Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 140 (Pertemuan indah)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 84


(Pertemuan yang indah)


...•...


...•...



...Terang, seperti masa depan kita...


...❤️❤️❤️...


...|||...


Cukup lama bagi Cakra & Rania untuk menunggu kehadiran Tania disana, sudah hampir setengah jam mereka berada di kebun bambu itu namun Tania tak kunjung datang kesana padahal Cakra sudah berkali-kali menghubungi gadis itu untuk segera sampai disana karena Rania sudah tidak sabar.


Tak lama kemudian, sebuah mobil datang dan berhenti tepat di samping mobil Cakra. Ia pun mengira kalau itu adalah Tania yang sudah datang, dengan gembira ia memberitahu gadis kecil yang berada di sampingnya dan tampak Rania langsung sumringah dan tidak sabar untuk bertemu Tania.


"Rania, sayang! Kayaknya itu mobil kakak kamu deh, sebentar lagi kamu bakal ketemu lagi sama kakak kamu itu! Rania senang kan?" ucap Cakra mengusap lembut kepala gadis kecil itu.


"Iya, om! Yaudah kita langsung turun aja yuk, om! Aku udah gak sabar banget mau ketemu kak Tania, aku kangen banget sama dia!!" ujar Rania menarik-narik tangan Cakra untuk turun dari mobil.


Cakra malah tersenyum lalu menarik tengkuk Rania dan membawanya ke dalam dekapan tubuhnya, ia juga mengecup lembut kening gadis kecil itu memberi kehangatan yang mungkin tak akan bisa lagi ia lakukan ketika Rania sudah bersama Tania.

__ADS_1


Gadis kecil itu nampak diam membiarkan Cakra memeluk tubuhnya, ia bahkan melirik ke atas menatap wajah lelaki itu dengan wajah terheran-heran karena ia melihat Cakra tampak bersedih saat memeluknya.


"Om, kenapa? Kok om sedih gitu sih?" tanya Rania dengan wajah polosnya terus menatap Cakra.


Cakra yang menyadari itu dengan cepat menghapus air matanya yang sempat keluar sedikit, ia kini menggenggam wajah gadis kecil itu dan memberi kecupan perpisahan di kening Rania. Cakra benar-benar merasa berat untuk berpisah dengan Rania entah kenapa, padahal niatnya hanyalah membantu gadis kecil tersebut lepas dari jeratan Jordi yang memperbudaknya.


"Om gak sedih kok, om cuma belum siap aja bakal pisah sama Rania secepat ini! Soalnya om sayang banget sama Rania, tapi om ikut bahagia kok karena Rania bisa ketemu lagi sama kakaknya Rania! Semoga kamu bisa bahagia terus ya dengan keluarga kamu itu, om akan selalu mengingat kamu di dalam kepala om!" ucap Cakra dengan mata berkaca-kaca menahan kesedihannya.


"Iya om, aku juga berharap kalau om nantinya bakal punya cucu sebagai pengganti aku! Jadi om gak sedih-sedih lagi deh, oh ya kan om punya anak perempuan juga tinggal minta aja sama anak om itu buat kasih cucu ke om..." ujar Rania nyengir.


"Hahaha bisa aja kamu, iya nanti om minta sama anak om! Yaudah sekarang kita turun yuk, kakak kamu udah nungguin tuh di depan!" ucap Cakra mengusap lembut pucuk kepala Rania lalu melepas pelukannya.


Rania manggut-manggut kemudian turun dari mobil mengikuti Cakra yang membuka pintu, mereka langsung berjalan mendekat ke arah Tania & Rizky yang sudah lebih dulu berada di luar.




Tania sudah sangat tidak sabar bertemu kembali dengan adiknya yakni Rania, ia terus menginjak-injak tanah karena sudah sangat rindu pada Rania dan mafia itu tak kunjung turun dari mobilnya. Rizky yang berada di sampingnya menaruh tangan di pundak Tania menenangkan gadis itu, sontak Tania mengarahkan pandangan ke telapak tangan Rizky yang berada di pundaknya dengan tajam.


"Hah? Lu ngapain sih? Lepasin cepet atau gue bogem muka lu sampe berdarah!" ujar Tania kesal.


"Yaelah galak amat sih jadi cewek! Pantas aja sampe sekarang masih jomblo, baru dipegang gini aja udah marah-marah begitu apalagi dipeluk coba!" ucap Rizky menyingkirkan tangannya dari pundak Tania.


Gadis itu tak menanggapi lagi perkataan Rizky, ia fokus melihat ke depan menunggu Rania serta mafia tersebut turun dari mobil. Akhirnya tampak pintu mobil terbuka dan sebuah kaki menapak di atas tanah, ya senyuman langsung menghiasi wajah Tania begitu melihat adiknya keluar dari mobil.


"Itu Rania..." ucap Tania sumringah lalu melangkah maju ke dekat adiknya itu.


Sementara Rizky tampak membiarkan gadis itu pergi tanpa mengejarnya, ia tetap disana menjaga Velove yang masih berada di mobilnya karena jaga-jaga kalau Cakra akan membohongi mereka lagi.


Rania sendiri juga langsung tersenyum lebar menatap kakaknya yang tengah berdiri di depan sana, dengan cepat ia melangkahkan kakinya maju mendekati Tania saat kakaknya itu juga bergerak ke dekatnya. Bahkan Rania sampai meninggalkan Cakra begitu saja disana yang masih terpaku, Cakra masih belum bisa ikhlas melepaskan Rania pada Tania.


"Kak Taniaaaa...." teriak Rania begitu gembira lalu berlari menghampiri kakaknya itu dengan cepat.

__ADS_1


Huggg...


Mereka berdua langsung berpelukan erat disana ketika sudah sama sama mendekat, Tania tampak kangen sekali dengan adiknya sampai ia mendekap cukup erat tubuh Rania. Begitupun dengan Rania yang tak kalah kangennya pada Tania, mereka menghabiskan cukup banyak waktu untuk melepas kerinduan yang mendalam karena cukup lama mereka tak bertemu sejak Rania diculik.


"Kakak kangen sekali sama kamu, Rania!" ucap Tania terisak bahagia sembari mengusap lembut rambut adiknya dan menghirup aroma tubuh Rania.


"Aku juga kangen bangat sama kakak, akhirnya aku bisa ketemu lagi sama kakak dan peluk kakak seperti ini!" ucap Rania tak kalah gembira dapat bertemu dan memeluk kembali tubuh kakaknya.


Setelah cukup lama saling berpelukan, tiba-tiba Cakra muncul mendekati mereka dan menatap kedua gadis disana dengan sikap cool yang ia perlihatkan walau sebenarnya tidak cool seperti yang ia inginkan atau bayangkan.


"Ehem, ehem.." Cakra berdehem di dekat mereka.


Sontak Tania langsung menoleh dan melepaskan pelukannya dari tubuh Rania, ia bangkit menyamai tinggi mafia itu walau masih tidak sampai.


"Kenapa?" tanya Tania.


"Mana putri saya?" ucap Cakra santai.


"Dia ada di mobil, anda temui saja langsung!" ucap Tania singkat tak mau berlama-lama berbicara dengan mafia menyebalkan itu.


Setelah mendapat jawaban dari Tania, Cakra langsung berjalan ke arah mobil gadis itu untuk menemui putrinya yang berada di dalam mobil tersebut. Terlihat Rizky juga sudah membuka pintu mobilnya dan tampak kaki mulus menapak di tanah yang tak lain adalah milik Velove.


Baru melihat kakinya saja Cakra sudah sangat gembira dan yakin betul itu kaki putrinya, Cakra pun tersenyum mempercepat langkahnya karena sudah tidak sabar bertemu Velove sang putri.


"Papa..."


Mendengar suara putrinya kembali membuat hatinya bergetar, terasa kegembiraan yang amat sangat begitu suara tersebut terdengar di telinganya.


"Mari, peluk papa sayang!" ucap Cakra meneteskan air mata kebahagiaan sembari merentangkan kedua tangannya memberi isyarat untuk Velove agar memeluk tubuhnya.


Velove tersenyum lalu menghampiri sang papa, ia pun memeluk erat tubuh papanya seperti yang diinginkan Cakra. Tampak keduanya begitu menikmati momen ini yang sudah lumayan lama tidak terjadi pada anak-bapak tersebut.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2