Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 252 (Cerita Rianti part 2)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 195


(Cerita Rianti part 2)


...•...


...•...


Rianti kembali melanjutkan ceritanya kepada Tania setelah sebelumnya Tania sempat terdiam sejenak karena tak menyangka dengan apa yang didengarnya jika Reno sudah menghamili Rianti.


"Jadi Reno itu yang bikin kamu hamil?" tanya Tania.


"Iya benar, dia jebak aku. Tadinya aku pikir Reno emang juga cinta sama aku, makanya pas dia minta begituan tanpa pikir panjang aku langsung mau melayani dia! Tapi, ternyata Reno cuma mau melampiaskan dendamnya karena aku udah sempat menipu papanya dulu!" jawab Rianti.


"Menipu gimana maksudnya?" tanya Tania.


"Aku dulunya bukan wanita baik-baik, aku bekerja sebagai penipu yang suka mengambil uang dari laki-laki hidung belang!" jawab Rianti.


"Ohh, terus kamu gak sengaja ketemu sama papanya Reno dan nipu dia?" tanya Tania.


"Iya, sejak itulah aku kenal dekat dengan Reno. Aku mulai kagum dan suka sama dia, karena Reno itu orangnya baik! Aku juga gak tau sebelumnya kalau orang yang aku tipu adalah papanya, dan Reno berhasil kasih karma buat aku atas perbuatan itu! Reno hamilin aku, terus dia tinggalin aku begitu aja dan pecat aku dari kantornya!" ucap Rianti.


Tania merasa kasihan pada Rianti, walau ia juga tak membenarkan kelakuan Rianti dulu.


"Tega banget dia, lalu apa yang terjadi setelah kamu tau kalau kamu hamil anak Reno? Apa Joshua juga sudah tau soal itu?" ucap Tania penasaran.


"Udah, dia gak sengaja lihat testpack punyaku yang aku taruh di atas meja kamarku. Abis itu dia langsung kelihatan marah dan tanya ke aku, ya aku ceritain aja semuanya ke dia kalau aku hamil anak Reno dan pernah bersetubuh sama Reno!" ucap Rianti.


"Apa reaksi Joshua?" tanya Tania.

__ADS_1


"Joshua marah banget, dia gak mau terima aku dan langsung putusin aku gitu aja! Bahkan dia juga usir aku dari rumahnya, padahal dia pernah bilang kalau dia cinta banget sama aku!" ucap Rianti bersedih.


"Tega banget Joshua sama kamu, harusnya kan dia gak kayak gitu ke kamu!" ucap Tania.


"Iya, aku juga kecewa waktu itu. Tapi, apa boleh buat karena semuanya udah terjadi sekarang! Jadi aku terima aja dengan lapang dada, untungnya waktu itu aku juga ketemu sama mas Lionel yang mau bantu aku dan nikah sama aku!" ucap Rianti.


"Syukurlah, jadi sekarang gimana nasib anak kamu dari Reno?" tanya Tania penasaran.


Rianti terdiam kemudian melirik ke arah Athar.


"Itu anak aku dan juga Reno, dia sekarang udah tumbuh besar jadi anak yang ceria dan tampan seperti papanya!" jawab Rianti tersenyum.


Tania cukup terkejut mendengarnya, pantas saja ia merasa kalau Athar memang mirip dengan Reno.


"Jadi Athar itu anak kamu sama Reno?" tanya Tania memastikan, Rianti pun menjawab dengan anggukan sembari tersenyum.


"Apa Reno juga tau?" tanya Tania lagi.


"Kemarin aku sempat ketemu sama Reno sih di minimarket, dan Reno juga ngeliat Athar disana! Tapi, aku belum kenalin Athar ke Reno karena aku merasa itu gak perlu! Bagi aku sekarang, Athar tuh anaknya mas Lio bukan Reno!" ucap Rianti.


"Iya, untung aja aku masih dipertemukan sama lelaki baik seperti mas Lio. Dia mau terima aku dan Athar walau dia tau kalau Athar bukan anaknya, dia juga udah anggap Athar seperti anaknya sendiri!" ucap Rianti.


"Yaudah, sekarang kamu gak perlu lagi ingat-ingat masa lalu! Entah itu Reno atau Joshua, karena menurut aku mereka gak pantas buat diingat!" ucap Tania menenangkan Rianti.


Rianti hanya mengangguk sembari menyeka air matanya, lalu dengan cepat Tania memeluknya dari depan sembari mengusap punggungnya.


...•••...


Disisi lain, Reno tengah bersama putrinya di dalam mobil dan menuju ke rumah Lyota sesuai janjinya sebelumnya pada gadis itu untuk membawa Tania ke rumah Lyota dan main disana.


Reno juga senang melihat putrinya senyum-senyum ceria karena akan bertemu dengan Lyota dan main ke rumah Lyota yang akan menjadi mamanya juga nanti setelah Reno menikah dengan Lyota.


"Pah, papa beneran mau bawa aku ke rumahnya kak Lyota sekarang?" tanya Tania kecil.


Reno menoleh sambil tersenyum.


"Ya iya dong, sayang! Papa kan udah bilang tadi sama kamu kalo papa mau bawa kamu ke rumahnya kak Lyota, pasti kamu udah gak sabar ya buat ketemu kak Lyota?" ucap Reno.

__ADS_1


"Gak sabar banget, pah! Aku juga mau lihat rumah kak Lyota, kan dari kemarin-kemarin aku pengen banget ke rumah kak Lyota!" ucap Tania kecil.


"Bagus deh, tapi nanti Tania disana jangan bandel ya! Terus juga jangan berisik, soalnya ada ibunya kak Lyota disana yang lagi sakit dan butuh istirahat! Tania gak mau kan lihat ibunya kak Lyota itu sakit terus gara-gara Tania berisik?" ucap Reno.


"Gak mau, pah!" ucap Tania menggeleng.


"Yaudah, sekarang Tania janji sama papa buat enggak berisik dan mau nurut sama papa disana nanti!" ucap Reno.


"Iya pah, aku janji gak akan berisik apalagi bandel pas di rumah kak Lyota! Aku cuma mau main aja kok sama kak Lyota, aku juga bakal anteng disana nanti!" ucap Tania kecil mengucap janji.


"Pinter anak papa! Ingat ya, jangan diingkari kalo udah janji!" ucap Reno mengingatkan.


"Iya pah, aku kan gak pernah ingkar janji sama papa! Lagian aku juga gak mau ibunya kak Lyota tambah sakit gara-gara aku bandel, nanti aku bakal ngerasa bersalah!" ucap Tania kecil.


Reno tersenyum sembari mengusap puncak kepala putrinya yang ada di sampingnya itu.


"Bagus, pinter banget sih kamu!" ucap Reno.


Tiba-tiba saja, Reno baru kepikiran kalau ia harus membelikan sesuatu untuk Lyota dan juga ibunya di rumah yang sedang sakit.


"Oh ya, Tania! Menurut Tania, enaknya kita bawa apa ya buat dikasih ke kak Lyota dan ibunya? Kan gak enak dong kalo papa sekarang cuma bawa diri sama kamu doang," ucap Reno meminta usul putrinya.


"Umm..." Tania berlagak berpikir sembari mengetukkan jarinya pada dagu.


"Kita bawa buah-buahan aja, pah!" usul Tania setelah berpikir selama beberapa menit.


"Bener juga, yaudah sekarang kita mampir ke tukang buah dulu ya?" ucap Reno tersenyum.


"Iya pah, di tempat langganan oma aja, pah! Disana kan buahnya enak-enak, terus abang penjualnya juga ramah banget!" ucap Tania.


"Iya sayang, yaudah kita meluncur kesana!" ucap Reno.


Reno pun mengalihkan mobilnya menuju toko buah langganan keluarganya yang juga tidak terlalu jauh dari sana.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2