
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 286
(Godain Velove)
...•...
...•...
Setelah Jordi berhasil selamat dari penculikan yang dilakukan oleh Asrul, kini Tania bersama Arsen dan juga Revan pun pulang ke rumah dengan dua mobil yang berbeda. Ya Tania tentunya satu mobil dengan Revan karena mereka yang menginginkan itu, lalu Arsen tentu menyetir mobilnya sendiri diikuti oleh Riko serta anak buahnya dari belakang.
Tania sangat lega dan bahagia karena ia dapat bertemu kembali dengan Jordi, walaupun kondisi pria itu agak sedikit terluka akibat siksaan yang diberikan Asrul sebelumnya. Saat ini mereka juga telah membawa Jordi ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif, disana juga sudah ada Fajar serta Tama yang menemani Jordi.
"Sayang, kamu yakin nih mau langsung pulang ke rumah? Apa kamu gak mau gitu kalau kita keliling kota dulu mumpung masih berduaan?" tanya Revan penuh harap.
"Ahaha, kamu pengen banget ya jalan berdua sama aku? Dasar ih kamu mah, emang gak bosen apa kemarin kan udah jalan-jalan tuh berduaan sama aku sampe sore?! Mending sekarang kita ke rumah aku dulu, nah disana kita main sama Rania!" ujar Tania.
"Ya boleh sih, aku juga kangen pengen main sama Rania dan mamanya!" ucap Revan nyengir.
"Hah? Maksud kamu Velove? Ish, kurang ajar ya kamu Revan! Awas ya kalau sampe kamu mau modus sama Velove, aku hajar kamu!" ujar Tania.
"Hahaha, duh ampun dong sayang! Aku cuma bercanda kok gak beneran!" ucap Revan.
"Ya pokoknya awas aja kalau beneran, nanti siap-siap kamu kena bogem dari aku! Atau aku juga bakal laporin kamu ke papa dan kak Arsen, supaya kamu bisa dihajar habis-habisan dah tuh!" ancam Tania.
"Eh jangan dong sayang! Nanti bisa-bisa aku lumpuh terus gak bisa bercinta sama kamu dong pas malam pertama, kan gak enak sayang!" ujar Revan sambil nyengir menatap wajah Tania tanpa rasa bersalah.
"Ish, dasar otak mesum!" ujar Tania.
__ADS_1
Tania pun memberikan cubitan pada pinggang Revan karena kesal dengan kelakuan pria tersebut, Revan akhirnya meringis kesakitan saat Tania berkali-kali mencubit pinggangnya kasar. Namun, Revan senang karena bisa semakin akrab dengan Tania yang sebentar lagi akan menjadi istrinya tersebut dan mereka bisa tinggal serumah, ya Revan pun tersenyum ketika Tania sudah berhenti mencubitnya.
"Kok udahan sih sayang? Kamu gak mau cubit aku lagi kayak tadi? Emang sih rasanya sakit, tapi entah kenapa aku suka aja kalo kamu begitu! Soalnya muka kamu tuh lucu banget, gemesin!" ujar Revan.
"Haish, malah gombal! Kamu mending fokus tuh nyetirnya jangan sampe nabrak!" ucap Tania.
"Tenang aja sayang! Aku ini ahli dalam menyetir mobil beginian, kamu gausah cemas apalagi panik karena kita gak akan jatuh!" ucap Revan.
"Dih, dasar sombong!" cibir Tania.
"Bukan sombong sayang, itu semua aku katakan sesuai realita! Udah kamu duduk manis aja disitu, kalo bisa sih senyum buat aku atau cium nih pipi aku sayang!" ucap Revan tersenyum genit.
"Gak mau! Kamu aja tadi udah bikin aku kesel, ngapain aku cium kamu?" ucap Tania ngambek.
"Cie yang ngambek karena cemburu cie! Kamu pasti sayang banget ya sama aku, sampai gak mau kehilangan aku terus ngambek kayak gitu! Tenang aja sayang, aku gak akan berkhianat kok karena aku kan juga sayang sama kamu!" goda Revan.
"Hah? Kepedean banget sih kamu! Aku biasa aja kok, aku juga gak perduli kamu mau godain Velove atau siapapun itu!" ucap Tania mengelak.
"Hilih pake ngeles segala, nanti giliran aku deketin Velove beneran aja kamu nyesel!" ujar Revan.
Tania melirik sekilas ke arah Revan, kemudian kembali membuang muka masih dengan ekspresi wajah bete dan sedikit kesal pada pria itu.
Disisi lain, Reno dan Lyota sudah sampai di depan hotel yang memang ingin mereka datangi. Reno pun tampak tersenyum senang sembari menatap Lyota dan merengkuh pinggang gadis itu dari samping, ia mengusap rambut Lyota dengan lembut bermaksud membuat gadis itu tenang, ya karena saat ini Lyota masih deg-degan dibawa ke hotel oleh Reno.
Lyota tak menyangka jika Reno seberani itu mengajak ia ke hotel, padahal mereka baru lamaran dan belum resmi menikah. Lyota pun berusaha untuk menolak ajakan Reno dan meminta Reno membawa ia pulang ke rumahnya, tentu Lyota tak siap jika harus melakukan itu saat ini sebelum mereka resmi menikah di mata hukum dan juga agama nantinya.
"Ren, kamu tolong jangan begini dong! Aku gak mau kayak gitu sebelum kita nikah, ayolah Ren kamu bantu aku buat jaga hasrat sampai kita menikah secara resmi nanti!" ucap Lyota.
"Tenang sayang! Rasanya gak sakit kok, paling kayak digigit semut! Tapi, semutnya semut api!" ujar Reno sambil terkekeh sendiri.
"Haish, Reno aku serius! Gimana nanti kalau mama sama papa kamu tahu? Aku gak mau ya dicap jadi perempuan buruk sama mama kamu, mending kita pulang aja ya Ren! Kamu bisa puas begituan sama aku, tapi nanti kalo kita udah beneran resmi jadi suami-istri Reno!" ucap Lyota membujuk kekasihnya.
"Kamu kenapa sih? Kok panik gitu?" tanya Reno.
"Ish, ya siapa juga cewek yang gak panik kalau diajak ke hotel berdua sama cowok yang bukan mahram? Kita ini baru tunangan Reno, kita belum sah jadi suami-istri!" jawab Lyota dengan wajah cemas.
__ADS_1
"Udah santai aja! Kita masuk dulu ke dalam, aku yakin kamu pasti suka nanti!" ucap Reno tersenyum.
"Aku gak suka! Gak akan pernah suka dan gak mau buat begituan sama kamu sekarang, kecuali kalau kita udah nikah nanti!" ucap Lyota tegas.
"Kenapa harus nunggu nikah kalau bisa sekarang sayang?" tanya Reno menggoda gadisnya.
"Hah? Reno, kamu ini kenapa sih? Kok kamu malah jadi semakin liar begini? Ayolah Ren, kita pulang ya! Aku gak mau begituan sekarang Reno, please kamu ngertiin aku dong!" ucap Lyota.
Reno tersenyum sembari mengusap wajah Lyota yang tampak sangat panik itu, lalu ia mengecup kening Lyota dan merangkul gadis itu.
"Ayo kita masuk!" ucap Reno.
"Ta-tapi Ren, aku gak mau!" ujar Lyota.
Reno tak memperdulikan perkataan dari gadisnya itu, ia memaksa Lyota untuk masuk ke dalam hotel itu bersamanya. Reno juga sudah tidak sabar ingin memberi kejutan pada gadisnya tersebut.
Sesampainya di dalam hotel, tampak seluruh karyawan hotel langsung berkumpul menyambut kedatangan Reno dan memberi salam pada pria itu.
"Selamat sore, pak Reno!" ucap mereka.
Sontak Lyota terkejut melihat dan mendengar itu, ia pun melirik ke arah Reno karena penasaran.
"Kenapa mereka begitu ke kamu?" tanya Lyota.
Reno hanya tersenyum, lalu beralih menatap para karyawan yang sedang berdiri di depannya itu.
"Sore juga! Perkenalkan, ini Lyota calon istri saya! Kami berdua akan segera menikah dalam waktu dekat, jadi saya mohon doanya ya sama kalian supaya pernikahan kami lancar!" ucap Reno.
"Aamiin! Kami pasti bakal selalu doakan yang terbaik untuk pak Reno dan Bu Lyota!" ucap salah satu karyawan mewakili yang lain.
"Terimakasih! Oh ya satu lagi, mulai saat ini Lyota yang akan menjadi bos kalian di hotel ini! Jadi, kalian kalau ada apa-apa lapor aja ke dia ya!" ucap Reno sambil tersenyum.
"Baik pak!" ucap mereka serentak.
Sontak Lyota sangat amat terkejut mendengar apa yang dilontarkan Reno.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...