
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 193
(Belajar jadi suami-istri)
...•...
...•...
"Oh ya, Athar mamanya mana?" tanya Tania menatap ke arah wajah Athar sembari memegangi tubuh Rania yang ada di sampingnya.
Athar terdiam celingak-celinguk mencari keberadaan mama papanya yang katanya ingin menjemput ia kembali disana, namun hingga kini belum juga ada mereka berdua yang datang menjemputnya.
Athar pun menggeleng menjawab pertanyaan Tania dengan wajah cemberut, membuat Tania merasa tidak tega untuk meninggalkan Athar sendirian disana dan memilih menunggu disana menemani Athar sampai orangtuanya datang menjemput karena khawatir.
"Sayang, kita tunggu sampe orang tua Athar datang kesini ya?" ucap Tania pada adiknya.
"Iya kak, aku juga mau temenin Athar dulu! Soalnya kasian Athar kalau nunggu sendirian disini, dia kan murid baru dan belum punya banyak temen!" ucap Rania tersenyum.
"Bagus, itu baru namanya teman!" ucap Tania.
Revan berjongkok di hadapan Athar lalu mengusap puncak kepala anak lelaki itu untuk membuat Athar kembali senyum seperti sebelumnya.
"Hey, Athar! Kamu ganteng banget sih! Nama papa mama kamu siapa?" ucap Revan bertanya pada anak lelaki itu sambil tersenyum.
Athar ikut tersenyum ketika Revan mendekatinya.
"Aku anak papa Lio sama mama Rianti, kak!" jawab Athar dengan senyum manisnya.
Tania terkejut sedikit begitu mendengar nama Rianti disebut oleh Athar, ia seperti pernah mendengar nama tersebut sebelumnya. Namun, ia tidak ingat dimana dan siapa yang memiliki nama tersebut.
"Ohh, pasti kegantengan kamu itu nurun ya dari papa sama mama kamu?" ucap Revan.
"Iya dong, kak! Papa mamaku itu cakep semua, sama juga kayak kakak berdua!" ucap Athar.
"Hahaha, kenalin nama kakak kak Revan! Nanti kita bisa main berdua dan kakak bakal tunjukin ke kamu mainan yang paling bagus!" ucap Revan.
"Loh emang kamu punya mainan anak-anak, Van?" tanya Tania heran.
"Ya punya dong! Aku kan suka mengoleksi mainan anak-anak yang bagus dan mewah, makanya kamu nanti mampir juga ke rumah aku supaya kamu bisa lihat semua koleksi aku itu!" ucap Revan.
__ADS_1
"Dih, dasar masa kecil kurang bahagia!" ucap Tania.
Revan terkekeh saja ketika Tania mengucapkan itu padanya, sedangkan Athar tampak terkejut mendengar penjelasan Revan tentang mainan yang ada di rumahnya.
"Wah kakak punya banyak mainan di rumah?" ujar Athar menganga lebar.
"Iya Athar, makanya nanti kapan-kapan Athar ikut kakak ke rumah! Supaya Athar bisa lihat semua mainan punya kakak!" ucap Revan.
"Iya kak, aku mau banget!" ucap Athar.
"Nah baru cakep!" ucap Revan mengusap-usap puncak kepala Athar.
"Van, anak orang jangan dibawa pulang gitu aja! Nanti orangtuanya marah aja baru tau kamu! Lagian kamu kan belum kenal banget sama Athar, nanti dituduh nyulik anak loh!" ucap Tania.
"Hahaha, kamu lebay ih! Yakali aku bawa Athar gitu aja ke rumah aku!" ujar Revan terkekeh.
"Yaudah yuk kita duduk disana! Pegel kalo berdiri terus kan pasti?" ucap Tania.
"Iya kak," ucap Rania mengangguk.
Tania pun menggandeng Rania serta Athar dengan dua tangannya sekaligus, ia membawa kedua anak kecil itu ke halte yang ada disana lalu duduk dengan Tania berada di tengah-tengah mereka.
Karena tempat duduk yang tidak cukup, Revan terpaksa berdiri saja sembari memperhatikan mereka bertiga dari jarak dekat dengan bersandar pada tiang halte.
"Kak Revan gak duduk?" tanya Rania.
Revan hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya dan mendongak ke atas.
"Athar!"
Tania dan Revan langsung menoleh ke asal suara begitu terdengar seorang wanita yang memanggil nama Athar dari belakang Revan.
...•••...
Disisi lain, Reno mengajak Lyota untuk menjemput putrinya di sekolah karena sekarang sudah memasuki waktu anak-anak pulang sekolah.
Kebetulan juga ibu Lyota sedang tertidur setelah meminum obatnya tadi, ya Lyota bersama Reno lah yang mengantar sang ibu ke kamarnya untuk tidur karena efek obat yang diminumnya tadi.
Namun, Lyota tidak tega jika harus meninggalkan ibunya sendirian di rumah tanpa ada yang mengawasi karena disana tak ada siapapun lagi selain mereka bertiga.
"Reno, kayaknya gue gak bisa ikut lu deh! Gue kan harus jaga ibu gue disini!" ucap Lyota.
"Iya juga sih, yaudah deh gapapa. Tapi, nanti aku bawa Tania kesini ya buat main sama kamu? Soalnya saya yakin pasti Tania bakal nanyain kamu!" ucap Reno.
"Umm, ya terserah lu aja!" ucap Lyota.
Cupp...
__ADS_1
Reno menarik tengkuk Lyota lalu mengecup kening gadis itu dengan lembut, cukup lama Reno menempelkan bibirnya disana sampai membuat Lyota menganga dan melotot lebar.
"Ren, lu ngapain?" tanya Lyota terheran-heran.
"Saya kan sebentar lagi jadi suami kamu, makanya saya mau kasih tau ke kamu cara saya memperlakukan istri saya!" jawab Reno.
"Hah? Lu gila ya? Gue aja belum tentu mau nikah sama lu, udah ngayal aja!" ujar Lyota.
"Hahaha, gapapa dong! Aku juga yakin kamu pasti mau nikah sama aku! Karena aku yakin banget kamu juga cinta sama aku, kamu gak bisa mengelak lagi!" ucap Reno tersenyum menggoda Lyota.
Lyota hanya menggeleng sembari menelan saliva nya dengan kasar, ia sungguh tak mengerti apa yang ada dipikiran Reno saat ini.
"Yaudah, saya pergi dulu ya? Kamu jangan nakal loh selama di rumah! Tunggu sampai suamimu ini kembali pulang, oke sayang?" ucap Reno berbicara seolah ia sudah menikah dengan Lyota.
"Haish, iyain aja deh biar puas!" ujar Lyota singkat.
"Cium tangan dong!" ucap Reno menyodorkan tangannya ke depan Lyota berharap gadis itu mau mencium tangannya.
"Hah? Buat apa?" tanya Lyota.
"Ya sekalian belajar jadi istri yang Sholehah dan menurut sama suaminya!" jawab Reno.
"Dih, gak mau!" ujar Lyota.
"Ayolah! Kan saya cuma minta cium tangan, bukan cium pipi atau yang lainnya!" ucap Reno.
"Ya tetep gak mau! Udah sana jemput Tania!" ucap Lyota masih menolak.
"Hahaha, kamu lucu deh!" goda Reno.
Lyota menghela nafas kesal sembari geleng-geleng kepala dengan kelakuan Reno saat ini, entah mengapa ia seperti terbawa perasaan saat Reno menyebutnya lucu.
"Kamu gak mau cium tangan saya nih?" tanya Reno.
"Gak!" jawab Lyota ketus.
"Yaudah, oke deh! Kalo gitu aku jemput anak kita dulu ya? Kamu disini jagain ibu!" ucap Reno tersenyum.
Lyota menoleh dengan ekspresi wajah terkejut.
"Anak kita? Anak kamu kali!" ucap Lyota meralat ucapan Reno.
"Bener kok, kan kamu sebentar lagi bakal jadi istri saya! Otomatis Tania juga bakal jadi anak kamu dong, iya kan? Seru banget pasti ya kalau kita udah nikah nantinya?" ucap Reno.
"Dasar gila!"
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...