
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 252
(Ditolong preman cantik)
...•...
...•...
"Jangan galak-galak atuh cantik! Kamu sekarang kan udah jadi pelayan kita, ayo semua kita bawa dia ke markas dan kita nikmati dia sama-sama disana! Gue yakin, anunya pasti enak banget buat dimasukin!" ucap bos itu sambil tersenyum.
"Bener bos! Dari mukanya aja udah kelihatan, bikin punya gue berdiri!" ujar pria itu.
"Dasar cowok-cowok mesum!" bentak Lyota.
Mereka justru semakin tertawa keras mendengar celotehan dari Lyota, ya para preman tersebut tak perduli dan malah senang dibilang seperti itu oleh Lyota yang sedang kesal.
Disaat mereka hendak pergi membawa Lyota, tiba-tiba saja muncul suara teriakan seseorang dari arah belakang mereka yang membuat langkah kaki preman-preman itu terhenti.
"Woi lepasin dia...!!"
Mereka semua kompak menoleh ke belakang saat suara tersebut muncul, terlihat satu orang gadis cantik berdiri di samping lelaki tampan yang tengah menatap tajam ke arah mereka. Tak ada satupun diantara mereka yang mengenali siapa kedua manusia tersebut, bahkan Lyota pun bingung apakah keduanya adalah orang baik atau justru jahat.
"Heh! Lu siapa ha? Mau ngapain lu dateng kesini?" bentak si bos preman kesal.
"Hahaha, cepat lepasin gadis itu atau lu bakal kita habisin! Asalkan lu tau, kita berdua ini adalah preman di sekitar sini dan daerah ini adalah daerah kekuasaan kita!" ucap wanita itu.
"Banyak omong lu! Emang lu pikir kita percaya sama bualan lu itu ha? Kalo emang lu preman disini, coba sebutin nama lu ke kita!" ujar si bos.
"Gua Tania, Tania Putrisari! Dan gue kepala kumpulan preman cantik yang ada di daerah sini, kalo lu gak percaya silahkan aja tanya ke semua preman yang ada disini! Sekarang gue kasih kesempatan sama kalian buat lepasin dia dan pergi, atau gue bakal habisin kalian satu-satu!" ucap wanita itu.
__ADS_1
Mendengar kata-kata dari wanita yang ternyata ialah Tania itu, si bos serta anak buahnya pun tampak khawatir dan panik lantaran memang benar yang ada di hadapan mereka kali ini adalah si jagoan alias ketua preman di daerah sekitar sana.
"Bos, gimana nih bos? Dia Tania anaknya bang Jordi, bisa mampus kita bos!" bisik si anak buah.
"Lepasin dia!" perintah si bos.
"Baik bos!"
Akhirnya mereka semua melepaskan Lyota dan dengan cepat Lyota berlari ke arah Tania untuk menyelamatkan diri, kondisinya saat ini memang cukup parah akibat perkelahian tadi. Lyota pun hampir jatuh tersungkur akibat tidak kuat lagi menopang tubuhnya yang sakit, namun Tania berhasil menahan Lyota agar tidak jatuh disana.
"Lu gapapa?" tanya Tania sambil memegangi tubuh Lyota dan menatap wajahnya.
"Gak kok, gue baik!" jawab Lyota.
"Syukurlah! Sekarang lu udah aman, ada gue sama pacar gue yang bakal lindungin lu dari orang-orang kayak mereka!" ucap Tania sambil menoleh ke arah Revan yang ada di sampingnya.
"Iya, lu tenang aja ya! Gue ini jagoan dan gue pernah menang juara satu mma se-dunia, jadi jangan cemas dan panik ya!" ucap Revan.
"Hah? Kapan gitu?" tanya Tania kaget.
"Yaelah sayang, gausah pake ditanya kali! Kan biar dia ngerasa aman aja gitu, kamu mah gak pengertian banget sih sayang!" ujar Revan ngambek.
Lyota hanya tersenyum saja sambil menguatkan dirinya untuk bangkit dan berdiri tegak, ia masih saja memegangi perutnya yang terasa sakit serta area lehernya itu. Entah mengapa cekikan dari preman tadi seperti masih terasa di lehernya, ia sampai kesulitan untuk menelan saliva dan bernafas dengan lancar saat ini karena rasa sakit tersebut.
Sementara para preman tersebut masih tetap berdiri disana memandang ke arah Lyota dan Tania, sepertinya mereka masih belum rela karena Lyota gadis incaran mereka itu lepas begitu saja. Namun, mereka juga tidak berani menghadapi Tania yang notabene adalah anak angkat dari Jordi dan ditakuti oleh hampir seluruh preman di daerah sana.
"Heh! Kalian ngapain masih pada disitu? Apa kalian belum pada rela dan pengen ngelawan gue? Oke, kalo gitu maju kalian satu-satu sini atau semua sekaligus juga gapapa!" teriak Tania.
"Iya tuh, ayo maju sini lawan kita berdua! Kita ini pasangan serasi yang jago berkelahi, udah lama juga gue gak olahraga!" timpal Revan.
"Kamu ngapain sih kayak gitu segala? Emang kamu bisa berantem?" tanya Tania heran melihat Revan yang loncat-loncat dengan satu tangan maju ke depan sembari memiringkan kepalanya.
"Kamu kok nanya begitu sih? Aku ini jagoan loh sayang, jangan salah!" ucap Revan.
"Iyain aja deh!" cibir Tania.
"Eee Tania, kita gak gak mau ngelawan lu kok! Kita cuma penasaran aja, kenapa sih lu mau tolongin dia?" ucap si bos preman.
__ADS_1
"Lu tanya kenapa? Ya karena gue gak mau ngeliat sesama cewek menderita, apalagi kalian semua juga udah beraksi di daerah kekuasaan gue! Sekarang kalian semua cepat pergi sebelum gue berubah pikiran dan bakal habisin kalian!" ucap Tania.
"Eh tunggu!" ucap Lyota menahan preman-preman yang ingin pergi itu.
"Kenapa?" tanya Tania heran.
"Mereka belum balikin harta nyokap gue, tadi mereka tuh nodong nyokap gue di jalan!" jelas Lyota.
"Ohh, yaudah balikin sini harta milik nyokap nya dia!" ucap Tania pada preman-preman itu.
"Iya..."
"Cepet! Dan semuanya harus kalian balikin! jangan ada yang ditilep atau apa!" bentak Tania.
Akhirnya preman-preman itu menurut dan terpaksa menyerahkan harta yang mereka rampas dari Anggi sebelumnya pada Tania, Tania menoleh ke arah Lyota untuk bertanya apakah semua harta milik Anggi sudah dikembalikan atau belum.
"Heh, ini semuanya punya nyokap lu udah dibalikin kan? Atau masih ada yang kurang?" tanya Tania pada gadis di sampingnya itu.
"Eee iya udah kok, ini semua yang tadi mereka ambil dari nyokap gue di jalan sana!" jawab Lyota.
"Oke, nih lu ambil lagi dan kasih nyokap lu! Terus kalian semua cepat pergi sana, awas aja kalo gue lihat kalian masih sering operasi di daerah kekuasaan gue!" ucap Tania.
"I-i-iya Tania...."
Para preman tersebut pun lari terbirit-birit menjauh dari Tania dengan perasaan takut, mereka beruntung kali ini karena tidak terkena hantaman dari Tania yang dikenal jago berkelahi itu. Sedangkan Tania masih disana dan tersenyum sembari menoleh ke arah kekasihnya, senyuman Tania pun dibalas juga dengan senyuman oleh Revan sang kekasih.
"Eee makasih ya! Kalian udah tolongin gue dan bantuin gue buat ambil harta nyokap gue ini, sekali lagi makasih!" ucap Lyota.
"Sama-sama, tapi serius kan lu gapapa?" tanya Tania masih khawatir.
"Iya, gue gapapa kok. Oh ya, kenalin nama gue Lyota!" ucap Lyota mengenalkan diri sembari mengulurkan tangan ke arah Tania.
"Salam kenal Lyota, gue Tania!" ucap Tania.
Mereka berdua pun bersalaman disana dan saling menatap satu sama lain sambil tersenyum.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...