Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 427 (Lyota sakit?)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 370


(Lyota sakit?)


...•...


...•...


Rianti masih amat penasaran dengan kedatangan Reno serta mamanya kemarin di rumahnya, ia heran mengapa Reno sampai harus mengajak mamanya hanya untuk menemui Athar.


Lionel yang sedang bersiap untuk pergi bekerja, tak sengaja melihat istrinya melamun sembari memegang jas hitam serta dasi yang harusnya diserahkan kepadanya untuk segera dikenakan.


Akhirnya Lionel geleng-geleng kepala dan berjalan menghampiri sang istri, ia melingkarkan tangannya di pinggang Rianti sembari mengecup leher istrinya itu dengan lembut, sehingga membuat Rianti terkejut dan sadar dari lamunannya.


"Mas, kamu ngapain?" tanya Rianti heran.


"Harusnya aku yang tanya sama kamu! Kenapa kamu malah diem aja disini? Itu jas sama dasi kan mau aku pakai sayang!" ucap Lionel tersenyum.


"Ah iya, maaf mas aku lupa!" ucap Rianti merasa bersalah.


Rianti pun langsung menaruh jas milik suaminya itu di atas meja, dan memakaikan dasi pada leher sang suami seperti biasa. Dilihatnya wajah Lionel dari bawah dengan senyum tipis menunjukkan rasa malunya karena Lionel terus menatapnya seperti itu.


"Kamu itu lagi ngelamunin apa sih tadi sayang?" tanya Lionel penasaran.


"Umm, bukan apa-apa mas. Aku cuma heran aja kenapa Reno harus ajak mamanya buat temuin Athar, apa dia mau kasih tau kebenaran tentang Athar sama mamanya itu?" ucap Rianti.


"Oh soal itu, ya mungkin aja emang Reno pengen ngenalin Athar ke mamanya. Secara Athar itu kan anak kandungnya Reno, otomatis juga termasuk cucu dari mamanya si Reno itu!" ucap Lionel.


"Masuk akal juga sih mas! Tapi, emang Reno udah cerita semuanya ke mamanya? Dia gak takut dimarahin atau apa gitu karena udah lecehin wanita lain sampai hamil? Atau malah jangan-jangan, Reno dan mamanya itu emang kerjasama ya mas buat lakuin itu ke aku?" ucap Rianti.


"Hey, jangan salah sangka dulu! Mending kamu tanya langsung kebenarannya ke Reno, supaya jelas dan kamu gak asal tuduh gitu!" ucap Lionel.


"Iya sih mas, yaudah deh nanti aku coba telpon Reno buat tanya langsung!" ucap Rianti.


"Yaudah sayang, sekalian aja ajak dia buat ketemuan! Kasihan kan Athar tuh pengen banget ketemu sama ayah kandungnya, aku yakin dia pasti senang kalau bisa ketemu sama Reno!" ucap Lionel.


"Iya mas, nanti aku coba!" ucap Rianti.


Cupp!


Lionel memajukan bibirnya dan mengecup kening sang istri secara tiba-tiba, bahkan Rianti sampai syok dan melebarkan matanya.


"Mas, kamu nakal ih main cium-cium aja! Aku jadi gak fokus kan makein kamu dasi!" ucap Rianti.


"Ahaha, abisnya aku gak tahan sama ekspresi kamu yang gemesin itu! Malahan aku pengennya cium bibir kamu sampai dower, tapi aku tahan aja soalnya aku kan mau ke kantor!" ucap Lionel tersenyum.


"Ish mas, kamu itu mesum banget sih! Udah nih, dasi kamu udah kepasang sempurna tuh! Dijamin gak akan lepas sampai nanti sore, nih jaketnya dipake juga mas!" ucap Rianti.


Rianti telah selesai memakaikan dasi di leher Lionel, lalu ia mengambil kembali jas dari atas meja dan turut memakaikan jas itu ke tubuh suaminya.


"Makasih ya sayang!" ucap Lionel.


"Sama-sama mas, oh ya nanti mas pulang jam berapa?" tanya Rianti.


"Umm, gak nentu sih sayang. Tergantung kliennya sama ada kerjaan lain atau enggak, nanti kalau aku mau pulang pasti aku kabarin kamu kok! Emang kenapa sih sayang? Kamu gak bisa ya jauh-jauh dari aku terlalu lama?" goda Lionel.


"Hadeh mas, kamu kepedean banget sih! Bukan begitu mas, aku kan nanti mau telpon Reno dan suruh dia main kesini, kalau gak ada kamu kan gak enak tau mas!" ucap Rianti.


"Ohh ya gapapa lah sayang, di rumah ini kan ada pelayan juga, jadi kamu gak sendirian! Kecuali mereka lagi pergi gitu, baru deh!" ucap Lionel.


"Ya iya sih, yaudah deh kamu hati-hati ya mas berangkatnya! Yuk aku antar sampai ke depan, biar kamu gak protes terus!" ucap Rianti tersenyum.


"Oke, yuk!" ucap Lionel.


Lionel tersenyum renyah, kemudian merangkul pundak istrinya sembari mengusap wajah serta rambut sang istri dengan lembut. Mereka melangkah keluar kamar menuju ke depan rumah, karena Lionel harus pergi bekerja hari ini.


...•••...


Sementara itu, Reno masih terus dicecar oleh mamanya untuk dimintai pertanggungjawaban atas apa yang sudah ia lakukan pada Rianti, padahal sebelumnya Reno telah berjanji bahwa ia akan melakukan itu tanpa disuruh.

__ADS_1


Reno, Anggi serta Lyota kini berada di ruang tamu sehabis menyelesaikan sarapan. Mereka bertiga berbicara membahas mengenai Athar dan Rianti, sedangkan Darma tengah mengajak Tania kecil bermain di luar agar tak merecoki mereka.


"Reno, hari ini mama mau ketemu sama Rianti dan cucu mama! Kamu harus ikut sama mama, karena kamu kan punya tanggung jawab untuk menghidupi anak kamu itu!" tegas Anggi.


"Iya mas, kamu gak boleh lari dari tanggung jawab kamu! Berani berbuat itu artinya kamu juga harus berani bertanggung jawab!" sahut Lyota.


"Nah dengar tuh kata istri kamu! Jangan lari dari tanggung jawab! Sebagai seorang lelaki, kamu harus berani tanggung jawab atas perbuatan buruk kamu itu Reno! Apalagi kamu anak mama dan papa, kalau sampai media ada yang tau kelakuan buruk kamu itu, bisa hancur nama baik keluarga kita!" ujar Anggi.


"Iya mah iya, aku kan udah bilang sama mama kemarin! Aku bakal tanggung jawab kok, mama gak perlu lah terus cecar aku kayak gini! Nanti emang rencananya aku juga mau datang ke rumah Rianti buat ketemu Athar!" ucap Reno.


"Yaudah bagus! Mama ikut ya, supaya mama bisa pastiin kalau kamu memang ingin bertanggung jawab dan bukan hanya sekedar omongan!" ujar Anggi masih tidak percaya pada putranya.


"Ya terserah mama aja, lagipula Athar kan juga cucu mama!" ucap Reno.


"Mas, mah, aku ke kamar dulu ya?" ucap Lyota.


"Iya sayang," ucap Anggi mengangguk.


"Hey, mau ngapain sih ke kamar?" tanya Reno menahan tangan istrinya.


"Eee ambil handphone aja mas," jawab Lyota.


"Yakin? Kamu bukannya mau ngambek dan cuekin aku lagi kayak kemarin? Sayang, udah dong kan aku udah minta maaf sama kamu!" ujar Reno.


"Apaan sih mas? Gak ada yang mau ngambek, aku mau ambil hp aja!" ucap Lyota.


"Ohh yaudah deh, aku anterin ya?" ucap Reno.


"Gausah mas, biar aku aja!" ucap Lyota.


"Iya deh,"


Reno mengangguk dan melepaskan genggaman tangannya dari Lyota, istrinya itu pun tersenyum lalu melangkah pergi menuju tangga dengan perlahan sembari menahan rasa mual di tubuhnya.


"Duh, aku ini kenapa ya? Kok tiba-tiba rasanya pengen muntah terus daritadi?" batin Lyota.


Reno sangat tahu kalau istrinya itu sedang menutupi sesuatu darinya, ia tak yakin Lyota hanya ingin mengecek hp nya. Namun, Reno belum tahu pasti apa yang sekiranya disembunyikan oleh Lyota darinya dan ingin mencari tahu itu.


"Mah, aku susulin Lyota ya? Aku gak yakin deh dia cuma mau ambil hp, soalnya dia kelihatan kayak lagi nahan sesuatu gitu!" ucap Reno.


"Iya sih Ren, mama juga ngerasa gitu! Yaudah, kamu susulin gih sana!" ucap Anggi.


"Udah tenang aja, kan ada papa kamu juga!" ucap Anggi.


Reno pun bergegas menyusul Lyota ke kamar, namun ia tak ingin terburu-buru karena takut Lyota akan sadar kalau sedang diikuti olehnya, itu sebabnya ia memelankan langkah kakinya.


Sementara Anggi tetap di sofa, ia juga heran dengan sikap Lyota tadi yang seperti kurang sehat. Bahkan ia curiga kalau Lyota tengah sakit karena dilihat dari wajahnya yang agak pucat tak seperti biasanya.


"Ada apa ya sama Lyota? Semoga dia baik-baik aja deh gak kenapa-napa!" gumam Anggi kebingungan.




Lyota yang sudah sampai di kamarnya, langsung menutup pintu rapat-rapat dan pergi menuju kamar mandi, karena ia sudah tidak tahan dengan rasa mual nya itu.


Ya Lyota pun muntah di dalam toilet, ia sangat terburu-buru sehingga tak sempat menutup pintu kamar mandi, rasa mual nya itu sudah sangat menyerang dan ia tak bisa menahannya lagi.


"Huweekk huweekk..."


Wanita itu berkali-kali muntah di wastafel kamar mandi, ia menyalakan keran untuk menyamarkan suara muntahnya sekaligus membersihkan mulut serta tangannya.


"Awhh aku kenapa sih? Kok rasanya makin tambah mual? Ini kepala juga pusing banget lagi, ada apa ya?" gumam Lyota kebingungan.


Sementara Reno masih berdiri di depan pintu kamar, ia heran karena tak biasanya Lyota sampai menutup pintu, padahal wanita itu bilang hanya ingin mengambil ponsel dan akan segera kembali.


Karena penasaran, akhirnya Reno membuka pintu secara perlahan dan melangkah masuk ke dalam. Ia terkejut saat mendengar suara istrinya tengah muntah di dalam kamar mandi.


"Ya ampun, Lyota!" ujar Reno panik.


Reno langsung bergerak cepat menghampiri Lyota di kamar mandi, kebetulan pintu toilet itu tidak ditutup sehingga Reno bisa mendekati Lyota tanpa perlu susah-susah membuka pintu.


Reno pun berhenti tepat di samping istrinya, ia memegang pundak sang istri dengan wajah panik serta cemasnya, sedangkan Lyota sendiri tampak kaget melihat suaminya muncul disana.


"Lyota, sayang kamu gapapa kan? Kamu baik-baik aja kan sayang?" tanya Reno cemas.


"Mas, kamu kok ada disini?" ujar Lyota kaget.

__ADS_1


"Hey sssttt! Kamu jawab aja pertanyaan aku, kamu baik-baik aja kan sayang?! Aku khawatir banget loh sama kamu, kenapa kamu bisa muntah-muntah kayak begini? Apa yang salah sama tubuh kamu sayang?" ucap Reno amat cemas.


"Tenang mas! Aku juga gak tahu aku kenapa, tapi daritadi tuh aku ngerasa mual gitu! Ini kepala aku juga kerasa pusing banget!" jelas Lyota.


"Duh, kamu kenapa gak bilang sih sama aku? Pantas aja kamu tadi kelihatan pucat dan kayak lagi nahan sesuatu, benar kan kamu kenapa-kenapa!" ucap Reno.


"Iya mas, maaf ya! Aku cuma gak mau kamu panik kayak gini!" ucap Lyota.


"Yaudah gapapa, kita cek ke dokter aja yuk! Aku pengen tahu kamu kenapa, pasti mereka bisa tahu apa yang terjadi sama kamu!" ucap Reno.


"Mas, tapi—"


"Udah sayang, jangan bantah! Kamu harus ikut sama aku ke rumah sakit buat cek kondisi kamu! Aku gak mau terjadi sesuatu sama kamu, paham?!" potong Reno dengan tegas.


"I-i-iya mas, aku mau!" ucap Lyota mengangguk.


"Yaudah, yuk kita pergi sekarang! Kamu udah gak mau muntah lagi kan?" tanya Reno.


Lyota menggeleng.


"Oke, pelan-pelan saya jalannya!" ucap Reno.


Reno pun menuntun istrinya keluar dari kamar mandi, ia memakaikan jaket di tubuh Lyota bermaksud mencegah Lyota kedinginan.


Lalu, mereka pun keluar kamar dan kembali ke ruang tamu untuk bersiap pergi menuju rumah sakit. Reno benar-benar cemas dengan kondisi Lyota, ia sampai tak perduli pada apapun selain Lyota.




Saat sampai di bawah, ponsel Reno justru berdering membuat ia bingung harus mengangkatnya lebih dulu atau tetap lanjut berjalan.


"Mas, itu ada yang telpon kamu. Mending kamu angkat dulu deh!" ucap Lyota.


"Gausah sayang, biarin aja telpon mah bisa nanti lagi! Sekarang kamu harus segera dibawa ke rumah sakit, aku cemas banget sama kamu! Aku gak mau terjadi sesuatu ke kamu sayang!" tegas Reno.


"Gapapa mas, angkat aja dulu sebentar!" ujar Lyota.


"Hadeh iya iya deh, tapi kamu duduk ya jangan berdiri biar gak pusing!" ucap Reno.


"Iya mas,"


Lyota pun duduk di sofa dengan bantuan Reno, lalu pria itu beralih mengambil ponselnya dan mengangkat telpon yang ternyata dari Rianti.


📞"Halo Rianti! Ada apa?" ujar Reno.


📞"Eee kamu kemarin kenapa datang ke rumah, pake ajak mama kamu segala lagi? Kalau emang kamu mau ketemu sama Athar, emangnya gak bisa sendiri aja?" tanya Rianti.


📞"Oh soal itu, kita bahas nanti aja ya Rianti! Aku masih ada urusan penting, ini istriku lagi kurang sehat!" ucap Reno.


📞"Hah? Istri kamu lagi sakit?" ujar Rianti.


📞"Iya Rianti, maaf banget ya! Nanti biar aku telpon kamu lagi deh kalo urusannya udah selesai, kita bahas juga soal Athar dan mamaku biar lebih jelas!" ucap Reno.


📞"Eee oke deh Ren!" ucap Rianti.


📞"Yaudah ya, aku tutup dulu!" ucap Reno.


Tuuutttt...


Reno mematikan teleponnya, lalu menyimpan ponsel di saku celana dan kembali menghampiri istrinya yang sedang duduk di sofa.


"Mas, siapa yang telpon?" tanya Lyota.


"Eee ini Rianti, dia nanya soal kemarin yang aku sama mama datang ke rumahnya. Tapi, aku udah bilang mau bahas nanti sehabis anterin kamu ke rumah sakit! Yuk sayang kita langsung pergi aja!" ucap Reno.


"Iya mas," ucap Lyota pelan.


Reno kembali membantu istrinya itu bangkit dari sofa, ia merangkul Lyota dan membawanya keluar dengan perlahan.


"Maafin aku ya mas! Aku malah jadi ngerepotin kamu, padahal urusan kamu masih banyak!" ucap Lyota merasa bersalah.


"Gapapa sayang, kamu itu kan istri aku! Ini emang udah jadi tanggung jawab aku sebagai suami kamu, buat urusin kamu dan jagain kamu sayangku!" ucap Reno tersenyum sembari mengusap wajah Lyota.


"Makasih mas!" ucap Lyota.


"Sama-sama,"

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2