
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 34
(Percaya)
...•...
...•...
Rianti ngambek dan tidak mau bertemu dengan suaminya karena tercium wangi parfum wanita di kemeja milik Lionel saat mereka bercengkrama tadi.
Lionel berusaha membujuk istrinya itu, akan tetapi Rianti terlanjur kesal dan mengunci dirinya di kamar sehingga Lionel tidak bisa masuk kesana menyusulnya.
TOK TOK TOK....
"Sayang, Rianti kamu dengerin penjelasan aku dulu dong sayang! Aku gak ada sama sekali punya niat selingkuh dari kamu sayang, ayolah Rianti buka pintunya biarin aku masuk!" ucap Lionel meminta Rianti membukakan pintu, ia terus mengetuk-ngetuk pintu itu cukup keras agar Rianti mau membukanya.
Tak ada jawaban dari Rianti di dalam, Lionel pun yakin kalau istrinya itu sedang menangis akibat bau parfum yang menempel di kemejanya itu.
"Ini semua gara-gara Shani, kenapa sih dia selalu aja muncul di kehidupan ku?" gumam Lionel mengusap wajahnya kasar merasa bersalah pada Rianti.
Ceklek... tak lama kemudian pintu terbuka, Lionel pun langsung sumringah melihat istrinya itu mau membuka pintunya.
"Sayang, akhirnya kamu mau buka juga! Tolong sayang dengerin penjelasan aku dulu ya, ini tuh gak seperti yang kamu pikirin sayang! Aku gak pernah selingkuh dari kamu, ada niat aja enggak sayang karena aku cinta sama kamu!" ucap Lionel ketika Rianti keluar membuka pintu, ia tampak memohon-mohon pada istrinya agar mau mendengar penjelasan darinya.
__ADS_1
"Yaudah kamu jelasin aja mas, aku dengerin kok! Bau parfum siapa itu, terus ada hubungan apa kamu sama pemilik parfum itu? Kenapa bau parfumnya bisa sampai menempel di baju kamu, apa kamu peluk-peluk dia??" ujar Rianti langsung melontarkan pertanyaan yang menyulitkan bagi Lionel, dari tatapannya wanita itu tampak kecewa pada suaminya.
"Oke oke aku jawab semua pertanyaan kamu itu ya, tapi kita bicara di dalam supaya bisa lebih enak! Yuk sayang kita masuk lagi!" ucap Lionel mengajak Rianti berbicara di dalam kamar agar mereka tidak berdiri terus.
Rianti menurut lalu membalikkan badannya dan masuk ke kamar, sedangkan Lionel berdiam sejenak memikirkan bagaimana ia akan menjelaskan itu pada istrinya tentang Shani wanita yang ia cintai dahulu.
Sesudah keduanya masuk ke kamar, Lionel langsung mengunci pintunya agar Rianti tidak keluar kamar kalau ngambek lagi nanti.
Mereka berdua duduk di pinggir ranjang berdampingan tapi tidak saling memandang, Rianti memilih menghadap ke kiri tak mau melihat wajah suaminya.
"Sayang, jangan ngambek lagi ya! Aku tuh setia sama kamu gak mungkin aku tega khianati kamu sayang!" ucap Lionel sebagai kalimat pembuka, tangannya ia taruh di pundak Rianti namun istrinya itu langsung menyingkirkan tangannya.
"Kalau emang benar begitu, yaudah sekarang kamu jelasin aja mas ke aku! Bau parfum siapa yang ada di baju kamu itu?" ujar Rianti menatap sekilas ke arah Lionel walau akhirnya ia kembali membuang muka.
Lionel pun kebingungan harus bicara apa, ia menghela nafasnya kasar sambil menggaruk-garuk hidungnya padahal tak gatal.
"Kenapa mas, kok kayak kebingungan gitu? Mau cari alasan buat bohong ya? Aduh emang kamu ya mas sukanya bohong terus sama aku, pantesan aja kemarin kamu bersikap baik sama aku dan anak-anak ngajak kita makan siang di restoran mahal... eh ternyata kamu selingkuh di belakang aku, aku gak nyangka kamu bakal begini mas sama aku! Aku pikir kamu beda loh dari laki-laki lainnya, tapi ternyata sama aja! Sama sama gak bisa dipegang omongannya!" ucap Rianti.
Lionel tersentak dengan ucapan Rianti, ia merasa telah mengkhianati istrinya dengan sering bertemu Shani saat di kantor.
Karena tak ada jawaban dari suaminya itu, Rianti pun kesal dan langsung bangkit dari duduknya.... ia hendak pergi, namun Lionel langsung mencegahnya.
"Tunggu sayang! Kamu jangan pergi dulu, aku kan belum jelasin semuanya!" ucap Lionel mencengkeram tangan Rianti lalu memaksa istrinya itu untuk kembali duduk.
"Kenapa lagi sih mas? Kamu aja cuma diem daritadi padahal aku udah kasih kesempatan buat kamu jelasin semuanya ke aku, terus pas giliran aku mau pergi malah kamu cegah! Kamu maunya tuh apa sih mas...??" tanya Rianti kesal dengan tingkah suaminya itu.
"Iya iya maaf sayang, aku bakal jelasin deh kali ini aku janji gak akan diem lagi! Tapi kamu jangan ngambek terus ya, aku jadi bingung jelasinnya kalau kamu ngambek begini!" ucap Lionel berusaha membujuk istrinya sambil mencium punggung tangan Rianti.
Rianti masih tak mau menatap wajah suaminya, bahkan ia menarik tangannya yang sedang dicium oleh Lionel secara paksa.
"Udah buruan jelasin, gausah banyak drama deh mas aku gak punya waktu buat itu!" ucap Rianti dengan nada kasar.
__ADS_1
"Oke, aku jelasin semuanya...." ucap Lionel pelan, ia mengambil nafas dalam-dalam sebelum akhirnya melanjutkan perkataannya itu. "Bau parfum ini tuh milik sekretaris aku di kantor, tadi dia kesandung setelah kasih berkas ke ruangan ku... karena reflek ya aku tahan tubuh dia supaya gak jatuh, itu kenapa di kemeja aku ada bau parfum wanita!" sambungnya mengatakan kebohongan.
Mendengar penjelasan dari suaminya, Rianti kini mau menoleh walau masih dengan tatapan curiga dan tampak kekesalan di matanya.
"Bener cuma begitu? Aku kok kurang percaya ya sama kata-kata kamu mas, rasanya kayak ada yang lagi kamu tutupin dari aku??" ujar Rianti masih menaruh curiga pada Lionel.
Lionel merasa dag dig dug ser saat ini, ia panik karena memang ucapannya tadi adalah kebohongan agar sang istri tidak marah padanya.
"I-i-iya benar kok sayang, emang itu yang terjadi tadi di kantor! Gak ada lagi kok yang aku tutupin dari kamu, buat apa juga kan aku tutupin sesuatu dari kamu sayang?? Ayolah percaya sama suami kamu, dari awal kan kita udah janji buat saling percaya!" ucap Lionel menggenggam tangan istrinya itu.
Rianti pun sempat memejamkan mata sejenak menahan tangisnya, barulah kemudian ia bicara dan mau memaafkan serta percaya pada perkataan suaminya itu.
"Yaudah, kali ini aku percaya sama kamu mas! Tapi, kalau kamu ketahuan berbohong dan ternyata ada yang kamu sembunyiin di belakang aku.... aku gak akan tinggal diam mas, aku pasti bakal langsung tinggalin kamu!" ucap Rianti mengancam suaminya.
"Iya sayang, kamu bisa percaya sama aku kok! Gak ada yang aku tutupin dari kamu, aku kan sayang banget sama kamu..." ucap Lionel menghibur istrinya dengan membelai rambut wanita itu sambil mengecup pipinya.
Rianti masih bersikap dingin tanpa ekspresi, walau Lionel sudah berusaha untuk membuatnya tersenyum.
"Senyum dong sayang! Aku kan udah jelasin semuanya ke kamu, ayolah jangan ngambek lagi gak enak loh kalo dilihat anak-anak nanti! Lagian kamu kalo senyum itu kecantikannya meningkat 100% tau!" ujar Lionel.
Rianti menatap mata suaminya lalu tersenyum sedikit, ia masih malu-malu untuk tersenyum pada suaminya karena mereka baru baikan.
"Nah gitu dong, aku jadi senang kalau lihat kamu senyum begini... makasih ya sayang udah mau percaya sama aku, aku janji gak akan khianati kepercayaan dari kamu ini!" ucap Lionel kemudian mengecup lagi pipi Rianti.
"Kok pipi ku terus mas yang dicium?" tanya Rianti menggoda suaminya, setelah baikan Rianti jadi mulai seperti biasanya.
"Hahaha, kalau bagian yang lain nanti aja setelah kita pulang belanja! Kasihan Athar sama Christy nungguin di bawah, yuk kita turun lagi!" ucap Lionel tersenyum.
Rianti pun membalas senyuman Lionel sambil mengangguk-angguk pelan, mereka bergandengan tangan lalu jalan keluar dari kamar.
"Syukurlah kamu mau percaya sama aku sayang, maafkan aku yang masih belum bisa jujur sama kamu soal Shani... aku cuma takut kamu bakal kecewa dan marah sama aku kalau tau tentang Shani!" gumam Lionel.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...