
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 337
(Tak sengaja)
...•...
...•...
Tania dan Revan tanpa sengaja bertemu dengan Reno serta Lyota di sebuah minimarket, kebetulan tadi Tania hendak membeli minuman karena haus sehingga mereka mampir lebih dulu kesana. Tania tak mengira jika ia bisa bertemu dengan Reno dan Lyota sekaligus, apalagi saat ini ia sedang bersama Revan calon suaminya dan ia takut Revan cemburu.
Melihat Tania juga ada di minimarket tersebut, Reno pun hanya bisa terdiam melongok melihat sosok wanita yang merupakan cinta pertamanya itu. Reno sangat gugup karena hingga kini memang ia masih belum seratus persen dapat melupakan Tania dari hatinya, namun ia menghargai Lyota sebagai sang istri dan tak mau Lyota tau tentang itu semua disana.
"Tania?" ucap Reno menyapa gadis di depannya yang ia temui saat hendak keluar dari minimarket.
"Eh Reno?" ucap Tania agak gugup.
"Kamu mau ke dalam ya?" tanya Reno.
"Eee iya nih," jawab Tania singkat.
"Ohh, yaudah silahkan! Eh ya, sebelumnya maaf lahir batin ya! Kalau aku ada salah sama kamu selama ini, baik lewat lisan ataupun perbuatan aku yang gak kamu sukai, tolong dimaafkan!" ucap Reno.
"Iya, maaf lahir batin juga! Selamat ya atas pernikahan kamu dan dia!" ucap Tania.
"Terimakasih, semoga kalian juga bisa cepat menyusul! Oh ya, jangan lupa hadir ke resepsi kita Minggu depan ya!" ucap Reno tersenyum.
"Insyaallah, aku sama Revan datang nanti! Kita doain semoga pernikahan kalian langgeng terus sampai maut memisahkan, jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah!" ucap Tania.
"Iya, langgeng terus ya! Maaf lahir batin ya!" sahut Revan tersenyum sambil bersamaan dengan Reno.
"Maaf lahir batin juga! Aamiin, makasih ya doanya! Kita juga doain semoga hubungan kalian lancar sampai hari h nanti, terus gak ada masalah diantara kalian!" ucap Reno.
"Aamiin!" ucap Tania dan Revan bersamaan.
__ADS_1
"Eee yaudah ya, aku mau antar istri aku pulang. Sampai ketemu di resepsi aku nanti!" ucap Reno pamitan.
"Oke! Kamu juga jangan lupa datang ya ke nikahan aku dan Revan nanti!" ucap Tania.
"Eee pasti kok, tinggal kirim aja undangannya ke rumah! Nanti aku sama istri aku ini tinggal langsung datang kesana, sekalian ajak Tania kecil supaya bisa lihat tante nya yang satu ini menikah!" ucap Reno tersenyum.
"Hahaha, iya aku jadi kangen sama Tania kecil! Sampaikan salam aku buat dia ya!" ucap Tania.
"Siap!"
Setelahnya, Reno dan Lyota pun melangkah lebih dulu melewati Tania serta Revan menuju mobilnya untuk kembali ke rumah.
Sementara Tania dan Revan masuk ke dalam minimarket itu untuk membeli minuman.
Saat di dalam mobil, Lyota terus saja melirik ke arah suaminya yang tampak sedang senyum-senyum sendiri. Ia merasa heran plus cemburu karena cemas kalau suaminya itu masih menyukai Tania.
"Mas!" tegur Lyota geram.
"Eh iya, kenapa cantik?" tanya Reno kaget.
"Kamu yang kenapa? Aku lihatin daritadi kamu senyum-senyum gitu aja, pasti kamu masih mikirin Tania ya!" ujar Lyota kesal.
"Gak kok, aku itu cuma mikirin kamu sayang! Buat apa aku mikirin Tania? Dia itu masa lalu aku, lebih baik aku fokus sama kamu dong sayang!" ucap Reno sembari mencolek pipi Lyota.
Reno tersenyum kemudian mendekat ke arah istrinya, ia menatap wajah Lyota dari jarak dekat membuat wanita itu merasa gugup.
Cupp!
Tanpa aba-aba Reno mengecup pipi istrinya itu, seketika rona merah pun muncul di wajah Lyota akibat kecupan dari suaminya. Wanita itu langsung terdiam sembari memegangi pipinya.
"Kamu cemburu ya...??" goda Reno terkekeh.
"Hah? Apaan sih, mas?" ujar Lyota tersipu.
Reno hanya senyum-senyum sembari menggelengkan kepala melihat ekspresi istrinya itu.
•
•
Sementara itu, Tania mengambil sebuah minuman dari dalam kulkas untuk diminum olehnya. Ia sudah sangat haus akibat cuaca yang panas, namun hatinya kini masih terus memikirkan kejadian tadi saat ia tanpa sengaja bertemu dengan Reno di depan minimarket, entah mengapa ia tak bisa melupakan itu apalagi Reno bersama Lyota tadi.
__ADS_1
Revan yang melihat kekasihnya tampak berbeda, pun langsung menarik tubuh Tania dan memegang dua pundak gadis itu. Revan penasaran mengapa Tania tiba-tiba jadi seperti itu setelah bertemu dengan Reno di depan tadi, padahal sebelumnya Tania biasa-biasa saja dan masih ceria tidak murung atau sedih seperti sekarang ini.
"Van, kamu apa-apaan sih? Aku kan lagi pengen ambil minuman di kulkas, kenapa kamu malah tarik aku? Untung aja itu minumannya gak jatuh ke bawah, kalo pecah gimana?" tanya Tania heran.
"Maaf sayang! Tapi, aku bingung aja sama kamu. Kenapa kamu tiba-tiba jadi murung begitu sih? Apa karena tadi kamu ketemu sama Reno, terus kamu cemburu ngeliat Reno udah nikah sama wanita lain ya?" ujar Revan.
"Hah? Kamu ngomong apa sih? Yakali aku cemburu, ngapain banget?!" ujar Tania mengelak.
"Kamu jujur aja sayang, aku gak akan marah kok! Kalau emang kamu masih cinta sama Reno, ngaku aja udah sama aku!" ucap Revan.
"Ish, enggak Revan!" tegas Tania.
Revan terdiam menatap tajam wajah gadisnya masih sambil mencengkram dua pundak Tania dengan kuat, gadis itu berusaha melepaskan diri karena ia hendak membeli minuman.
"Lepasin Van! Aku tuh haus, kamu jangan bikin aku semakin ngerasa haus dong!" bentak Tania kesal.
Akhirnya Revan melepas cengkeramannya demi kebaikan Tania, biarpun ia masih ingin Tania mengaku tentang perasaannya pada Reno.
"Yaudah, kamu ambilin buat aku juga!" ucap Revan.
"Iya..."
Tania mengangguk kemudian mengambil dua buah botol minuman untuknya dan juga Revan.
"Nih, kamu yang moccha!" ucap Tania.
"Thanks!" ucap Revan singkat.
"Yaudah, bayar dulu yuk di kasir!" ucap Tania.
Mereka pun melangkah menuju kasir untuk membayar minuman tersebut, namun sikap Revan saat ini tampak berbeda tak seperti biasanya, hal itu membuat Tania merasa bersalah.
"Van, kamu kenapa sih? Masih cemburu? Ayolah, aku itu udah gak ada perasaan apa-apa lagi sama Reno! Lagian dia kan juga udah nikah, aku cuma sayang sama kamu Revan! Kita kan juga mau nikah sebentar lagi susul mereka!" bujuk Tania.
"Iya sayang, lagian siapa juga yang cemburu? Aku itu cuma kesel sama kamu, disuruh ngaku malah gak mau!" ujar Revan.
"Ya gimana mau ngaku? Aku kan emang gak ada perasaan apa-apa sama Reno!" ucap Tania.
Revan tersenyum lalu menarik kepala gadisnya, ia mengecup kening Tania sembari mengusapnya lembut. Tania menganga sedikit karena adegan itu disaksikan juga oleh para pengunjung minimarket.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...