"Oke, pah!" ucap Athar.


"Pinter! Yaudah papa kesana dulu, ya? Jangan kemana-mana loh...!!" ujar Lionel.


Setelah memberi pesan pada putranya, Lionel langsung bergegas menuju tempat pembelian kartu bermain agar ia bersama putra-putrinya bisa bermain disana bersama-sama sembari juga menunggu Rianti sang istri yang belum kembali.


Athar pun duduk di samping stroller Christy, ia memandangi adiknya itu yang tengah asyik minum susu tanpa memperdulikan tatapan dari kakaknya yang sedari tadi terus menatap ke arahnya.


"Hoaammppp..."


Tiba-tiba Athar menguap lebar mungkin masih mengantuk karena istirahat kurang, ya ia pun memutuskan untuk rebahan di tempat duduk itu berhubung disana tak ada lagi yang duduk.


Perlahan Athar mulai memejamkan mata akibat rasa kantuk yang dideritanya, hingga ia tak sadar kalau stroller adiknya tanpa sengaja terdorong oleh seseorang yang lewat sampai menjauh dari tempat Athar tertidur sekarang.


"Athar... hey, Athar...!!"


Anak itu akhirnya membuka mata karena tubuhnya digoyang-goyangkan serta namanya terus disebut dengan suara keras, ya Athar langsung terbelalak begitu melihat papanya sudah berdiri disana dengan tatapan menyala dan sepertinya tengah emosi.


"Papa? Kenapa??" tanya Athar dengan mata yang masih mengantuk.


"Kamu kok malah tidur sih, Athar? Papa kan bilang jagain adik kamu dengan benar, jangan malah tidur enak-enak kayak gini...!!" bentak Lionel kesal.


"Maaf, pah! Aku tadi ngantuk banget!" ucap Athar.


"Asal kamu tau ya, Athar! Tadi adik kamu Christy sampe ke dorong-dorong sama orang, untung aja papa lihat dan cepet bawa dia balik kesini! Coba kalo enggak, mungkin dia udah ilang entah kemana!" ujar Lionel masih sangat kesal.


"Maafin aku, pah! Aku janji gak akan ngulangin itu lagi!" ucap Athar sambil menunduk.


"Oke, untuk kali ini papa maafkan kamu! Tapi, jangan pernah kamu lalai lagi kayak gini! Papa gak akan bisa maafin kamu kalau sampai kejadian ini terulang lagi, ingat itu Athar...!!" ujar Lionel.


Amarah Lionel memang cukup wajar karena ia sangat menyayangi putri kandungnya, bagaimanapun Athar memang salah karena sudah lalai dalam menjaga adiknya dan malah tertidur.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2