
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 364
(Anggi penasaran)
...•...
...•...
📞"Halo papa! Papa apa kabar? Aku kangen banget sama papa!" ucap Tania kecil.
📞"Eh halo sayang! Duh, papa juga kangen nih pengen peluk dan cium Tania sayang! Alhamdulillah papa disini baik-baik aja sama mama, malahan papa sampe betah tinggal disini karena Bali itu enak banget loh sayang! Kapan-kapan kita jalan-jalan kesini berlima sama Tania dan Oma opa mau gak sayang?" ucap Reno antusias.
📞"Wah asyik! Aku mau dong pah diajak jalan-jalan sama papa, apalagi kalau sama mama juga! Aku kan penasaran pah pengen tahu Bali itu kayak apa, jadi kapan papa mau bawa aku ke Bali?" ucap Tania.
📞"Sabar ya sayang! Ini kan sekarang papa mau balik dulu ke Bogor sama mama, nanti baru deh kita pergi lagi bareng-bareng sekeluarga ke Bali! Emang Tania mau papa sama mama kecapekan kalau harus bolak-balik Jakarta Bali? Lagian Tania kan masih sekolah dulu," ucap Reno.
📞"Iya pah, gapapa kok. Oh ya, adik buat aku gimana pah? Udah jadi apa belum?" tanya Tania kecil.
Reno pun tersentak mendengar pertanyaan putrinya, begitu juga dengan Darma serta Anggi yang ada di dekat Tania. Mereka tak menyangka jika Tania kecil bisa bertanya seperti itu pada papanya, padahal tak ada yang mengajarkan padanya sebelum ini.
📞"Eee Tania sayang, kamu belajar darimana kata-kata itu? Papa sama mama masih belum bisa kasih kamu adik sayang sekarang ini, tapi jangan khawatir ya mungkin gak lama lagi!" ucap Reno.
📞"Ahaha maaf pah kalau pertanyaan aku gak bener! Soalnya waktu itu aku kan dengar sendiri pembicaraan papa sama oma opa tentang adik buat aku, jadi aku tanyain deh ke papa sekarang!" ucap Tania kecil menjelaskan.
Mendengar itu membuat Anggi serta Darma merasa bersalah karena sudah membicarakan sesuatu hal yang tak pantas di depan cucu mereka.
📞"Oh iya ya, yaudah gapapa sayang. Papa juga minta maaf ya karena papa sama mama belum bisa kasih adik buat kamu, Tania yang sabar dulu ya tunggu aja sayang!" ucap Reno.
📞"Oke pah! Nanti kalau papa udah sampe, jangan lupa beliin aku mainan ya pah!" ucap Tania kecil.
📞"Iya sayang, ini ada banyak kok oleh-oleh buat kamu! Oh ya, kamu mau gak bicara sama mama? Ini mama juga kangen loh sama kamu!" ujar Reno.
📞"Mau pah mau!" ucap Tania kecil girang.
📞"Oke sebentar ya! Papa mau kasih hp nya ke mama dulu, tunggu ya sayang!" ucap Reno.
📞"Iya pah," ucap Tania kecil sudah tak sabar.
Reno pun memberikan ponselnya pada Lyota agar istrinya itu bisa bicara dengan Tania kecil.
"Sayang, nih bicara sama Tania!" ucap Reno.
"Boleh mas, aku kangen sama Tania!" ucap Lyota langsung tersenyum.
"Yaudah sini, udahan dulu beres-beres nya!" ujar Reno.
"Iya mas,"
Lyota mengambil ponsel milik Reno, lalu mulai berbicara pada Tania kecil dengan antusias.
📞"Halo sayang, ini mama!" ucap Lyota.
📞"Mama! Aku kangen banget sama mama, akhirnya aku bisa dengar suara mama lagi! Mama mau pulang kan hari ini sama papa?" ucap Tania kecil.
📞"Iya dong sayang, mama pulang dan nanti kita bisa main berdua lagi kayak sebelumnya sayang! Mama bakal ajak kamu main ke rumah tante Reva sama abang Niko, Tania mau kan?" ujar Lyota.
📞"Mau dong mah! Aku pengen banget main sama mama, tante Reva dan bang Niko!" jawab Tania.
📞"Oke sayang! Kalo gitu sekarang mama tutup dulu ya telponnya? Supaya mama bisa cepat sampai disana dan kita juga bisa main deh sayang!" ucap Lyota.
📞"Iya mah, hati-hati di jalan ya!" ucap Tania kecil.
📞"Iya sayang, makasih!" ucap Lyota tersenyum.
Lyota kembali memberikan ponsel itu pada suaminya, namun ia justru dicium secara mendadak oleh Reno hingga membuatnya terkejut.
Cupp!
"Mas, kamu apa-apaan sih?" tanya Lyota kesal.
"Hahaha maaf sayang! Abis bibir kamu menggoda banget sih, bikin aku pengen cium!" ucap Reno.
"Hadeh, udah nih kamu ngomong lagi sama mama!" ucap Lyota menyerahkan ponsel itu pada Reno.
"Iya sayang iya..."
Reno pun mengambil kembali ponselnya dan berbicara dengan Anggi alias mamanya.
❤️
__ADS_1
Sementara Tania kecil juga memberikan ponsel itu pada Omanya, ia sudah cukup senang dapat berbicara dengan mama papanya tadi. Apalagi mama dan papanya itu akan kembali ke tempat tinggalnya nanti.
"Oma, ini hp nya Oma!" ucap Tania kecil.
"Ohh udahan sayang ngobrol sama papa dan mamanya?" tanya Anggi.
"Iya udah Oma," jawab Tania kecil tersenyum.
"Yaudah sini biar mama bicara lagi sama papa kamu ya!" ucap Anggi mengambil hp miliknya dari tangan Tania kecil.
"Ini Oma!" ucap Tania kecil.
Anggi pun langsung berbicara kembali dengan Reno bermaksud ingin mengakhiri telpon itu.
📞"Reno, yaudah ya mama sama papa mau lanjut pulang nih! Kamu hati-hati aja di jalan nanti, supaya kamu selamat sampai rumah!" ucap Anggi.
📞"Ohh iya mah, pasti kok!" ucap Reno.
Saat Anggi sedang asyik berbicara dengan Reno, tiba-tiba saja Darma meminta pada istrinya itu agar ia bisa berbicara juga dengan Reno.
"Mah, papa mau bicara juga dong sama Reno!" ucap Darma agak memelankan suaranya.
"Ohh papa mau ngomong sama Reno? Yaudah sebentar ya!" ucap Anggi.
Anggi pun mengatakan itu pada Reno, agar pria itu tentunya tak menutup telpon lebih dulu.
📞"Eh Reno tunggu! Ini papa kamu mau bicara sama kamu sebentar, jangan dimatiin dulu ya sayang!" ucap Anggi.
📞"Oh gitu, iya siap mah!" ucap Reno.
📞"Oke sayang!" ucap Anggi.
Anggi langsung menyerahkan ponselnya pada Darma.
"Ini pah," ucap Anggi.
"Makasih mah!" ucap Darma tersenyum.
Pria itu mengambil ponsel milik istrinya, lalu bergeser sedikit menjauh dari Anggi serta Tania kecil karena ia tak ingin mereka mengetahui apa yang ingin ia bicarakan dengan Reno.
📞"Ren, Reno! Papa mau bicara sama kamu, ini soal penting!" ucap Darma berbisik.
📞"I-i-iya pah, bicara aja! Kenapa sih papa pakai bisik-bisik segala? Emangnya apa yang penting banget sih pah?" ujar Reno heran.
📞"Ini penting Reno! Ini menyangkut Rianti, wanita yang nipu papa delapan tahun lalu!" ujar Darma.
📞"Iya Reno, ini soal lain. Ada yang lebih penting dari penipuan itu dan papa ingin tahu semua kejelasannya dari kamu, Reno!" tegas Darma.
📞"Kejelasan apa sih, pah?" tanya Reno.
📞"Maaf Reno! Kayaknya papa gak bisa bicara di telpon, sebaiknya kita bicara langsung aja begitu kamu sampai di Bogor nanti! Oh ya, kita juga harus bicara berdua aja dan jangan kasih tau mama atau istri kamu dulu tentang ini!" ucap Darma.
📞"Eee i-i-iya pah, siap! Yaudah, kalo gitu aku tutup dulu ya telponnya pah? Aku masih mau lanjut beres-beres nih!" ucap Reno.
📞"Oke! Papa juga mau antar mama kamu dan Tania pulang, sampai nanti ya!" ucap Darma.
📞"Baik pah!" ucap Reno singkat.
Tuuutttt...
Telpon diputus oleh Reno, karena pria itu hendak melanjutkan merapihkan pakaian miliknya bersama sang istri.
Sesudah selesai berbicara dengan Reno, kini Darma kembali ke dekat Anggi. Seperti yang sudah diduga olehnya, tentu Anggi menatap heran ke arah Darma seperti penasaran apa yang baru saja dibicarakan oleh Darma dan juga Reno.
"Pah, papa bicara apa sih sama Reno? Kok sampai harus menjauh dari mama kayak gitu?" tanya Anggi.
"Eee bukan apa-apa mah, cuma urusan kerjaan yang urgent mah! Yaudah yuk kita lanjut jalannya, ini ban mobil udah bener lagi tuh!" ucap Darma.
"Iya pah, yuk sayang!" ucap Anggi.
"Oke Oma!" ucap Tania kecil tersenyum renyah.
Ketiganya pun masuk ke dalam mobil yang sudah dibenarkan oleh sang supir itu, namun Anggi masih belum percaya dengan apa yang diucapkan oleh suaminya tadi. Ia yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya itu saat ini.
"Sebenarnya apa ya yang dibahas sama papa dan Reno? Bikin penasaran aja!" batin Anggi.
Sepanjang perjalanan Anggi terus saja memikirkan tentang apa yang disembunyikan oleh suaminya itu, ia seakan tak bisa lepas dari pikiran itu sebelum ia mengetahui rahasia suaminya.
"Pah, sebenarnya apa sih yang papa sembunyiin dari mama? Ceritain dong pah, jangan bikin mama penasaran!" tanya Anggi sangat penasaran.
"Apa sih mah? Papa gak sembunyiin apa-apa kok dari mama, jangan salah sangka begitu dong mah sama papa! Kan tadi papa udah bilang, papa cuma bahas urusan kerjaan sama Reno! Mama kok gak percaya sih sama papa?" ujar Darma santai.
"Ya abisnya papa itu mencurigakan banget, bikin mama jadi salah paham! Kalau emang cuma urusan kerjaan, kenapa papa sampai harus menjauh dari mama pas bicara sama Reno?" ujar Anggi.
"Hadeh mah, itu aja dipermasalahkan! Udah lah mah, papa gak sembunyiin apa-apa kok dari mama! Mending sekarang mama diem aja deh, kasihan tuh Tania kepalanya pegal daritadi celingak-celinguk ngikutin papa sama mama yang lagi ngobrol!" ucap Darma menegur istrinya.
Akhirnya Anggi berhenti berbicara, ia tak mau membuat suaminya marah dan terjadi keributan.
__ADS_1
"Maaf ya mah! Papa belum bisa kasih tau tentang ini ke mama sekarang, soalnya papa masih pengen cari tau dulu kebenarannya! Baru setelah itu, papa pasti akan cerita ke mama!" batin Darma.
...•••...
Disisi lain, Rianti baru sampai di kantor suaminya bersama Athar, Christy, juga suster Amel sang pengasuh dua anaknya itu. Rianti pun mendekati resepsionis di kantor suaminya itu, ia hendak bertanya apakah Lionel ada disana atau tidak.
Begitu melihat kedatangan Rianti, para pegawai disana pun memberi hormat sambil tersenyum.
"Selamat datang Bu Rianti!" ucap Tina (resepsionis disana).
"Ya, terimakasih! Eee saya mau ketemu suami saya, apa dia ada disini?" ucap Rianti tersenyum.
"Eee ada kok Bu, sebentar ya saya hubungi Citra sekretarisnya pak Lionel dulu buat antar ibu dan anak-anak ke ruangan pak Lionel!" ucap Tina.
"Oh iya iya, silahkan!" ucap Rianti.
Tina pun mulai menghubungi sekretaris Lionel, sedangkan Rianti bersama anak-anaknya tetap menunggu disana.
Tak lama kemudian, sang sekretaris pun muncul setelah dihubungi oleh Tina. Wanita cantik bernama Citra itu langsung menghampiri Rianti dan menyapa istri bosnya itu.
"Halo Bu! Maaf ya saya lama! Perkenalkan saya Citra, sekretaris pak Lionel!" ucap Citra mengenalkan diri.
"Iya Citra, salam kenal ya saya Rianti istrinya mas Lio! Oh ya, apa suami saya ada di ruangannya? Ini saya mau antar anak-anak ketemu sama dia, ya kalau mas Lio lagi gak sibuk sih!" ucap Rianti.
"Eee tenang aja Bu! Pak Lionel sedang istirahat kok di ruangannya, kebetulan juga hari ini tidak ada jadwal meeting lagi untuk pak Lio! Jadi, mari Bu saya antarkan ke ruangan pak Lio!" ucap Citra.
"Iya iya, makasih ya Citra! Yuk sayang kita ikut sama tante Citra ketemu papa!" ucap Rianti.
"Oke mah!" ucap Athar tersenyum.
Rianti menggandeng Athar dan pergi lebih dulu menuju pintu lift, sedangkan Citra mengikuti dari belakang bersama suster Amel yang menggendong Christy.
"Mah, kantor papa besar ya!" ucap Athar.
"Iya sayang, kamu suka gak main ke kantornya papa?" tanya Rianti.
"Suka banget mah!" jawab Athar sambil tersenyum.
Tak lama kemudian, mereka sampai di depan ruangan Lionel. Citra pun mengetuk pintu lebih dulu agar bosnya tidak merasa terganggu.
"Ini ruangan pak Lionel, Bu. Sebentar biar saya ketuk pintu untuk memastikan apa pak Lionel sedang sibuk atau tidak!" ucap Citra.
"Ya silahkan!" ucap Rianti.
TOK TOK TOK...
"Permisi pak, ini saya Citra!" ucap Citra.
"Ya masuk!"
Setelah mendengar suara balasan dari Lionel, kini Citra mulai membuka pintu secara perlahan dan meminta Rianti serta anak-anaknya untuk masuk ke dalam.
Ceklek...
"Misi pak, ini ada Bu Rianti dan anak-anak bapak yang ingin bertemu dengan bapak!" ucap Citra.
Begitu Lionel menatap ke depan, matanya langsung terbelalak saat melihat Rianti alias istrinya itu ada disana bersama sekretarisnya.
"Eh sayang, sini masuk!" ucap Lionel.
"Iya mas," ucap Rianti tersenyum singkat.
Citra pun memberi jalan bagi Rianti serta yang lainnya masuk ke dalam sana, lalu ia pamit pada bosnya untuk kembali bekerja dan membiarkan mereka berbincang-bincang disana.
"Pak, saya mohon izin kembali ke ruangan saya!" ucap Citra.
"Oh ya, silahkan Citra! Terimakasih ya sudah antar istri dan anak-anak saya kesini!" ucap Lionel.
"Makasih ya Citra!" sahut Rianti.
"Sama-sama pak, Bu! Permisi!" ucap Citra.
Setelah Citra pergi dari sana, Lionel langsung menuntun Rianti duduk di sofa bersama Athar dan juga Christy yang kali ini digandeng oleh suster Amel menuju sofa.
"Nah sayang, ada apa nih kamu kesini?" tanya Lionel.
"Umm, aku bawain kamu makan siang mas. Pasti kamu belum makan kan?" ucap Rianti.
"Wah mantap banget sayang! Iya nih, kebetulan aku belum sempat makan siang!" ucap Lionel.
"Nah kan benar! Kalo gitu ayo kita makan bareng mas, biar aku siapin ya!" ucap Rianti.
"Boleh sayang," ucap Lionel tersenyum.
Mereka pun menikmati momen kebersamaan itu dengan makan siang bersama-sama.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...