Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 119 (Mencari tahu)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 63


(Mencari tahu)


...•...


...•...


"Ya, baiklah! Saya tidak akan laporkan kamu ke kantor polisi atau menjebloskan kamu ke penjara! Dengan satu syarat..." ucap Reno sengaja menggantung agar Gilang serta istrinya penasaran dan juga tentunya supaya para pembaca kepo.


"Syarat apa itu pak? Insyaallah akan saya lakukan semua syarat dari anda pak, asalkan saya tidak dilaporkan ke kantor polisi!" ucap Gilang.


Reno tersenyum tipis lalu membantu Gilang serta istrinya berdiri dan tidak lagi bersimpuh di hadapannya, bagaimanapun juga mereka memang lebih tua jika dibanding dengan umur Reno.


"Baiklah, syaratnya...." ucap Reno lagi-lagi menggantung membuat Gilang serta istrinya ketar-ketir penasaran sebenarnya apa yang hendak dikatakan mantan bosnya tersebut.


"Mudah saja, anda hanya perlu berjanji dengan saya kalau anda tidak akan mengulangi perbuatan anda itu! Dan anda juga harus bekerja sebagai satpam di rumah saya karena anda sudah memiliki pengalaman untuk membobol rumah saya sebelumnya, jadi saya pikir anda akan lebih baik dalam menjaga rumah saya..." sambung Reno.


Sontak wajah Gilang langsung berubah sumringah ketika mendengar syarat dari Reno, ia bertatapan dengan istrinya lalu saling berpelukan karena akhirnya bisa mendapat pekerjaan kembali. Tampak mereka berdua sangat bahagia dan itu yang membuat Reno tersentuh hingga amarahnya telah padam karena merasa kasihan dengan mereka.


"Terimakasih, pak! Saya janji tidak akan mengulang itu lagi dan saya juga janji akan bekerja dengan baik dalam menjaga rumah anda, pak!" ucap Gilang melepas pelukan dari sang istri lalu mencium tangan Reno berkali-kali saking bahagianya.


"Sudah pak, sudah! Tidak perlu berlebihan seperti ini, saya tau anda melakukan itu semua karena terpaksa! Maka dari itu saya memaafkan anda dan memberi anda pekerjaan yang halal, agar anda tidak lagi kepikiran melakukan itu! Tapi ingat pak, jangan pernah mengecewakan saya apalagi bermain di belakang saya! Karena saya tidak akan segan-segan untuk membawa anda ke kantor polisi..." ucap Reno mengingatkan Gilang untuk tidak macam-macam dengannya saat bekerja di rumahnya nanti.


"Baik pak, saya berjanji akan bekerja dengan sebaik-baiknya dan tidak akan pernah berani mengecewakan anda pak!" ucap Gilang mengucap janji untuk selalu setia pada Reno.


"Baguslah, kalau begitu saya tunggu anda besok untuk datang ke rumah saya jam 9 pagi! Jangan lupa, karena saya hanya memberi satu kesempatan pada anda!" ucap Reno.


"Siap, pak!"


"Yasudah, saya permisi dulu karena malam juga semakin larut... sampai ketemu besok, pak! Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap Reno pamit pada mereka berdua untuk pulang.

__ADS_1


"Waalaikumsallam, sekali lagi terimakasih pak!" ucap Gilang dan sang istri bersamaan.


"Sama-sama,"


Reno pun pergi dari rumah itu meninggal sepasang suami-istri tersebut disana, tampak Reno tersenyum di dalam mobil karena melihat dua manusia itu jadi akur kembali. Sedangkan Gilang langsung merangkul pundak istrinya dan meminta maaf.


...•••...


Disisi lain, Tania sudah dibawa masuk ke UGD untuk menjalani perawatan darurat karena luka yang dialaminya cukup parah. Riko serta 2 pengawal Tania lainnya dan juga pria yang menolong Tania tadi menunggu di luar ruangan karena tak diizinkan masuk takut mengganggu pengobatan.


Riko tampak mencemaskan keadaan nona nya, biar bagaimanapun ia pasti akan dimarahi oleh bos besarnya kalau sampai terjadi sesuatu pada Tania. Begitupun dengan Howard & Hendi yang bersandar di dinding sambil menggigit jari mereka. Sedangkan pria yang menolong Tania tadi berjalan mendekati Riko lalu berdiri disampingnya.


"Kenapa anda ikut kemari?" tanya Riko saat pria tadi sudah berada di dekatnya dengan nada dingin.


"Saya hanya ingin memastikan kalau Tania dalam keadaan baik-baik saja, lagian gak ada salahnya kan kalau saya ikut kesini?" jawab pria itu dengan santai.


Riko tak lagi berkata apapun, ia memilih diam membuang muka menunggu sampai nona nya selesai diobati dan mengetahui bagaimana kondisi Tania setelahnya. Sementara pria tadi hanya tersenyum tipis lalu melipat kedua tangannya di atas perut sambil menghela nafas.


Tak lama kemudian, dokter keluar dari dalam ruangan tersebut mencari keluarga pasien. Namun, karena yang ada hanya Riko dan pengawal lainnya jadi dokter itu terpaksa berbicara pada mereka.


"Bagaimana kondisi pasien, dok?" tanya Riko cemas.


"Syukurlah, berarti saya sudah boleh menjenguk pasien di dalam dok?" tanya Riko kembali.


"Ya, boleh kok pak! Saya permisi dulu..." jawab dokter itu lalu pergi dari sana.


Riko pun masuk ke dalam ruang tersebut untuk menjenguk nona nya, sementara pria tadi juga ingin masuk namun dicegah oleh Howard & Hendi.


"Tahan pak! Sebaiknya anda tunggu disini dulu sampai bos Riko keluar!" ucap Howard.


Ya pria tadi pun terpaksa menurut dan mengurungkan niatnya untuk mengecek kondisi Tania, ia menunggu di depan ruang tersebut sampai Riko selesai menjenguk Tania.


Sedangkan Riko sendiri sudah berada di dalam dan mendekati ranjang nona nya, tampak Tania memang sudah sadar dan semua lukanya juga telah diobati.


"Non, apa non Tania baik-baik saja?" ucap Riko.


"Tenang aja, pak! Saya baik-baik kok, makasih ya udah bawa saya kesini..." ucap Tania tersenyum.


"Sama-sama non, itu sudah tugas saya untuk menjaga dan melindungi non Tania!" ucap Riko.

__ADS_1


"Oh ya pak, apa orang yang tadi tolong aku ikut kesini juga?" tanya Tania teringat pada sosok lelaki yang menolongnya tadi.


"Eee iya, beliau ikut kemari non..." jawab Riko.


"Kalau begitu aku ingin bertemu dengan dia, pak! Tolong suruh dia kesini ya!" pinta Tania.


"Baik, non!"


Riko pun keluar dari ruang tersebut untuk memanggilkan pria tadi sesuai perintah Tania.


...•••...


Rianti terbangun saat jam menunjukkan pukul 1 dinihari, ia melihat ke samping dan suaminya masih tertidur pulas menghadap ke arahnya sambil memeluk guling. Rianti pun menjadikan ini sebagai kesempatan untuk mencari tahu tentang siapa wanita yang tadi menerima panggilan darinya.


Rianti beranjak dari tempat tidur dengan perlahan agar suaminya tidak terbangun dan memergokinya, ia mengambil ponsel milik Lionel yang terletak di atas meja dekat lampu tidur.


"Aku harus cari tahu...."


Rianti menyalakan ponsel itu, namun sayangnya layar ponsel tersebut dikunci sehingga Rianti tidak bisa melihat isi dalam ponsel suaminya.


"Kok dikunci sih? Tumben banget mas Lio kasih password ke hp nya, ada apa ya?"


Tliingg...


Tiba-tiba ada pesan masuk saat Rianti menyalakan data di ponsel suaminya, ia bisa membaca pesan tersebut lewat notif ponselnya.


Sayang, besok datang pagi ya! Aku mau kasih surprise buat kamu!


Begitulah isi pesan yang tertera dan dibaca oleh Rianti, sontak wanita itu langsung syok dan menutup mulutnya menahan kesedihan.


"Siapa cloud bread? Kenapa dia panggil mas Lio dengan sebutan sayang??"


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...



...Happy Monday❤️...

__ADS_1


__ADS_2