Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 266 (Athar dibully)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 209


(Athar dibully)


...•...


...•...


Revan makin menjadi-jadi di ruangan itu bersama Tania yang sudah menjadi tunangannya, bahkan Revan sampai membuat Tania mengeluarkan suara-suara kenikmatan akibat permainan lidahnya pada area leher Tania, Revan mengecup, menjilat serta menyesap leher gadis itu dan memberi gigitan kecil tanpa meninggalkan bekas disana.


Tania hanya bisa pasrah walau ia sangat malu adegan itu disaksikan langsung oleh seorang wanita yang ia sangka sebagai pasien Revan, jujur Tania tak mengerti apa maksud Revan melakukan ini padanya.


"Sayang, kamu kalo mau desahh ya desahh aja! Gausah ditahan-tahan begitu, aku justru seneng kalo kamu mendesahh karena permainan aku! Dan untuk kamu, Karina. Aku bisa loh bercinta sama tunangan aku disini di depan kamu saat ini juga, kalau kamu mau nonton gratis yaudah diam aja disitu ya!" ucap Revan tersenyum menggoda Karina.


Karina pun tampak jengkel dengan apa yang ia lihat saat ini, ia benar-benar tak menyangka kalau Revan memang telah memiliki tunangan dilihat dari cincin yang melingkar di jari manis kedua orang itu. Karina sangat ingin sekali pergi dari sana meninggalkan Revan, namun entah mengapa hatinya masih ingin dan berharap kalau Revan hanya bercanda padanya.


Sementara Tania masih tidak mengerti apa sebenarnya yang hendak dilakukan Revan, Tania pun melirik wajah lelakinya itu dan menatap seakan bertanya kepada pria tersebut mengenai aksinya di hadapan Karina saat ini.


Revan hanya tersenyum lalu kembali menyesap leher Tania sehingga gadis itu tak mampu lagi menahan kenikmatan dalam tubuhnya, Tania mengejang lalu melenguh pelan sembari menggigit bibir bawahnya. Sungguh Tania benar-benar menikmati kelihaian Revan dalam bermain di lehernya.


"Oke oke, cukup! Aku percaya kalau wanita ini memang tunangan kamu, jangan dilanjutkan lagi! Aku gak kuat melihat pria yang aku cintai begituan dengan wanita lain, rasanya sakit banget!" ucap Karina sembari memalingkan wajahnya.


"Oh ya?" ucap Revan singkat sembari melepas dekapannya dari tubuh Tania, terlihat raut kecewa dari tatapan mata Tania kepada pria itu.


"Kalau begitu, sekarang kamu bisa merasakan dong apa yang aku rasakan waktu itu saat mengetahui kekasih aku yang sangat aku cintai ini bercinta dengan lelaki lain di hotel." sambung Revan sembari mendekati Karina dan menatap gadis itu tajam.

__ADS_1


"Iya, aku tau aku salah! Maafin aku!" ucap Karina.


"Tenang aja! Aku udah maafin kamu dari lama kok, tapi untuk cinta... maaf, aku gak bisa lagi cinta sama kamu karena aku sudah memiliki Tania dan kami akan menikah beberapa hari lagi!" ucap Tania.


Tania pun tersenyum ketika Revan mengenalkan dirinya kepada Karina.


"Iya, selamat ya buat pernikahan kalian! Semoga hubungan kalian langgeng terus! Makasih Van, kamu sudah hadir di dalam kehidupan aku! Walau sebentar, itu sangat berarti buatku dan memberiku cukup banyak pelajaran baru!" ucap Karina.


"Sama-sama, sekarang aku mohon sama kamu buat enggak ganggu atau usik kehidupan aku lagi! Karena aku ingin bahagia bersama wanita yang aku cintai, yaitu Tania!" ucap Revan kembali menatap Tania lalu tersenyum dan melangkah mendekatinya.


"Iya, aku ngerti kok. Yaudah, aku pergi ya?" ucap Karina tampak sekali tengah menahan kesedihan di dalam hatinya, ia pergi mengambil tas lalu berjalan keluar dari ruangan itu meninggalkan Revan serta Tania dengan perasaan sedihnya.


Sementara Revan kembali merengkuh pinggang Tania lalu menjelaskan pada gadis itu.


"Maaf ya, sayang! Tadi aku begitu supaya Karina bisa percaya kalau kamu itu tunangan aku, gapapa kan? Atau kamu ketagihan dan mau lagi digituin?" ucap Revan seraya menggoda gadisnya.


"Ish, nyebelin deh! Emang Karina itu siapanya kamu sih?" ujar Tania kesal.


"Iya, yaudah yuk!" ucap Tania mengangguk.


Cupp...


Revan mengecup kening Tania, kemudian melangkah secara bersamaan keluar dari ruangan itu dengan senyum tertera di wajah mereka berdua. Bahkan kali ini Tania tak sungkan untuk membenamkan wajahnya di dada bidang Revan sembari memberi sentuhan sedikit pada tubuh pria tersebut.


...•••...


Disisi lain, Rianti datang menjemput Athar ke sekolahnya. Ia tampak heran melihat putranya tengah bersedih dan ditemani oleh Rania di depan gerbang bersama sang satpam juga.


"Loh Athar, kamu kenapa?" tanya Rianti cemas dan langsung menghampiri putranya itu. Rianti berjongkok di hadapan Athar lalu mengusap wajah Athar dengan cemas dan berpikiran yang tidak-tidak kepada putranya itu.


"Mama..." ucap Athar langsung menangis kejer begitu melihat mamanya datang.


Rania dan pak satpam disana hanya bisa menyaksikan momen mengharukan antara Athar dan mamanya itu.

__ADS_1


"Athar kenapa, sayang?" tanya Rianti cemas sembari mengusap wajah putranya.


"Aku diledekin sama temen-temen kelas aku, mah. Kata mereka aku ini culun dan gak bisa apa-apa, mereka juga bilang kalau aku bencong karena main sama Rania dan temen-temen ceweknya." jawab Athar menjelaskan sambil menangis.


"Hah? Ya ampun, Athar yang sabar ya! Mereka itu cuma iri sama Athar karena gak mampu kayak Athar, sekarang kamu gausah nangis! Tunjukin ke mereka kalau kamu itu kuat dan apa yang dibilang sama mereka, itu salah!" ucap Rianti menghibur putranya dan menghapus air mata di wajah Athar.


"Iya Athar, mama kamu benar. Yang dibilang temen kelas kamu itu salah kok, kamu bukan anak yang lemah karena kamu itu kuat!" sahut Rania.


Athar akhirnya berhenti menangis setelah mamanya serta Rania menghiburnya.


"Iya mah, Rania. Makasih ya! Tapi, aku masih takut kalau mereka ngeledekin aku lagi besok. Aku gak mau sekolah ya, mah? Aku pengen di rumah aja sama dedek Christy!" ucap Athar.


"Loh jangan dong, sayang! Kamu harus sekolah! Kan Athar sendiri yang bilang, katanya Athar mau jadi anak pintar dan sukses! Kalo gitu Athar harus sekolah dong, masa Athar mau bolos cuma karena ejekan mereka yang gak bener itu?" ucap Rianti.


"Tapi mah, aku malu." ucap Athar.


Rianti tidak tahan lagi melihat kondisi putranya yang sangat bersedih itu, ia pun berdiri lalu berbicara pada satpam disana untuk coba membantu Athar.


"Pak satpam, apa guru-guru masih ada di dalam? Saya mau ketemu sama mereka dan bicara soal bully-an terhadap putra saya ini, apa bisa pak?" tanya Rianti dengan nada agak emosi.


"Oh bisa, Bu. Kebetulan para guru memang belum pulang dan masih ada di ruang guru, mari Bu saya antar ke dalam!" ucap pak Taufiq satpam disana.


"Gausah, pak! Saya bisa sendiri kok. Mending bapak disini aja sama mereka, tolong jagain putra saya dan Rania ya pak! Athar sayang, mama ke dalam dulu ya? Athar disini aja sama Rania dan pak satpam, oke?" ucap Rianti.


"Siap, Bu!" ucap Taufiq.


"Iya mah..." ucap Athar lesu.


Setelahnya, Rianti pun bergegas pergi ke dalam dengan perasaan kesal.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2