
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 176
(Senyum lagi)
...•...
...•...
"Heh, Velove!"
Suara wanita memanggil namanya membuat Velove terkejut lalu reflek menoleh ke asal suara, begitupun dengan Rizky yang juga sama terkejutnya dengan Velove ditambah lagi saat melihat siapa wanita tersebut yang memanggilnya.
Ya wanita itu adalah Tania yang emosi pada kelakuan Velove karena sudah membawa Rania adiknya itu pergi secara diam-diam, Tania berdiri tepat di hadapan Velove serta Rizky lalu menatap mereka secara bergantian dengan mata menyala emosi.
"Berani banget lu, udah bawa Rania pergi gitu aja tanpa seizin dari gue!" ucap Tania.
"Emangnya lu siapa? Kenapa gue harus izin sama lu cuma buat bawa pulang putri gue? Lu aja gak ada hubungan apa-apa sama Rania, jadi lu gak berhak ngelarang gue buat bawa Rania!" ucap Velove.
"Kurang ajar lu! Berani banget lu langgar perjanjian kita, gue gak akan pernah kasih izin sama lu buat bawa Rania lagi walau sekedar ajak dia jalan-jalan!" ucap Tania emosi.
"Lu gak bisa larang-larang gue begitu! Gue ini ibu kandungnya Rania, jadi gue berhak mau bawa Rania kemanapun yang gue suka! Justru lu yang harusnya ngaca dan menjauh dari Rania, karena lu itu bukan siapa-siapanya Rania!" ujar Velove.
"Ohh, lu nantangin gue? Lu mau cari ribut sama gue apa gimana sih, ha?" ujar Tania.
Tania yang sudah dibuat emosi langsung hendak ingin menghampiri Velove di hadapannya itu dan memukulnya, namun Revan berhasil dengan cepat menahan gadisnya untuk tidak membuat kegaduhan disana dan mendekapnya dari belakang.
"Tania, jangan!" pinta Revan.
"Ish, lepasin! Van, aku harus kasih pelajaran ke dia supaya gak berbuat seperti ini lagi! Aku gak mau kalau dia sampe nekat bawa Rania pergi jauh dari aku!" ucap Tania berusaha berontak.
__ADS_1
"Enggak, kamu tenang dulu! Jangan bikin keributan disini, ini itu tempat sekolah dan banyak anak-anak yang ada disini!" ucap Revan.
Tania berhasil tenang setelah melihat banyak anak-anak SD yang datang kesana melewatinya bahkan ada yang meliriknya, ia tidak jadi memukul Velove dan tetap disana bersama Revan yang masih mendekapnya erat.
Namun, kehadiran Rizky di samping Velove membuat Tania kembali emosi. Gadis itu mengira kalau Rizky bersekongkol dengan Velove untuk membawa Rania pergi darinya, ia pun langsung mencecar Rizky dengan pertanyaan mengenai hal itu.
"Rizky, lu ngapain disini ya? Apa lu udah kerjasama sama perempuan ini buat bawa Rania pergi, iya? Pantes aja lu kemarin gak mau kasih tau ke gue dimana Rania, ternyata lu sekongkol sama dia!" ucap Tania emosi.
"Hey, jangan salah paham dulu! Justru gue yang minta Velove buat bawa Rania kesini, supaya bisa ketemu lagi sama lu!" ucap Rizky.
"Tania, udah jangan emosi!" bisik Revan di telinga gadisnya berusaha menenangkan Tania.
Akhirnya Tania berbalik badan lalu pergi dari sana meninggalkan Velove serta Rizky disana, ia masuk ke dalam mobil Revan dengan perasaan kesal serta emosi pada Velove, ia merasa kalau Rania tak aman jika ditinggal sendirian di sekolah.
Revan pun menyusul gadisnya ke mobil dan berbicara dengan Tania disana, ia berharap kalau Tania tidak marah lagi padanya sekaligus mau memaafkan kelakuan Velove, karena memaafkan itu sifat yang mulia.
Sementara Velove juga memilih pergi menuju mobilnya yang terparkir di dekat sana, akan tetapi Rizky mencekal lengannya dan membuat Velove tidak bisa pergi, tentu gadis itu geram dengan tindakan Rizky barusan.
"Lu apaan sih? Gue mau pulang, jangan tahan gue!" bentak Velove emosi.
"Gue ikut! Gue harus pastiin lu gak datang kesini lagi dan bawa Rania kayak kemarin, paham?" ucap Rizky.
"Udah gausah bawel, ini demi kebaikan lu juga! Supaya Tania gak makin kecewa sama lu, udah sini kasih ke gue kunci mobil lu!" ucap Rizky.
"Gak mau, gue bisa pulang sendiri!" ucap Velove.
"Jangan bandel!"
Rizky mengambil paksa kunci mobil Velove dari tangan gadis itu, ia pun membuka pintu mobilnya lalu meminta Velove masuk kesana, sedangkan ia sendiri jalan memutari mobil lalu masuk dan duduk di kursi kemudi samping Velove.
•
•
Revan dan Tania masih di dalam mobil yang terdiam karena belum dinyalakan mesinnya, Revan masih ingin berbicara dengan Tania untuk berusaha menghibur gadisnya itu, Revan juga tak mau jika Tania terus saja cuek padanya seperti ini.
Sementara Tania tetap membuang muka tak mau menatap wajah Revan walau saat ini Rania sudah berhasil ditemukan, nampaknya Tania masih agak kesal pada Revan sekaligus juga emosi kepada Velove yang tadi ia temui di depan sekolah Rania.
__ADS_1
"Sayang, nengok sini dong!" ucap Revan tersenyum sembari menggenggam tangan gadisnya dan mencolek pipi Tania yang menggemaskan itu.
"Lepasin!" Tania menarik paksa tangannya dari genggaman Revan dengan penuh emosi.
"Sayang, kamu kok masih marah sih sama aku? Kan Rania udah ketemu barusan, dia juga baik-baik aja kan? Udah dong marahnya, aku gak bisa diginiin terus sama kamu!" rengek Revan.
"Gausah lebay! Aku tuh bukan marah sama kamu, aku lagi emosi sama Velove itu!" ucap Tania.
Mendengar perkataan gadisnya membuat Revan tersenyum senang, ia pun kembali meraih tangan Tania lalu mengecupnya lembut sembari mengusap puncak kepala Tania disana, ia senang karena ternyata Tania bukan marah padanya lagi.
"Kamu kenapa?" tanya Tania heran.
"Aku lagi seneng, sekarang kamu jangan emosi lagi ya! Aku kan ada disini sama kamu, aku bakal bantu kamu buat jagain Rania!" ucap Revan.
"Gak perlu! Kamu kan harus kerja, mending sekarang kita langsung pulang!" ucap Tania.
"Iya sih, tapi kamu yakin mau pulang sekarang? Gak mau kemana dulu gitu sama aku mumpung masih ada di samping kamu nih?" ucap Revan.
"Enggak, kamu kerja aja!" jawab Tania.
"Yah kok gitu sih? Padahal aku masih mau berduaan sama kamu loh, Tania sayang!" ucap Revan murung dan tampak kecewa.
"Apa sih kamu? Lebay banget!" ujar Tania terkekeh.
Melihat senyum di wajah Tania menambah kesenangan Revan hari ini, akhirnya ia bisa kembali melihat senyuman manis tersebut muncul di wajah gadis yang ia cintai, dengan cepat ia pun mencubit pipi Tania lalu mengecupnya lembut.
"Kok dicium?" tanya Tania.
"Abis kamu gemesin, anggap aja ciuman itu obat buat ngilangin rasa sakit cubitan aku terus juga ngilangin emosi di dalam hati kamu!" ucap Revan.
"Bisa aja kamu, yaudah kita jalan yuk! Aku gak mau kamu terlambat ke tempat kerja, kan kasian pasien kamu yang udah nunggu!" ucap Tania.
"Oke deh, yang penting kamu udah senyum lagi!" ucap Revan tersenyum.
Revan pun segera menancap gas pergi dari sekolah Rania bersama gadisnya, mereka menuju ke rumah dengan kecepatan sedang.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...