Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 301 (Mode paksa)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 244


(Mode paksa)


...•...


...•...


Jordi saat ini tengah duduk bersantai di markas miliknya sambil menghisap rokok, ya Jordi memang masih menjalani bisnisnya bersama anak-anak kecil dan dibantu oleh Fajar serta Tama. Namun, bedanya kali ini Jordi tidak lagi menyuruh anak-anak didiknya untuk mencopet, melainkan Jordi meminta pada mereka untuk mengamen atau berjualan di pinggir jalan dan nantinya uang hasil mereka kerja tetap akan diserahkan kepada Jordi melalui Fajar & Tama.


Sebenarnya Jordi hendak menghentikan bisnis yang sudah ia jalani cukup lama ini, namun entah mengapa ia tidak tega jika harus melepas semua anak-anak yang ada disana begitu saja. Biar bagaimanapun juga, mereka semua hidupnya bergantung pada dirinya dan jika Jordi membiarkan mereka pergi pasti justru akan menjadi lebih bahaya bagi para anak-anak kecil itu, apalagi mereka semua tidak seberuntung Rania ataupun Tania.


"Gue harus gimana ya sekarang? Rasanya gak tega banget gue lihat mereka semua kerja terus kayak gini, tapi gue bingung apa yang harus gue lakuin ke mereka semua nanti?" gumam Jordi dalam hati.


Tak lama kemudian, Fajar selaku asisten dari Jordi datang menghampiri bosnya tersebut untuk memberi laporan mengenai kinerja dari para anak-anak itu yang cukup bagus. Ya Fajar terlihat senang karena ia sedari tadi hanya senyum-senyum saja saat berjalan mendekati Jordi, bahkan Fajar juga memegang cukup banyak uang di tangannya.


"Bang, ternyata bisnis baru ini lebih menguntungkan daripada yang dulu! Anak-anak yang gue suruh ngemis dan ngamen pada dapet duit banyak, begitu juga sama yang jualan." ucap Fajar.

__ADS_1


"Iya gue tau, cuma tetep aja gue masih ragu buat terusin bisnis beginian. Masalahnya kita kan mempekerjakan anak-anak dibawah umur, kita bisa kena pasal atas dasar mengeksploitasi anak! Gue takut ada yang laporin kita, terus kita bisa masuk penjara karena bisnis ini!" ucap Jordi.


"Terus mau lu gimana bang? Apa kita balik ke bisnis lama dan minta anak-anak itu buat nyopet lagi?" tanya Fajar terheran-heran.


"Ya enggak lah! Itu juga salah, malah tambah haram! Gue kan mau berubah jadi orang yang lebih baik, tapi gue juga bingung mau berbisnis apa? Masalahnya modal gue kan gak terlalu banyak, uang yang gue punya sekarang ini juga buat ngidupin tuh bocah-bocah. Gimana caranya coba gue bikin bisnis yang lebih baik?" ucap Jordi tampak pusing.


"Umm, kenapa lu gak minta bantuan si Tania aja bang? Bokap nya dia kan pengusaha kaya raya, jadi lu pasti bisa buka bisnis yang lebih menguntungkan dan ajak gue sama Tama juga!" usul Fajar.


"Heh! Lu ini gimana sih? Yakali gue minta bantuan sama anak gue sendiri, mau taruh dimana muka gue nantinya ha? Gue ini sebagai orang tua harusnya gak ngerepotin anaknya lagi! Justru gue malu karena gue gak bisa kasih apa-apa ke Tania, gue lebih banyak nyusahin dia sama bapaknya!" ujar Jordi.


"Ya kalo lu gengsian gitu sih susah bang, udah yang paling bener kita jalanin aja dulu bisnis ini! Karena keuntungan yang kita dapat kan juga lumayan, daripada bisnis sebelumnya." ucap Fajar.


"Iya, untuk sementara ini kita jalani dulu bisnis ini! Sampai gue berhasil temuin ide, mau bisnis apa dan mau gue kemanain tuh bocah-bocah? Soalnya gue juga gak kuat kalo harus ngidupin bocah sebanyak itu, buat bayar lu aja gue bingung!" ucap Jordi.


"Pada ngobrolin apaan ini?" tanya Tama penasaran sembari celingak-celinguk.


Jordi dan Fajar hanya terdiam.


...•••...


Disisi lain, Tania tengah berada di rumah Revan dan menikmati makan siang bersama Eva serta John termasuk juga Revan alias calon suaminya. Tania kini memang sudah agak mendingan dan tidak terlalu canggung lagi berada satu meja bersama calon mertuanya itu, tapi tetap saja ia lebih banyak diam dibanding bicara karena ingin menjaga sikap.


John dan Eva sendiri senyum-senyum saja melihat kelakuan Tania yang pemalu itu, begitupun dengan Revan yang geleng-geleng kepala karena calon istrinya masih saja merasa canggung. Padahal Tania sudah sempat tertawa-tawa lepas bersama Eva ketika bercerita tentang masa kecil Revan, namun saat ini rasa canggung itu kembali menyerang lagi.


"Tania, gimana kabar papa kamu? Udah lama mama gak ketemu sama papa kamu itu sejak terakhir kali waktu pertunangan kalian, beliau sehat-sehat aja kan sayang?" tanya Eva memulai obrolan.

__ADS_1


"Eee papa sehat kok, mah. Ya tapi papa sekarang lebih banyak diam di rumah, karena papa udah gak kuat jalan atau berdiri lama-lama." jawab Tania.


"Oalah, ya bagus sih emang baiknya istirahat dulu aja di rumah kalau udah merasa capek mah! Menikmati masa-masa tua dengan istirahat santai di rumah itu kan enak, lagian papa kamu juga udah kaya raya dan gak perlu lagi cari uang!" ucap Eva.


"Benar itu! William itu kan usianya tiga tahun lebih tua dibanding aku, mungkin sudah waktunya buat William berhenti berbisnis dan gantian dengan putrinya yang cantik ini!" sahut John.


"Iya pah, emang sebelumnya juga papa aku udah minta aku buat urus perusahaannya. Tapi, karena aku cuma sendiri dan perusahaan papa itu banyak cabangnya, jadi aku kan gak bisa kalau harus urus semuanya sendiri. Itu alasan papa minta aku cepat-cepat nikah dan akhirnya aku dijodohkan dengan Revan anak papa John," ucap Tania.


"Hahaha, iya Tania papa kamu juga sudah bilang soal itu ke saya waktu sebelum kita ke rumah kamu! Ya semoga aja kalian bisa secepatnya menikah sesuai kemauan kita semua, kalian juga kan sudah saling mencintai!" ucap John.


"Benar itu pah, mama juga udah gak sabar mau nimang cucu!" ucap Eva.


"Mama ini apaan sih? Aku sama Tania aja belum nikah, masa udah mau nimang cucu aja? Ya masih lama atuh mama, belum tentu juga Tania nya langsung mau diajak bikin!" ujar Revan.


"Hahaha, ya kamu paksa dong Revan!" ujar John sambil tertawa kecil.


"Saran bagus tuh pah, aku emang sukanya yang mode paksa-paksa sih!" ucap Revan juga sambil tertawa.


Ucapan John dan Revan justru semakin membuat Tania merasa canggung dan malu, ia juga tak mengerti apa yang dimaksud oleh ayah dan anak itu mengenai mode paksa atau apalah itu. Yang Tania tau mereka sedang membahas mengenai hubungan suami-istri, karena sebelumnya Eva juga meminta cucu dari Tania dan Revan.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2