Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 269 (Nama yang bully)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 212


(Nama si pembully)


...•...


...•...


Rianti bersama Lydia pun keluar menemui Athar yang sedang duduk di halte ditemani oleh Tania disana, Rianti tampak tersenyum lega karena melihat putranya bersama dengan Tania.


Athar juga memang tampak menikmati momen saat ia bersama Tania, apalagi Tania sudah membelikan mainan baru untuknya yang bagus dan canggih. Seketika tangisnya pun hilang, Athar juga sudah melupakan kejadian saat ia dibully beberapa waktu lalu oleh teman-temannya itu.


Rianti dan Lydia pun maju ke depan menghampiri Athar serta Tania disana, mereka ingin bertanya secara langsung kepada Athar tentang siapa yang sudah membully nya tadi.


"Athar sayang..." ucap Rianti memanggil putranya sembari tersenyum manis.


Mendengar suara mamanya, membuat Athar langsung menoleh. Ia pun tersenyum saat melihat sang mama ada disana dan langsung turun dari tempat duduknya untuk menghampiri mamanya itu, Athar bahkan memeluk pinggang sang mama lalu menumpahkan air matanya disana.


"Mama...." ujarnya sembari menangis sesenggukan.


Rianti pun heran mengapa Athar tiba-tiba menangis lagi seperti ini, padahal sebelumnya ia melihat jika Athar tengah bersenang-senang dengan Tania dan bermain bersamanya.


"Hey! Kamu kenapa, Athar? Kok nangis lagi sih? Bukannya kamu tadi lagi main sama kak Tania, kenapa sekarang Athar malah nangis?" tanya Rianti penasaran, ia berjongkok dan memegang wajah Athar dengan dua tangannya.


"Hiks hiks... aku masih sedih, mah. Aku gak mau sekolah lagi besok, aku takut dikatain sama mereka lagi!" ucap Athar sambil menangis.


"Sabar ya, sayang! Athar jangan nangis dan takut! Athar kan anak kuat, mama yakin Athar pasti bisa lawan mereka! Ayo dong sayang, jangan nangis ya! Justru kalau Athar gak mau berangkat sekolah lagi, pasti mereka akan semakin senang dan anggap Athar ini emang anak lemah!" ucap Rianti.


"Tapi mah, aku gak mau dikatain lagi...." ujar Athar.

__ADS_1


"Tenang Athar! Sekarang mama mau tanya sama kamu, kira-kira Athar tau gak siapa nama orang yang udah ngatain Athar di sekolah tadi? Soalnya mama mau tau nih siapa orangnya itu, coba dong Athar kasih tau ke mama sama Bu guru Lydia!" ucap Rianti bertanya pada Athar tentang si pembully itu.


Tania yang penasaran juga ikut bangkit dari duduknya lalu menghampiri mereka bertiga disana.


"Eee aku tau, mah...." ucap Athar menggantung.


"Nah bagus! Sekarang ayo Athar kasih tau dong ke mama sama Bu guru Lydia! Siapa yang udah ngatain Athar di kelas tadi?" ucap Rianti bertanya kembali pada putranya sambil memegang dua pundak Athar.


"Iya Athar, jangan takut kan ada Bu guru!" sahut Lydia sembari membungkuk sedikit.


Athar terdiam sejenak dan melirik ke seluruh orang yang ada di dekatnya itu, entah apa yang tengah dirasakannya saat ini. Sepertinya Athar takut jika memberitahu siapa yang sudah mengejeknya ketika di kelas tadi, mungkin saja Athar sudah diancam sebelumnya atau diberi peringatan.


"Kenapa Athar?" tanya Rianti heran.


"Yang ngatain aku itu...." ucap Athar kembali menggantung, membuat ketiga wanita itu tampak kesal karena dibuat penasaran.


"Itu siapa, sayang?" tanya Rianti lagi.


"Yang satu namanya Azren, dia itu badannya gemuk banget dan nyeremin, mah. Terus satu lagi namanya Danilo, dia ini rambutnya kribo. Yang satu lagi kalo gak salah namanya Joko, dia putih kayak kena penyakit albino." jawab Athar.


"Gimana Bu? Sekarang ibu udah denger sendiri kan pelaku pembullyan itu, lalu tindakan apa yang akan ibu lakukan pada mereka? Saya tidak terima loh Bu, kalau sampe mereka didiemin gitu aja!" ucap Rianti.


"Sabar ya, Bu Rianti! Saya pasti akan berikan hukuman bagi mereka, besok saya sendiri yang akan meminta mereka untuk minta maaf pada Athar lalu menyuruh mereka berdiri di depan kelas sebagai hukuman!" ucap Lydia.


"Ya baguslah kalo gitu, saya harap ini bukan cuma omong kosong ibu doang!" ucap Rianti.


"Tenang aja, Bu!" ucap Lydia.


Tania pun menghampiri Rianti dan coba menenangkan hati wanita yang tengah panas tersebut dengan cara mengusap pundaknya.


"Kamu sabar, ya!" ucap Tania tersenyum.


"Iya, makasih!" ucap Rianti pelan dan mulai tenang.


...•••...


Disisi lain, Reno bersama Lyota dan juga putrinya yakni Tania kecil tengah berjalan-jalan menikmati indahnya pemandangan di hutan cemara yang letaknya tak jauh dari tempat Tania sekolah. Reno pun tampak bahagia, ia merasa seperti terlahir kembali karena momen seperti ini mengingatkan ia pada saat dahulu ketika Rosa masih hidup.

__ADS_1


Sementara Lyota juga tak kalah bahagianya, ia terus menggandeng tangan Tania sambil tersenyum menikmati pemandangan di sekitarnya itu. Tania pun juga tampak gembira lantaran ia dikelilingi oleh dua orang yang menyayanginya, ia bahkan seperti merasa jika Lyota itu adalah mamanya karena sudah lama ia tidak merasakan seperti ini.


Saat mereka tengah asyik berkeliling, tiba-tiba saja Tania berhenti dan menarik-narik tangan Lyota. Sontak Lyota serta Reno pun menghentikan langkah mereka disana, keduanya membungkuk menatap wajah Tania sebagai isyarat bertanya ada apa.


"Kenapa sayang?" tanya Reno heran.


"Iya, kamu pengen pipis atau mau minum?" sahut Lyota coba menerka keinginan Tania.


Tania kecil hanya menggeleng dengan bibir mengatup. Hal itu membuat Reno bingung, begitupun dengan Lyota. Reno menatap Lyota, namun gadis itu malah mengangkat bahunya tanda tidak tau harus apa.


"Kak Lyota, aku boleh nanya enggak?" ucap Tania kecil meminta izin pada Lyota.


"Oh, boleh dong sayang. Emangnya Tania mau nanya apa sama kakak?" ucap Lyota.


"Aku boleh enggak, panggil kak Lyota mama?" tanya Tania kecil sembari memandang wajah Lyota.


Seketika Lyota terhenyak mendengar permintaan Tania barusan, ia tak menyangka Tania akan mengatakan itu padanya tanpa disuruh oleh Reno.


Reno sang papa juga tampak kaget mendengar apa yang diucapkan putrinya barusan, walau ia juga senang karena Tania sudah membantunya untuk dapat meyakinkan Lyota agar mau menerima lamarannya dan segera menikah dengannya.


"Gimana kak? Boleh kan?" tanya Tania lagi.


"Eee..." Lyota tampak bingung menjawab pertanyaan Tania itu, ia sangat belum siap untuk menjadi seorang ibu dan bahkan ia juga belum tau apa-apa saja yang harus dilakukan seorang ibu.


"Pasti boleh dong, sayang! Anggap aja kak Lyota ini sebagai mama kamu!" seloroh Reno.


Sontak Lyota langsung melotot ke arah Reno, dan dibalas juga dengan tatapan tajam oleh pria itu yang membuat Lyota tak bisa berkutik.


"Yeay, asik! Aku sekarang punya mama lagi, iya kan mama Lyota?" ucap Tania kecil bersorak gembira sembari mengepalkan tangannya.


"Eee iya sayang..." ucap Lyota gugup.


Reno hanya tersenyum melihat gadisnya yang tak mampu berbuat apa-apa di hadapan Tania, ia berharap jika Lyota mau segera menerima lamarannya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2