Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 137 (Nikahi dia, mas!)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 81


(Nikahi dia, mas!)


...•...


...•...



...Good morning guys...


...❤️❤️❤️...


...|||...


Reno sampai di rumahnya membawa boneka besar yang akan ia berikan untuk putrinya yakni Tania kecil, Reno pun turun dari mobilnya dengan segera lalu bergegas menuju ke dalam karena sudah tidak sabar untuk menemui Tania kecil. Ia tampak sumringah mencium aroma boneka yang berbau stroberi, ia juga sudah membayangkan reaksi putrinya nanti ketika ia memberikan boneka itu padanya.


TOK TOK TOK...


Reno sengaja mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke rumah, ia ingin memberi kejutan pada putrinya. Oleh karena itu, ia menyembunyikan dahulu boneka yang ia bawa di balik punggungnya.


Ceklek...


Pintu terbuka secara perlahan dari dalam, ternyata Anggi alias sang mama yang membukanya. Anggi tersenyum sekaligus heran karena putranya datang mengetuk pintu, padahal sebelum-sebelumnya Reno tidak pernah mengetuk pintu kalau pulang.

__ADS_1


"Loh, Reno? Kamu tumben banget pake ketuk pintu segala, biasanya juga tinggal masuk aja!" ujar Anggi terheran-heran menatap putranya dari atas sampai bawah.


"Iya, mah! Aku mau kasih kejutan ke Tania, dia dimana ya mah?" ucap Reno celingak-celinguk.


"Ohh, Tania ada lagi main sama papa kamu di kamar! Tadi dia juga sempat cariin kamu, untung aja papa kamu bisa hibur dia jadi gak rewel lagi! Emang kamu mau kasih kejutan apa sih buat Tania?" ujar Anggi.


"Aku udah beliin boneka ini buat dia, terus nanti juga bakal ada mobil dateng bawain boneka-boneka lainnya yang aku beli! Kebetulan aku borong semua boneka di toko pinggir jalan tadi, soalnya aku bingung kira-kira Tania sukanya yang mana!" ucap Reno menunjukkan boneka yang ia bawa.


"Waduh, kamu ada-ada aja Reno! Buat apa kamu belikan Tania boneka banyak-banyak? Gimana nanti kalau Tania gak suka sama boneka itu?" ujar Anggi.


"Ya gapapa, mah! Seenggaknya ada satu atau dua yang dia suka, kalo suka semua malah tambah bagus! Yaudah, aku mau temuin Tania dulu!" ucap Reno melangkah masuk ke dalam rumah.


"Iya, suka-suka kamu aja deh!" ucap Anggi memberi jalan pada putranya agar bisa masuk.


Reno pun langsung menuju ke kamar putrinya ditemani Anggi yang mengikuti dari belakang, ia tampak sangat tidak sabar untuk bertemu Tania kecil dan memberikan boneka itu padanya.


Sesampainya disana, terlihat pintu kamar Tania terbuka sedikit sehingga Reno bisa melihat putrinya tengah asyik bermain dengan papanya. Reno pun mendekat lalu mengetuk pintu dan sedikit mendorongnya agar lebih terbuka, Tania & Darma yang sedang main disana pun terkejut lalu menoleh secara bersamaan ke arah pintu.


Tania kecil langsung bangkit dan berjalan ke arah papanya dengan senyum di wajahnya, Reno berjongkok menyamai tinggi putrinya lalu memajukan satu tangannya bersiap memeluk putrinya. Mereka pun berpelukan melepas rindu, Tania kecil sangat senang bisa memeluk papanya.


"Aku kangen, papa!" ucap Tania kecil menangis.


"Sama, papa juga kangen sama Tania! Tadi kata oma, Tania nyariin papa ya?" ucap Reno memegang wajah putrinya dengan kedua tangannya.


"Iya, pah! Soalnya aku mau main sama papa, kan kita udah lama gak main bareng lagi..." ucap Tania kecil.


"Ohh, nah pas banget nih! Papa ada sesuatu buat Tania, mau tau gak apa?" ucap Reno.


"Mau dong, pah! Emang apa sesuatunya??" tanya Tania kecil penasaran.


Reno pun menunjukkan boneka yang ia bawa di hadapan Tania kecil, gadis itu tampak terkejut lalu menutupi mulutnya tanda bahagia.


"Taraaa! Nih boneka buat kamu..." ucap Reno.

__ADS_1


"Wah, cantik banget! Makasih, papa!" ucap Tania kecil langsung menyambar boneka itu dari tangan Reno. Cup! Tak lupa juga Tania memberi kecupan di wajah papanya sebagai tanda terimakasih.


"Ahaha, sama-sama sayang! Kamu suka kan?" ucap Reno mengusap rambut panjang putrinya.


"Suka banget, pah! Bonekanya cantik terus enak dipeluk!" ucap Tania kecil memeluk boneka pemberian papanya itu.


Reno pun juga tampak bahagia melihat putrinya bahagia, ia kembali memeluk Tania kecil sembari mengusap-usap punggungnya lembut.


...•••...


Disisi lain, Lionel masih berusaha membujuk istrinya untuk berbaikan dengannya. Namun, tetap saja Rianti tidak mau dan terus saja mengabaikan suaminya itu. Lionel hanya bisa menghela nafas mendapat perlakuan dingin dari istrinya, ia tak menyangka kalau keluarganya akan menjadi seperti ini karena kesalahannya yang tidak dapat menahan nafsuu.


"Sayang, tolong jawab kata-kata aku!" ucap Lionel menggenggam dua tangan Rianti sembari menatap matanya tajam, tapi lagi-lagi Rianti tetap diam tak menggubris mereka suaminya.


"Sayang, Rianti! Kalau kamu begini terus, kasihan anak-anak kita terutama bayi di dalam kandungan kamu ini! Mereka pasti akan ikut merasa sedih karena mama papanya berantem, ayolah Rianti aku mohon maafkan aku dan jangan cuekin aku kayak gini terus! Aku janji, aku bakal berusaha untuk mempertahankan rumah tangga kita dan menjauh dari Shani! Karena aku emang gak cinta sama dia, semua itu terjadi di luar kesadaran aku!" ucap Lionel mengelus lembut perut istrinya.


Rianti menyeka air mata di wajahnya, akhirnya ia mau menoleh memandang suaminya dengan mata berkaca-kaca. Tentu sulit bagi Rianti untuk bisa menerima kenyataan kalau suaminya sudah berselingkuh sampai berhubungan badan, namun putra-putrinya menjadi alasan kuat baginya untuk memaafkan sang suami apalagi saat ini ia juga tengah mengandung anak Lionel.


"Kasihan wanita itu, mas! Kasihan Shani kalau dia harus ditinggalkan sama kamu, gimanapun juga aku ini seorang wanita mas! Aku tahu perasaan Shani, dia pasti gak akan rela dan gak mau ditinggalin sama kamu! Apalagi kamu udah merenggut kesucian dia, perempuan mana sih mas yang gak marah kalau seorang lelaki yang udah ambil kesuciannya terus tinggalin dia begitu aja??" ucap Rianti.


"Tapi sayang, itu semua aku lakuin juga atas tekanan dari dia! Shani selalu goda aku sampai akhirnya aku gak bisa tahan godaan dia, sekarang kalau aku ngelakuin itu bukan murni hanya kesalahan aku dong? Lagian aku juga gak cinta sama dia, aku cuma cinta sama kamu Rianti!" ucap Lionel.


"Tetep aja, mas! Aku gak mungkin biarin kamu tinggalin Shani gitu aja, dia berhak mendapat keadilan dan pertanggungjawaban dari kamu! Kalau kamu emang laki-laki, harusnya kamu jangan kabur! Tapi, kamu harus bertanggung jawab!" ucap Rianti.


"Iya, aku tau! Tapi dengan cara apa aku harus tanggung jawab, sayang?" ucap Lionel sudah sangat tampak resah dengan semuanya.


"Nikahin dia, mas! Kamu harus menikahi Shani, aku gak mau punya suami pengecut yang cuma bisa setubuhi wanita terus ditinggalin gitu aja!" jawab Rianti dengan tegas, mendadak air mata pecah begitu saja membasahi pipinya.


Lionel yang mendengar itu langsung menganga lebar, ia tak menyangka istrinya malah memintanya menikahi Shani.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2