
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 354
(Elus wajah kamu)
...•...
...•...
Reno dan Lyota tengah menikmati hari pertama mereka honeymoon di Bali, keduanya memang telah sampai dari semalam dan sudah bermalam di hotel ternama yang telah dipesan oleh Reno.
Kini sepasang suami-istri itu pergi keluar hotel berjalan-jalan di sekitar pantai yang indah, Lyota memang menyukai suasana pantai karena selain sejuk juga bisa membuatnya merasa nyaman.
Ombak siang hari yang tak terlalu besar itu membuat Reno merasa aman bila berjalan di bibir pantai, kebetulan juga cuaca hari ini tidak terlalu terik sehingga mereka tak kepanasan.
"Mas, kamu gak mau coba selancar? Kayaknya seru deh mas, cobain yuk!" ujar Lyota.
"Hey Lyota cantik, jangan macam-macam deh ah! Aku gak bisa naik selancar begitu, nanti kalau aku jatuh kecebur gimana?" ucap Reno.
"Ahaha payah kamu ah mas!" ledek Lyota.
"Yeh dia malah ngeledek, emang kamu sendiri bisa naik selancar?" balas Reno.
"Gak bisa sih, hehe!" ujar Lyota nyengir.
"Aduh gemesin banget sih kamu sayang!"
Reno yang tak tahan melihat ekspresi gemas dari Lyota, langsung mendekap erat tubuh istrinya itu sehingga Lyota hampir sesak nafas.
"Hosh hosh... mas, kamu mau bunuh aku ya?" ujar Lyota saat berhasil melepaskan diri.
"Ya enggak lah! Mana mungkin aku bunuh istriku yang cantik jelita ini? Aku gak sengaja sayang, tadi tuh aku gemes banget sama kamu makanya aku peluk deh!" ucap Reno.
"Hadeh, kamu emang nyebelin mas!" ujar Lyota.
"Nyebelin gini tapi bikin kamu kangen kan?" goda Reno sembari menaikkan dua alisnya.
"Dih kegeeran banget sih!" cibir Lyota.
Wanita itu menarik tangannya dari genggaman Reno, lalu berlari pelan meninggalkan Reno.
"Hey, kok lari sih? Sini dong sayang!" teriak Reno.
__ADS_1
Karena tak bisa jauh dari sang istri, Reno pun memutuskan untuk mengejar Lyota dengan cara berlari juga.
Slebb...
Reno berhasil meraih lengan Lyota dan kembali menariknya ke dalam dekapan.
"Jangan lari dari aku sayang!" ucap Reno.
"Apaan sih mas? Aku cuma mau nikmatin suasana pantai ini doang kok, kalo sambil lari jadi makin segar tau mas!" ucap Lyota tersenyum.
"Ohh, aku pikir kamu marah sama aku!" ujar Reno.
"Tadinya sih iya, tapi sekarang enggak kok!" ucap Lyota.
"Hadeh kamu ini bikin panik orang aja!" ujar Reno.
"Yaudah, kita balap lari yuk mas!" ucap Lyota.
"Hah? Balap lari?" ujar Reno terkejut.
"Iya, berani gak? Kalau aku menang, kamu harus turutin semua kemauan aku! Tapi, kalau kamu yang menang ya sebaliknya aku yang harus turutin kemauan kamu!" ucap Lyota.
"Oh gitu, yaudah deh ayo kita balap lari! Tapi bener ya kamu mau turutin kemauan aku?" ujar Reno.
"Iya, kalo kamu menang tapinya!" ucap Lyota.
"Siap deh si paling pasti!" ujar Lyota terkekeh.
Mereka bersiap mengambil posisi untuk lari, akan tetapi Lyota justru bertindak curang dan lari lebih dulu meninggalkan Reno.
"Hey curang kamu sayang, awas ya!" teriak Reno.
Lyota terkekeh saat sedang berlari, sesekali menoleh ke belakang untuk melihat posisi suaminya. Alangkah terkejutnya ia karena ternyata Reno sudah berhasil menyusulnya dan berada dekat dengannya.
"Hayo mau kemana kamu, ha? Curang ya lari duluan, lihat aja aku tangkap kamu!" ujar Reno.
"Ish mas, kamu curang deh! Harusnya kamu biarin aku lari jauh dulu, jangan langsung dikejar!" ucap Lyota terengah-engah.
"Yeh masa gitu sih?" ujar Reno.
Pria itu mempercepat larinya dan berhasil mendahului Lyota, ya Reno pun memenangkan lomba lari dengan istrinya saat ini dan terlihat sangat gembira karena Lyota akan menuruti semua kemauannya.
"Hahaha aku menang, kamu kalah! Kamu harus mau turutin semua kemauan aku!" ucap Reno terkekeh.
"Huh iya iya..."
...•••...
Disisi lain, Tania dan Revan masih berduaan di taman walau matahari telah berada tepat di atas kepala mereka dan memancarkan sinarnya membuat kedua manusia itu merasa kepanasan.
__ADS_1
Revan sebagai pria sejati mulai melindungi Tania dari pancaran sinar matahari itu dengan jaketnya, ya Revan sengaja melepas jaket lalu memakaikannya di atas kepala Tania agar gadis tersebut tidak kepanasan.
"Van, kamu apaan sih? Ngapain pake begini segala? Lebay deh kamu!" ujar Tania terkekeh kecil.
"Ya biarin dong sayang, aku kan pengen lindungin kamu supaya gak kepanasan! Aku gak mau kamu sakit nanti sayang!" jelas Revan.
"Aww so sweet deh kamu!" ujar Tania tersenyum.
"Hahaha, ya harus dong sayang! Sebagai seorang lelaki sejati aku pastinya harus lindungin wanita tersayang aku, apalagi kamu kan bakal jadi ibu dari anak-anak aku nanti!" ucap Revan tersenyum.
"Iya deh, makasih ya Van kamu udah baik banget dan perhatian sama aku!" ucap Tania.
Tania menempelkan wajahnya pada bahu sang kekasih sambil tersenyum, tangan mereka juga masih menyatu. Satu tangan Revan mulai membelai lembut wajah Tania tanpa melepaskan jaket dari kepala wanitanya itu.
"Selagi ada aku, kamu gak boleh kepanasan sayang! Aku disini akan selalu lindungin kamu, karena kamu wanita ku yang sangat aku sayangi!" ucap Revan.
"Van, udah ah jangan gombalin aku terus! Lama-lama aku bisa pingsan nih digombalin terus, mending kamu sekarang merem deh supaya aku bisa lihat wajah kamu tanpa malu!" ucap Tania.
"Hah? Ngapain harus merem sayang?" tanya Revan.
"Ya iya Van, kamu merem aja ya! Aku pengen lihat wajah kamu dan elus-elus gitu, tapi kalo kamu melek kan aku malu!" jelas Tania.
"Ohh, gausah malu! Sini kamu elus aja muka aku sayang!" ucap Revan tersenyum.
Revan langsung menarik tangan Tania ke atas dan menempelkan pada wajahnya, gadis itu tersenyum saat si pria mulai menggerakkan tangan Tania untuk mengusap-usap wajahnya.
"Tangan kamu lembut banget sih!" puji Revan.
"Ah ini mah karena belum jadi istri kamu aja, nanti kan kalau aku udah jadi istri pasti bakalan nyuci baju atau kerjain lain-lainnya!" ucap Tania.
"Ya enggak dong! Aku kan nikahin kamu buat jadi istri, bukan pembantu! Biar soal itu mah diurus sama pelayan sayang, tugas kamu cukup puasin aku dan masakin aku!" ucap Revan.
"Kalo aku gak mau?" tanya Tania memancing Revan.
"Ya kamu bakal dosa besar sayang!" ujar Revan.
"Hahaha bercanda kok, aku juga tahu itu dosa! Kamu gausah cemberut gitu sayang, udah ah jangan bahas soal begituan dulu! Aku mau fokus lihat muka kamu yang ganteng ini!" ucap Tania tersenyum.
"Duh, sekarang malah kamu nih yang gombalin aku!" ujar Revan.
"Hahaha gapapa dong..." ujar Tania.
"Iya gapapa, malah aku seneng!" ucap Revan.
Tania kini menggerakkan tangannya sendiri tanpa bantuan dari Revan, ia terus mengelus wajah Revan yang ditumbuhi sedikit bulu itu sambil menatapnya dan tersenyum manis membuat Revan merasa tak berdaya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1