Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 167 (Diintai)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 111


(Diintai)


...•...


...•...


Dari sebuah mobil sedan hitam, terlihat seseorang pria membuka kaca mobilnya lalu melirik keluar tepatnya ke arah sungai tersebut. Ia membuka kacamata hitamnya dan mengenali seseorang yang tengah berdiri bersama para orang-orang suruhannya, ya pandangannya tak salah karena yang dilihatnya adalah benar Jordi alias bos copet.


"Mau ngapain Jordi disana...??" gumamnya.


Pria itu memakai kembali kacamatanya lalu turun dari mobil karena penasaran untuk apa Jordi sampai datang kesana menemui para anak buahnya, ia menghampiri Jordi dengan jalan perlahan menggunakan tongkat di tangannya. Memang kakinya sudah sulit jika harus menapak atau berjalan tanpa bantuan tongkat, karena usianya sudah lumayan sepuh disertai uban yang muncul.


"Jordi!" panggil pria itu begitu sampai di dekat Jordi.


Sontak Jordi yang tengah melamun menatap terkejut ke arah pria tersebut, sungguh ia sangat mengenalinya karena ia pernah bekerja juga dengan pria itu ketika masih muda dulu.


"Bos Cakra? Apa yang—"


"Mau apa anda datang kesini, Jordi?" potong pria tersebut melontarkan pertanyaan pada Jordi.


"Sa-saya cuma lewat dan niatnya mau main-main di sungai ini, tapi malah ramai orang disini makanya saya penasaran ada apa kira-kira!" jawab Jordi gugup.

__ADS_1


"Mereka anak buah saya, dan saya juga yang menugaskan mereka untuk menyusuri sungai ini! Sekarang kamu sudah tahu kan semuanya, lalu mau apa lagi masih disini?" ujar pria itu.


"Untuk apa bos perintahkan mereka susuri sungai Cisadane kayak gini?" tanya Jordi masih heran.


"Kamu tidak perlu tahu, Jordi! Sudah sebaiknya kamu cepat pergi dari sini dan jangan pernah panggil saya bos lagi, karena saya sudah bukan bos kamu! Saya juga tidak sudi dipanggil bos sama anak buah payah seperti kamu!" ujarnya.


Jordi hanya diam menunduk, ia sadar telah melakukan kesalahan sewaktu bekerja dengan pria yang tak lain adalah Cakra itu. Maka dari itu, Jordi merasa malu sebenarnya karena bertemu lagi dengan mantan bosnya yang sudah pernah ia khianati dahulu.


Karena sudah diusir oleh Cakra dan ia juga tidak memiliki kepentingan disana, Jordi pun melangkahkan kakinya pergi melewati Cakra dengan wajah masamnya. Sedangkan Cakra menghampiri salah seorang anak buahnya untuk menanyakan perkembangan pencarian mereka, samar-samar Jordi mendengar perkataan Cakra dan anak buahnya itu karena ia juga belum jauh dari sana.


"Gimana perkembangannya, apa kalian sudah berhasil menemukan petunjuk tentang anak itu?"


"Maaf bos, sampai detik ini kami belum berhasil mendapatkan apa-apa! Kami sudah susuri sungai disini, tapi hasilnya nihil bos!


"Ah dasar payah! Ayo cepatlah kalian cari lagi yang benar dan susuri semua alirannya sampai ke ujung! Saya gak mau tahu, pokoknya anak itu harus bisa ditemukan!"


Mendengar itu membuat Jordi penasaran siapa sebenarnya yang sedang dicari oleh Cakra sampai mantan bosnya itu rela menyuruh banyak orang untuk menemukan orang itu, Jordi pun melanjutkan langkahnya karena tak mau dianggap menguping oleh Cakra dan nantinya malah dimarahin.


...•••...


Tania pun turun dari mobil lalu berjalan ke dalam toko buku tersebut, ia juga meminta pak Rusli alias sang supirnya menunggu di mobil supaya tidak ribet jika Rusli ikut turun menemaninya. Namun, Edward & Hendi tetap turun menjaga nona nya dari jarak dekat untuk memastikan keamanan Tania tentunya.


"Pak, mau beli buku tentang matematika dong yang paling bagus disini buat anak SD!" ucap Tania.


Benar saja, dari arah yang sedikit jauh terlihat rombongan gangster sedang memantau Tania sembari memegang foto gadis cantik yang sebelumnya diberikan oleh seorang wanita pada mereka untuk dihabisi.


"Bos, benar itu dia orangnya! Kita langsung sergap aja dia sekarang, abis itu kita habisi di depan Savana!" ucap si congor.


"Gak bisa, kita tunggu dulu momen yang pas! Disini terlalu ramai dan nantinya malah membahayakan kita, lebih baik sekarang kita intai dan ikutin kemana dia pergi dulu! Kalau misal ada celah, baru deh kita langsung sikat aja cewek itu!" ucap ketua geng.


"Baik, bos!"

__ADS_1


Setelah selesai membeli buku untuk Rania, Tania pun berjalan kembali ke mobilnya bersama Hendi & Howard yang senantiasa menemaninya kemanapun ia pergi sebagai seorang pengawal sejati tentu.


Entah mengapa Tania merasakan tidak enak pada hatinya, ia seakan-akan tahu kalau ada yang tengah memantaunya dari kejauhan. Namun, Tania tak ambil pusing tentang itu dan menganggapnya hanya sebuah firasat buruk saja.


"Ayo pak, jalan!" pinta Tania pada supirnya, ia kini sudah berada di dalam mobil.


"Baik, non!" ucap Rusli.


Tanpa basa-basi lagi, Rusli langsung menancap gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju tempat tujuan mereka yakni markas Jordi karena Tania hendak bertanya-tanya tentang Rania kepada ayah angkatnya itu.


"Gue harus cari tahu semuanya, kasihan Rania kalau terus-terusan sedih kayak gitu! Dia berhak tau siapa dan dimana keluarga kandungnya berada, semoga aja bang Jordi tau sesuatu deh!" batin Tania.


Begitu mobil Tania melintasi mereka, para gangster itu langsung mengejar dan mengikuti mobil Tania dari belakang agar bisa menangkapnya.


...•••...


Disisi lain, Joshua bersama Olivia sang calon istri kini tengah berada di butik untuk melakukan fitting baju pengantin mereka berdua. Sebenarnya Olivia sangat malas untuk mengurus yang seperti ini lantaran ia masih belum bisa terima kalau Joshua sudah mencuri kesuciannya, namun perkataan Joshua membuatnya luluh dan akhirnya mau ikut dengan pria itu kesana untuk fitting baju.


"Sayang, kok kamu masih cemberut aja sih? Emang kamu gak suka ya nikah sama aku?" tanya Joshua.


"Bukan begitu, Jos! Aku masih gak nyangka aja soal kejadian malam itu, kan aku pengennya kita nikah masih dalam keadaan suci!" jawab Olivia.


"Hey, udah gausah terlalu dipikirin! Malam itu aku pake pengaman kok dan kamu gak akan hamil, jadi tenang ya jangan panik!" ucap Joshua.


"Bukan masalah hamilnya, Joshua! Tapi, aku masih gak nyangka kalau kita bisa ngelakuin itu!" ucap Olivia.


Joshua pun tersenyum, ia memberi kecupan hangat pada kening calon istrinya itu untuk menenangkan Olivia agar tidak merasa ragu lagi.


"Sudah ya, untuk sekarang ini kamu lupakan dulu semua itu! Kita harus secepatnya menikah, aku gak mau kamu nanti malah direbut orang!" ucap Joshua.


Oliva pun manggut-manggut menurut pada perkataan Joshua, akhirnya mereka masuk ke dalam untuk mulai mencoba baju pengantin mereka.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2