Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 165 (Peninggalan mama)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 109


(Peninggalan mama)


...•...


...•...


Rianti pergi ke mall bersama Aliyah serta Athar dan Christy tentunya, Rianti sengaja hendak refreshing jalan-jalan agar otak tidak selalu panas karena memikirkan perselingkuhan yang dilakukan Lionel dengan seorang wanita cantik yang ia pergoki di perusahaan suaminya itu secara langsung.


Mereka bertiga kini masuk ke toko kosmetik karena Rianti hendak membeli beberapa alat make-upnya yang sudah habis atau belum ia miliki, ia mendorong stroller Christy sembari melihat-lihat berbagai jenis kosmetik yang ada disana. Sedangkan Aliyah ia tugaskan untuk menjaga putarnya yakni Athar, baginya Athar lebih sulit dijaga dibanding Christy.


"Aliyah, kamu juga kalo mau beli sesuatu tinggal pilih aja ya mana yang kamu mau! Nanti biar saya yang bayarin kok, tapi jangan lupa sambil dijaga itu Athar jangan sampe lepas!" ucap Rianti.


"Iya nyonya, terimakasih!" ucap Aliyah tersenyum sambil memegangi tubuh Athar.


Tak diduga-duga hal yang ingin ia hindari saat ini justru malah muncul disana dan masuk ke toko yang sama dengannya, ya Shani ada disana baru datang lalu masuk melangkahkan kaki dengan style mewahnya yang cukup membuat Rianti insecure.


Lagi-lagi Rianti dibuat bersedih karena harus bertemu dengan selingkuhan suaminya disana, ia tidak habis pikir mengapa bisa Shani juga ada di tempat yang sama dengannya padahal mall ini luas.


"Hadeh wanita itu kenapa pake dateng kesini sih? Kalau sampe dia lihat aku gimana? Jujur aku males banget lihat mukanya yang sok kecakepan itu, tapi emang iya sih dia lebih cantik dari aku!" batin Rianti.


Rianti yang memang ingin sekali suaminya bertanggung jawab pada wanita itu langsung berniat menghampiri Shani disana, namun tiba-tiba saja ia merasa ragu untuk menemui Shani saat ini karena sejujurnya ia juga takut suaminya akan berpaling pada wanita itu dan melupakan dirinya.

__ADS_1


"Aku harus apa sekarang? Gimana nantinya kalau mas Lio malah lebih sering deket dan cinta sama Shani dibanding aku? Kasihan anak aku nanti, mereka pasti sedih kalau gak bisa dapetin kasih sayang papanya..." batin Rianti sembari mengusap perutnya serta menatap Christy.


Pikirannya kini tak karuan antara merasa kasihan pada Shani karena ia juga wanita dan tentu tahu bagaimana yang dirasakan Shani, tapi ia juga kasihan pada putra-putrinya nanti jika Lionel menikah dengan Shani dan memiliki anak dari wanita itu.


Ya akhirnya Rianti mengurungkan niatnya untuk menemui Shani dan berbicara dengan wanita itu, sepertinya ia belum siap jika harus berbicara sekarang karena suasana hatinya sedang kacau.


Akan tetapi, Shani justru melihat dan mengetahui keberadaan Rianti disana saat ia melihat ke arah kanan tanpa sengaja. Shani pun tersenyum licik seperti mempunyai rencana jahat yang sudah ia siapkan untuk memengaruhi Rianti, wanita itu langsung berjalan ke arah Rianti dan mendekatinya.


"Ehem..." Shani berdehem begitu ia sampai di belakang tubuh Rianti.


Sontak Rianti terkejut dan matanya terbelalak begitu melihat Shani sudah ada di dekatnya, sedangkan Shani malah senyum-senyum sembari menatap tubuh Rianti dari atas sampai bawah.


"Apa kabar, Rianti?" ucap Shani.


Rianti sungguh malas harus meladeni Shani disaat seperti ini, apalagi suasana hatinya tengah kacau dan tak karuan.


"Baik, kamu sendiri gimana?" ucap Rianti mencoba tenang dengan tersenyum tipis.


"Ah iya," jawab Rianti singkat seraya menarik stroller itu menjauh dari Shani, ia tak mau wanita itu berbuat macam-macam pada putrinya.


"Namanya siapa?" tanya Shani mendongak.


"Christy,"


"Waw nama yang bagus, seandainya nanti anak aku juga perempuan pasti nama itu cocok buat dipake!"


Rianti tersentak mendengar perkataan Shani barusan, mendadak rasanya ia ingin menangis karena wanita itu ternyata sedang mengandung anak dari Lionel alias suaminya.


"Jadi Shani lagi mengandung, pasti itu anak hasil pemerkosaan mas Lio! Kalau sudah begini aku jadi semakin tidak tega ngeliat Shani, gimanapun dia juga perempuan sama seperti aku!" batin Rianti.


"Hahaha, sepertinya Rianti mulai terpengaruh dengan ucapan ku barusan! Memangnya siapa yang hamil?" batin Shani tersenyum licik.

__ADS_1


...•••...


Disisi lain, Tania tengah berada di depan pintu kamar adiknya yakni Rania. Ia hendak mengajak gadis kecil itu keluar dan bermain bersama karena sejak tadi Rania belum keluar kamar juga, Tania sedikit merasa khawatir pada adiknya tersebut dan takut kalau sesuatu terjadi padanya di dalam sana.


Ceklek...


Tania coba membuka pintu kamar itu dan rupanya tidak dikunci oleh Rania, tentu Tania langsung saja masuk ke dalam tapi secara perlahan karena ia tak mau mengganggu Rania nantinya. Kepalanya masuk lebih dulu mengecek sedang apakah gadis kecil itu, ya tampak Rania tengah duduk membelakangi pintu di atas ranjang tanpa suara.


"Rania lagi ngapain, ya?" batin Tania.


Karena penasaran dengan apa yang tengah dilakukan adiknya di dalam sana, Tania pun langsung saja melangkahkan kakinya masuk ke dalam kemudian menghampiri Rania disana.


"Rania..." ucap Tania pelan sembari melangkah mendekati Rania.


Gadis kecil itu menoleh begitu namanya disebut, tampak air mata cukup banyak membasahi pipinya dan dengan cepat ia menyeka semua air mata tersebut tapi terlambat karena Tania sudah melihatnya dan mengetahui kalau Rania tengah menangis disana.


"Loh, kamu kenapa Rania? Kok kamu nangis sih?" ucap Tania cemas, ia langsung bergerak cepat duduk di samping adiknya dan merangkul Rania.


"Aku pengen ketemu sama mama, kak!" ucap Rania terisak di bahu kakaknya.


"Tenang ya sayang, kakak yakin suatu saat kamu dan mama kamu pasti akan dipertemukan entah dimana! Sudah ya, jangan menangis terus seperti ini sayang! Kakak kan ada disini buat kamu, jangan nangis lagi ya!" ucap Tania menenangkan adiknya.


Tania melihat sepasang anting serta kalung emas yang tengah dipegang oleh adiknya disana, matanya menelisik tajam karena belum pernah ia melihat benda-benda itu sebelumnya.


"Eee Rania, ini semua kamu dapat darimana?" tanya Tania memegang pundak Rania.


"Ini peninggalan mama aku, kak! Kata ayah dulu mama sempat kasih ini buat aku, makanya sekarang cuma barang-barang ini yang bisa aku peluk kalau lagi kangen sama mama..." jawab Rania.


"Jadi ini punya mamanya Rania? Pasti bang Jordi temuin ini saat dia juga temuin Rania di sungai, itu artinya bang Jordi juga gak tahu siapa mama kandung Rania dan dimana dia sekarang! Aku harus selidiki semuanya, kasihan Rania kalau terus sedih kayak gini!" batin Tania sembari mengusap lembut punggung adiknya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2