Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 96 (Gak mau makan)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 41


(Gak mau makan)


...•...


...•...


Karena hari sudah semakin larut malam dan Rizky menyadari kalau wanita disampingnya belum makan sampai saat ini, ditambah lagi dirinya juga merasa lapar.


Rizky pun menoleh ke arah Tania yang terlihatlah masih fokus memantau rumah mafia tersebut dari dalam mobil, ia bingung harus bagaimana mengatakannya pada Tania.


"Hey cantik!" ucap Rizky memberanikan diri membuka mulutnya, akan tetapi ia malah salah menyebutkan kata sehingga ia reflek menutup mulutnya tapi terlambat karena Tania sudah mendengarnya dan menoleh.


"Ya? Nama gue Tania bukan cantik!" ujar Tania menatap wajah Rizky kemudian mengalihkan pandangannya lagi ke depan.


Sementara Rizky masih menutup mulutnya dan menabok nabok mulutnya itu dengan telapak tangannya, barulah ia melanjutkan kembali perkataannya.


"Iya Tania, tapi kan lu cantik juga jadi gak salah dong?" ujar Rizky lagi-lagi salah mengeluarkan kata-kata, ia pun kembali menutup mulutnya.


"Hadeh lu mau apa?" tanya Tania geram karena terus diganggu oleh pria disampingnya itu.


"Ini udah malem Tania, lu gak kepengen makan apa? Kita makan dulu yuk di dekat sini! Kebetulan perut gue juga udah bunyi mulu daritadi minta diisi..." ucap Rizky sambil memegangi perutnya yang kelaparan.


"Gue gak lapar, kalo lu mau makan yaudah makan aja sendiri sana! Gue masih mau pantau rumah itu sampe mereka lengah, abis itu gue langsung nyusup masuk ke dalam!" ucap Tania kemudian mengalihkan lagi pandangannya ke depan.


Rizky yang sudah kelaparan pun menepuk jidatnya karena jawaban dari Tania, ia sebenarnya tak tega meninggalkan Tania sendiri disana tapi mau gimana lagi perutnya sudah meronta-ronta minta diisi.

__ADS_1


"Yaudah gue cari makan dulu ya di dekat sini, lu mau gue beliin sekalian gak?" ujar Rizky menawarkan Tania makanan untuknya.


"Gak perlu, gue gak butuh makan! Yang gue butuh itu kebebasan Rania! Gue gak mau enak-enak makan disini sedangkan Rania di dalam sana tersiksa, ketakutan!" ucap Tania.


Rizky yang mendengar itu jadi ikutan tidak selera makan, ia pun mengurungkan niatnya dan memilih kembali mengawasi orang-orang di rumah tersebut tanpa mengisi perutnya.


"Kok gak jadi? Katanya mau beli makan, udah sana gausah mikirin gue kali! Kita aja kan baru kenal ngapain coba lu peduli banget sama gue?" ujar Tania menatap ke arah Rizky.


"Ya kita emang baru kenal beberapa jam yang lalu, itu juga gak sengaja ketemunya! Tapi setelah beberapa jam bersama lu, gue udah ngerasa kalau lu wanita yang baik dan sayang banget sama adik lu! Makanya gue gak mau lu sakit gara-gara gak makan, nanti yang ada lu gak bisa bebasin adik lu dari sana!" ucap Rizky tersenyum memandang wajah Tania.


Tania membuang muka saat Rizky menatapnya sambil tersenyum, ia tak menjawab sama sekali perkataan Rizky padahal pria itu sudah menanti jawaban darinya.


"Kok diem sih? Gue pikir lu buang muka lagi nyari jawaban, eh ternyata malah diem aja! Selain penyayang, lu itu juga cewek cuek ya sampe cowok seganteng gue aja masih lu cuekin begini apalagi cowok-cowok lain..." ujar Rizky memuji dirinya sendiri sambil tersenyum berupaya menggoda gadis disampingnya.


"Dih kepedean banget sih lu! Coba sebutin siapa di dunia ini yang bilang lu ganteng? Kalo udah lebih dari 500 orang baru deh gue percaya kalo lu ganteng, ayo sebutin!" ucap Tania seperti terima dengan pernyataan Rizky.


"Hahaha, serius amat sih lu Tania! Santai aja kali gausah tegang gitu, gak perlu 500 orang buat mengakui kalo gue ini ganteng! Cukup seseorang yang gue cintai aja yang mengatakan itu...." ucap Rizky tersenyum.


"Udah ah gausah dibahas lagi, sana gih lu makan kan katanya laper! Nanti kalo lu sakit gue yang repot lagi, udah sana gausah mikirin gue!" ujar Tania menyuruh Rizky makan.


Tiba-tiba saja ada yang mengetuk kaca mobil mereka dari luar, sontak Rizky terkejut dan menoleh lalu membuka kaca mobilnya.


Ternyata itu adalah Hendi pengawal Tania, ia membawakan makanan untuk mereka yang ada di dalam mobil tersebut.


"Misi mas, ini saya bawakan makanan untuk non Tania sama mas nya juga!" ucap Hendi menyodorkan plastik berisi makanan ke dalam.


"Wah kebetulan, makasih banget ya pak!" ucap Rizky langsung sumringah kemudian mengambil kantong plastik itu.


"Sama-sama mas, kalo gitu saya permisi kembali kesana dulu!" ucap Hendi kemudian diangguki oleh Rizky, ia pun kembali ke mobilnya dan menunggu disana sampai nona nya menginstruksikan perintah untuknya.


Rizky pun memberikan satu makanan kepada Tania, ia menyodorkan itu di hadapan Tania sampai gadis itu terkejut lalu reflek memundurkan badannya.


"Nih makanan buat lu," ucap Rizky tersenyum.


"Hah? Kapan lu belinya? Perasaan daritadi lu masih disini deh, apa gue yang gak fokus?" ujar Tania kaget ketika Rizky memberikan makanan kepadanya.

__ADS_1


"Hahaha, ini tadi dikasih sama anak buah lu itu! Makanya Tania makan dulu biar lebih fokus, yuk kita makan bareng-bareng!" ucap Rizky tertawa kecil.


"Ohh, ya yaudah deh...." ucap Tania mengambil bungkus makanan itu dari tangan Rizky.


Mereka pun makan bersama di dalam mobil itu, terlihat Rizky sangat cepat melahap semua makanannya sedangkan Tania menganga melihatnya.




Sementara itu, di dalam rumah besar yang sedang dipantau oleh Tania & Rizky... tampak Rania sudah bangun dan dibawa ke meja makan oleh seorang pelayan wanita milik si bos mafia yang kejam tersebut.


Rania terus menundukkan kepalanya saat berjalan menuju meja makan, ia terlihat sangat ketakutan dan gemetar apalagi si bos tersebut wajahnya sangat garang.


"Silahkan duduk dek!" ucap pelayan bernama Hesti tersebut membantu Rania duduk.


Bos mafia yang melihat itu pun tersenyum dengan kedua wanita disampingnya terus menyentuh tubuhnya yang tua itu.


"Bagus Rania, sekarang ayo kita makan sama sama! Anggap aja ini seperti di rumah kamu sendiri, lihat banyak makanan enak kan di depan kamu? Tidak seperti saat Jordi merawat mu, dia hanya memberikan makanan sisa padamu!" ujar bos itu senyum-senyum.


"Jangan hina ayah aku om! Dia itu gak pernah kayak begitu, aku juga sayang sama ayah aku!" ujar Rania cemberut menatap wajah bos itu.


"Haha, tidak perlu emosi sayang! Pasti Jordi kan yang sudah mengajarkan kamu untuk selalu terbawa emosi! Memang dia itu bukan ayah yang baik untuk kamu nak..." ucap bos mafia itu terus menjelekkan Jordi di hadapan Rania.


Akan tetapi, gadis kecil itu tetap tidak percaya pada ucapan si bos tersebut... ia masih yakin kalau Jordi adalah ayah yang baik untuknya.


Tak lama kemudian, seorang wanita muncul dari atas tengah menuruni tangga sambil bermain ponsel lalu berjalan ke arah meja makan.


"Papa...."


Sontak semua orang di meja makan menoleh ke asal suara memandangi tubuh gadis cantik yang tengah berdiri memegang ponsel disana.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2