Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 270 (Lucu)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 213


(Lucu)


...•...


...•...


Revan bersama Rania kembali dari membeli es krim, mereka pun menghampiri kerumunan orang disana yang terdiri dari Tania, Rianti, Lydia dan tentunya Athar. Revan sangat penasaran apa sebenarnya yang sedang mereka bicarakan disana, karena tampak kalau mereka bertiga itu serius sekali.


Rania juga coba menghampiri kakaknya dan meminta perhatian dari sang kakak itu, ia masih merasa cemburu dan iri pada Athar yang lebih diperhatikan oleh Tania dibanding dirinya. Padahal ia merasa kalau harusnya Tania tidak begitu padanya, bagaimanapun Athar bukanlah siapa-siapa Tania.


"Kak Tania!" ucap Rania memanggil kakaknya sembari menarik baju kakaknya itu.


"Eh iya Rania sayang, ada apa?" ucap Tania menoleh lalu tersenyum saat melihat adiknya ada disana tengah memakan es krim bersama Revan.


"Harusnya aku yang tanya sama kakak, ini ada apa sih?" ucap Rania sembari menjilat es krimnya.


"Iya Tania, apa yang kalian bicarain barusan? Kayaknya serius amat, kasih tau dong kepo nih!" sahut Revan sambil senyum-senyum.


"Ish, dasar kepoan kamu!" ujar Tania.


"Ahaha, gak ada apa-apa kok Revan. Kami tadi cuma bahas soal pembullyan Athar, untungnya sekarang kami udah tau siapa aja yang bully Athar. Besok, baru deh Bu Lydia ini yang akan kasih hukuman buat mereka supaya jera!" jelas Rianti.


"Ohh, ya bagus deh. Alhamdulillah! Semoga dengan begitu, tidak ada lagi yang namanya pembullyan di sekolah ini dan semua murid bisa hidup tenang damai tanpa ada musuh!" ucap Revan.


"Aamiin, itu juga yang saya harapkan." ucap Lydia.


"Eee yaudah, kalo gitu aku pamit ya? Kasian Athar pasti kelaparan, soalnya dia belum makan siang." ucap Rianti berpamitan kepada orang disana.

__ADS_1


"Iya, aku sama Rania juga mau pulang. Kalian hati-hati ya! Athar, semangat jangan putus asa! Besok sekolah lagi ya, gausah takut sama yang ngatain Athar itu!" ucap Tania.


"Iya kak, pasti kok! Oh ya, ini mainannya boleh aku bawa pulang kan?" ucap Athar.


"Ya boleh dong, sayang! Itu kan kakak beliin emang buat kamu, masa iya gak boleh dibawa pulang? Udah, Athar bawa ke rumah terus nanti ajak papanya main ya! Supaya Athar gak sedih-sedih lagi!" ucap Tania sembari memegang wajah Athar.


"Oke kak, makasih ya!" ucap Athar.


"Aduh, aku jadi gak enak nih sama kamu. Berapa harga mainan itu, Tania?" ucap Rianti.


"Eh udah gapapa, gausah diganti! Aku ikhlas kok beliin nya, kan biar anak kamu gak sedih lagi tadi! Udah kamu gak perlu gak enakan begitu sama aku, kan kita ini teman!" ucap Tania tersenyum.


"Oh gitu, yaudah makasih ya! Kalo gitu aku sama Athar pamit dulu! Yuk sayang, kamu cium tangan sama Bu Lydia dan kak Tania dong!" ucap Rianti.


"Iya mah..."


Athar pun mencium punggung tangan gurunya serta Tania secara bergantian, barulah ia juga berpamitan pada Revan dan Rania disana. Tampak wajah jutek diperlihatkan oleh Rania saat Athar mengajaknya bersalaman, nampaknya Rania memang masih cemburu kepada Athar.


Setelahnya, Rianti dan Athar pun masuk ke dalam mobil lalu pergi dari sana. Tak lupa mereka kembali melambaikan tangan ke arah Tania dan yang lainnya dari dalam mobil.


"Eee Tania, kalo gitu aku juga masuk ke dalam dulu ya?" ucap Lydia.


"Dadah Rania...!!" ucap Lydia.


"Dadah, Bu guru cantik!" ucap Rania.


Lydia pun ikut pergi dari sana, ia masuk ke dalam sekolah dan membereskan barang-barang yang ia bawa di dalam sana sebelum akhirnya pulang.


Sementara Tania merasa kalau saat ini adiknya itu tampak berbeda dibanding sebelumnya, ia pun berjongkok di hadapan Rania sembari memegang dua pundak gadis kecil itu.


"Sayang, kamu kenapa sih?" tanya Tania heran.


"Gapapa kok, kak." jawab Rania singkat.


"Masa sih? Tapi, kok tadi kakak lihat Rania kayak gak seneng gitu pas Athar pamitan sama Rania?" ucap Tania tidak percaya.


"Aku bete aja sama kakak, masa kakak lebih perhatian sama Athar dibanding aku? Harusnya kan kakak gak cuekin aku!" ucap Rania cemberut.

__ADS_1


"Ohh, jadi karena itu? Ya ampun, sayang! Kamu kok cemburuan banget sih sama temen sendiri? Kakak kan begitu karena Athar itu lagi sedih sayang, kakak cuma gak mau Athar terus-terusan nangis! Ayo dong, kamu jangan begitu ya! Kakak tetep masih sayang kok sama kamu!" bujuk Tania sembari mengusap wajah gadis kecil itu.


"Huft, iya deh aku gak cemberut lagi. Tapi, kakak janji setelah ini bakal bawa aku jalan-jalan sama kak Revan!" ucap Rania tersenyum.


"Iya sayang, kakak janji deh!" ucap Tania.


Tania dan Rania pun saling mengaitkan jari kelingking mereka satu sama lain, lalu Tania memeluk adik tersayangnya itu sembari mengusap punggungnya dan tersenyum ke arah Revan.




Saat ini, mereka bertiga sudah berada di mobil dan tengah dalam perjalanan menuju rumah. Tania ingin jika Rania adiknya itu pulang ke rumah lebih dulu dan makan siang, karena ia tak mau Rania sakit perut nantinya jika telat makan. Apalagi tadi Rania sudah terlanjur makan es krim, ya walaupun sebelumnya Rania memang sudah makan di sekolahnya.


Tania kali ini duduk di depan menemani calon suaminya itu menyetir, ya tapi tetap saja ia terus melirik ke belakang untuk memastikan bahwa Rania baik-baik saja.


"Sayang, kamu ngapain sih nengok ke belakang mulu? Rania gak bakal ilang kok, dia aman di mobil aku santai aja!" tegur Revan merasa risih karena melihat gadisnya yang terus saja menoleh ke belakang tiap satu menit sekali.


"Ish, bawel ah! Aku kan cuma mau mastiin kalau Rania baik-baik aja dan gak bosen, kan kasian dia sendirian di belakang! Kamu sih pake maksa aku buat duduk di depan sama kamu!" ujar Tania.


"Hadeh, ya iya dong! Kamu kan tunangan aku, ya kamu harus duduk di depan dong temenin aku! Masa kamu tega biarin aku duduk disini sendirian gak ada yang nemenin?" ucap Revan memelas.


"Dih, gausah sok imut deh!" ujar Tania.


"Hahaha, emang aku dasarnya udah imut sih sayang! Gak jauh beda kayak kamu, makanya kita sekarang bisa berjodoh dan bentar lagi nikah!" ucap Revan.


"Huweekk..." Tania menunjukkan ekspresi muntah di hadapan Revan.


Sementara Rania yang ada di kursi belakang tampak tertawa geli menyaksikan kedua kakaknya itu saling mengobrol, menurutnya itu adalah hiburan gratis baginya di tengah panasnya dunia luar.


"Hahaha, kak Tania sama kak Revan lucu deh!" ucap Rania sambil tertawa.


"Tuh kan, Rania aja bilang kita lucu!" ucap Revan.


Tania hanya memutar bola matanya lalu memalingkan wajah ke arah samping.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2