Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 61 (Kamu kuat Tania!)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...~~~...


...Sungguh putih kulitmu,...


...Harummu pun sungguh wangi...


...Hingga membuat setiap orang membisu dan terpana...


...Rambutmu yang panjang nan lurus itu...


...Pun tak menghalangi kecantikan wajahmu...


...Bila memang benar warna kulit tak mampu menyatukan kita...


...Namun, apakah cinta mampu menghapus itu semua?...


...***...


PREMAN CANTIK S2 EPS. 7


(Kamu kuat Tania!)


...•...


...•...


Rianti langsung berlari ke arah kereta dorong bayinya yang tampak tergelincir dan hampir terjatuh, masih untung ada orang baik yang melintas disana hingga bayi itu tidak terjatuh ke bawah.


Rianti pun sangat syok mendapati bayinya hampir saja terluka karena kelalaiannya, ia tak bisa berpikir apa yang akan terjadi padanya jika bayi itu kenapa-napa.


"Christy..." teriak Rianti yang langsung mendekati bayinya dan menggendongnya untuk coba menenangkan bayi itu karena hampir terjatuh.


Mas-mas yang menolong tadi pun terlihat cukup kesal pada Rianti alias sang ibu dari bayi itu, ia langsung melontarkan kata-kata amarah padanya.


"Hadeh Bu, kalo bawa anak ke taman itu diawasin terus Bu jangan ditinggal gitu aja! Kasian kalo dia sampe jatuh tadi, lain kali jangan begitu lagi Bu! Belum tentu nasib baik akan terulang dua kali!" ucap mas-mas itu dengan tatapan penuh amarah.


"Iya mas maaf ya, terimakasih karena sudah menolong anak saya! Semoga kebaikan mas dibalas oleh Tuhan yang maha esa...!!!" ucap Rianti gemetar sambil menggendong anaknya itu.

__ADS_1


"Ya sama-sama Bu, kalo gitu saya pergi dulu ya! Awas tuh jangan sampe begitu lagi kasian bayinya!" ujar mas-mas itu mengingatkan Rianti kemudian berjalan pergi dari sana.


Rianti pun sangat menyesal karena telah lalai meninggalkan bayinya sendirian tadi, ia meminta maaf pada Christy sambil berdiri mengayun-ayunkan anaknya itu agar berhenti menangis.


Mendengar suara tangis Christy, sontak Aliyah & Athar yang sedang bermain langsung berlari menghampiri bayi itu untuk mengecek apa yang terjadi.


"Mah, ada apa sama dede Christy mah? Kok dede Christy nangis sih mah? Apa dede Christy kangen sama abang Athar??" tanya Athar dengan wajah menggemaskannya.


"Gapapa kok sayang, adek kamu cuma haus aja..." jawab Rianti sambil menyeka air matanya lalu tersenyum agar Athar tak curiga, ia juga mengambil botol susu milik Christy dan meminumkannya pada bayi itu.


"Ohh jadi dede Christy haus, yaudah dede harus minum yang banyak supaya jadi kuat kayak abang Athar! Jangan nangis lagi ya dede Christy...!!!" ucap Athar sambil mengelus-elus kepala adiknya yang saat ini masih dalam gendongan Rianti.


"Eee Bu, apa ada masalah tadi?" tanya Aliyah penasaran karena melihat wajah Rianti seperti orang yang habis menangis, namun ia langsung terdiam saat Rianti memberi kode untuk tidak membahas itu sekarang di depan Athar.


"Yaudah sekarang Athar main lagi gih sana! Kan dede Christy nya udah gak nangis lagi, dia cuma haus kok sayang jadi kamu gak perlu khawatir!" ucap Rianti tersenyum sambil mengelus kepala putranya itu.


"Iya deh mah, yaudah abang Athar lanjut main lagi ya dede Christy! Jangan nangis lagi oke, bye bye!" ucap Athar memberikan kiss bye pada adiknya itu lalu berlari menuju tempat bermainnya tadi.


Sementara Rianti mempersilahkan Aliyah untuk duduk disampingnya karena ia akan menceritakan semua yang terjadi tadi pada baby sitter anaknya itu.


...•••...


Di dalam perjalanan, Tania seperti melihat anak perempuan kecil yang tengah berlari dan dikejar-kejar oleh massa di belakangnya.


Sontak Tania khawatir dan punya pikiran kalau itu mungkin adalah Rania, ia pun berniat menolongnya karena tak mau sesuatu terjadi pada anak kecil itu.


"Pak, pak stop pak..!!!" ujar Tania memukul-mukul kursi supirnya untuk memintanya menghentikan mobil itu.


"Ada apa ya non?" tanya Riko sambil menengok kebelakang terlihat wanita di belakang itu sedang cemas.


"Saya turun dulu pak, ada urusan sebentar nanti saya balik lagi kok!" jawab Tania dengan nada cepat lalu membuka pintu mobilnya dan turun dari sana.


"Eh non tunggu non...!!!" teriak Riko berusaha menahan Tania agar tidak turun namun terlambat, akhirnya ia memutuskan ikut turun dari mobil dan mengejar nona nya itu.


Sementara Tania langsung berlari mengejar kerumunan orang tadi untuk menyelamatkan Rania tentunya, saking seriusnya ia sampai hampir tertabrak motor yang melintas saat menyeberang jalan raya.


"Woi gimana sih? Kalo nyebrang lihat-lihat dong jangan main nyelonong aja, cari mati lu??!!" ujar pengendara motor itu emosi.


"Ma-maaf ya mas, saya lagi buru-buru sekali lagi saya minta maaf udah ceroboh..!!" ucap Tania meminta maaf kemudian langsung pergi begitu saja, si pengendara itu pun hanya bisa mengelus dadanya menahan amarah.

__ADS_1


"RANIAAAA...." teriak Tania sambil berlari sekuat tenaga walau ia kesulitan dengan pakaian yang ia kenakan saat ini, bahkan Tania sampai melepas alas kakinya agar bisa berlari lebih cepat dan juga mengangkat roknya itu.


Merasa sudah tertinggal jauh, Tania berhenti sejenak mengambil nafas karena sangat capek habis berlari-lari... kemudian ia baru ingat kalau di sekitar situ ada jalan pintas untuk bisa mengejar mereka.


"Oh iya gue lewat sini aja deh supaya bisa cegat Rania dari depan, tenang aja Rania gue pasti selamatin lu kok!" ucap Tania sambil terengah-engah lalu lanjut berlari melewati jalan pintas.


Sementara Riko juga terus mengejar Tania dari belakang, baru saja ia sampai di tempat Tania berhenti tadi namun nona nya itu sudah lari lagi.


"Non tunggu non...!!!" ucap Riko juga terengah-engah sambil memegangi ulu hatinya yang terasa sakit.


Namun Riko terus berlari mengejar Tania diikuti oleh 2 pengawal Tania yang juga turun dari mobilnya.


...•••...


Sementara itu, Darma mengantarkan cucunya yakni Tania kecil pulang ke rumah untuk mengganti pakaiannya karena sudah dari semalam ia berada di rumah sakit menemani papahnya yang koma.


"Opah, apa papah bakal selamat dan bisa sadar lagi? Papah gak akan nyusul kayak mamah kan yang sekarang udah bahagia di surga??" ucap Tania kecil melontarkan pertanyaan yang membuat Darma merasa sedih karena mata gadis kecil itu berkaca-kaca.


"Papah kamu pasti selamat kok sayang! Kamu gak boleh bilang begitu lagi ya, karena papah kamu pasti bakal sadar dan bisa main sama kamu lagi!" ucap Darma tersenyum berusaha menghibur gadis kecil itu lalu juga sedikit mencolek pipinya.


"Aku cuma takut bakal kehilangan papah opah, aku gak mau kalau harus ditinggal pergi lagi sama orang yang aku sayangi..." ucap Tania kecil lalu terlihat air mata mulai menetes membasahi wajah gadis itu.


Darma yang melihat itu langsung saja memeluk cucunya itu dan menyeka air matanya, Darma sangat tau bagaimana perasaan gadis kecil itu saat ini.


"Kamu anak yang kuat Tania, opah yakin kamu pasti bisa melewati ini semua walau sangat berat rasanya bagi gadis sekecil kamu untuk melakukan itu...!!!" gumam Darma sambil mengusap-usap punggung Tania kecil dan juga mengecup keningnya.


Setelah sampai di rumah, tentu saja Darma langsung mengajak Tania kecil turun dari taksi yang sebenarnya adalah mobil miliknya namun dirubah desainnya menjadi taksi agar Tania kecil tidak trauma saat melihatnya.


"Yuk kita turun sayang, udah sampe rumah nih!" ucap Darma tersenyum.


Tania kecil hanya mengangguk-angguk kecil lalu bergerak turun dari mobil itu, sementara Darma menghela nafasnya sejenak lalu barulah ia juga ikut turun mengejar Tania kecil.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...



__ADS_1


...Malmingan sama Tania kuy🥰...


__ADS_2