Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 217 (Mengantar ke sekolah)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 160


(Mengantar ke sekolah)


...•...


...•...


Keesokan paginya, Rania sudah bersiap untuk pergi ke sekolah bersama kakaknya yakni Tania yang juga akan pergi di pagi hari yang cerah ini untuk mengunjungi calon suaminya alias Revan di rumah sakit tempat dia bekerja.


"Sayang, kamu yakin kaki kamu udah mendingan dan gak sakit lagi??" tanya William khawatir.


"Iya pah, papa tenang aja! Aku mau bawain masakan buatan aku ke tempat kerja Revan, itung-itung permintaan maaf karena kemarin aku sama dia gak jadi jalan-jalan!" jawab Tania tersenyum.


"Waduh, tapi papa juga mau cicipin dong masakan kamu sedikit aja!" ucap William tersenyum.


"Papa mau? Yaudah papa kan bisa ambil sendiri di dapur atau minta tolong sama pelayan, aku masak cukup kok buat papa sama Rania juga!" ucap Tania.


"Iya nanti aja, sekarang mah papa masih mau ngeteh dulu sambil ngemil...." ucap William.


"Yaudah pah, kalo gitu aku mau berangkat nganter Rania ke sekolah dulu, ya?" ucap Tania pamit.


"Iya, hati-hati sayang!"


"Papa, aku pamit sekolah dulu ya?" ucap Rania menghampiri William lalu mencium punggung tangan pria tersebut sambil tersenyum manis.


"Iya sayang, belajar yang pinter oke?" ucap William sembari mencubit pipi Rania.


"Pastinya dong, pah! Kan aku mau jadi anak pinter biar bisa kayak kak Tania, iya kan kak?" ucap Rania mendongak menatap wajah Tania.


"Iya sayang...."


"Yaudah pah, kita pamit ya? Dadah...." ucap Tania.


"Dadah papa...." ucap Rania melambaikan tangan.

__ADS_1


"Iya dadah sayang!"


Kedua gadis itu pun jalan keluar bergandengan tangan untuk menuju ke mobil yang sudah disiapkan oleh Jono alias supir mereka, Rania tampak lebih ceria hari ini sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya mungkin karena ia habis pergi bersama mamanya kemarin.


Akan tetapi, disaat mereka hendak menuju mobil tiba-tiba saja mereka malah bertemu dengan Revan yang sudah berdiri di depan menatap mereka sambil tersenyum dan membawa setangkai bunga di tangannya yang ditujukan untuk Tania tentu.


"Revan?"


Tentu saja Tania kaget sekaligus senang karena calon suaminya ada disana, padahal sebelumnya Revan tidak mengatakan apa-apa kalau dia mau datang ke rumah itu menemui Tania, tapi tiba-tiba saja Revan malah sudah berada disana.


Begitu melihat Tania keluar dari dalam rumahnya, Revan langsung bergerak maju mendekati gadis itu dan menyerahkan bunga di tangannya kepada Tania sambil tersenyum dan membelai rambut calon istrinya itu serta menyapa Rania.


"Good morning, Tania! Ini buat kamu...." ucap Revan.


"Kamu kenapa gak bilang sih kalau mau kesini?" tanya Tania sembari mengambil bunga dari tangan Revan lalu menghirup aroma bunga itu.


"Kejutan dong, aku mau anterin kalian berdua! Pasti Rania yang cantik dan imut ini mah pergi sekolah, ya kan?" ucap Revan membungkuk sedikit sembari mencolek dagu Rania.


"Iya dong kak Revan, aku kan mau jadi anak yang rajin dan pintar!" ucap Rania tersenyum renyah.


"Wah wah hebat banget ini calon adik iparnya kakak, udah cantik terus rajin lagi! Semoga cita-cita Rania itu bisa terwujud, ya?" ucap Revan mengusap puncak kepala Rania dengan lembut.


"Aamiin..." ucap Rania & Tania bersamaan.


"Eee.... iya deh, tapi Rania mau gak diantar sama kak Revan ke sekolahnya?" ucap Tania.


"Mau dong kak, mau banget malah!" jawab Rania.


"Ahaha, pinter Rania! Nah udah ayo, kita langsung aja berangkat sekarang sebelum telat!" ucap Revan.


"Ayo!" ucap Rania bersemangat.


Mereka bertiga langsung bergegas menuju mobil Revan yang terparkir di depan sana, tak lupa juga Tania memberitahu pada Jono kalau ia tidak jadi minta diantar karena akan berangkat ke sekolah bersama Revan calon suaminya.




Singkat cerita, kini mereka sudah berada di dalam mobil Revan dan tengah dalam perjalanan menuju sekolah Rania yang terletak memang agak jauh dari rumah itu, sehingga Revan memacu mobilnya dengan agak kencang agar Rania tak terlambat.


Revan harus banyak-banyak sabar karena Tania memilih duduk di kursi belakang bersama Rania alias adiknya dan membiarkan Revan duduk sendirian di depan, ya Revan sudah seperti supir pribadi Tania juga Rania saat ini.


Namun, Revan tak mempermasalahkan itu karena baginya yang penting ia bisa mengantar Tania serta Rania pagi ini dan bisa melihat senyum manis di wajah Tania melalui kaca spion, itulah yang dinamakan bertatapan secara tidak langsung.

__ADS_1


"Kak Revan, kapan kakak mau ikut juga tinggal di rumah aku?" tanya Rania dengan nada gemas.


"Hey, kamu kenapa nanya gitu ke kak Revan?" ujar Tania kaget mendengar pertanyaan Rania itu.


"Emangnya pertanyaan aku barusan ke kak Revan itu salah ya kak? Aku kan cuma mau tahu kapan kak Revan tinggal bareng sama kita di rumah, soalnya aku udah gak sabar banget!" ucap Rania.


"Gak salah kok Rania, kakak kamu aja yang kaget karena kepintaran Rania! Udah Rania tenang aja, gak lama lagi kak Revan bakal tinggal bareng kok sama Rania di rumah papa William!" ucap Revan nyengir.


"Yang bener kak? Yeay asik...!!!" ujar Rania.


"Kamu ngasal aja deh kalo ngomong, Van! Emangnya kamu udah siapin semuanya?" ucap Tania.


"Jangan salah Tania, pernikahan kita itu sudah di depan mata tinggal nunggu waktu yang tepat aja! Sebentar lagi kan kita mau tunangan, nah gak lama dari itu juga kita langsung gas ke KUA!" ucap Revan.


"Iyain aja deh, biar cepet!" ujar Tania tersenyum.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di depan sekolah dasar tempat Rania bersekolah dengan tepat waktu, Revan langsung turun dari mobilnya lalu membukakan pintu untuk Tania serta Rania agar mereka juga bisa turun.


"Makasih ya, pake dibukain segala!" ucap Tania tersenyum malu-malu.


"Gapapa sayang, kan ini namanya calon suami yang baik dan perhatian!" ucap Revan tersenyum.


"Cie cie... kak Revan sama kak Tania saling pandang kayak gitu, romantis banget deh!" ujar Rania sembari mendongak menatap wajah Tania serta Revan secara bergantian dan tersenyum.


"Hey, kamu gak boleh kayak gitu ah!" ucap Tania.


"Gapapa lah, bagus kamu Rania!" ucap Revan.


"Van, kamu—"


"Ssshhh! Udah gausah dibahas lagi! Sekarang kan Rania mau sekolah, kamu harusnya jangan banyak ngomel dong ke dia!" potong Revan.


"Siapa yang ngomel?" tanya Tania bingung.


"Ya kamu lah, masa aku?" ujar Revan nyengir.


"Yaudah, yuk Rania kita masuk!" ucap Tania menggandeng tangan adiknya.


Rania mengangguk lalu bersama Tania jalan masuk ke dalam sekolah sambil tersenyum, mereka meninggalkan Revan disana begitu saja tanpa memperdulikan pria tersebut, Revan pun tampak terkekeh dan menggelengkan kepala disana.


"Makin menggoda aja kamu, Tania!" batin Revan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2