Preman Cantik

Preman Cantik
Episode 44 (Pemecatan Rianti)


__ADS_3

...HELO!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."PREMAN CANTIK"...


...~~~...


PREMAN CANTIK EPS. 44


...•...


Besoknya, Rianti kembali bekerja di perusahaan Reno sekaligus hari terakhirnya disana.


Tampak ia langsung menemui Reno di ruangannya sambil tersenyum, ia pun duduk di hadapan Reno dan menatap Reno dengan genit.


"Pagi pak!" ucap Rianti.


"Ya pagi, kenapa kamu senyum-senyum gitu? Memangnya ada yang lucu disini?" tanya Reno.


"Ohh gak ada kok pak, saya kan cuma senyum karena senyum itu termasuk ibadah pak!" jawab Rianti lagi-lagi mengeluarkan senyumannya.


"Kebetulan kamu kesini, ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu penting!" ujar Reno.


"Apa ya pak yang mau diomongin?" tanya Rianti dengan wajah herannya.


"Ini surat pemecatan kamu, mulai besok kamu bukan lagi asisten saya! Karena saya rasa selama ini kerja kamu tidak benar, nanti uang pesangon untuk kamu juga akan saya kirimkan dengan segera..!!" ucap Reno sambil memberikan sebuah amplop coklat yang di dalamnya berisi surat pemecatan Rianti.


Sontak Rianti pun terkejut, ia tak menyangka Reno akan memecatnya setelah berhasil menikmati tubuhnya.


Tampak raut kecewa terpancar di wajah Rianti, bahkan ia seperti ingin menangis sekarang juga.


"Pak, kenapa saya dipecat? Bukannya selama ini saya sudah melaksanakan tugas dengan baik? Bahkan melayani bapak malam itu saya juga mau kan, lalu atas dasar apa anda bilang kalau kerja saya tidak benar??" tanya Rianti dan tubuhnya sedikit gemetar karena menahan tangis.


"Kamu disini bekerja karena saya, jadi kalau menurut saya kerjaan kamu gak benar ya saya akan langsung pecat kamu tanpa pengecualian! Soal malam itu, saya kan tidak sama sekali memaksa kamu untuk melayani saya.. justru kamu memberikan sendiri tubuh kamu untuk saya kan!" ucap Reno dengan santai lalu bersandar di kursinya.


"Seharusnya saya tau, tidak mungkin ada laki-laki yang tulus baik dan memberikan pekerjaan secara cuma-cuma.. Yasudah gapapa kalo bapak ingin memecat saya, selamat tinggal!" ujar Rianti langsung berdiri dari kursinya dan berjalan keluar dari ruangan Reno.


Tampak senyuman puas keluar dari wajah Reno, ya dia akhirnya berhasil menyingkirkan Rianti dan membalas dendam atas perlakuannya pada ayahnya.


"Sebenarnya saya suka body kamu Rianti, bahkan saya ketagihan ingin melakukan itu lagi sama kamu! Tapi, tujuan awal saya hanya untuk membalas perbuatan kamu kepada papah.. Jadi, selamat tinggal Rianti Ratnasari! Semoga kamu cepat hamil!" gumam Reno.


Sekretaris Reno yang bernama Indah masuk kesana dan menyerahkan berkas-berkas yang harus ditandatangani oleh Reno.


Tok Tok Tok..

__ADS_1


"Ya masuk!" ucap Reno.


"Permisi pak, ini ada berkas yang harus bapak tandatangani.." ucap Indah sambil meletakkan berkas-berkas itu di meja Reno.


"Terimakasih Indah, oh ya sementara ini semua kerjaan Rianti kamu yang handle ya! Sampai saya mendapatkan pengganti dia, tenang saja gaji kamu nanti saya tambah kok!" ucap Reno.


"Oh baik pak, tapi kalau boleh tau memang kenapa bapak memecat Rianti? Bukannya kerjaan dia selama ini bagus-bagus ya pak?" tanya Indah.


"Sudah kamu tidak perlu banyak tanya! Karena itu bukan urusan kamu, dan kamu gak harus tahu!" ujar Reno.


Indah pun langsung menundukkan kepalanya..


"Iya maaf pak saya salah!" ucap Indah.


"Ya tidak apa-apa lain kali jangan diulang!" ujar Reno lalu langsung mengambil pulpen dan menandatangani berkas tersebut.


...•••...


Disisi lain, air mata Rianti akhirnya pecah keluar karena tak bisa ditahan lagi.. yup dia merasa sangat sakit atas perlakuan Reno.


Rianti sudah dibuat terbang tinggi oleh Reno saat dia menawarkan pekerjaan lalu mendekatinya bahkan sampai tidur bareng, tapi saat ini ia dijatuhkan begitu saja setelah Reno berhasil mendapatkan tubuhnya.


"Gue gak nyangka Reno begitu, selama ini gue salah nilai dia! Aduh Rianti harusnya malam itu lu jangan termakan sama rayuan dia! Bisa-bisanya lu kasih tubuh lu ke orang kayak dia..!! Sekarang gue cuma berharap semoga gue gak mengandung anak Reno!" gumam Rianti di dalam taksi.


Handphone Rianti berdering, ternyata ada telpon masuk dari Joshua yang mungkin penasaran dengan kondisi Rianti.


📞"Halo Jos, kenapa?" ucap Rianti dengan nada bersedih ya karena dia emang lagi nangis.


📞"Rianti, lu kenapa? Lu lagi nangis ya? Ya ampun ada apa sih kok bisa sampe lu nangis gini?" ujar Joshua cemas setelah mendengar suara Rianti.


📞"Gue gapapa kok Jos, ini tadi cuma ada masalah dikit di kantor.. Udah gausah panik gitu! Sebentar lagi gue ke rumah lu terus kita bisa pergi bareng!" ucap Rianti coba menutupi kesedihannya.


📞"Oh gitu ya syukur deh kalo lu gapapa mah, yaudah gue tunggu ya disini jangan lama-lama!" ujar Joshua.


Tut Tut Tut..


Rianti menutup telponnya dan menyeka air matanya menggunakan tisu yang ia bawa di tasnya.


"Pak, lebih cepat lagi ya jalannya!" ucap Rianti.


"Siap mbak!" ucap supir taksi.


Ya si supir pun menambah kecepatan taksinya agar Rianti cepat sampai di rumah Joshua.


...•••...

__ADS_1


Tania tengah berenang di kolam rumahnya seorang diri, ia tampak pusing memikirkan ajakan Arsen untuk pindah ke Finlandia maka dari itu ia memutuskan berenang untuk menenangkan pikirannya.


Yup Tania menyelupkan kepalanya ke dalam kolam lalu keluar kembali dan menyibakkan rambutnya, ia melakukan itu berkali-kali agar pusingnya hilang.


Kemudian tanpa sepengetahuannya, tiba-tiba Arsen sudah ada di pinggir kolam dan memanggil namanya.. ya Tania tidak melihat keberadaan Arsen karena ia berendam membelakangi pintu masuk.


"Tania, sini dulu sayang..!!" teriak Reno dengan gestur tangannya meminta Tania menghampirinya.


Tania pun menoleh dan berenang ke arah Arsen, namun dia tetap di air karena malu berbicara dengan abangnya dengan pakaian seperti sekarang.


"Kenapa kak?" tanya Tania sambil satu tangannya memegang dinding kolam tersebut.


"Sini lah duduk disini, emang kamu gak kedinginan di dalam air terus? Soalnya saya mau bicara banyak sama kamu Tania!" ucap Arsen.


"Yaudah kak, tapi tolong dong ambilin handuk aku disitu kak!" ujar Tania menunjuk ke tempat handuknya diletakkan tadi.


"Iya sebentar ya," ucap Arsen lalu bangkit mengambilkan handuk untuk Tania.


"Ini sayang, cepetan naik!" ucap Arsen setelah kembali lagi membawa handuk.


Tania pun naik ke atas dan mengambil handuknya dari tangan Arsen, ia langsung menggunakan handuk itu untuk menutupi tubuhnya yang memang saat ini hanya mengenakan pakaian dalam saja.


"Yaudah duduk yuk!" ujar Arsen.


Mereka pun duduk di pinggir kolam lalu mulai berbicara..


"Jadi apa yang pengen kamu omongin kak?" tanya Tania menatap ke arah Arsen.


"Siapa sih dia? Kenapa kamu kelihatannya dekat banget sama dia? Sampai-sampai dia kasih kamu bunga kayak gitu, kamu bilang cuma mau ketemu temen kamu kan.." ujar Arsen menunjukkan foto Tania yang tengah berada di taman bersama Adrian.


"Kamu dapet darimana foto itu? Ohh pasti kamu suruh pengawal-pengawal aku buat fotoin ya, ish kamu ngerti gak sih yang namanya privasi? Lagian kan udah ku bilang dia cuman temen aku, kenapa sih gak percayaan banget pake foto-foto segala??!!" ujar Tania dengan nada kesal.


"Kok kamu marah? Saya kan hanya bertanya, kamu tinggal jawab aja dia siapa gampang kan! Dengar Tania, sekarang kamu tinggal dengan saya jadi kamu harus ikuti semua aturan yang saya buat dan jangan membangkang! Atau kamu akan tahu akibatnya!" ucap Arsen yang juga kesal karena Tania marah-marah padanya.


"Iya maaf kak, aku cuma gak mau aja kalo kamu mata-matain aku begitu.. Kan aku jadi gak bisa tenang, aku juga gak bermaksud ngebantah kamu kok!" ucap Tania menundukkan kepalanya merasa bersalah.


"Yasudah lupakan! Lalu gimana mengenai ajakan saya kemarin untuk pindah ke Finland? Apa kamu sudah menemukan jawabannya ingin ikut atau tetap tinggal disini??" tanya Arsen.


"Aku belum tahu kak, kasih aku waktu dulu untuk berfikir.. Soalnya berat buat tinggalin kota Bogor kak!" jawab Tania.


"Iya saya mengerti kok, oke saya beri kamu waktu 1 hari lagi untuk memikirkan ini semua! Jadi besok kamu harus punya jawabannya ya! Yaudah kamu bisa lanjut berenang kalo mau..!!" ucap Arsen lalu berdiri dan pergi dari kolam renang.


Sementara Tania masih disana merenung apakah ia harus ikut dengan Arsen atau tetap tinggal disana.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2