Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 334 (Pengen cium terus)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 277


(Pengen cium terus)


...•...


...•...


TOK TOK TOK...


Velove yang sedang bermain bersama Rania di dalam rumah, terkejut ketika ada suara ketukan pintu dari arah luar. Ya Velove pun meminta Rania untuk tetap disana selama ia pergi ke luar mengecek siapa yang datang di depan sana, namun William justru datang mencegah Velove yang ingin membuka pintu tersebut, ya Velove menurut saja dengan William.


"Kamu disini aja temani Rania! Biar om yang buka pintunya, kasihan Rania kalau sendirian dan gak ada yang nemenin! Lagian bisa jadi itu teman om kok, gapapa biar om aja yang buka!" ucap William.


"Oh begitu, baik om! Kalo gitu aku mau lanjut main sama Rania disana, makasih ya om!" ucap Velove tersenyum.


"Iya," ucap William singkat.


William pun bergegas ke depan pintu untuk mengecek siapa yang datang, sedangkan Velove tetap disana menemani Rania untuk bermain dengan putrinya tersebut. Namun, Velove masih penasaran siapa sebenarnya yang datang ke rumah itu dan ada urusan apa dia datang kesana, ya Velove terus menatap ke luar mencari tahu siapakah itu.


Ceklek...


William terkejut karena yang datang ternyata bukanlah temannya, melainkan Rizky yang sepertinya ingin menemui Velove alias gadis yang ia sukai itu. Ya William menganga lebar menatap tubuh Rizky dari atas sampai bawah, terlihat juga pria itu membawa bunga di tangannya yang akan ia berikan pada Velove nanti.


"Selamat siang om!" ucap Rizky menyapa William sambil mencium tangannya. "Maaf saya ganggu waktunya, tapi saya mau ketemu sama Velove om! Dia ada di dalam kan?" sambungnya.


"Ohh, kamu ini siapanya Velove?" tanya William.

__ADS_1


"Eee saya temannya, om!" jawab Rizky sedikit gugup.


"Oh gitu, teman atau teman nih? Kok pake bawa bunga segala?" ledek William sambil nyengir.


"Hahaha, om bisa aja! Teman doang kok, ini ya hadiah aja gitu buat Velove!" ujar Rizky malu-malu.


"Gapapa, gausah malu gitu! Kalau emang pacaran, ya justru bagus loh! Jadi, nanti Rania bakal punya papa baru lagi! Pasti dia bakalan senang banget, apalagi papanya sekeren kamu!" ucap William.


"Waduh, om ini paling bisa deh!" ujar Rizky.


"Hahaha, yasudah ayo masuk! Velove ada kok di dalam, dia lagi main sama Rania disana!" ucap William mengajak Rizky masuk ke rumahnya.


"Eee baik om, kalo gitu om dulu aja yang masuk! Gak enak kalau saya yang duluan, kan ini rumahnya om!" ucap Rizky sambil nyengir garuk-garuk kepala bagian belakangnya.


"Oh, iya iya. Ayo kita masuk bareng-bareng aja biar tambah enak dan akrab!" ucap William.


Rizky manggut-manggut saja mengikuti perkataan William itu, lalu mereka berdua masuk ke dalam rumah itu dengan berdampingan sesuai kemauan dari William tadi. Ya walau Rizky sebenarnya masih sangat canggung untuk jalan bersama William yang merupakan orang terkenal itu, apalagi William juga adalah orang terkaya di kota bahkan negara itu.


Saat memasuki rumah itu, William serta Rizky langsung bertemu dengan Velove yang juga hendak keluar rumah karena penasaran siapa yang datang. Velove tampak syok begitu melihat ada Rizky di samping William saat ini dan tengah menatap ke arahnya sambil membawa bunga, sedangkan Rania yang ada di sampingnya justru tampak gembira.


"Eh Rania, apa kabar kamu?" ucap Rizky.


"Aku baik om! Om sendiri gimana?" ucap Rania sambil berdiri tepat di depan Rizky.


"Sama kok, om juga baik!" ucap Rizky tersenyum.


"Wah wah! Udah pada akrab nih kelihatannya, pas deh tinggal nikah aja!" ujar William tersenyum.


"Hah??" Velove langsung terkejut bukan main.


...•••...


Disisi lain, Reno kembali menemui Lyota yang masih setia menunggunya di wahana bermain. Ya Reno tersenyum melihat gadisnya sedang duduk sendiri sambil menopang dagunya, ia merasa kasihan dan menyesal karena sudah terlalu lama meninggalkan Lyota sendirian disana. Tanpa banyak berpikir, Reno pun bergegas menghampiri Lyota di depan sana.


Reno berhenti di samping gadis itu, lalu mencolek telinga Lyota yang tengah melamun saja sampai tak sadar dengan kehadirannya disana. Ya Lyota tampak terkejut dan reflek mendongak menatap wajah Reno sambil mengelus dadanya, sedangkan Reno tersenyum lalu mencengkeram rahang Lyota dan melumatt bibir gadis itu tanpa berpikir panjang.

__ADS_1


"Eemmhh... eemmhh!"


Hanya itu kalimat yang bisa terdengar dari mulut Lyota saat bibirnya dibungkam oleh Reno, Lyota juga terus menepuk-nepuk punggung Reno meminta dilepaskan. Namun, pria itu tetap saja melakukan apa yang ia ingin lakukan dan malah memperdalam ciumannya tersebut, sehingga Lyota tak dapat berbuat banyak lagi dan hanya bisa pasrah.


"Mantap sayang! Bibir kamu masih enak aja, aku sekarang jadi puas deh!" ucap Reno tersenyum.


"Haish, kamu apa-apaan sih Ren? Bisa gak kalo minta cium tuh baik-baik? Jangan kasar kayak gitu dong!" ucap Lyota protes.


"Hahaha, iya maaf ya sayang! Lain kali aku mintanya baik-baik deh, aku janji!" ucap Reno.


"Ah kamu mah selalu aja begitu! Terus kamu darimana aja sih? Kenapa lama banget pergi ke kamar mandi doang?" tanya Lyota penasaran.


"Eee tadi itu kamar mandinya rame, maklumlah ini kan tempat wisata!" jawab Reno ngeles.


"Oh gitu, pantes aja lama banget!" ucap Lyota sambil bangkit dari duduknya. "Yaudah, yuk sekarang kita naik wahana itu! Kayaknya seru deh, aku pengen bisa keliling satu tempat ini pake mobil itu!" sambungnya sambil tersenyum menatap ke arah Reno.


Cupp...


Lagi-lagi Reno mendaratkan kecupan sekilas pada bibir Lyota yang masih basah itu, ia juga mengusap lembut bibir Lyota sembari menatap wajah gadis yang tampak memerah itu. Ya Lyota sangat malu karena banyak orang yang berlalu lalang di sekitar sana, ia hanya bisa menahan rasa malunya itu tanpa mampu berbuat apa-apa pada Reno saat ini.


"Reno, kamu kenapa sih? Kok malah cium aku lagi? Emang kamu mau, kita diusir dari sini karena kamu cium-cium aku gak tahu tempat?" tanya Lyota yang amat sangat kesal pada kelakuan Reno.


"Hahaha, maaf sayang! Aku gak tahan sama bibir kamu yang mungil itu, rasanya aku pengen tiap menit cium bibir kamu itu!" ucap Reno nyengir.


"Haish, kalo emang kamu mau itu ya tunggu sampe kita resmi nikah nanti! Baru deh kamu bisa puas cium bibir aku, bahkan bukan cuma bibir tapi semua tubuh aku boleh kamu cium! Sekarang kan kita statusnya masih pacaran," ujar Lyota.


"Hehehe, makanya kita nikah besok ya?!" ucap Reno.


"Hah? Udah gila kamu ya?!" ujar Lyota terkejut.


Reno hanya terkekeh saja melihat reaksi Lyota, lalu mereka pun berjalan menuju wahana yang ingin mereka berdua naiki.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2