Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 215 (Anakku bukan?)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 158


(Anakku bukan?)


...•...


...•...


Di dalam mobil, Rianti masih kepikiran dengan Reno yang tadi tanpa sengaja ia temui di supermarket saat hendak membayar belanjaannya, ia tak menyangka akan bertemu kembali dengan Reno secepat ini padahal ia baru beberapa hari pindah ke Bogor.


Athar yang berada tepat di sampingnya pun bingung sekaligus penasaran melihat mamanya terdiam seperti itu, ia coba bertanya pada Rianti sembari menarik-narik baju yang dikenakan Rianti untuk membuat mamanya itu sadar dari lamunannya.


"Mah, mama kenapa sih?" tanya Athar bingung.


"Eh sayang, mama gapapa kok nak!" jawab Rianti sambil tersenyum dan mengusap puncak kepala putranya itu.


"Tapi, mama kenapa diem aja daritadi?" tanya Athar.


"Umm... mama cuma bingung aja, kira-kira nanti di rumah mama bikin apa ya buat makan siang Athar sama papa??" ucap Rianti.


"Ohh, aku mau sate dong, mah!" ucap Athar.


"Sate? Emang Athar doyan makan sate?" ucap Rianti.


"Doyan dong, mah! Sate kan enak buat dimakan, aku yakin papa pasti juga suka kalo mama masak sate buat makan siang!" ucap Athar tersenyum.


"Duh, tapi kalo sate masaknya tuh harus lama Athar! Mama kan boleh capek-capek kata papa, nanti kalo mama masak sate pasti papa marah! Emang Athar mau kalo mama dimarahin sama papa, Athar gak kasian gitu sama mama??" ucap Rianti.


"Oh iya ya, mama kan lagi ngandung dedek bayi ya! Yaudah deh aku gak minta sate, kalo gitu aku mau sup iga buatan mama aja yang enak itu!" ucap Athar.


"Hahaha, iya oke mama masakin sup iga ya buat Athar nanti! Terus kalo emang Athar mau sate, mama juga bisa bilang ke papa nanti buat dibeliin, gimana mau gak?" ucap Rianti.

__ADS_1


"Hmm... gausah deh mah, aku mau sup iga aja!" jawab Athar tersenyum.


"Oke deh!"


Rianti memeluk putranya sembari mengusap lembut wajah Athar dan tersenyum, sesekali ia juga mengecup kepala Athar sambil mengingat pertemuannya dengan Reno tadi, ia sebenarnya ingin sekali mengatakan pada Reno kalau Athar adalah putranya, namun ia belum siap untuk itu.


"Athar, kamu tadi udah ketemu sama ayah kandung kamu nak! Kalau kamu tahu, pasti kamu bakal seneng banget!" batin Rianti.




Sementara Reno juga masih kepikiran dengan Rianti dan sosok anak kecil yang bersamanya tadi, ia tak bisa melupakan wajah anak kecil itu karena sangat persis dengan wajahnya, ia pun mengira kalau itu adalah putranya.


Reno ingat betul terakhir kali ia bertemu dengan Rianti adalah ketika mereka melakukan percocok tanaman di rumah wanita itu, dan saat itu ia memang sengaja ingin menghamili Rianti sebagai bentuk kekesalannya pada wanita tersebut.


Namun, setelah cukup lama itu terjadi ia menyesal karena sudah membuat hidup Rianti jadi menderita dan ingin meminta maaf pada wanita itu, akan tetapi ia tak mengetahui dimana keberadaan Rianti dan justru setelah 8 tahun ia baru bertemu Rianti lagi.


"Saya harus gimana sekarang? Apa benar anak itu adalah anak saya yang saya tanam di rahim Rianti waktu itu??" gumam Reno sembari mengelus dagunya.


Bruuukkk...


"Yah!"


"Ma-maaf, saya gak sengaja!" ucap Reno.


"Ish, lu giman—"


Ucapan wanita itu terhenti saat ia melihat wajah pria yang menabraknya, bahkan ia malah terkejut lalu menunjuk wajah Reno menggunakan telunjuknya, sedangkan Reno juga tampak kaget ketika melihat yang ditabraknya itu adalah Lyota.


"Reno? Lu tuh kok ada dimana-mana sih?" ujar Lyota.


"Hahaha, lagi-lagi saya ketemu sama kamu! Kayaknya emang bener deh kita ditakdirkan untuk bersama dan mungkin kita itu berjodoh, ya gak sih?" ucap Reno tersenyum genit.


"Hah? Ya gak mungkin lah!" ujar Lyota.


"Kenapa gak mungkin?" tanya Reno.


"Gue itu orang sederhana, yakali dapet jodoh orang berada kayak lu!" ucap Lyota.

__ADS_1


"Hadeh, masih aja ngomong gitu! Udah, itu baju kamu kan basah gimana kalo saya ajak kamu ke butik terdekat terus saya beliin kamu baju ganti supaya kamu gak kedinginan?" ucap Reno.


"Eee... gausah deh, gapapa ini cuma dikit kok! Lagian gue buru-buru harus beli susu buat adek, udah gapapa kok!" ucap Lyota.


"Ohh, tapi yakin nih gapapa? Itu basahnya tepat di bagian dada kamu loh, emang gak kerasa dingin atau semriwing gitu??" ujar Reno terkekeh.


"Hah? Maksudnya??"


"Hahaha, gak kok becanda doang! Jadi kamu gak mau ganti baju nih?" ucap Reno.


"Iya gausah, biar nanti gue ganti di rumah aja! Yaudah gue masuk ke dalam, ya?" ucap Lyota.


"Oh, saya temenin ya?" ucap Reno.


Lyota mengangguk sambil tersenyum dan menundukkan kepalanya karena malu, ia juga berusaha menutupi bajunya yang basah dengan outer yang ia kenakan, lalu mereka pun bersamaan masuk ke dalam supermarket itu.


...•••...


Disisi lain, Revan sudah sampai di rumah Tania dan ia pun telah mengetahui kalau Tania terjatuh di kamar mandi saat hendak bersiap membersihkan tubuhnya, tentu Revan merasa panik sekaligus bersalah karena menjadi penyebab Tania terjatuh.


Walau tentunya itu semua bukan salahnya, melainkan kecerobohan Tania sendiri yang jalan tidak hati-hati sehingga bisa terpeleset lalu jatuh di lantai kamar mandi yang licin, akibatnya mereka pun tidak jadi pergi berdua keluar.


"Tania, aku minta maaf ya! Gara-gara aku ajak kamu pergi keluar, jadinya kamu sampe kepleset begini deh!" ucap Revan cemas.


Ya saat ini Revan berada di kamar Tania dan tengah melihat kondisi gadis itu disana, mereka tak hanya berdua karena ada William juga yang menemani mereka agar tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan kepada mereka berdua.


"Ngapain kamu minta maaf sih, Van? Ini bukan salah kamu loh, aku aja yang ceroboh!" ucap Tania.


"Tetep aja gara-gara aku, kan aku yang ajakin kamu jalan dan suruh kamu mandi buat siap-siap!" ucap Revan memegangi kaki Tania.


"Enggak Revan, kamu berhenti dong salahin diri kamu kayak gitu!" ucap Tania.


William hanya senyum-senyum sambil menggelengkan kepala melihat kedua pasangan itu berdebat, ia tak mengira putrinya dan Revan bisa menjadi seperti itu ketika sudah berpacaran.


"Yaudah iya, sekarang kamu istirahat aja! Kita jalan-jalannya dipending aja dulu, ya?" ucap Revan.


"Iya, maaf banget ya gara-gara aku jatuh kita jadi gak jadi jalan-jalan deh...." ucap Tania memelas.


"Gapapa, ini namanya udah takdir!" ucap Revan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2