
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 301
(Diantara dua pilihan)
...•...
...•...
"Kak Arsen!"
Seorang gadis cantik bertubuh seksi itu terlihat mendekati Arsen yang sedang duduk seorang diri di pinggir kolam renang, ya gadis itu ialah Velove alias mama dari Rania. Velove membawa sebuah nampan berisi secangkir kopi yang sengaja ia buatkan untuk Arsen, biar bagaimanapun Velove telah tahu semua mengenai perasaan Arsen kepadanya saat ini.
Sontak Arsen yang tengah melamun memandangi langit gelap itu menoleh karena kaget, ia bertambah terkejut saat yang dilihatnya itu adalah Velove sosok wanita cantik yang ia sukai. Namun, Arsen berusaha tetap tenang agar tak membuat Velove curiga kalau ia menyukainya, tentu Arsen tidak mau jika Velove sampai kepikiran dan pernikahannya bermasalah.
"Eh Velove, tumben kamu kesini. Ada apa ya?" tanya Arsen penasaran.
"Eee ini kak, aku buatin kopi buat kak Arsen! Daritadi kan kak Arsen duduk disini terus, pasti kak Arsen kedinginan deh! Makanya aku bikinin kopi yang hangat ini, supaya tubuh kak Arsen juga terasa hangat. Nih diminum dulu, kak!" jawab Velove.
Velove meletakkan nampan itu di samping Arsen, ia kini juga telah duduk di sebelah pria itu dan terus menatap wajah Arsen sambil tersenyum, jujur Velove juga sebenarnya tertarik pada sosok pria tersebut.
"Makasih ya!" ucap Arsen mengambil cangkir itu.
"Sama-sama, kak. Itu aku buat sendiri loh, soalnya aku juga pengen ucapin terimakasih buat kak Arsen!" ucap Velove tersenyum malu-malu.
"Loh makasih untuk apa?" tanya Arsen heran.
"Iya, kan kak Arsen udah bolehin aku anggap kak Arsen sebagai kakak kandung aku sendiri. Jujur deh kak, sejak kecil aku kepengen banget punya kakak cowok!" ucap Velove.
__ADS_1
"Santai aja! Aku juga senang kok bisa punya adik lagi seperti kamu, apalagi kamu itu wanita yang cantik dan juga baik! Eee aku mau minum kopi ini dulu, ya? Dari baunya kayaknya enak nih, aku jadi penasaran sama rasanya!" ucap Arsen.
"Hahaha, iya kak silahkan!" ucap Velove sembari memalingkan wajahnya ke arah lain.
Sluurrppp...
"Ahh, enak banget Ve! Kamu ahli juga ya racik kopi, mulai besok mending kamu aja yang tugasnya bikin kopi buat saya dan yang lain!" ucap Arsen nyengir.
"Aduh kak, bukannya semua rasa kopi itu sama aja ya? Aku kan cuma tuang kopi sama gula ke cangkir terus dikasih air panas, gimana ceritanya rasanya bisa beda?" tanya Velove keheranan.
"Ya gak tahu deh, mungkin karena ini kamu bikinnya pake cinta?!" jawab Arsen.
Velove terdiam mendengar ucapan Arsen, entah mengapa ia langsung merasa salah tingkah saat Arsen berbicara seperti itu. Velove sampai tidak berani menatap wajah Arsen saat ini, ia terus membuang muka sembari mengusap lehernya karena rasa grogi yang sedang ia rasakan saat ini.
"Kamu kenapa? Benar ya yang saya bilang tadi?" tanya Arsen sengaja menggoda gadis itu.
"Hah? Eee gak tahu deh kak, mungkin iya. Ta-tapi, aku juga bingung!" ucap Velove gugup dan hanya melirik sekilas ke arah Arsen.
"Hahaha..." Arsen tertawa lalu menyeruput kopinya.
Velove semakin merasa tak karuan dengan kelakuan Arsen yang seperti itu, ia kini yakin ada sesuatu yang tidak beres di hatinya. Namun, Velove tak mungkin bisa mengatakan itu karena ia sudah terlanjur bilang iya pada Rizky dan bersedia untuk menikah dengan lelaki tersebut tak lama lagi.
"Eee kak Arsen apaan sih? Perasaan aku biasa aja, aku juga gak dandan kok," ujar Velove gugup.
"Biarpun kamu gak dandan, cantik kamu kan tetap gak pudar Ve! Ya hampir sama lah kayak Tania, kalian berdua itu cantiknya gak ada obat!" ucap Arsen.
Velove hanya bisa terdiam sembari menyatukan kedua tangannya disana, ia tak tahu harus bersikap bagaimana saat ini.
...•••...
Disisi lain, Lionel dan Rianti telah selesai mandi berdua karena mereka juga sudah menuntaskan permainan yang menggairahkan dari siang hingga malam saat ini. Ya mereka sangat terpuaskan karena sudah cukup lama tak terjadi persetubuhan diantara sepasang suami-istri itu, bahkan Lionel masih saja ingin menciumi wajah istrinya yang mulus itu.
Rianti telah berpakaian memakai daster tipis kesukaan suaminya, sedangkan Lionel juga sudah memakai pakaiannya dan kini memeluk istrinya dari belakang. Lionel mengusap lembut perut Rianti yang mulai membesar dan sesekali menggigit daun telinga istrinya itu, sehingga Rianti sedikit mengerang merasakan kenikmatan yang diberikan Lionel.
"Mas, kamu masih mau?" tanya Rianti tersenyum tipis sengaja menggoda suaminya.
__ADS_1
"Jujur sih iya sayang, tapi aku mikirin calon anak kita di dalam perut kamu ini. Besok-besok lagi aja deh sayang, aku gak mau terjadi sesuatu sama dia yang bikin kita kehilangan dia! Untuk sekarang aku mau ciumin kamu aja, sayang!" ucap Lionel.
"Tumben mas, biasanya kamu langsung gas aja gak pake mikirin calon anak kita! Tapi, bagus deh jadi aku gak ngerasa capek kalo harus layanin kamu terus, mas!" ucap Rianti.
"Hahaha, maaf ya sayang!" ucap Lionel.
Tak lama kemudian, terdengar suara mobil yang datang di depan rumah mereka. Sontak Rianti dan Lionel pun berpikir kalau mungkin itu adalah mobil Reno yang sudah kembali dari jalan-jalan bersama Athar dan juga suster Amel, Rianti pun menatap wajah suaminya.
"Mas, itu kayaknya Reno deh. Kita coba cek ke depan yuk, siapa tahu emang bener itu Reno sama Athar yang udah pulang!" ucap Rianti.
"Iya sayang, tapi kamu coba cek Christy dulu dong! Daritadi kan dia cuma main sama mbak Rini, aku khawatir Christy pengen ***** sama kamu! Tadi kan aku udah, sekarang giliran Christy!" ujar Lionel.
"Ish, ngomong ***** nya biasa aja kali, mas! Tapi iya juga sih, aku coba ke kamar Christy dulu ya, mas? Kamu tolong ke depan temuin Athar!" ucap Rianti.
"Iya sayang," ucap Lionel tersenyum.
Setelahnya, mereka pun keluar kamar dan berpisah saat di depan. Rianti pergi ke kamar Christy, sedangkan Lionel melangkah ke luar menemui Reno yang baru datang bersama Athar.
"Ehem ehem..." Lionel berdehem pelan menghampiri Athar yang masih bersama Lionel.
"Papa!" ujar Athar tampak gembira.
Hugg...
Athar langsung berlari memeluk papanya di depan Reno dan mereka tampak sangat dekat, sehingga membuat Reno agak merasa iri.
"Gimana jalan-jalannya sayang? Kamu senang gak?" tanya Lionel.
"Senang banget pah, asik deh pokoknya! Tadi om Reno bawa aku keliling aquarium raksasa, disana ada banyak ikan-ikan keren pah!" jawab Athar.
"Wah seru tuh kayaknya!" ujar Lionel tersenyum.
Reno hanya bisa terdiam menyaksikan kedekatan antara putranya dengan Lionel disana.
"Hati aku sakit, saat mendengar putraku menyebut orang lain dengan sebutan papa! Sedangkan dia memanggilku om, padahal aku ini yang papa kandungnya!" batin Reno.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...