
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 138
(Rianti ketakutan)
...•...
...•...
Rianti masih terus diikuti oleh rombongan pria bertubuh besar dan kekar itu, untungnya ia telah sampai di tempat bermain yang mana ada suami beserta anak-anaknya di dalam sana sehingga ia bisa sedikit bernafas lega walau tetap saja rasanya ia masih sangat ketakutan kalau-kalau mereka berlima nekat mengikutinya sampai ke dalam.
Dan benar saja kelima pria bertubuh kekar itu dengan nekat ikut masuk ke tempat bermain tersebut bersama Rianti, tentu saja Rianti sangat amat cemas dan panik sembari celingak-celinguk mencari keberadaan suami serta anak-anaknya di dalam sana karena tempat itu lumayan ramai.
"Duh, mas Lio dimana sih? Mana mereka masih ngikutin aku daritadi, bener-bener sial hari ini! Padahal baru hari pertama, eh udah ketiban sial aja pake segala ketemu mereka...!!" batin Rianti.
Setelah mengelilingi seisi tempat bermain tersebut, akhirnya Rianti berhasil menemukan suaminya tengah bermain capit boneka bersama anak-anaknya di dekat sana. Tentu saja Rianti pun segera menghampiri mereka dengan cepat untuk menghindari kejaran orang-orang itu, namun tetap saja kelima pria itu masih saja mengikutinya.
"Mas..." ucap Rianti memanggil suaminya.
Lionel menoleh begitu mendengar suara istrinya yang memang khas itu, ya ada kenikmatan tersendiri baginya jika mendengar suara sang istri yang merdu bahkan sering membuat juniornya bangkit hingga ingin keluar dari sarangnya di bawah sana.
"Eh, sayang! Gimana, udah lega?" ucap Lionel tersenyum senang saat melihat istrinya.
"Iya, mas! Ini kalian kok pada main duluan sih, kenapa gak nungguin aku?" ucap Rianti.
"Hehehe, abis kamu lama sih! Athar jadi udah gak sabar tuh buat main, makanya aku langsung mulai main aja sembari nungguin kamu balik dari toilet! Emang kamu ngapain aja sih di toilet, kok lama?" ucap Lionel membelai rambut istrinya.
__ADS_1
"Umm... mas, sebenarnya aku mau bilang sesuatu sama kamu!" ucap Rianti merubah raut wajahnya menjadi agak cemas dan panik.
Tentu Lionel kaget melihat istrinya menjadi panik seperti itu dalam sekejap, ia penasaran apa yang hendak dikatakan oleh sang istri padanya sampai Rianti panik begitu dan terus menoleh ke belakang berkali-kali dengan jari-jari saling menyatu.
"Ada apa, sayang?" tanya Lionel penasaran.
"Itu mas, tadi aku ketemu lima orang aneh yang mau macam-macam sama aku di depan! Untungnya aku bisa kabur dan di mall ini juga rame jadi mereka gak berani lakuin itu disini, tapi mereka masih terus ngikutin aku sampe sini mas..." jelas Rianti.
"Hah? Yang mana orang-orang itu, sayang?" tanya Lionel tampak kesal sekaligus penasaran.
"Ada mas di belakang aku, mereka yang badannya besar-besar terus pake kalung gede gitu! Pokoknya jumlah mereka 5 orang dan sekarang lagi ngeliat ke arah kita, jadi kamu hati-hati kalau mau cari tahu takutnya mereka malah sadar!" jawab Rianti.
Setelah mendengar penjelasan istrinya, Lionel pun coba bersikap sewajarnya dan tidak panik seperti sebelumnya agar kelima pria yang dimaksud sang istri itu tidak curiga atau sadar kalau tengah diperhatikan.
"Oke, yaudah kamu tenang ya! Sekarang kamu aman kok, kan ada aku!" ucap Lionel langsung merangkul istrinya untuk menenangkan wanita itu.
"Iya mas, tadi aku panik banget!" ucap Rianti.
...•••...
Disisi lain, Tania sudah dalam perjalanan pulang bersama Jono supirnya setelah meladeni pembicaraan Reno yang diluar dugaan ingin mengajaknya menikah secara mendadak padahal sebelumnya ia tak pernah mengira kalau Reno akan mengatakan itu padanya.
Sampai kini Tania masih saja memikirkan perkataan Reno tersebut yang berbekas dihatinya, ia bahkan belum sempat menjawab pertanyaan Reno tadi yang menginginkan dirinya menjadi pengganti Rosa di hidup pria tersebut sekaligus sebagai ibu bagi Tania kecil si putrinya yang menggemaskan.
"Duh, gue jadi bingung sekarang! Reno kenapa sih tiba-tiba bilang kayak gitu sama gue? Kan gue gak tahu sekarang harus jawab apa, emang sih gue juga cinta dan sayang sama Reno... tapi, papa kan udah jodohin gue sama Revan!" batin Tania.
Sepanjang perjalanan ia habiskan dengan melamun memikirkan perkataan Reno padanya, hingga ia tak sadar kalau kini mobilnya sudah sampai di halaman rumahnya yang luas nan besar itu. Ya Jono bahkan sudah menghentikan mobilnya namun tak berani menegur Tania yang tengah melamun itu.
Tania sangat kebingungan harus memilih jodoh dari papanya atau perasaan di hatinya yang saat ini memang masih menginginkan Reno untuk bisa bersamanya, ya memang ia sudah berusaha untuk melupakan Reno tetapi itu sulit karena rasa cintanya pada Reno sungguh besar.
"Eee.... non Tania!" ucap Jono perlahan.
"Ah, iya kenapa pak?" tanya Tania terkejut dan tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Eee anu, non! Kita udah sampe di rumah!" jawab Jono agak gugup.
"Hah?"
Tania kaget kemudian melihat ke sekelilingnya dan benar saja ia memang sudah sampai di rumahnya, tentu ia terkejut karena setahunya terakhir kali ia masih berada di jalan.
"Kok pak Jono gak bilang sih? Tahu gitu kan saya turun dari tadi..." ujar Tania.
"Ma-maaf non, saya takut ganggu non Tania yang lagi ngelamun tadi!" ucap Jono.
"Yaudah gapapa, kalo gitu saya turun dulu ya pak! Makasih udah anterin saya pagi ini!" ucap Tania.
"Iya non..."
Tania pun membuka pintu mobilnya lalu turun dari sana dan menutup kembali pintunya dengan cepat, tanpa berlama-lama lagi ia langsung berjalan ke depan pintu untuk mencari papanya karena ingin meminta pendapat sang papa tentang hal yang membuatnya kebingungan sejak tadi.
Begitu sampai di dalam, tak disangka papanya malah hendak pergi dan terlihat sudah berpakaian rapih dengan jas serta celana jeans panjang bahkan tercium harum wangi parfum pada tubuh papanya.
"Wih papa udah rapih aja, wangi banget lagi! Mau kemana sih, pah??" ucap Tania penasaran.
"Hahaha, iya dong sayang papa kan ada janji mau ketemu sama temen lama papa disini! Kamu kok tumben sih baru pulang jam segini, abis darimana dulu hayo?" ujar William.
"Umm.... gak dari mana-mana kok, pah! Tadi emang jalannya agak macet aja, beda dari biasanya!" ucap Tania berbohong.
"Oh ya? Waduh berarti papa bakal kejebak macet dong ini..." ujar William.
"Eee... hehe...."
Tania hanya bisa nyengir sambil garuk-garuk kepala yang tak gatal karena bingung harus beralasan apa lagi pada papanya, tadinya ia memang ingin mengatakan semuanya pada sang papa tetapi papanya itu malah hendak pergi.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1