Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 353 (Sudah ada yang lamar)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 296


(Sudah dilamar)


...•...


...•...


Saat dalam perjalanan menuju sekolah Rania, Velove yang diantar oleh Arsen pun lebih banyak diam dan tak berani berbicara atau bahkan sekedar menatap wajah pria di sampingnya itu. Entah mengapa Velove merasa gugup sekali berada di samping pria seperti Arsen itu, karena Arsen memang seorang pengusaha mudah yang cukup sukses dan namanya sudah dikenal di seluruh penjuru dunia seperti papanya.


Sementara Arsen sendiri juga lebih fokus untuk menyetir dan menatap ke depan, walau sesekali ia juga mengarahkan pandangan ke wajah Velove dan terpesona melihat kecantikan gadis itu. Arsen memang tertarik pada Velove, apalagi wanita yang sudah memiliki anak satu itu sangat seksi dan tubuhnya indah gemulai, pastinya setiap lelaki yang melihatnya akan sangat tertarik seperti Cakra dulu.


"Ehem ehem," Arsen berdehem pelan bermaksud membuka topik obrolan diantara mereka, ia juga melirik ke samping dengan sekilas.


Velove pun kaget dan spontan menoleh ke arah Arsen dengan wajah penasaran.


"Ada apa ya, kak Arsen? Eh eee boleh kan kalo aku panggil kamu dengan sebutan kak? Soalnya biar lebih sopan aja gitu, kan umur kamu lebih di atas aku!" ucap Velove sedikit gugup.


"Iya gapapa, boleh kok. Kalo gitu aku juga panggil kamu adik seperti aku manggil Tania, supaya kita bisa lebih akrab aja gitu! Abisnya daritadi kamu diem aja sih, padahal aku udah gatal banget nih pengen ngobrol sama gadis cantik kayak kamu!" ujar Arsen.

__ADS_1


"Hah? Ma-maksud kak Arsen gimana?" tanya Velove.


"Hahaha, iya kamu cantik! Semua orang juga tahu dan aku yakin setuju kok, kamu itu kan emang cantik dan manis! Tubuh kamu juga indah, siapapun yang nanti jadi suami kamu pasti bangga!" ucap Arsen.


"Eee tapi nyatanya kan aku masih belum punya suami, ya walau ada sih satu cowok yang barusan udah lamar aku!" ucap Velove.


Mendengar itu membuat perasaan Arsen seperti tersayat-sayat, ia baru tahu kalau Velove memang sudah dilamar oleh seseorang. Niatnya untuk mendekati Velove pun hancur seketika, walau ia juga tak terlalu mengharapkan Velove.


"Ja-jadi kamu udah dilamar sama cowok?" tanya Arsen penasaran.


"I-i-iya kak, baru tadi pagi. Dia itu Rizky, cowok yang pernah datang ke rumah dan main sama Rania! Dia lamar aku di depan sekolah Rania, lucu ya kak?" jawab Velove sambil tertawa kecil.


"Iya, lucu banget! By the way, selamat ya atas lamarannya! Jadi, kapan nih mau nikah?" ucap Arsen coba memasang wajah bahagia walau sedang sedih.


"Umm, aku belum tahu sih. Itu semua aku serahin aja ke Rizky calon suami aku, lagian dia juga kan yang mau nikah sama aku! Jadi ya, aku tinggal terima jadi aja gak perlu repot-repot ikut ngurus pernikahan itu! Kecuali nanti bagian fitting baju, baru deh aku bakal turun langsung!" ucap Velove tersenyum.


"Ohh, sekali lagi selamat ya!" ucap Arsen.


Arsen kembali fokus menatap ke depan, ia sesekali memejamkan mata untuk menenangkan diri setelah mengetahui Velove sudah memiliki tunangan dan sebentar lagi akan menikah.


"Velove kayaknya bahagia banget dilamar sama Rizky, ya bagus deh!" batin Arsen.


Velove memang merasa kalau ada yang berbeda dari sikap Arsen kali ini, ia tahu betul pria itu sedang menyimpan sesuatu saat ini. Namun, Velove tidak berani bertanya langsung pada Arsen dan memilih diam karena takut dianggap terlalu ikut campur.


"Kak Arsen kenapa ya? Dia kayak yang lagi punya masalah gitu, aku jadi penasaran deh pengen tahu kira-kira sebabnya apa?! Ah tapi biarin aja lah, nanti aku malah dimarahin lagi!" batin Velove.


...•••...

__ADS_1


Disisi lain, Rianti dan Tania telah pergi dari cafe tempat mereka bertemu dengan Reno tadi. Kedua wanita cantik itu masih tampak berbincang di dalam mobil saat dalam perjalanan pulang, Rianti meminta saran dari Tania mengenai permintaan aneh Reno yang ingin mengajak jalan Athar, menurut Rianti hal itu sangat amat berbahaya bagi identitas Reno.


Tania sendiri sebenarnya tidak tahu harus berbuat apa untuk membantu Rianti, ia juga tak ingin terlalu dalam ikut campur masalah Rianti itu karena takut akan terbawa-bawa. Namun, Tania tak mungkin jika tidak membantu sahabatnya dan diam saja tanpa memikirkan cara yang tepat, Tania juga merasa iba pada sosok Rianti yang sudah disakiti oleh Reno itu.


"Tania, menurut kamu gimana ya? Apa aku harus bolehin Reno buat main sama Athar, atau aku tetap sesuai keputusan awal ku yaitu gak biarin Reno buat ketemu sama Athar?" tanya Rianti meminta saran.


"Eee itu sih aku juga kurang tahu, ya. Soalnya aku kan baru-baru ini tahu tentang masalah kamu dan Reno itu, jadi aku masih agak bingung gitu buat nentuin sekiranya kamu harus apa?! Tapi, lebih baik kalau kamu ikutin kata hati kamu aja!" saran Tania.


"Oh gitu ya? Aku sih pengennya gak kasih izin, tapi kasihan juga sama Reno!" ucap Rianti bingung.


Tania tersenyum sembari mengusap hidungnya.


"Yaudah, kalau kamu kasihan mah biarin aja atuh Reno jalan sama Athar! Lagian mereka itu kan ayah dan anak, Reno juga udah tahu tentang itu! Jadi, aku yakin Reno gak akan mungkin apa-apain Athar anak kamu! Pasti semuanya akan baik-baik aja, atau kalo kamu gak tenang tinggal minta suster yang kamu pekerjakan aja buat nemenin Athar selama jalan dengan Reno!" ucap Tania memberi usul lagi.


"Wah! Kamu cemerlang Tania, gak salah aku minta saran dari kamu! Iya deh, nanti aku bolehin Reno buat ajak jalan Athar! Tapi, tentunya ditemenin sama suster Amel alias orang yang membantu aku rawat Athar dan Christy di rumah!" ucap Rianti setuju.


"Nah begitu kan bagus! Kamu juga gak perlu khawatir lagi sama Athar, kalo ada apa-apa pasti suster Amel bakalan telpon kamu! Mending sekarang kamu kasih kabar deh ke Reno, kalau kamu mau izinin dia buat pergi sama Athar tapi dengan syarat harus sama suster Amel!" ucap Tania.


"Eee iya iya, tapi kira-kira Reno terima gak ya? Aku takut dia malah marah nanti, soalnya kan dia bilang pengen jalan berdua aja sama Athar!" ucap Rianti.


"Kalau misal dia marah, ya biarin aja! Kamu jangan kasih izin ke dia, gampang kan?" ucap Tania.


"Iya juga, hahaha. Kamu pintar Tania! Yaudah, aku mau kasih kabar Reno dulu! Sekali lagi makasih ya Tania karena kamu udah banyak bantu aku kali ini, aku berhutang budi sama kamu!" ucap Rianti.


"Ah kamu kayak sama siapa aja, santai Rianti kita kan teman!" ucap Tania tersenyum.


Rianti juga ikut tersenyum kecil, lalu mengambil ponselnya dan mulai mengabari Reno kalau ia memberi izin Reno pergi dengan Athar.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2