
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 120
(Mulai terkuak)
...•...
...•...
Tania pun keluar dari rumah Jordi setelah ia tak berhasil mendapatkan informasi apa-apa dari ayah angkatnya itu, ya tapi ia tetap membawa foto kecil Rania yang barangkali bisa ia gunakan untuk menemukan sang mama kandung dari adiknya itu. Tania sudah minta izin dan ternyata kebetulan Jordi juga mengizinkannya karena dia juga pengen Rania ketemu sama keluarga kandungnya, tentu mereka berdua ingin yang terbaik untuk Rania saat ini.
Setelahnya, Tania berpamitan pada Jordi yang mengantarnya sampai ke depan rumah lalu masuk ke dalam mobilnya dengan pintu yang sudah terbuka karena dibukakan oleh Jono yang standby di depan sana menunggu nona nya keluar dari rumah Jordi. Tak lupa Tania melambaikan tangan ke arah Jordi sebagai tanda selamat tinggal dan dibalas dengan senyuman oleh Jordi, gadis itu pun memerintahkan supirnya untuk segera melaju pergi.
"Pak, kita jalan sekarang!" ucap Tania sembari memandang foto kecil Rania di tangannya.
"Baik, non!" ucap Jono lantang.
Mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah Jordi, sedangkan Jordi sendiri memilih masuk kembali ke dalam setelah mobil Tania tak lagi terlihat wujudnya. Jordi berniat untuk beberes di rumahnya karena sejak tak ada Rania disana rumah itu jadi semakin berantakan, ya Jordi memang jarang bersih-bersih termasuk nyapu.
TOK TOK TOK...
Secara tiba-tiba pintu depan rumahnya terketuk dari luar dan membuat Jordi mengurungkan niatnya untuk mengambil sapu serta kain pel, ia pun melangkah kembali ke depan untuk membukakan pintu sekaligus mengecek siapa yang datang.
Sungguh terkejut dirinya begitu melihat Cakra bersama beberapa anak buahnya yang ternyata datang kesana dan tengah berdiri di depan pintu menunggu ia keluar, ya Jordi mengintip sekilas melalui jendelanya karena ia selalu waspada akan bahaya yang bisa saja menimpa dirinya.
"Mau ngapain ya bos Cakra sama anak buahnya pada ke rumah gue?" batin Jordi bertanya-tanya.
Ceklek...
__ADS_1
Akhirnya karena merasa tak ada salah dan tak mungkin juga Cakra memukulinya tanpa sebab, Jordi pun memilih membuka pintu dan menyambut kedatangan mantan bosnya itu.
"Wah si bos dateng, ada apa nih bos?" ujar Jordi sambil tersenyum pura-pura tenang.
"Gausah basa-basi lagi, gue kesini mau tanya satu hal sama lu!" ucap Cakra dengan lantang.
"Oh ya, silahkan! Eee... tapi apa bos gak mau duduk dulu di dalam, pegel loh disini?" ujar Jordi menawarkan Cakra masuk ke dalam rumahnya.
"Gak perlu, langsung aja jawab pertanyaan dari gue sekarang dan saat ini juga!" ujar Cakra tegas.
"Baik bos, pertanyaan apa ya bos?" tanya Jordi.
"Apa benar 8 tahun lalu, lu temuin anak bayi di sungai Cisadane dan bawa dia pergi dari sana?" ucap Cakra.
"Hah??"
Jordi terkejut disertai mulutnya yang menganga mendengar pertanyaan dari mantan bosnya itu, ia tidak mengerti darimana Cakra bisa tahu tentang itu dan apa maksud serta tujuan Cakra menanyakan hal tersebut padanya.
"Kok bos bisa tahu??" ujar Jordi terheran-heran.
"Udah jawab aja, apa itu benar...??!!" bentak Cakra.
"Dimana tas parcel itu sekarang? Apa lu masih nyimpen??" tanya Cakra.
"Waduh gue lupa bos, tapi bentar deh coba gue cari dulu di dalam!" ucap Jordi.
"Oke, buruan!" pinta Cakra.
Jordi pun masuk ke dalam rumahnya mencari tahu apakah ia masih menyimpan tas parcel yang ia temukan mengambang di sungai 8 tahun lalu dengan bayi Rania berada di dalamnya.
"Aha! Ternyata masih gue simpan disini, kenapa tadi gue gak kasih ini ke Tania ya?" ujar Jordi.
Akhirnya Jordi bangkit dan kembali ke depan menemui Cakra yang masih menunggu disana sambil membawa tas parcel di tangannya sesuai permintaan Cakra.
"Ini bos, tas parcel nya..." ucap Jordi.
__ADS_1
Dengan cepat Cakra meraih tas parcel itu dari tangan Jordi dan melihat bentukannya, ia syok saat melihat sebuah jepit rambut khas milik putrinya masih tertempel disana.
"Benar ini... ini milik Velove..." ucap Cakra spontan sembari mengambil jepit rambut itu.
"Velove siapa bos?" tanya Jordi heran.
"Heh, dimana sekarang anak bayi itu? Pasti dia masih sama lu kan, Jordi?" ujar Cakra mendadak heboh.
"Kenapa sih, bos? Apa hubungan lu sama anak bayi yang gue temuin di sungai Cisadane 8 tahun lalu? Kenapa lu sampai kayak gini?" tanya Jordi masih terheran-heran melihat sikap mantan bosnya.
Cakra terdiam sejenak mengatur nafasnya yang mulai tak karuan karena sangking bahagianya dapat menemukan petunjuk tentang keberadaan anak dari hasil hubungan terlarangnya dengan Velove.
"Anak bayi itu, cucu gue..." jawab Cakra tegas.
Jordi pun tercengang hebat tak menyangka kalau Rania ternyata cucu dari mantan bosnya padahal bohong, matanya menelisik heran kalau selama ini anak yang dirawatnya adalah cucu Cakra dan sebenarnya ia sering bertemu dengan kakek kandung putrinya itu.
•
•
Dari sisi lain, seorang pemuda tampan tampak memperhatikan Cakra dan yang lainnya di depan rumah Jordi sembari mendengarkan obrolan mereka melalui alat penyadap yang sudah ia pasang pada jas milik Cakra melalui Ratih sang wanita sewaan Cakra.
Dengan dipasangnya alat itu tentu saja pemuda yang tak lain adalah Rizky ini bisa mendengarkan semua pembicaraan yang diucapkan oleh Cakra maupun lawan bicaranya, ia tampak serius mendengarkan obrolan itu sembari tatapannya terus mengarah pada sosok Cakra dan anak buahnya di depan sana.
"Untung aja cewek itu mau bersekongkol sama gue, jadinya sekarang gue bisa selidiki Cakra dengan lebih mudah!" gumam Rizky tersenyum licik.
Matanya sedikit terbelalak mendengar obrolan antara Cakra dengan Jordi disana, apalagi ketika Cakra mengatakan bahwa anak yang ditemukan Jordi di sungai adalah cucunya. Namun, Rizky masih sedikit bingung tak mengerti lantaran ia juga belum tahu banyak tentang siapa anak angkat Jordi itu.
"Cucunya, Cakra? Siapa yang dimaksud ini dan kenapa sepertinya Cakra begitu ingin menemukan dimana cucunya? Ah sebenarnya ini gak terlalu penting buat gue, karena gue gak perduli soal identitas keluarga dia!" gumam Rizky meracau.
Ya Rizky sedikit kesal memang karena sampai sejauh ini informasi yang ia dapatkan bukanlah mengenai kasus penggelapan dana yang diduga dilakukan oleh Cakra, justru malah kebanyakan informasi tentang keluarga Cakra termasuk kali ini cucu dari mafia tua tersebut.
"Sepertinya obrolan mereka gak akan membahas soal kasus itu, percuma juga gue terus dengerin! Gak ada faedahnya buat gue sama sekali, malah nantinya bikin baterai hp gue abis..." batin Rizky.
Karena tak mendapat informasi apa-apa tentang kasus yang ia selidiki, akhirnya Rizky malah mematikan ponselnya demi menjaga baterainya agar tidak habis dan bisa terus digunakan nanti.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...