
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 238
(Titik!)
...•...
...•...
Di sore hari yang indah nan cerah ini, Rania akhirnya bisa bermain bersama mama serta kakaknya sekaligus di taman samping rumah yang besar dan sangat luas itu. Rania pun tampak senang karena ia tak perlu bingung memilih ingin bermain dengan siapa mulai sekarang ini, ya Rania sudah bisa berkumpul dengan kedua wanita yang disayanginya.
Sementara Velove serta Tania juga tak kalah gembiranya dengan Rania, mereka senang melihat gadis kecil itu dapat tersenyum ceria seperti itu dan tidak bersedih kembali. Ya ternyata memang dengan cara ini menjadi solusi bagi mereka untuk bisa membuat Rania terhibur, Tania pun sangat senang karena keputusannya untuk mengajak Velove tinggal disana itu benar dan berhasil membuat Rania ceria.
"Rania, jangan lari-lari dong sayang! Mama sama kak Tania capek nih ngejarnya, kita main santai aja ya!" ucap Velove sambil tersenyum.
"Ah mama sama kak Tania payah nih! Masa baru segitu aja udah capek? Padahal aku aja yang masih kecil kuat kok, masa mama sama kak Tania pada kalah sama aku?" ucap Rania.
"Bukan gitu, nanti kalau Rania lari-larian terus jatuh gimana? Rania pasti gak mau kan jatuh dan terluka?" ucap Tania membantu Velove bicara pada Rania.
"Bener tuh sayang, Rania anak mama kan pinter! Pastinya Rania gak mau dong kalau sampe jatuh dan terluka terus kakinya berdarah? Jangan lari-lari lagi ya, kita jalan santai aja!" ucap Velove.
"Iya deh mah, kak. Aku juga gak mau jatuh dan luka, soalnya sakit banget rasanya!" ucap Rania.
__ADS_1
"Nah itu Rania tau, yaudah kita jalannya pelan-pelan aja ya cantik! Kan Rania emang gak mau kalau kita jalan santai bertiga disini? Seru loh kita kan juga bisa menikmati pemandangan di tempat ini, pasti Rania juga bisa lebih senang nantinya!" ucap Velove.
"Iya mah, aku mau kok!" ucap Rania tersenyum.
"Bagus! Yaudah sini biar mama sama kak Tania gandeng tangan kamu, jadi kamu berdiri di tengah supaya lebih seru!" ucap Velove.
"Oke mah!" ucap Rania.
Akhirnya Tania dan Velove pun jalan bersamaan dengan Rania menyusuri taman yang indah itu, ya keduanya menggandeng tangan Rania dan sesekali juga mengangkat tubuh Rania bermaksud menghibur gadis kecil itu. Rania pun tampak sangat bahagia karena bisa berkumpul bersama mama dan kakaknya sekaligus disana, sebuah hal yang selama ini ia impi-impikan tentunya sejak lama.
"Mah, kak Tania. Kita bisa terus begini kan?" tanya Rania sembari mendongak menatap wajah Tania serta Velove bergantian.
"Bisa kok sayang! Asalkan Rania juga mau nurut terus sama kakak dan mama," jawab Tania.
"Ya pasti dong! Aku bakal nurut sama kak Tania sama mama, karena aku kan pengen kumpul terus sama kakak dan mama disini! Jangan pernah tinggalin aku lagi ya, mah!" ucap Rania.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan sore itu mengelilingi taman bersama-sama, Rania memiliki ide untuk mengajak mama serta kakaknya itu bernyanyi bersama-sama disana. Ya keduanya pun setuju dan mulai bernyanyi bersama dengan Rania juga disana, tentunya mereka menyanyikan lagu gembira sembari terus berjalan menyusuri taman.
...•••...
Disisi lain, Reno mengajak putrinya pulang ke rumah setelah mereka cukup lama bermain di rumah Lyota tadi bahkan sampai Tania kecil itu tertidur disana akibat kecapekan saat bermain. Keduanya tampak sama-sama gembira karena telah puas bermain di rumah Lyota yang cukup menyenangkan itu, bahkan Tania juga terus saja tertawa riang saat memasuki rumahnya dengan gandengan tangan papanya.
Anggi dan Darma yang kebetulan ada di sofa ruang tamu pun merasa heran melihatnya, ya mereka penasaran apa sebenarnya yang habis dilakukan oleh Reno dan Tania kecil sampai selama ini. Mereka pun memandang ke arah ayah serta anak yang baru muncul itu, lalu tersenyum saat keduanya memang berjalan menuju arah mereka untuk mencium tangan seperti biasa ketika mereka sampai di rumah itu.
"Oma, opa..." ujar Tania kecil berteriak sembari berlari kencang menghampiri Anggi dan Darma disana.
Hugg...
Tania kecil langsung mendekap erat tubuh omanya itu disana sambil terus tertawa riang, membuat Anggi gembira sekaligus heran sembari mengusap rambut cucunya yang menggemaskan itu. Bahkan Darma juga menatap heran ke arah Reno sebagai isyarat untuk bertanya habis darimana mereka, karena tak biasanya mereka pergi cukup lama dan baru pulang di sore hari menjelang Maghrib ini.
__ADS_1
"Tania kayaknya lagi seneng banget nih, abis darimana sih kamu sayang?" tanya Anggi.
"Iya oma, aku sama papa abis main di rumah mama Lyota. Seru banget tau oma, apalagi disana aku bisa ketemu sama nenek dan abang Niko adiknya mama Lyota!" jawab Tania kecil.
"Apa? Jadi kalian tadi seharian itu main di rumah Lyota? Reno, kenapa kamu malah ajak Tania kesana sih? Emang kamu gak kasihan apa sama anak kamu ini? Gimana kalau di rumah mereka itu banyak kumannya dan Tania terjangkit penyakit?" ujar Anggi.
"Oma kok ngomongnya gitu sih? Rumah mama Lyota itu bersih kok oma, gak mungkin ada kumannya! Aku juga seneng main disana," ucap Tania kecil.
"Iya mama, sebaiknya mama jangan asal bicara dulu deh sebelum tahu kebenarannya! Biarpun rumah Lyota gak sebesar rumah kita, tapi dia juga bisa menjaga kebersihan mah!" ujar Reno.
"Halah! Mana mungkin?" ujar Anggi.
"Mah, kalo mama gak percaya, mama bisa kok lihat sendiri dan datang ke rumah Lyota buat mastiin itu semua! Aku gak mungkin bicara bohong sama mama hanya karena aku ingin menikah dengan Lyota, semua yang aku katakan itu benar adanya dan mama juga gak mungkin dong nuduh Tania ini berbohong sama mama!" ujar Reno.
"Udah lah, mama malas bahas perempuan gak jelas itu! Sejak kenal dia, sekarang kamu jadi semakin berani bicara kasar sama mama!" ucap Anggi.
"Kasar apa sih, mah? Aku kan cuma jelasin ke mama, kalau yang dibilang sama mama itu gak benar! Lagian mama itu kenapa sih gak suka banget sama Lyota, apa salahnya Lyota sama mama?" ucap Reno.
"Salahnya dia itu, karena dia miskin!" ujar Anggi.
"Astaghfirullah, mah! Mama gak boleh menilai orang dari kaya atau miskin! Emang mama ini sekaya apa sih?" tegur Darma mulai ikut kesal.
"Papa ini kenapa malah jadi ikut-ikutan Reno ngebela si perempuan gak jelas itu? Udah ya, intinya mama gak setuju kalau kamu Reno mau menikah sama Lyota, titik!" ujar Anggi.
Anggi langsung melepas pelukannya dari Tania kecil, lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka dan masuk ke dalam kamarnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1