Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 85 (Preman attack)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 30


(Serangan preman)


...•...


...•...


Riko kembali masuk ke mobil setelah gagal menangkap 2 orang tersebut, ia tampak kelelahan terlihat dar nafasnya yang terengah-engah dan juga keringat di dahinya.


Tania pun penasaran siapa 2 orang yang mencegatnya tadi, dengan sigap ia bertanya pada Riko mengenai 2 orang tersebut.


"Pak Riko, mereka siapa sih? Kenapa mereka hadang mobil kita??" tanya Tania dengan wajah penasaran menatap Riko yang duduk di depannya.


"Saya gak tau mereka siapa non, tapi tadi mereka bilang kalau mereka disuruh oleh seseorang untuk bawa non Tania! Harusnya saya tadi bisa mengorek informasi lebih dalam, tapi tiba-tiba ada suara pistol yang bikin saya kaget non jadi saya malah kehilangan mereka!" jawab Riko sambil terengah-engah.


"Bawa aku? Siapa sih sebenarnya orang yang nyuruh mereka, dan mau apa orang itu suruh mereka buat bawa aku...??" ujar Tania bertanya-tanya keheranan.


Riko hanya diam karena tau pertanyaan Tania itu ditujukan untuk dirinya sendiri, selain itu ia juga masih harus mengatur pernafasannya dan menyeka keringat yang membasahi wajahnya.


"Yaudah pak, kita lanjut jalan aja ke rumah bang Jordi! Biarin ini semua aku yang pikirin nanti, aku harus cepat temuin bang Jordi...!!" ucap Tania meminta supirnya melajukan mobil itu.


Mereka pun lanjut berjalan setelah sang supir menginjak pedal gas, Tania yang masih penasaran menyandarkan tubuhnya di kursi sambil terus memikirkan tentang itu.


"Ada apa sih sebenarnya? Kenapa mereka ngincer gue buat dibawa ke bosnya? Perasaan gue gak punya musuh deh sebelum ini...." gumam Tania yang kebingungan memikirkan itu sampai-sampai bibirnya manyun.


Setelah mengingat-ingat kejadian masa lalunya, akhirnya Tania berhasil mengingat sesuatu yang menurutnya ada sangkut pautnya dengan kejadian barusan.


"Oh ya gue emang gak punya musuh, tapi gue inget banget dulu suka cari masalah sama preman-preman di jalanan... waduh apa jangan-jangan mereka tadi itu termasuk salah satu preman yang gue usik ya?" gumam Tania mulai was-was karena ia tidak mau kalau harus jadi tawanan seorang preman lagi.

__ADS_1


Dikarenakan pusing yang tak berkesudahan, Tania akhirnya memutuskan memakai kembali earphone nya untuk menenangkan pikirannya.


Namun, rupanya mereka telah sampai di kediaman bang Jordi yang menjadi tujuan Tania setelah selesai mengantar Rania.


"Sudah sampai non..." ucap Riko menoleh ke kursi belakang memberitahu Tania bahwa mereka sudah sampai di tempat Jordi.


"Iya aku udah tau," ucap Tania jutek lalu membuka pintu mobilnya dan langsung berjalan menuju rumah Jordi yang pintunya terbuka lebar itu.


Sementara Riko & Rusli supir Tania bingung mengapa Tania terlihat kesal seperti itu, namun mereka tak mau ambil pusing karena bukan urusan mereka untuk ikut campur.


TOK TOK TOK...


Tania langsung mengetuk pintu rumah Jordi, namun wajahnya masih tetap terpampang kejutekan karena ia merasa kesal ketika tadi baru ingin memakai earphone tiba-tiba sudah sampai di tempat tujuannya.


Ceklek... Jordi keluar membukakan pintu dan tersenyum saat melihat Tania lah yang datang, ia langsung menyuruh Tania masuk ke dalam.


"Eh lu ternyata Tania, yaudah masuk yuk gua bikinin teh anget buat lu!" ujar Jordi.


"Iya bang," ucap Tania hanya tersenyum tipis lalu kemudian masuk ke dalam bersamaan dengan Jordi.


Sedangkan Riko turun dari mobil mengambil barang-barang belanjaan Tania yang masih tersimpan di dalam bagasi mobilnya.




Fajar & Tama yang ada disana telah berusaha menahan preman-preman tersebut, akan tetapi kemampuan mereka tidak cukup untuk bisa menghadapi preman bertubuh besar itu.


Teriakan ketakutan terdengar dari mulut para anak asuh Jordi yang dipaksa untuk ikut dengan para preman tersebut, mereka terpaksa mengikuti kemauan preman-preman itu karena takut akan ancamannya yang ingin membunuh mereka jika tak menurut.


Preman-preman itu membawa seluruh anak buah copet milik Jordi ke mobil, sedangkan Fajar & Tama terus dihajar oleh preman tersebut tanpa ampun karena mereka tak mau membiarkan Fajar & Tama melapor ke Jordi.


Setelah membawa seluruh anak buah Jordi ke mobil, para preman itu pun pergi meninggalkan Fajar & Tama disana serta kerusakan di markas tersebut.


"Woi, jangan pergi lu...!!" teriak Fajar yang masih berusaha bangkit walau tubuhnya terasa sangat sakit akibat pukulan dari si preman.


Fajar tidak bisa mengangkat tubuhnya lantaran sakit yang dialaminya, ia juga menoleh ke arah Tama dan terlihat pria itu tergeletak pingsan di belakangnya.

__ADS_1


"Tama... bangun Tam! Kita harus kejar mereka dan selamatin anak-anak itu...!!" ujar Fajar berusaha membangunkan Tama tapi gagal.


Akhirnya Fajar mengambil ponsel yang terletak di saku celananya untuk menghubungi Jordi dan memberitahunya mengenai masalah ini.


📞"Halo bang, gawat bang!" ujar Fajar dengan nada menahan kesakitan yang dirasakannya.


📞"Apanya yang gawat?" tanya Jordi langsung panik setelah mendengar suara kesakitan dari Fajar.


📞"Markas diserang bang, seluruh anak buah copet lu dibawa sama mereka! Maaf bang, kita gagal buat cegah mereka..." jawab Fajar.


📞"Kurang ajar, siapa yang udah berani nyerang markas gua?" ujar Jordi terdengar emosi.


📞"Gua juga gak tau bang siapa mereka, pastinya tubuh mereka besar-besar bang!" ucap Fajar.


📞"Yaudah gua kesana sekarang, tunggu sebentar!" ujar Jordi.


📞"Iya bang..." ucap Fajar.


Telepon pun dimatikan karena memang laporan dari Fajar telah selesai dan pria itu kembali menoleh ke arah Tama yang masih pingsan.


...•••...


Disisi lain, Tania yang melihat raut wajah emosi dari Jordi pun penasaran dan coba bertanya pada ayah angkatnya itu.


"Ada apa bang? Kok habis terima telpon dari Fajar, muka abang langsung berubah gitu?" tanya Tania terheran-heran.


"Markas gua diserang preman gak dikenal, Fajar bilang mereka juga bawa semua anak buah gue yang ada disana... gimana gue gak kesel coba, berani-beraninya mereka cari masalah sama gua!" jelas Jordi tampak emosi sambil mengepalkan tangannya.


"Sabar bang, jangan terbawa emosi gitu! Kita kan gak tau siapa preman itu, jadi kita harus hati-hati untuk bertindak bang!" ucap Tania.


"Iya gue tau Tania, yaudah sekarang gue mau ke markas dulu lihat kondisinya si Fajar sama si Tama katanya mereka terluka! Lu mau ikut apa tetep disini aja...??" ujar Jordi.


"Eee aku ikut deh bang, siapa tau aku bisa bantu-bantu disana kan...." ucap Tania.


"Yaudah ayo!" ujar Jordi mengajak Tania keluar dari rumahnya setelah ia mengambil jaket.


Tania pun beranjak dari sofa lalu pergi keluar bersama ayah angkatnya itu, tampak ia juga penasaran dan menduga-duga apakah preman itu ada hubungannya dengan orang yang mencegatnya di tengah jalan tadi.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2