Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 300 (Pasti bisa)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 243


(Pasti bisa)


...•...


...•...


Reno berusaha menghibur calon istrinya setelah mama serta papanya pergi, ia merasa tidak enak dengan sikap mamanya tadi kepada Lyota yang ia anggap terlalu kasar. Reno pun merangkul Lyota sembari mengusap wajah Lyota yang terlihat sudah mulai hendak menangis, ia tak mau melihat gadisnya itu menangis karena kesalahan mamanya tadi.


Lyota sendiri juga mulai pesimis kalau hubungannya dengan Reno tidak bisa dilanjutkan, ia melihat jelas raut ketidaksukaan dari wajah mama Reno ketika tadi bertemu dengan dirinya, bahkan Anggi juga tidak mau menerima Lyota sebagai menantunya dan tak akan merestui hubungan Lyota dengan Reno sampai kapanpun sesuai dengan ucapannya tadi.


"Sayang, kamu jangan ambil hati ya ucapan mama aku tadi! Aku yakin mama lambat laun pasti akan kasih restunya buat kita, dan kamu sama aku bisa menjadi pasangan suami-istri dalam waktu yang singkat!" ucap Reno tersenyum.


"Ren, kayaknya itu mustahil deh buat terjadi. Mama kamu itu gak mungkin bisa terima aku di keluarga ini, karena aku kan bukan anak orang kaya seperti kamu dan aku ini gak ada keturunan keluarga kaya raya. Jadi, mending kamu lupain aja deh pernikahan kita yang mustahil terjadi!" ucap Lyota.


"Kamu ngomong apaan sih? Jangan bicara kayak gitu sayangku yang cantik! Acara pernikahan kita itu pasti akan terjadi, dengan atau tanpa restu dari mama aku!" ucap Reno tegas.

__ADS_1


"Kamu gila ya? Masa iya kita nikah tanpa restu dari orang tua kamu? Aku gak mau ya, nanti kamu bisa dicap sebagai anak durhaka loh Reno! Udah, mending kita lupakan pernikahan dan kita lanjutin hubungan kita ini sebagai seorang teman aja gak lebih! Aku gak mau kamu jadi anak durhaka karena melawan mama kamu, itu gak bagus!" ucap Lyota.


"Lyota, aku gak perduli! Aku tuh sayang sama kamu dan aku akan terus berusaha untuk melanjutkan hubungan kita ini, aku juga bakal pastiin sama kamu kalau kita bisa segera menikah dalam waktu dekat dan mama juga akan restuin kita!" ujar Reno.


"Tapi, gimana caranya Reno?" tanya Lyota heran.


Reno terdiam membuang muka sembari mengusap hidungnya, sebenarnya ia juga tidak tahu bagaimana caranya untuk membujuk makanya agar mau merestui hubungannya dengan Lyota. Reno sudah sangat mencintai Lyota dan tak mungkin jika ia membatalkan semua yang sudah ia perjuangkan, Reno yakin sekali kalau ia bisa segera menikah dengan Lyota secepatnya.


"Eee aku juga belum tahu sih. Tapi, aku akan pikirin itu nanti dan kamu pokoknya harus tetap optimis dengan pernikahan kita ini!" ucap Reno sambil memegang dua pundak Lyota dan menatapnya.


"Iya, apa kamu bisa jamin kalau mama kamu itu bisa terima aku di keluarganya?" tanya Lyota.


Reno mengangguk penuh percaya diri, ia cukup yakin kalau ia memang bisa membuat mamanya luluh dan mau merestui hubungannya dengan Lyota.


"Kalo gitu sekarang aku mau pulang, Ren." ucap Lyota menatap wajah Reno.


"Jalan-jalan? Duh, aku gak bisa! Aku harus jagain ibu di rumah, karena kak Reva sebentar lagi harus kuliah dan pasti ibu bakal sendirian!" ucap Lyota.


"Huft, yaudah aku antar deh!" ucap Reno.


Lyota pun tersenyum dan mengusap wajah calon suaminya, seketika ingatan Lyota tentang ucapan mamanya Reno tadi menghilang dalam sekejap karena perlakuan Reno padanya. Mereka lalu berjalan pergi menuju mobil dan Reno berniat mengantar Lyota pulang ke rumahnya, mereka pun saling menggandeng dan tersenyum satu sama lain.


...•••...


Disisi lain, Revan juga telah sampai di rumahnya bersama Tania dan mereka berdua akan menemui mama serta papanya Revan di dalam sana untuk menambah kedekatan antara Tania dan kedua orang tua dari Revan itu. Revan memang sengaja melakukan itu supaya Tania bisa cepat akrab dengan orangtuanya, karena pernikahan mereka juga akan berlangsung dalam beberapa Minggu ke depan.

__ADS_1


Tania sendiri juga merasa senang dengan niat Revan tersebut, karena ia pun ingin segera akrab dengan mama serta papa mertuanya itu yang nantinya juga akan menjadi orangtuanya. Ya memang Tania sudah mulai bisa menghilangkan rasa gugup dan grogi yang ada di hatinya, karena sebelumnya ia sudah berhasil tertawa lepas saat mendengar cerita dari Eva mengenai Revan ketika masih kecil dulu.


"Sayang, yuk kita masuk! Aku yakin mama sama papa juga pasti udah nungguin kamu di dalam, gak enak kalo kita kelamaan!" ucap Revan.


"Iya, aku juga gak sabar mau ketemu sama mama dan papa kamu." ucap Tania tersenyum.


Revan pun tersenyum sembari meraih tangan Tania dan mengelusnya lembut, ia juga mengusap puncak kepala gadisnya dan terus menatap wajah Tania tanpa berkedip. Barulah setelahnya ia dan Tania keluar dari dalam mobil itu bersama-sama, Revan sangat senang melihat Tania sudah bisa lebih tenang dan santai ketika hendak menemui orangtuanya.


"Sayang, kamu emang udah bilang sama mama papa kalau aku mau kesini?" tanya Tania saat dalam perjalanan menuju rumah Revan dan masih berada dalam dekapan lelakinya.


"Ya iya dong, aku tadi udah sempat sms mereka kalau ada bidadari yang mau ketemu sama mereka. Terus mereka kaget tuh, hah bidadari? Siapa? Ya aku jawab aja namanya Tania Putrisari alias calon istri aku yang cantiknya gak ada obat ini," ujar Revan.


"Apaan sih? Masih pagi loh ini, udah gombal aja! Hati-hati nanti stok gombalnya abis loh, terus kamu gak bisa gombalin aku lagi!" ucap Tania.


"Ya gapapa, kalau gombalannya udah habis ya aku tinggal kasih bukti nyata buat kamu!" ujar Revan.


"Ahaha, aduh kalah deh aku mah kalau debat sama dokter Revan yang berpendidikan tinggi dan jago banget soal gombal dan bikin baper anak orang, malah anak jin jika bisa baper sama kamu mah!" ucap Tania tersenyum renyah.


"Ya jangan anak jin juga dong! Di dunia yang aku gombalin itu baru dua cewek, yang pertama kandas dan aku gak jadi nikah sama dia, terus yang kedua ini semoga bisa sukses dan kita bahagia terus sampai tua ya sayang!" ucap Revan tersenyum.


"Iya, kamu gausah khawatir! Aku kan gak bakal tinggalin kamu, tapi kamu juga janji kamu akan selalu setia sama aku!" ucap Tania.


"Tenang aja! Soal kesetiaan mah seorang Revan gak perlu diragukan lagi, sayang!" ucap Revan.


Tania tersenyum dan lalu Revan mengeratkan pelukannya sembari mencolek pipi gadisnya yang terlihat menggemaskan saat ini, Revan juga memberi kecupan manis pada kening serta pipi Tania.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2