Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 227 (Nurut aja!)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 170


(Nurut aja!)


...•...


...•...


Tania dan Revan masih berkutat di jalanan dengan mobil mereka, sudah sekitar satu jam-an mereka mengelilingi kota demi mencari Rania dan menemukan keberadaan gadis itu. Akan tetapi, hingga kini tak ada kejelasan ataupun petunjuk tentang keberadaan Rania.


Sontak Tania semakin dibuat panik karena waktu sudah menjelang malam, bahkan matahari juga hampir terbenam menandakan malam akan segera tiba, namun ia belum berhasil menemukan Rania dan membawa adiknya itu pulang ke rumah dengannya lagi seperti sebelumnya.


"Sayang, kamu jangan sedih ya! Aku bakal terus cari Rania sampai ketemu, tapi sekarang aku antar kamu pulang ke rumah ya?" ucap Revan.


"Hah? Aku gak mau pulang, Van! Aku masih mau cari Rania sampai ketemu, aku gak bisa diem aja di rumah kalau Rania belum ketemu!" ucap Tania.


"Hey, jangan keras kepala! Aku anterin kamu pulang, nanti biar aku aja yang lanjut cari Rania! Aku gak mau kamu semakin pusing, jangan ngeyel sayang! Aku tuh peduli sama kamu!" ucap Revan tegas.


"Tapi Van, aku pengen temuin Rania! Aku mau bantu kamu buat cari dia, please!" ucap Tania.


"Gak! Kondisi kamu gak memungkinkan, aku ini dokter dan aku tau itu! Sebaiknya kamu pulang dan tunggu di rumah, aku akan bawa Rania ketemu sama kamu disana!" ucap Revan.


"Aku gak kenapa-napa, Van! Aku sehat dan aku bisa temenin kamu, jangan halangin aku dong!" ucap Tania masih terus memohon pada Revan.


"Sayang, dengerin aku ya! Nurut aja sama aku, sekarang kamu pulang dulu dan tunggu di rumah! Aku gak mau kamu kenapa-napa, daritadi aku lihat kamu selalu pegangin kepala kamu! Itu pertanda kalau kamu lagi gak baik-baik aja, kita putar arah sekarang dan pulangin kamu!" ujar Revan.


"Tapi—"


"Aku gak terima penolakan! Ini demi kebaikan kamu juga, wajah kamu semakin pucat sayang!" potong Revan dengan nada keras.

__ADS_1


"Yaudah, aku mau nurut sama kamu! Tapi, kamu harus janji sama aku kalau kamu bisa bawa Rania pulang ke rumah!" ucap Tania.


"Ya, aku janji kok!" ucap Revan menatap wajah Tania.


Tania pun mengacungkan jari kelingkingnya ke arah Revan seraya menatap wajah pria itu, seketika Revan tercengang tak mengerti apa yang dilakukan Tania saat ini, sedangkan Tania terus menggerakkan kelingkingnya ke atas dan ke bawah.


"Ngapain sih?" tanya Revan heran.


"Kamu harus janji sama aku, kalau kamu bakal bawa Rania pulang ke rumah aku!" jawab Tania.


"Iya, aku janji! Udah kan?" ucap Revan.


"Ish kamu, ya kamu kaitin dulu kelingking kamu ke punya aku sekarang! Biar aku bisa lebih percaya sama kata-kata kamu, paham?" ujar Tania.


"Ohh, ngapain pake begitu segala?" tanya Revan.


"Ya biar seru aja, udah buruan ah!" ujar Tania.


"Iya iya...."


Revan pun menautkan jari kelingkingnya dengan kelingking milik Tania disana, lalu mereka tampak menampakkan senyum dan saling menatap satu sama lain, Revan menghela nafas sejenak lalu bergerak menarik tengkuk Tania ke dekatnya.


Pria itu mengecup kening gadisnya singkat lalu mengusap bekas kecupannya dengan lembut, barulah Revan melepas jari kelingkingnya dari milik Tania dan kembali melajukan mobilnya, namun kali ini ia mengarahkan mobil menuju rumah Tania untuk mengantar gadis itu pulang.


"Makasih, semoga kamu bisa tepatin janji ya!" ucap Tania tersenyum tipis.


"Ya, kamu tenang aja sayang!" ucap Revan melirik sekilas ke arah Tania, lalu tersenyum singkat.


...•••...


Disisi lain, Reno masuk ke dalam kamar putrinya menghampiri Lyota yang tengah memeluk Tania kecil sembari berusaha menghibur putrinya itu, Reno melangkahkan kaki sambil tersenyum lalu perlahan mendekati Lyota serta Tania disana.


Lyota yang melihat kemunculan Reno pun tampak khawatir kalau Tania akan kembali bersedih, namun ia tentu tak bisa menahan Reno yang ingin masuk ke dalam, karena ia juga bukan siapa-siapa disana dan statusnya hanya sebagai tamu di rumah itu.


"Sayang..." ucap Reno sambil duduk di samping putrinya dan menyentuh punggung Tania pelan.


Tania justru menjauh dari papanya dan memeluk erat tubuh Lyota di sampingnya tanpa mau menoleh ke arah Reno yang sudah mendekatinya, nampaknya Tania masih belum bisa memaafkan papanya itu yang sudah memaksanya mengganti nama.

__ADS_1


"Hey, kamu kok malah ngejauh sih?" tanya Reno.


"Papa jangan deketin aku! Aku gak mau deket-deket sama papa dulu, sana pergi pah!" ucap Tania kecil mengusir papanya dengan tegas.


"Sayang, papa minta maaf! Papa ngaku papa salah, harusnya papa gak paksa kamu!" ucap Reno.


"Udah sana pah, pergi! Aku gak mau dideketin sama papa lagi, aku gak mau lihat papa dulu sekarang!" ucap Tania kecil masih emosi.


Reno tampak sedih dengan perkataan putrinya barusan, ia memalingkan wajah sembari menggaruk dagunya sambil sesekali masih melirik ke arah Tania yang tengah berada dalam pelukan Lyota, ia menatap mata Lyota meminta bantuan namun gadis itu malah menggeleng tidak tahu juga harus apa.


Tentu saja Reno semakin dibuat sedih sekaligus bingung memikirkan cara untuk membujuk putrinya agar mau memaafkan dirinya, ia tak mau jika Tania terus-terusan membencinya seperti sekarang dan tidak mau didekati olehnya bahkan mengusirnya dari dalam kamar itu.


"Tania, kamu jangan begitu dong sama papa kamu! Kan papa kamu tuh udah minta maaf, harusnya kamu maafin dong!" ucap Lyota lembut sembari mengelus punggung Tania kecil.


"Tapi kak, papa itu nyebelin banget! Aku masih kesel sama papa, aku gak mau maafin papa untuk sekarang!" ucap Tania kecil.


"Hey, jangan gitu lah sayang! Dengerin kakak, Tania emangnya mau ngeliat papa Tania itu sedih gara-gara Tania gak mau maafin papanya Tania?" ucap Lyota tersenyum sambil mencolek pipi Tania.


"Gak mau, kak!" jawab Tania kecil.


"Nah kan, yaudah sekarang Tania bicara gih sama papa Reno terus bilang kalau Tania udah maafin papa Reno!" ucap Lyota.


"Umm.... iya deh kak, aku ngikutin aja kata-kata kakak!" ucap Tania kecil tersenyum.


Akhirnya Tania mau menoleh ke arah papanya dan tersenyum, ia melepas pelukannya dari Lyota lalu mendekati papanya secara perlahan sembari memandang wajah Reno, sesekali ia menoleh ke belakang menatap Lyota meminta saran.


"Pah!" ucap Tania pelan.


"Eh, iya sayang!" ucap Reno tersenyum tipis.


"Maafin aku ya, pah! Harusnya aku gak bicara begitu sama papa tadi, aku nyesel pah!" ucap Tania kecil menunduk menyesali perbuatannya.


"Gapapa sayang, papa juga minta maaf ya!" ucap Reno tersenyum sembari mengusap puncak kepala putrinya dengan lembut.


"Iya pah,"


Tania tersenyum renyah lalu memeluk papanya dari samping dengan cukup erat, Reno yang kaget justru merasa senang karena putrinya mau memeluknya kembali, ia pun mengusap-usap punggung Tania sembari menatap wajah Lyota dan tersenyum.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2