
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 174
(Sekolah Rania)
...•...
...•...
Velove keluar dari rumahnya bersama Rania yang sudah memakai seragam sekolah dengan rapih dan siap untuk berangkat, mereka pun segera menuju ke mobil Velove yang terparkir di depan sana lalu bersama-sama masuk ke dalamnya.
Velove tampak senang bisa mengantar anaknya berangkat sekolah layaknya seorang ibu pada umumnya, begitupun Rania yang juga ikut senang karena akan diantar ke sekolah oleh mamanya walau ia merasa sedikit sedih saat mengingat Tania.
"Mah, nanti pulangnya aku dijemput kak Tania kan? Aku udah kangen banget sama kak Tania, aku mau pulang ke rumahnya nanti!" ucap Rania.
Velove terhenyak mendengar perkataan putrinya yang menanyakan tentang Tania, ia tak mengerti mengapa putrinya bisa sangat dekat dengan Tania bahkan melebihi dirinya, harusnya Rania tak bertanya seperti itu dan lebih senang tinggal bersamanya.
"Sayang, kita lihat nanti ya!" ucap Velove tersenyum sembari mengusap puncak kepala Rania.
Baru saja Velove hendak melajukan mobilnya untuk segera pergi menuju sekolah, akan tetapi handphonenya berdering dan nomor tidak dikenal kembali menghubunginya, Velove pun terpaksa mengangkatnya lebih dulu.
📞"Halo, siapa?" tanya Velove bingung.
📞"Halo cantik, ini aku Rizky! Sekarang sudah pagi loh, mana Rania nya yang kamu janjikan kemarin?"
Velove menganga lebar begitu mendengar suara Rizky dari balik telpon, ia pun pamit sejenak pada putrinya untuk keluar mengangkat telpon agar Rania tak mendengar pembicaraannya, tentu ia tak mau Rania khawatir nantinya.
"Sayang, mama turun dulu ya? Kamu tunggu disini aja, sebentar doang kok!" ucap Velove.
"Iya mah,"
__ADS_1
Setelah itu, Velove pun keluar lagi dari mobilnya untuk berbicara dengan Rizky melalui telpon dan ia bisa lebih leluasa meminta pada Rizky untuk tidak mengganggunya lagi, karena ia masih ingin bersama Rania saat ini.
📞"Heh, kamu jangan telpon-telpon saya lagi ya! Rania itu putri saya, dan saya berhak untuk putusin yang terbaik buat dia!" ucap Velove kesal.
📞"Oh begitu, ya? Oke deh kalo itu yang kamu mau, tapi aku bisa loh masuk sendiri ke rumah kamu terus bawa Rania pergi secara paksa!"
📞"Apa? Jangan berani-beraninya ya kamu ngelakuin itu atau aku akan lapor polisi!" ancam Velove.
📞"Silahkan aja laporin, aku juga bisa kok bunuh papa kamu yang lagi di kantor! Dengan pistol yang aku punya, jangankan papamu kamu sendiri aja bisa kok aku tembak sampe mampus!"
Velove terdiam mendengar ancaman dari Rizky yang membuatnya bergidik, lagi-lagi ia harus dihadapkan pada situasi rumit yang tak ingin ia rasakan sebenarnya, padahal ia hanya mau tinggal bersama putrinya seperti orang tua pada umumnya.
📞"Kamu jangan main-main ya! Please, saya cuma mau anterin Rania ke sekolah!" ucap Velove.
📞"Halah, banyak amat alasannya! Kemarin katanya cuma mau tidur berdua, eh sekarang ganti lagi jadi antar sekolah! Terus nanti abis nganter sekolah apa lagi, ha?"
📞"Tenang aja, setelah itu pulangnya kan Rania bisa dijemput sama Tania! Saya janji gak akan datang lagi kesana nanti, please!" ucap Velove memohon.
📞"Oke, tapi aku ikut sama kamu ke sekolah Rania!"
Velove terkejut saat suara itu terdengar dekat dari tempat ia berdiri saat ini, ya Velove spontan menoleh lalu tambah terkejut karena Rizky ternyata sudah berada di sampingnya tengah berdiri menatap ke arahnya sambil menempelkan hp di telinga.
"Kenapa? Kaget ya? Udah aku bilang, aku bisa masuk kapanpun aku mau ke rumah kamu ini!" ucap Rizky.
"Dasar kurang ajar!" ujar Velove kesal.
"Tenang, ini bukan pertama kali kok! Semalam aku juga masuk ke kamar kamu, malah aku tidur di samping kamu dan juga Rania!" ucap Rizky.
"Hah??"
"Enggak lah, bercanda!"
...•••...
Disisi lain, Revan datang lagi ke rumah William untuk menemui Tania yang masih histeris karena Rania belum juga berhasil ditemukan, Tania pun tampak kecewa ketika Revan hanya datang seorang diri tanpa membawa Rania seperti janjinya.
Revan pun duduk di samping gadisnya lalu memberanikan diri untuk menyentuh tangan Tania dari samping dengan perlahan, namun gadis itu menolak sambil membuang muka dan menjauh dari Revan dengan raut kesal.
"Sayang, maafin aku ya!" ucap Revan memelas.
__ADS_1
"Kamu kenapa sendirian? Mana Rania? Katanya kamu mau bawa dia kesini, kok malah ingkar?" tanya Tania ketus pada kekasihnya itu.
"Eee...." Revan menunduk tak bisa menjawab pertanyaan Tania yang tampak kesal.
"Tania, jangan begitu dong! Revan kan juga sudah berusaha semampunya buat cari Rania, tapi emang belum berhasil aja! Kamu harus ngertiin dong, Revan capek loh semalaman dia cari Rania!" ucap William.
"Gapapa om, emang saya ini gak bisa diandalin! Harusnya saya bisa datang kesini dengan Rania, tapi nyatanya saya gagal om!" ucap Revan.
"Sudahlah, tidak perlu terlalu dipikirkan! Om yakin Rania pasti akan ketemu, hari ini dia sekolah kan? Pasti Velove bakal anterin Rania ke sekolah pagi ini, gak mungkin kalau seorang ibu melarang anaknya pergi sekolah!" ucap William.
"Iya juga ya, papa kamu benar sayang! Kita coba aja cek ke sekolahnya Rania, siapa tau dia ada disana kan?" ucap Revan tersenyum.
"Umm, yaudah aku mau coba kesana! Tapi, aku perginya sendiri aja gausah sama kamu! Aku lagi males deket-deket kamu sekarang, aku pamit ya pah?" ucap Tania.
Tania beranjak dari sofa lalu mencium punggung tangan papanya, ia pun pergi mengambil tasnya kemudian berlanjut keluar rumah untuk menuju sekolah Rania seorang diri.
Sementara Revan dan William masih disana memandangi Tania yang berjalan keluar begitu saja tanpa bisa berbuat apa-apa, namun William memberi kode mata pada Revan untuk mengejar Tania dan tidak membiarkan Tania pergi sendirian.
Revan yang mengerti langsung beranjak mengejar Tania untuk menemani wanita itu pergi ke sekolah Rania mencari adiknya, Revan pun mencekal lengan Tania dari belakang dan membuat gadis itu berhenti kemudian menoleh ke arahnya.
"Kamu ngapain sih?" tanya Tania ketus.
"Aku temenin, ya?" ucap Revan.
"Gak! Aku bisa sendiri tanpa kamu, udah kamu mending pergi ke tempat kerja sebelum terlambat! Pasti banyak pasien yang udah nungguin kamu kan?" ucap Tania menolak.
"Gapapa, udah ada yang handle kok disana! Aku anterin kamu aja, ya?" paksa Revan.
"Haish, ngeselin banget sih! Udah dibilang aku mau pergi sendiri gak mau ditemenin, sekarang lepasin aku!" bentak Tania kesal.
"Udah, aku temenin kamu aja!" ucap Revan.
"Yaudah iya iya, ayo buruan!" ucap Tania terpaksa mau diantar oleh Revan karena tak ada pilihan lain baginya saat ini selain itu.
Revan pun tersenyum mencolek pipi Tania yang terlihat gemas dengan bibir mengerucut, mereka langsung berjalan ke arah mobil Revan yang terparkir di dekat sana lalu segara berangkat menuju sekolah.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1