Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 230 (Lionel ganas)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 173


(Lionel ganas)


...•...


...•...


Lionel pulang ke rumahnya di malam yang dingin dengan hujan mengguyur cukup deras, ia masuk ke dalam kamar lalu menghampiri istrinya yang sedang duduk di depan kaca, Lionel tersenyum ketika melihat Rianti disana kemudian menutup pintu.


Sementara Rianti juga tampak tersenyum melihat suaminya sudah pulang dan masuk ke kamar, ia langsung berdiri menyambut Lionel lalu membantu suaminya itu membuka jas serta dasi yang dikenakannya sembari sesekali menggodanya.


"Mas, gimana kerjaan kamu di kantor hari ini? Baik-baik aja kan, gak ada yang bermasalah?" tanya Rianti sembari melepas jas milik suaminya.


"Gak ada kok, semuanya lancar!" jawab Lionel tersenyum sambil mengusap kepala Rianti.


"Syukur deh, kamu pasti kedinginan ya? Di luar kan lagi hujan, kamu mau aku buatin teh hangat atau wedang jahe gak mas?" ucap Rianti.


"Umm, aku mau dipeluk sama kamu aja! Soalnya itu lebih bikin hangat, dibanding minuman yang kamu sebutin barusan!" ucap Lionel menggoda sang istri.


"Ah kamu bisa aja, yaudah sini aku peluk!" ucap Rianti merentangkan tangannya.


Mereka pun berpelukan erat disana, Lionel melempar jasnya ke sofa lalu membawa tubuh Rianti ke atas ranjang sambil terus memeluknya. Ia membelai rambut istrinya, kemudian mulai bergerak menindih tubuh sang istri di atas ranjang.


"Kamu semakin cantik aja, bikin aku selalu gak bisa tahan diri kalau lihat kamu!" ucap Lionel.


"Mas, kamu kan cuma minta dipeluk tadi!" ucap Rianti.


Lionel tersenyum sembari menaikkan kedua alisnya, tanpa aba-aba ia mencengkram erat dua tangan istrinya lalu menaruhnya di atas kepala Rianti.

__ADS_1


"Mumpung lagi hujan, paling pas kalo kita bercocok tanam!" ucap Lionel.


"Enggak mas, aku kan lagi hamil! Jadi mending kamu kurangi dulu ya permainan kita, aku takut banyak guncangan terus nanti si junior calon anak kita jadi kurang nyaman di perut aku!" ucap Rianti.


"Iya sih, kamu bener juga! Yaudah, aku cuma mau cium sama peluk kamu aja kok!" ucap Lionel.


Lionel mengurungkan niatnya untuk mengunboxing istrinya disana, karena ia tak mau calon anak ketiganya nanti akan terkena guncangan dan terjadi sesuatu yang tak diinginkan oleh mereka, biar bagaimanapun anak itu sangat berarti baginya.


Namun, demi menuntaskan nafsuunya yang sudah menggebu-gebu itu, Lionel pun mencumbui seluruh area wajah Rianti termasuk bibirnya yang indah dan terasa manis itu. Perlahan ciumannya turun ke leher dan meninggalkan beberapa jejak disana.


"Eengghh..." lenguhan terdengar dari mulut sang istri membuat Lionel semakin bersemangat menciumi tiap inci area leher Rianti.


Kini mereka bertukar posisi, Rianti berada di atas tubuh suaminya dan kembali bercumbu dengan Lionel sembari perlahan membuka kancing kemeja sang suami satu persatu. Bibir mereka terus beradu dan masing-masing lidah juga bermain disana.


Rianti pun mulai menciumi bagian dada suaminya setelah berhasil membuka seluruh kancing kemeja Lionel, sedangkan Lionel tampak terpejam sembari meremass rambut sang istri menahan nikmat akibat permainan Rianti di atas tubuhnya.


Wanita itu dengan lihai memainkan titik sensitif milik suaminya membuat Lionel sedikit mengerang, ia menyesap, mengulum dan memelintirnya secara bergantian lalu kembali melumatt bibir sang suami yang masih memejamkan mata.


Perlahan Rianti kembali bergerak turun, kali ini wajahnya sudah ada tepat di depan celana Lionel yang menghalangi pandangannya untuk bisa melihat milik suaminya disana. Tanpa basa-basi, Rianti membuka celana yang dikenakan Lionel itu.


"Good, baby!"




"Mas, kamu kenapa senyum gitu? Ada yang aneh sama muka aku, apa gimana?" tanya Rianti.


"Kamu juga kenapa senyum? Aku mah senyum karena kaget pas buka mata ternyata ada wanita cantik di samping aku!" ucap Lionel.


"Bisa aja kamu mas, aku senyum karena lihat kamu senyum duluan!" ucap Rianti.


"Hahaha, good morning sayang! Nyenyak kan tidurnya semalam? Kamu makin ahli aja ya bikin aku puas sampai ketiduran begitu!" ucap Lionel.


"Apa sih, mas?" ujar Rianti tersipu.


"Kita mandi bareng yuk! Semalam kan kita gak sempat mandi, karena dingin banget hawanya jadi males buat mandi!" ucap Lionel.

__ADS_1


"Sekarang juga masih dingin, mas! Kamu duluan aja deh yang mandi, aku nanti-nanti dulu masih mau tidur beberapa menit lagi...." ucap Rianti.


"Yeh jangan dong! Masa kamu mau tidur lagi? Udah, kita mandi berdua aja sambil pelukan nanti supaya gak terlalu kedinginan!" ucap Lionel.


"Ish, mau ngapain lagi kamu ajak aku mandi berdua? Jangan nakal ya mas, masih pagi loh ini!" ucap Rianti.


"Iya sayang, aku kan cuma mau ajak kamu mandi!" ucap Lionel tersenyum.


"Yaudah, bantu aku bangun dong mas!!" ucap Rianti manja sembari mengerucutkan bibirnya.


Lionel yang tergoda langsung menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh bersama, Rianti tampak tersenyum gemas memandangi wajah suaminya yang terlihat lebih tampan dari posisi itu.


Setelah selesai mandi dan berpakaian, Rianti kembali menghampiri suaminya yang juga sudah tampak rapih dan siap untuk berangkat ke kantor.


"Mas, gimana soal sekolahnya Athar? Kamu udah daftarin dia atau belum??" tanya Rianti.


"Oh iya, aku lupa kasih kabar sama kamu! Kemarin kata anak buah aku, dia udah daftarin Athar ke SD dekat sini kok! Kamu tinggal dateng aja kesana dan anterin Athar buat mulai sekolah, tenang aku udah bayarin kok semua biayanya!" jawab Lionel.


"Serius mas?" tanya Rianti.


"Masa aku bohong sih sama kamu? Ya serius dong, nanti aku anterin juga kamu sama Athar berangkat ke sekolahnya besok!" ucap Lionel tersenyum.


"Makasih ya mas, kamu—"


"Ssshhh! Gausah bilang makasih, aku lakuin ini ikhlas untuk bantu Athar yang udah aku anggap sebagai anak kandung aku sendiri!" potong Lionel.


Cupp...


Rianti mengecup wajah suaminya dari samping sambil tersenyum, Lionel terkejut dengan tindakan istrinya itu karena ia tak menyangka kalau Rianti akan mengecupnya secara tiba-tiba.


"Nakal ya kamu, suka mancing-mancing!" ucap Lionel sembari memegangi pipinya.


Akhirnya Lionel langsung bergerak menarik tengkuk Rianti dan mulai melumatt bibir mungil sang istri dengan rakus, Rianti yang terkejut hanya bisa pasrah ketika bibirnya itu diraup begitu saja oleh suaminya.


Percumbuan itu bertambah panas karena satu tangan milik Lionel yang bergerak meremass gundukan Rianti yang masih terbungkus dengan cepat, membuat Rianti melenguh pelan dan membalas gerakan lidah suaminya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2