
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 377
(Hari pertama)
...•...
...•...
Tania tengah menikmati sarapan pertamanya bersama Revan, sang suami. Tampak mereka saling bercanda gurau dan sesekali Revan juga mencolek bahkan mencium pipi Tania, menambah keseruan di meja makan tersebut.
Ya ini merupakan pagi pertama bagi mereka setelah resmi menjadi sepasang suami-istri, sehingga tentunya baik Tania maupun Revan sama-sama merasa gembira, ditambah saat ini kondisi tengah hujan lebat yang membuat suasana dingin menyertai keduanya.
"Dingin-dingin gini kayaknya paling enak angetin badan di ranjang deh, kamu setuju gak bunny?" ucap Revan terkekeh kecil.
"Apa sih mas bear? Kamu itu ya, baru juga semalam kita begitu, udah minta lagi aja! Emang kamu belum puas semalam?" ujar Tania terheran-heran pada permintaan suaminya.
"Kurang sayang, aku mau lagi! Abisnya milik kamu tuh enak banget bikin nagih!" rengek Revan.
"Ish, jangan bahas itu dulu ah Kita kan lagi makan mas bear ku, selera makan aku jadi hilang nih gara-gara kamu!" ucap Tania cemberut.
"Hahaha, emangnya kamu gak suka apa sama punya aku? Dia kan besar dan kuat loh, semalam aja dia udah bikin kamu menjerit keenakan sayang! Yakin nih gak mau rasain dia masuk ke milik kamu lagi sayang? Tuh rasain deh, dia udah mulai keras nih bunny! Kayaknya dia gak sabar mau masuk ke sangkarnya di bawah sana!" ucap Revan menggoda Tania dengan cara menggigit telinga istrinya itu.
"Mas ih, jangan dekat-dekat ah geli!" ujar Tania.
Wanita itu berupaya mendorong tubuh Revan menjauh darinya, namun tenaganya kalah kuat dan malah membuat Revan semakin mendekat ke arahnya sehingga deru nafas pria itu dapat terasa di ceruk lehernya.
"Eemmhh..." desahh Tania saat Revan mengecup leher miliknya dan meninggalkan jejak disana.
"Nikmat ya? Ayolah bunny, mumpung di luar lagi hujan dan dingin nih! Aku mau bikin kamu panas, supaya kita juga bisa sama-sama enak sayang!" goda Revan secara terus-menerus.
"Mas, kita kan masih makan! Nanti dulu dong, abisin dulu makanannya! Baru abis itu, terserah deh kamu mau ngapain!" pinta Tania.
"Beneran ya?" tanya Revan.
"Iya mas iya..." jawab Tania mengangguk.
"Ahaha, gitu dong!" ucap Revan tersenyum puas.
Cupp!
Revan mengecup pipi Tania sebelum kembali fokus pada sarapannya, ia berkali-kali melirik ke arah Tania sambil tersenyum genit membuat Tania geleng-geleng kepala dengan tingkah suaminya itu.
"Mas Revan ini kelakuannya gemesin banget, walau yang ada di pikirannya begituan terus!" batin Tania.
Revan sadar kalau Tania tengah memperhatikan dirinya, ia pun kembali mendekati Tania dan mengecup bibir wanita itu secara tiba-tiba, hingga membuat Tania terbelalak dan terdiam seketika mendapat kecupan kilat itu.
•
•
Kini sepasang suami-istri itu baru menuntaskan permainan panas mereka yang diiringi tetesan air hujan di luar sana, membuat keduanya makin banjir keringat karena semangat yang membara untuk bisa membuat anak di kala hujan seperti ini.
Tania terbaring lemas di atas tubuh suaminya setelah mencapai pelepasan bersama, bahkan Revan masih ngos-ngosan dan sesekali merem melek akibat nikmat yang tiada tara, sungguh sebuah kepuasan luar biasa yang dirasakan Revan dan ia tak menyesal telah menanti cukup lama.
Cupp!
Dikecupnya seluruh area wajah Tania berkali-kali oleh Revan, pria itu juga mendekap tubuh Tania yang sudah penuh keringat dengan erat. Tubuh keduanya masih menyatu, Revan seakan tak mau melepaskan miliknya dari dalam milik Tania karena sudah merasa nyaman.
Namun, tentunya Tania tak suka dan meminta Revan untuk segera melepasnya.
"Mas, lepas dong punya kamu! Abis itu kita mandi lagi barengan, kan kita udah punya janji juga sama papa buat main kesana! Kamu jangan minta begituan lagi loh hari ini, kan udah dua kali tuh!" ucap Tania menyentuh hidung Revan.
"Aku gak janji ya, soalnya tubuh kamu tuh enak banget bikin nagih! Ini aja dia udah keras lagi di dalam sana, ronde dua yuk!" ucap Revan.
"Hah? Kamu gila ya mas? Aku masih capek, emang kamu gak capek apa?" ujar Tania terkejut.
"Enggak, malah aku ngerasa kurang dan masih pengen lagi sayang! Ayolah, ronde duanya di kamar mandi deh biar makin asik ya! Sebentar aja kok, abis itu kita ke rumah papa ya!" bujuk Revan.
__ADS_1
"Tapi mas... mmppphhh!"
Ucapan Tania terpotong karena Revan langsung membungkam bibirnya dan melumattnya ganas, sembari menukar posisi kini Tania berada dalam kungkungan nya dengan milik mereka yang masih menyatu di bawah sana.
Ya tentu saja Revan kembali menggerakkan miliknya secara perlahan di dalam sana, dengan satu tangan mencubit klitoriss milik Tania membuat wanita itu mengerang dalam lumatann bibir Revan dan mencengkram sprei cukup kuat.
"Tubuh kamu luar biasa sayang, aku suka itu!" bisik Revan setelah melepas ciumannya.
"Ahh mass..." desahh Tania saat mendapat pelepasannya kembali.
Setelahnya, Revan menggendong tubuh Tania ala bridal style dan membawanya ke dalam kamar mandi, ya mereka pun melakukan hubungan itu di dalam sana dengan penuh kepuasan.
•
•
Singkat cerita, Revan mengajak istrinya mampir lebih dulu ke rumah mama papanya, ya tentu sebagai seorang istri Tania nurut saja pada kemauan suaminya, karena ia tak mungkin melawan walau dirinya sangat rindu pada sang papa yang sudah semalaman tidak bertemu.
Keduanya pun telah sampai di kediaman John dan Eva, selaku orang tua kandung dari Revan. Namun, mereka masih berada di dalam mobil karena Tania belum selesai berdandan, Revan yang melihatnya hanya bisa terdiam karena menurutnya Tania selalu cantik biarpun tanpa makeup.
"Tania, kamu itu udah cantik banget loh! Mau diapain lagi sih muka kamu itu? Lagian buat apa coba pake dandan segala?" ujar Revan bingung.
"Ya aku gak enak lah mas, kan aku mau ketemu mertua aku! Masa iya aku gak dandan sih? Nanti disangkanya aku gak bisa tampil cantik lagi, lagian emang kamu gak suka kalau aku dandan?" ucap Tania balik bertanya pada Revan.
"Suka dong! Tapi, aku tetap lebih suka kamu yang natural sayang!" ucap Revan tersenyum.
"Eee yaudah deh, ini sedikit doang kok! Abis itu kita langsung turun dan temuin mama papa di dalam, boleh kan?" ucap Tania.
"Iya boleh, terusin aja!" ucap Revan.
"Oke mas!"
Tania mengangkat jarinya membentuk huruf o, kemudian lanjut berdandan di samping suaminya.
"Aduh! Kamu itu cantik banget sih, bunny! Bikin aku gemas dan burung di bawah sini udah mulai keras lagi deh, padahal cuma lihat kamu kayak gini! Apalagi kalau kamu buka baju ya?" ujar Revan.
"Mas, pikiran kamu loh!" cibir Tania.
"Hahaha, abisnya kamu emang cantik banget sih! Wangi tubuh kamu tuh selalu bikin aku susah tahan diri, nanti jangan mancing-mancing aku loh! Atau aku bisa langsung terkam kamu dimanapun, apalagi di dalam sana kan ada kamar aku! Jadi, kita bisa main lagi disana!" goda Revan.
"Apa sih mas bear? Kamu tuh mesum banget sih jadi orang! Awas aja ya kalau berani macam-macam di dalam!" ucap Tania cemberut.
"Iya mas aku tahu, tapi seenggaknya kamu tahan dulu lah di depan mama papa!" ujar Tania.
"Iya aku tahan kok! Ya tapi aku gak janji sih, kita lihat aja nanti di dalam! Yaudah, kamu udah selesai belum nih dandan nya?" ucap Revan.
"Ini sebentar lagi," jawab Tania.
"Iya iya..." Revan tersenyum dan mengusap puncak kepala Tania lalu mengecup pipi istrinya itu.
Cupp!
"Tuh kan, enak banget dicium!" goda Revan.
"Haish, resek kamu mas!" cibir Tania.
Revan justru terkekeh melihat Tania mencibirkan bibir bawahnya, sedangkan wanita itu mulai selesai berdandan dan menyimpan alat make-up miliknya ke dalam tas.
"Udah nih mas, yuk kita turun sekarang! Aku udah gak sabar mau ketemu mama papa!" ucap Tania.
"Oke! Kamu cantik banget sayang! Boleh enggak kalo aku cium seluruh wajah dan bibir kamu dulu sebelum kita turun?" ucap Revan.
"Huft, ya boleh kok mas bear!" ucap Tania.
Revan tersenyum lebar, kemudian memajukan wajahnya dan mulai menciumi seluruh area wajah sampai leher Tania. Ya pria itu mengingkari ucapannya yang hanya akan mencium wajah serta bibir Tania, karena saat ini seluruh leher Tania pun dijamak oleh pria tersebut tanpa ampun.
"Eungghh..." lenguh Tania sambil memejamkan mata saat Revan menjilati lehernya.
Kedua tangan Tania mulai meremass rambut sang suami karena aksi panas di mobil itu, Revan menggigit leher Tania meninggalkan bekas disana, lalu beralih melumatt bibir Tania dengan rakus dan membuat istrinya itu makin melenguh panjang.
•
•
Sesampainya di depan teras rumah John, sepasang suami-istri itu langsung disambut oleh seorang pelayan yang bekerja disana, sebut saja mbak Luna karena usianya memang belum terlalu tua tapi tetap lebih tua dari mereka.
__ADS_1
Mbak Luna pun tampak senang melihat kehadiran majikannya disana, apalagi mengingat Revan memang baru menikah dengan Tania dan semalaman tidak pulang ke rumahnya sehingga kondisi rumah cukup berbeda tanpanya.
"Selamat datang den Revan, non Tania! Silahkan masuk den, non! Omong-omong, selamat ya atas pernikahan kalian berdua!" ucap mbak Luna.
"Ahaha, makasih mbak! Papa sama mama ada di rumah gak, mbak?" tanya Revan.
"Kebetulan ada den, tuan dan nyonya lagi santai di ruang tv. Mereka lagi menikmati momen dingin, kebetulan kan barusan aja hujan jadi sekarang waktu yang pas buat menghangatkan badan den, non!" jawab mbak Luna.
"Oh iya ya benar juga! Harusnya kita ngelakuin apa yang dilakuin mama sama papa, contohnya pelukan!" ucap Revan tersenyum lalu langsung memeluk Tania dari samping.
"Waduh den Revan teh romantis pisan!" ucap mbak Luna senyum-senyum.
"Harus dong mbak! Namanya juga pengantin baru, ya kan sayangku?" ujar Revan sembari mencolek dagu Tania.
"Iya mas..." ucap Tania singkat.
"Yaudah mbak, kita masuk ke dalam dulu ya? Tolong bikinin minum buat kita berdua, bawain juga ke ruang keluarga ya mbak!" ucap Revan masih sambil mengusap-usap lengan Tania.
"Siap den! Sekali lagi selamat ya den, non!" ucap mbak Luna tersenyum.
"Makasih mbak! Yaudah, yuk sayang kita masuk ke dalam temuin papa sama mama!" ucap Revan merangkul Tania.
"Silahkan den, non!" ucap Luna memberi jalan.
Revan dan Tania pun masuk ke dalam bersamaan dengan Revan yang masih terus merangkul Tania cukup erat, wanita itu hanya bisa pasrah karena memang tak ada pilihan lain baginya selain mengikuti saja apa yang diinginkan Revan.
Saat berada di dalam, mereka langsung melihat John dan Eva yang tengah bermesraan di depan tv sambil saling berpelukan bahkan sesekali berciuman mesra disana, membuat Revan merasa senang dan ingin juga melakukan itu bersama Tania istrinya.
"Itu papa sama mama, yuk sayang kita samperin mereka kesana!" ucap Revan.
"Yuk!" ucap Tania singkat.
Revan langsung menyapa mama dan papanya itu dari jarak yang lumayan dekat sebelum mereka menghentikan langkahnya.
"Pah, mah..."
Sontak John serta Eva menoleh dan reflek melepas pelukan mereka, keduanya tersenyum begitu melihat Revan bersama sang istri datang kesana menemui mereka.
"Eh Revan, Tania, kalian datang juga ternyata kesini!" ucap Eva menyambut pengantin baru itu.
"Iya dong mah, masa iya kita gak mau datang ke rumah mama sama papa sih? Kita kan anak mama papa juga!" ucap Revan.
"Ahaha iya deh, selamat ya buat kalian!" ucap Eva.
"Makasih mah!" ucap Revan.
Eva pun memeluk Tania sesaat setelah Tania mencium tangannya.
"Duh sayang, kamu jalannya beda banget! Pasti udah digempur ya sama Revan semalam?" ujar Eva seraya menepuk punggung menantunya.
"Eee..." Tania kebingungan menjawabnya.
"Hahaha, mama bercanda sayang! Udah gak perlu dijawab ya, lagian mama juga udah tahu kok jawabannya! Yuk yuk sini kamu duduk, tuh banyak makanan buat kamu!" ucap Eva tertawa.
"Iya mah," ucap Tania masih gugup.
"Mama ini ada-ada aja, ngapain juga pake bahas begituan di depan Tania?" ucap John.
"Bercanda atuh pah!" ujar Eva.
"Yaudah, ayo sini sini duduk sama kita! Makan sama minum sesuka kalian, buat pengantin baru mah apa aja boleh!" ucap John.
"Siap pah! Udah lapar juga nih aku!" ucap Revan sambil mengusap perutnya.
"Loh mas, bukannya kamu tadi udah makan banyak di apartemen? Masa masih lapar aja sih?" tanya Tania kebingungan.
"Ya gapapa dong sayang, namanya juga lapar kan gak bisa dikondisikan!" jawab Revan nyengir.
"Hahaha..." mereka tertawa lepas disana.
Akhirnya Revan pun duduk berdampingan dengan Tania disana, pria itu juga mulai mengambil kue yang ada di depannya tanpa rasa ragu dan sungkan karena itu memang rumah tempat ia tinggal selama ini.
Sementara Tania sendiri masih tampak malu-malu tak seperti suaminya yang gak tahu malu itu, ia hanya diam sesekali melirik ke arah Revan bingung harus melakukan apa, sebenarnya Tania juga ingin makan namun sifat malunya itu tiba-tiba muncul disaat seperti ini.
"Ish, mas bear emang jahat banget! Gak pengertian gitu ambilin kuenya buat aku, suami macam apa itu?!" gumam Tania dalam hati.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...