Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 370 (Maksa nganter)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 313


(Maksa nganter)


...•...


...•...


Rianti keluar dari ruang kerja suaminya dengan kondisi berantakan, ia pun berusaha merapihkan kembali rambutnya serta bajunya yang acak-acakan karena habis memuaskan suaminya. Rianti juga mengusap bibirnya yang masih basah dan terasa milik suaminya seperti masih ada di dalam mulutnya itu, padahal kini ia sudah ada di luar jauh dari Lionel.


Disaat Rianti tengah merapihkan pakaiannya, Athar justru muncul bersama suster Amel dari depan rumah. Ya Athar baru pulang sekolah dijemput oleh susternya yang bernama Amel itu bersama sang supir pribadi yang ditugaskan oleh Lionel untuk mengantar mereka, tentu saja Rianti langsung tersenyum dan pura-pura tidak terjadi apa-apa.


"Mama, aku punya cerita nih buat mama!" ucap Athar mendekap tubuh mamanya.


"Eh Athar sayang, cerita apa?" tanya Rianti.


"Begini loh mah, jadi tadi di sekolah aku itu ada yang buang air besar di kelas tau mah. Satu kelas langsung pada ketawain dia sampai dia nangis gitu, termasuk aku!" jawab Athar sambil tersenyum.


"Hah? Ya ampun sayang, kamu gak boleh gitu dong nak! Itu namanya kamu tertawa di atas penderitaan orang lain, gak baik tau! Lagian dia kenapa bisa buang air besar di kelas? Emangnya di sekolah kamu gak ada kamar mandi?" ucap Rianti.


"Hahaha, ada dong mah! Aku aja sering bolak-balik kesana buat pipis, aku juga gak tahu kenapa dia milih buang air di kelas!" ucap Athar.


"Duh, kamu ini seneng banget kayaknya ngetawain teman kamu itu! Udah udah ah, gak boleh begitu terus! Mending sekarang kamu ke kamar, mandi terus ganti baju ya sayang!" ucap Rianti.


"Ahaha, iya mah. Tapi, aku boleh main dulu gak sama dedek Christy?" ucap Athar.


"Yah jangan dong sayang! Kamu kan abis dari luar, mandi dulu ya? Nanti abis mandi, baru deh kamu boleh main sama dedek Christy sepuas kamu!" ucap Rianti mencubit pipi putranya gemas.


"Oke deh, mah!" ucap Athar menurut.

__ADS_1


"Eee suster, tolong bantuin Athar ya! Ini saya mau cek Christy dulu, nanti kalau udah kamu langsung ke kamar Christy juga ya!" ucap Rianti.


"Baik Bu nyonya!" ucap suster Amel.


"Nah, Athar ikut sama suster ya ke kamar!" ucap Rianti mencolek pipi Athar.


"Ayo den!" ucap suster Amel sambil tersenyum.


"Iya sus, dadah mama!" ucap Athar.


"Dadah sayang!" Rianti melambaikan tangan.


Setelah Athar dan suster Amel pergi, Rianti menghela nafas sejenak disana sembari mengelus dadanya. Ia merasa lega lantaran Athar sepertinya tak curiga dengan penampilannya yang acak-acakan seperti itu, padahal sedari tadi ia sudah was-was khawatir Athar akan mempermasalahkan itu.


"Huh untung aja Athar gak nyadar! Aku harus cepat-cepat ke kamar nih buat rapihin semuanya lagi, gak boleh kalau Athar sampai tau!" ucap Rianti.


"Sayang!" teriak Lionel dari belakang menahan istrinya yang hendak pergi.


Sontak Rianti pun menoleh ke belakang dan tersenyum begitu melihat sosok suaminya keluar dari ruangan kerjanya, ya Rianti tidak jadi pergi ke kamar saat ini.


Cupp!


Tanpa aba-aba lebih dulu, Lionel langsung saja menarik tengkuk Rianti dengan kasar lalu melumatt bibir istrinya itu disana. Rianti yang terkejut berupaya untuk menghindar dan memukul-mukul dada bidang suaminya, tetapi gagal karena ia kalah kuat.


Tak lama kemudian, Lionel melepas pagutannya dan beralih memegang wajah sang istri.


"Mas, kamu kenapa?" tanya Rianti heran.


"Gapapa, aku suka aja sama bibir kamu yang mungil ini! Makanya aku pengen cium kamu tadi, untung kamunya masih disini!" jawab Lionel.


"Haish, kamu tuh bikin aku susah nafas tau gak?!" ujar Rianti kesal.


"Hahaha, iya iya maaf sayang!" ucap Lionel tertawa kecil sembari membelai bibir istrinya.


...•••...


Disisi lain, Arsen menemui Velove yang hendak pergi ke rumah tantenya. Ya saat ini mereka berbicara sejenak di ruang tamu dengan suasana yang agak sedih dan sulit diskip, tak hanya ada mereka karena Tania serta Rania pun juga ada disana. Namun, Tania memilih memberikan ruang bagi kakaknya untuk menyampaikan perasaan pada Velove disana.

__ADS_1


Ya Tania pun membawa Rania pergi sejenak ke luar agar kakaknya bisa lebih tenang berbicara dengan Velove tanpa gugup, awalnya Rania memang tidak mau karena ia ingin bersama mamanya. Akan tetapi, pada akhirnya Rania pun mau setelah dibujuk oleh Tania dengan susah payah, tentunya itu demi kebaikan mamanya juga.


"Ve, kamu mau berangkat sekarang? Mau aku anterin apa enggak?" tanya Arsen agak gugup.


"Eee kayaknya gak perlu deh, kak. Aku takut ngerepotin kak Arsen, waktu itu kan gara-gara anterin aku, kak Arsen malah jadi kehilangan banyak waktu dan gak bisa ngurus kerjaan kakak! Jadi, hari ini aku biar sendiri aja!" ucap Velove.


"Duh, gak ngerepotin kok! Aku justru senang kalau kamu mau aku anterin, karena aku ini kan sayang sama kamu dan aku pengen bisa temenin kamu sampai ke tempat tujuan!" ucap Arsen.


"Eee maksud kakak apa, ya?" tanya Velove heran.


"Iya Ve, aku sayang sama kamu sebagai seorang kakak. Makanya aku mau temenin kamu, gak salah kan Ve?" ucap Arsen tersenyum.


"Ya gak salah sih, tapi kan—"


"Ssshhh! Udah, gak ada penolakan! Aku anterin kamu ke rumah tante kamu, atau acara lamaran kamu dengan Rizky gak akan pernah ada!" potong Arsen sembari menempelkan telunjuknya pada bibir Velove.


Wanita cantik yang sudah wangi itu pun terkejut mendengarnya, ia terbelalak menatap wajah Arsen.


"Hah? Kok kak Arsen maksa-maksa begitu sih mau nganterin aku? Padahal aku kan udah nolak kak, aku gak enak kalau dianterin kak Arsen terus!" ujar Velove masih saja menolak.


"Biarin, pokoknya kamu harus diantar sama kakak!" ucap Arsen tegas.


"Huft, iya deh iya aku mau!" ucap Velove.


"Nah gitu dong, baru adik yang patuh sama kakaknya!" ujar Arsen mencubit pipi Velove.


Perlahan Arsen mendekat ke arah Velove, lalu mencium pipi gadis itu dengan lembut. Arsen juga beralih ke telinga Velove dan menggigitnya tipis membuat Velove agak merinding, dan Arsen pun mulai membisikkan kata-kata disana.


"Nanti kalau kamu udah balik, jangan lupa pijitin kakak lagi! Kakak suka loh sama pijatan dari kamu, rasanya enak banget!" bisik Arsen.


"Eee i-i-iya kak, insyaallah aku nanti bisa pijat kak Arsen lagi kok!" ucap Velove gugup.


Arsen tersenyum seringai kemudian mengusap wajah Velove dengan jari-jarinya, hal itu membuat Velove makin merasa gemetar dan suasana jantungnya pun tak karuan serasa ingin berjoget.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2